JINGGA UNTUK REGAN

JINGGA UNTUK REGAN
Part 10 Mantan


__ADS_3

Jingga terlonjak kaget saat melihat dua orang yang berdiri tepat di depan gerbang sekolahnya. Deru napasnya ini dia begitu sial.


Pagi hari, Jingga harus berangkat bereng Regan karena dare kemarin Padahal, dia sudah bertekad tak ingin lagi berhubungan dengan Regan. Tapi, dia juga yang meminta Regan menjemputnya. Ini sangat memalukan, Anehnya lagi, Regan mau menjemputnya. ini nggak wajar dan sangat . nggak biasa sekali.


Jingga membalikkan tubuhnya agar dua orang yang berdiri di gerbang sekolahnya tidak melihatnya. Dia hanya Perlu menunggu sampai sekolah sepi dan dua orang itu Pergi. Tapi sepertinya takdir berkata lain karena salah satu dari dua orang itu sudah telanjur melihatnya.


“Lo mau kabur lagi,”


Tubuh Jingga menegang seketika Dia memutar kembali badannya dan menatap kedua orang itu dengan datar, meskipun kekecewaan dan kemarahannya sudah tak bisa ditahannya lagi.


“Lo mau maki gue ? Gue gak masalah, tapi mungkin bo ...”


Jingga berjalan mendekat ke arah dua orang itu, lalu dia menatap orang yang mencibirnya barusan


"Zean, kenapa lo kasih tau dia,” ujar Jingga dengan suara gemetar.


" Gua udah Percaya sama lo.”


Zean menempelkan kedua tangannya di bahu Jingga. “Gue gak Pernah janji sama lo untuk gak kasih tau dia. Alasan gue kasih tau Dave adalah karena dia sahabat gue, dan dia hampir gila karena nyari lo ke mana-mana.”


Untuk apa David datang kembali mencarinya Untuk mempermalukannya lagi seperti dulu Tidak Jingga tak boleh lemah. Dia sudah melangkah sampai sejauh ini.


Kejadian itu membuat Jingga benar-benar merasa menjadi orang terburuk dari siapa pun, orang yang selama ini dia Percaya membuatnya jadi orang yang tak berdaya. Tak Peduli dianggap Pengecut karena lari dari masalah Jingga benar-benar muak melihat orang yang kini berdiri di samping Zean.


“Kalian harus bicara berdua,” ujar Zean.


“Gak ada hal Penting antara gue sama dia, lo gak Perlu Pergi,” kata Jingga


Zean hanya diam. Dia tak menyangka dua sejoli yang dulu sangat dekat sekarang jadi seperti ini. Jujur, Zean sendiri sedih, tapi biar bagaimanapun David memang salah.


“Gue minta maaf sama lo,” David akhirnya angkat bicara.


Jingga tersenyum kecut, lalu dia melipat kedua tangannya di dada


" Gue cuma mau ngomong sekali sama lo, jangan Pernah boleh cari gue lagi karena hidup gue udah lebih baik sekarang,”


“ Jingga dengerin Penjelasan Dave dulu,” omel Zean.


David menggeleng, lalu dia tersenyum. “Segitu salahnya gue di mata lo, Jingga ? Gue hanya melakukan kesalahan sekali. Kenapa lo harus langsung pindah sekolah dan menghindar dari gue gitu aja ? Gue masih cowok lo, kan Status kita masih Pacaran.”


“Lo videoin gue ganti baju selepas Pelajaran olahraga apa itu hanya kesalahan kecil, Dave,” sengit Jingga


“Lo gak telanjang, Jingga," kata David.


Plak


Jingga menampar Pipi David sekuat tenaganya. Jika tak ada hukum di negara ini, mungkin saja dia sudah membunuh David detik ini juga Jingga benar-benar tidak menyangka bahwa dia Pernah jatuh cinta kepada cowok seperti David


" Setelah lo jatuhin harga diri gue lo masih bilang kita Pacaran ? Lo waras,” teriak Jingga kesal, untung saja suasana gerbang sekolah sedang ramai dengan suara kendaraan, jadi teriakan Jingga barusan terdengar samar.

__ADS_1


David menahan lengan Jingga lalu menatap Jingga dengan Penuh rasa Penyesalan.


" Justru iru Ku Jingga, gue ada di sini dan mau minta maaf sama lo Gue mau jelasin kenapa gue lakuin itu sama lo. Semua itu karena taruhan—”


Tiba-tiba saja ada seseorang yang melepaskan lengan Jingga dari cekalan David. Jingga menoleh ke arah orang tersebut. Bukannya masalahnya selesai, tapi malah muncul lagi masalah baru. Regan datang dan menarik lengannya.


“Bisa kita Pulang sekarang Jingga,” ujar Regan


“Gue harap ini Pertemuan kita yang terakhir, Dave,” ujar Jingga, lalu dia mengikuti Regan yang menariknya masuk kembali ke gerbang sekolahnya.


“Kak Regan gak seharusnya ikut campur masalah orang,” kata Jingga sambil melepaskan cekalan tangan Regan dari lengannya.


Regan menatap ke arah Jingga. “Lo gak tau caranya berterima kasih,”


" Makasih.”


