
Lalu jenazah mama Dirga pun di kuburan di salah satu pemakaman mewah
Setelah mama Dirga sudah dimakamkan mereka pun kembali ke rumah Dirga, Dirga masih sangat terpukul karena kepergian mamanya
Cevi pun berusaha menenangkan Dirga.
"Yang sabar Dirga, mama pasti akan tenang disana" Ucap cevi untuk menenangkan Dirga
"Iya Cevi, aku cuman menyesal aja kenapa aku gak bisa nyelametin mama" Saut Dirga
"Iya ini sudah takdir Dirga" Jawab cevi
Dirga pun hanya terdiam dan mereka melakukan doa, doa itu di tunjukan kepada mama Dirga
Tiba tiba..
"Brak" Suara hantaman pintu
Ternyata suara itu berasal dari ayah Cevi yang datang dan ingin membawa pulang Anak-Nya padahal ia tau disana dalam ke adaan berduka
Cevi pun langsung ditarik dan dibawa ke mobil sedangkan Dirga yang tadinya mau menolong Cevi langsung di dorong dan membuat ia terhempas ke lantai
Karena ia baru sembuh ia masih sedikit lemas dan ia tidak bisa berbuat apa apa lagi, Cevi pun dibawa pulang dan Dirga langsung di bawa kerumah sakit lagi karena kondisi nya yang masih lemah
.
.
__ADS_1
.
Dirumah Tino
"Dad" Panggil Tino
"Ya, Tino" Jawab ayahnya
"Semuanya berjalan lancar?" Tanya tino
"Beres nak" Satu ayahnya
Ternyata semua kejadian itu telah di atur oleh keluarga Tino dari kejadian pengeroyokan Dirga dan sakitnya Tino
Semua itu telah di setting dengan sedemikian rupa, ternyata selama ini Tino hanya sakit boongan cairan dan semua yang di lakukan oleh dokter terhadap Tino hanyalah pemasukan vitamin dan hanya pengecekan biasa. Dan satu lagi ternyata rumah sakit itu milik orang tua Tino
.
.
.
Di ambulance Dirga
"Dok dok, detak jantung pasien melemah" Ucap suster
"Ok Pakaikan pasien oksigen" Jawab dokter tersebut
__ADS_1
Selama di perjalanan kondisi Dirga semakin melemah, hingga ia sampai pingsan
Sesampainya di rumah sakit ia pun langsung di bawa ke ruang IGD namun ternyata rumah sakit tersebut adalah rumah sakit keluarga Tino tadi
Dirga di layani dengan sangat tidak diperhatikan, tindakan tindakan sangat lama di jalani
Hingga sudah 3 jam dia hanya baru di beri oksigen selama setengah jam lalu oksigen nya pun di cabut
Kondisi Dirga semakin melemah, di saat itu Athala malah menguasai tubuh Dirga karena itu tubuh Dirga menguat dan suasana dingin nan mencekam pun terjadi
"Prangg" Suara botol kaca obat dari tangan Dirga yang di lempar ke salah satu penjaga ruangan nya.
Penjaga itu langsung jatuh dan pingsan karena benar benar tepat mengenai kepalanya
Namun karena hal itu Dirga langsung di pukul dan langsung di suntik tidur oleh para dokter di sana
Saat di tidurkan Dirga hanya di diamkan di UGD kondisi nga semakin melemah namun ia dibiarkan di sana
.
.
.
Gimana?, gimana? Seru gak? Emosional? Kesel sama plot twist nya? Itu semua ternyata karena keluarga Tino!!!
Jangan lupa beri like, vote, bintang, komen, masukan, share dan follow akun ini biar author makin semangat pas buat part part selanjutnya
__ADS_1
Salam dari ravi.