JINGGA UNTUK REGAN

JINGGA UNTUK REGAN
Part 30 Awal kehancuran


__ADS_3

Regan mengajak Jingga jalan keluar setelah Beberapa hari Regan sibuk dengan dunia nya sendiri sekarang dia menyempatkan Waktu untuk bersama Jingga


" Mau Pergi ke mana " tanya Regan


" ke mana aja asal sama Kak Regan," jawab Jingga sambil tersenyum


Melihat Jingga sebahagia ini Regan juga ikut Bahagia senyum Jingga seperti obat untuk hatinya. Regan Sadar Selama ini dia Sudah beberapa hari mengabaikan Cahaya dan dia tidak Pernah bertanya Bagaimana Perasaan Jingga


" Apa yang membuat Lo bertahan Sama gue sejauh ini sama gue Jingga," Tanya Regan tiba-tiba


" karena Aku Sayang Sama Kak Regan " jawab Jingga


" Lo sayang sama Gue itu Udah lebih dari Cukup untuk Gue Jingga,"


Jingga meminta Regan untuk mengantarkannya ke Pasar malam Jingga ingin menikmati indahnya langit malam view bianglala, makan Permen kapas dan mencoba wahana mengasyikkan yang lain


Regan sama sekali tidak Protes saat Jingga mengajaknya ke Pasar malam, dia mengikuti apa pun Permintaan Jingga Regan seperti ingin menebus Rasa bersalahnya.


sesampai di Pasar malam mata cahaya langsung berbinar saat dia melihat banyak sekali wahana dan ramainya suasana


" Mau naik apa dulu " tawar Regan


" hmm mau main game dulu kak," tunjuk Jingga ke Permainan gelang untuk mendapatkan hadiah-hadiah yang lucu


" hmm Oke " Regan menggenggam tangan Jingga dan berjalan bergandengan ke Permainan tersebut.


Regan membayar lima gelang untuk melempar. Jingga ingin gelang itu terkena botol yang Paling ujung agar dia bisa mendapatkan boneka Teddy bear yang Paling besar Sebenarnya saat ulang tahun Jingga kemarin. Regan juga memberikan boneka sama besarnya. bahkan mungkin lebih besar daripada hadiah di Pasar malam, tapi entah kenapa Jingga begitu tergila-gila dengan yang namanya boneka Teddy bear


Percobaan satu, berhasil dan nilai sempurna. Lemparan Regan bahkan cacat Entah Bagaimana bisa Regan melakukan itu. insting Regan memang keren dan akhirnya Jingga mendapatkan boneka yang dia mau


Regan itu memang ketus sinis Cuek tapi dia sekalinya sayang sama seseorang dia akan menjadi over Protektif dalam segala hal. Gak boleh ini gak boleh itu Regan terkadang menjadi manusia yang memiliki dua kepribadian dalam satu Waktu


saat mereka sedang makan tiba-tiba Ponsel Regan berbunyi Regan melihat siapa yang meneleponnya kemudian dia mengangkat teleponnya


Raut Wajah Regan terlihat serius saat mendengarkan suara sih Penelpon. setelah mengatakan


" iya Tante Regan akan segera ke sana, " Regan menutup teleponnya Regan bangkit dan berdiri dari kursinya.


" Jingga kita harus Pulang " ajak Regan


" tapi makan aku belum selesai kak, kak Regan juga belum selesai emangnya ada apa Kak dan kenapa kak Regan Panik kayak gitu "


" Bella masuk Rumah sakit dia drop lagi Gue harus ke sana "


Bella lagi Selalu Bella dan lagi-lagi tentang Bella. satu dua kali Jingga masih bisa menerimanya namun sudah beberapa kali kencan mereka digagalkan karena Bella Jingga berusaha menerimanya namun hatinya tidak bisa mengkhianatinya Jingga cemburu dan sampai kapan Regan masih bergantung kepada Bella


Apakah Regan Masih mencintai Bella Apakah selama ini Jingga Cuma hanya Pelampiasan Bella saja ?