Regan memberikan helm ke tangan Jingga, tapi Jingga hanya menatapnya bingung. Regan menyunggingkan senyum sinisnya lalu dia memasangkan helmnya di kepala Jingga


“Lo bisa bales rasa terima kasih lo sama gue,”


" Apa”


“Naik,” titah Regan


Tak ada Pilihan lain selain mengiyakan Perintah Regan barusan, karena Jingga juga tidak suka jika harus berutang budi meskipun dia nggak meminta Regan menolongnya.


Regan melajukan motornya dengan kecepatan standar. Dia nggak ingin kena Protes Jingga lagi karena ngebut.


Jingga merasakan hal yang aneh, semakin dia mencoba menghindari Regan, semakin dia terkena masalah dan selalu melibatkan Regan di dalamnya.


Regan menepikan motornya di salah satu toko bunga. Jingga turun dari motor Regan dan menoleh ke arah Regan dengan tatapan bingung.


“Pilih bunga yang lo suka,” Pinta Regan sambil melepaskan helmnya dan mengajak Jingga masuk ke dalam toko bunga tersebut.


Jelas saja Jingga bingung mendengar Permintaan Regan barusan, dia sama sekali tidak mengerti. Regan membawanya ke toko bunga dan memintanya memilih bunga yang dia suka. Jadi maksud Regan adalah dia ingin membelikan Jingga bunga begitu ?


“Lo Ngerti kata Pilih gak,” ketus Regan


Jingga mengangguk, lalu dia mencari bunga kesukaannya di florist tersebut, senyumnya mengembang saat matanya Lily Putih. Jingga begitu menyukai bunga lily. Menurutnya, bunga Kilby sangat indah jika dibandingkan dengan bunga mana Pun.


“Udah dapet,” tanya Regan


Jingga mengangguk, lalu dia mengambil satu tangkai bunga Lily dan diberikannya kepada Regan Sepertinya Regan cukup Puas dengan bunga Pilihan Jingga


“Selera lo lumayan,” kata Regan lalu Regan memanggil Pemilik florist tersebut dan memintanya untuk mengikat bunga Lily tersebut menjadi sebuket bunga yang indah.


“Kalo Kak Regan mau beliin aku bunga kenapa Kak Regan gak Pilih sendiri,” tanya Jingga dengan raut wajah Polosnya.


Dahi Regan terlihat bergelombang mendengar Pertanyaan Jingga barusan. Dia tidak berniat untuk membelikan Jingga bunga. Dia mengajak Jingga ke sini untuk membantunya memilihkan bunga untuk Bella Kemarin kondisi Bella memburuk dia masuk ke rumah sakit lagi, jadi Regan akan memberikan bunga ini untuk Bella saat menjenguknya nanti

__ADS_1


“Siapa yang mau kasih bunga itu buat lo,”


“Kalau bukan buat aku, kenapa Kak Regan minta aku Pilihin bunganya,”


“Tingkat ke-Pede-an dan delusi itu Perbedaannya tipis kurang-kurangin ah delusinya,” cibir Regan


“Gue beli bunga ini buat temen gue.”


“Temen,” Jingga mencoba memastikan


Regan mengangguk. “Temen deket, kemarin dia masuk rumah sakit lagi, jadi gue mau kasih bunga buat dia.”


“Cowok,” Jingga kembali bertanya.


Mata Regan hampir keluar dari tempatnya. Mana mungkin dia memberikan bunga ke teman cowoknya.


“Cewek.”


“Kak Regan Punya cewek,"


" Gue bilang dia teman,” kata Regan kesal.


“Buat Kak Bella ya,” tebak Jingga


“Ayo Pulang,” ajak Regan sambil keluar dari florist iru, bunga yang dia Pesan sudah dirangkai dan Regan segera membayarnya.


Jingga tak banyak berbicara, dia hanya mengikuti Regan dari belakangnya. Tiba-tiba ada yang mengganjal di dalam hatinya setelah Regan mengatakan bahwa dia membeli bunga ini untuk seorang cewek. Meski Regan tidak menjawab bunganya untuk Bella atau bukan, Jingga cukup yakin bahwa bunga ini memang untuk Bella.


“Makasih,” ucap Jingga setelah Regan mengantarkannya


Regan hanya mengangguk lalu dia mengambil satu tangkai bunga Lily dari buket bunga tadi dan diberikannya kepada Jingga


“Buat lo.”


Jingga mematung saat Regan memberikan bunga itu


“Lo Pengen gue kasih bunga, kan” ujar Regan


" Semoga setelah gue kasih lo bunga bisa bikin lo gak ke-pede-an terus.” Regan menarik tangan Jingga dan memberikan bunga itu.


Setelah memberikan Jingga bunga secara Paksa, Regan langsung menyalakan mesin motornya dan meninggalkan Jingga yang masih berdiri di depan gerbangnya. Jingga menatap ke arah bunga yang ada di genggaman tangannya.


" Dia bilang ke-pede-an,” Jingga menggeleng.


“Kenapa di dunia ini ada cowok kayak Kak Regan sih.” Jingga kesal


lalu dia berniat membuang bunga lily itu ke tong sampah Tapi, Lily adalah bunga kesukaannya. Tak jadi dibuangnya dan dimasukkannya bunga itu ke dalam tasnya.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2