
karena ledakan itu alaram bahaya di rumah Tino pun berbunyi
Tino yang berada di dalam ruang penjara bawah tanah pun tidak bisa mendengar suara alaram itu
semua orang di sama langsung keluar dari rumah itu dan membantu semua yang terluka dan mereka melupakan Tino di bawah tanah, rumah pun sepi karena hampir semuanya keluar untuk membantu semua yang terluka dan menjaga pak Alex karena serangan itu
sementara di ruangan penjara bawah tanah
"helppppp!!" teriak Tino yang sangat kencang
tapi suara itu tidak akan terdengar hingga keluar
sudah 10 jam Tino di kurung di sana tanpa di beri makan dan minum sedangkan ayahnya sedang di rawat rumah sakit dan para pengawal yang tadi mengurungnya sudah meninggal dunia karena ledakan tadi
flasback
di Kantor pak Alex setelah ledakan tadi
"pak ada klien dari Italia yang ingin bertemu dengan bapak" lapor sekretaris pak Alex
"ok antar dia ke sini saya mau ada meeting dengan dia" sanggup pak Alex
"baik Pak" ujar sekertaris itu
5 menit kemudian
klien itu pun datang dengan seorang perempuan yang menggunakan masker
sekertaris yang mengantar mereka pun keluar
tiba tiba
"bukkk" suara tonjokan yang sangat keras yang di berikan oleh klien itu
"ahhh" sakit pak Alex
setelah itu ia terdiam beberapa saat dan langsung memanggil security
__ADS_1
"security, keruangan saya segera" panggil pak Alex dari telfon
saat itu juga langsung ada yang masuk ke ruangan itu dan itu adalah Dirga yang tubuhnya sedang di kuasai Athala
perempuan yang memakai masker itu pun langsung membuka maskernya dan langsung mendorong pak Alex hingga ia tersungkur
ternyata perempuan itu adalah Cevi dan cowok yang menjadi klien tadi adalah klien asli pak Alex yang di ancam oleh Athala karena ternyata ibu Dirga adalah orang terkaya nomor 3 di Indonesia
klien itu langsung keluar dari ruangan itu, dan secara bersamaan security datang namun dengan cepat Athala menghabisi mereka dan pak Alex pun langsung di hajar juga oleh Athala hingga ia sekarat dan mereka berdua kabur dari sana, namun sebelum mereka pergi Cevi memberikan sepucuk surat yang di taruh di atas perut pak Alex
dan mereka langsung kabur dari sana
flashback off
di ruangan penjara bawah tanah
"tolong" teriak Athala dengan suaranya yang sudah mau habis
sekarang sudah 18 jam Tino terkurung disana, di dilam pikiran Tino sekarang hanya makan, ia benar benar lapar dan harus sekali
Dirga terbangun dari tempat tidurnya dan saat ini yang mengendalikan dirinya adalah Dirga sendiri bukan Athala
"drettt drettt" suara getaran HP Dirga
ternyata itu telefon dari Cevi dan mereka merencanakan untuk pergi ke rumah kerumah Tino
Dirga pun langsung mandi dan bersiap siap kesana
sesampainya di sana mereka langsung masuk ke rumah itu dengan mudah dengan cara menunjukkan kartu yang ada di dompet Cevi
karena ia tahu bahwa Tino berada di ruangan penjara bawah tanah mereka pun langsung kesana
ketika mereka sampai mereka melihat kondisi Tino sudah lemas dan hampir pingsan
hati mereka benar benar sangat puas dan menertawakan Tino, mereka sengaja membawa makanan sarapan mereka untuk memakannya di depan Tino
mereka pun memakan makanan merek di depan Tino yang sedang kelaparan
__ADS_1
"enak ya putriku, kita bisa makan sambil menonton pertunjukan" ejek Dirga
"iya pangeran ku burger ini sangat enak" balas Cevi
mereka pun makan tampa memperdulikan Tino yang memohon ke pada mereka untuk membukakan pintu ruangan itu dengan cara menekan tombol di depan mereka dan meminta makanan mereka
"tolong aku, aku minta makananmu sedikit saja" pinta Tino dengan suara yang sangat kecil
sebenarnya mereka berdua membawa banyak makanan tapi mereka tidak ingin memberikan makanan itu
setelah mereka selesai makan mereka pun meninggalkan beberapa makanan mereka yang bisa di gapai oleh Tino namun memang sangat sulit untuk menjadi mengambil nya
mereka keluar dari ruangan itu
"bye tahanan ku" ujar Cevi kepada Tino
5 menit setelah mereka pergi mereka pun masuk lagi kesana untuk mengambil makanan yang mereka tinggalkan tadi. ternyata makanan itu hampir di ambil oleh Tino dengan cepat Cevi dan Dirga langsung mengambil makanan itu dan langsung pergi dari sana
"duh tahanan kita mau ngambil makanan kita, gak boleh dong hahahah" ejek Dirga
"ku mohon Dirga maafkan aku" bujuk Tino
dan akhirnya Cevi memberikan 1 snack kepada Tino dan mereka keluar dari sana, tanpa melaporkan bahwa Tino sedang di kurung ke pengawal
.
.
.
gimana?, gimana? puas sama pembalasan ini? apa belum?
jangan lupa beri like, love, vote, hadiah, komen, masukkan dan follow akun ini agar author makin semangat bikin part part selanjutnya
salam dari ravi
trimakasih atas support kalian
__ADS_1