
Karena pusing itu, Cevi menjadi pingsan
.
.
.
Kembali ke kondisi Mama Dirga
Mama Dirga sedang menjalani transfusi darah, dan di saat itu pula Dirga mengetahui bahwa Cevi sedang masuk UGD.
Dirga pun langsung bergegas ke UGD bersama suster yang mendorong kursi roda nya
Ketika Dirga sampai sana dia melihat kondisi Cevi dengan keadaan pingsan
"Cevi!, kamu gak apa apa kan?"
Ujar cemas Dirga untuk Cevi
Tiba tiba Cevi siuman dari pingsannya
"Di Dirga?, kok kamu bisa kesini?" Tanya Cevi
"Iya sayang aku akan selalu di sisi kamu" Balas Dirga, sambil mengelus pipi Cevi
"Iya sayang ku, aku juga akan selalu berada di sisimu" Saut Cevi
Mereka pun berpelukan
.
.
.
Sementara di ruangan ICU
"Cevi Cevi" Panggil Tino dalam keadaan tidurnya
__ADS_1
"Suster, pasien bad 4 memanggil manggil nama seseorang" Lapor dokter
"Oh Cevi, dia adalah orang yang dia selamat kan" Jawab suster
Mereka pun memanggil Cevi dan membawa Cevi ke ruangan ICU dengan kursi roda
.
.
.
Sesampainya di ruang ICU
"Cevi, Cevi, Cevi" Panggil Tino dengan keadaan belum siuman
Cevi pun dianjurkan dokter untuk mengatakan sesuatu yang bisa membuat Tino bersemangat untuk melawan penyakitnya
"Cevi coba kamu semangati, Tino agar Tino bisa melewati masa kritisnya" Suruh dokter ke cevi
"Baik dok, Tino, Tino semangat ya Tino pasti bisa melewati masa masa sulit ini, kita semua sudah menunggu Tino bangun lagi" Ujar Cevi
"Cevi, Cevi" Ujar Tino yang tetap memanggil manggil nama Cevi
Tanpa mereka sadari ternyata Dirga melihat mereka di balik kaca. Dirga sangat sedih karena hal itu, ia merasa cemburu dan frustasi. Ketika Athala akan keluar ia langsung memendam rasa frustasi dan kesalnya itu
Namun gagal Athala berhasil mengendalikan tubuh Dirga. Karena itu aura rumah sakit menjadi menakutkan dan dingin
Dan karena itu Cevi mengetahui jika Athala sudah mengusai tubuh Dirga, ia langsung bergegas menemui Dirga yang berada di balik kaca itu
"Athala?, kamu jangan ngapa ngapain ya, tenang aku hanya menyemangati Tino dan aku akan tetap berada di sisimu" Karena kata kata itu Athala langsung berdiam diri dan Dirga bisa mengendalikan dirinya lagi
.
.
.
Di ruangan mama Dirga
__ADS_1
Mama Dirga sudah selesai melakukan tindakan transfusi darah, dan keadaannya semakin membaik
Dirga pun bergegas ke tempat mamanya, sesampainya di ruangan alangkah terkejutnya dia melihat ibunya sudah tiada, dengan kondisi infusan yang sudah terlepas dari tangannya dan darah berceceran di kasur dan lantai
.
.
.
Flashback
"Dirga, kenapa mama masih disini?, mama akan menemui mu Dirga mama akan menjaga mu disana" Dan mama Dirga langsung mencabut infus yang berada di tangannya
Flashback off
"Mama, mama, kenapa seperti ini aku masih hidup maaaa" Tangis Dirga sambil memukul mukul tangannya ke kursi roda
Athala pun langsung mengambil alih tubuh Dirga, suasana langsung menjadi dingin dan menakutkan di tambahan dengan keadaan mama Dirga yang sangat mengenaskan
Cevi pun datang ke ruangan itu ia syok dan berusaha menenangkan Athala yang sudah ingin bunuh diri juga dengan cara menghatamkan kepala nya ke tembok
"Athala!!" Teriak cevi
"Jangan jangan lakukan itu, aku akan terus menjaga dan berasa di sisi mu dan Dirga selamanya" Bujuk Cevi dari kejauhan
Ternyata diam diam Athala menyimpan hati kepada Cevi karena hal itu Athala pun meredam emosinya dan Dirga pun bisa mengendalikan tubuhnya kembali
"Dirga, jangan lakukan itu lagi" Mohon Cevi
Ternyata Dirga belum sepenuhnya kembali,dan yang mengendalikan pikiran dan tubuhnya adalah Athala yang berusaha menjadi Dirga, agar ia bisa mendapatkan rasa cinta dari Cevi
.
.
.
Gimana?, Gimana? Seru ya? Gak abis pikir sama Athala? Masih mama Dirga gimana dong? Masa tragis!?
__ADS_1
Makasih ya yang udah support author, jangan lupa like, vote, beri bintang, simpan, share, komen, saran dan follow akun ini biar author semakin semangat bikin part part selanjutnya
Salam dari Ravi