__ADS_1


" Lebih baik Gue anter Lo Pulang sekarang ," Kata Regan


" Tapi aku masih mau Di sini Kak "


" Jingga kita bisa masih ke sini lagi kan,"


" Aku ikut kak Regan kalua Gitu di Rumah sakit ! Pinta Jingga


Regan menggeleng " Jingga ini Udah malem kemungkinan gue sampe larut malam di sana dan gak bisa nganterin Lo Pulang. Jingga Lo harus ngerti, Jingga gue ini Pacar lo, tapi Bella itu sahabat gue dari kecil "


" Tapi aku masih mau disini kak lebih baik kak Regan Pulang dulu aku gak apa-apa kok Di sini sendirian,"


Regan menghela nafasnya Perlahan dia tidak mengerti kenapa Jingga harus keras kepala seperti ini Regan benar-benar harus Pergi ke Rumah Sakit Sekarang keadaan Bella Cukup kritis Bella membutuhkan kehadirannya.


" Jingga apa gak bisa di tunda besok,"


Jingga menggeleng " Gak bisa aku masih mau di sini terserah kalua Kak Regan mau Pergi silahkan gak apa-apa kok,"


" Jingga jangan kayak gini dong jangan bertingkah seperti Anak kecil kayak gini Kalua Bella Gak masuk Rumah Sakit lagi. Pasti aku Udah temenin kamu. Bedain dong mana Prioritas mendesak sama hal sepele kayak gini Jingga,"


Jingga menatap ke arah Regan hatinya sakit Mungkin menurut Regan apa Pun yang berhubungan dengan Jingga semuanya sepele. Meskipun status Jingga adalah Pacarnya tapi di mata Regan tetap saja Jingga adalah Pilihan kedua


" Apa Lo masih mau di sini ? suara Regan mulai melunak


Jingga diam


" Aku masih mau di sini kalau kak Regan mau Pulang Pulang aja duluan Biar aku telepon Bunda nanti " ketus Jingga


Regan melihat ke arah jam tangannya dia tidak bisa menunda Waktu lebih lama lagi kemudian dia menempelkan kedua tangannya di bahu Jingga


" Ya Udah kalua gitu Lo masih di sini kamu hati-hati iya kalau Lo mau Pulang Lo bisa Pesen Go-Jek atau taksi maaf iya gue gak bisa temenin Lo lebih lama lagi gue harus Pergi sekarang ! ucap Regan


Regan mencium dahi Jingga sekilas Kemudian dia membayar nasi goreng mereka dan berlalu pergi meninggalkan Jingga. Air mata Jingga mengalir menelusuri Pipi Jingga benci Perasaan ini.


Hatinya terasa sakit bertubi-tubi Regan meninggalkannya Padahal dia dan Regan sudah lama tidak mempunyai Waktu quality time bersama seperti ini namun Regan tetap saja mementingkan kondisi Bella. Memangnya jika tidak Regan di sana apakah Bella akan mati saat itu juga


Bella sadar ini egois namun dia tahu bahwa apa pun yang menjadi keputusan Regan tidak Pernah bisa di ganggu gugat. Regan tipikal Cowok yang kuat Pendiriannya.


Jingga mengeluarkan Ponselnya lalu dia mengirimkan Pesan kepada seorang. saat ini Regan butuh tempat untuk berbagi kesedihan ternyata benar mencintai seseorang tidak selalu memberikan kebahagiaan


Tak terasa hujan mulai turun membasahi seluruh tubuhnya Jingga tak Peduli badanya basah kuyup Ponsel Jingga berbunyi Jingga melihat siapa yang meneleponnya lalu dia mengangkatnya


" iya tunggu aku ke sana ! kata Regan saat dia mengangkat teleponnya


Jingga Pun langsung berlari mencari Orang yang Sudah menunggunya. Orang itu berlindung di Pinggiran toko yang ada di Pasar malam sambil memasukkan kedua tangannya ke saku jaketnya


" kak Fathur, " Panggil Jingga

__ADS_1


Fathur menarik lengan Jingga agar dia ikut berteduh, namun Percuma baju Jingga terlanjur basah


" Lo Kenapa ujan-ujanan segala kayak anak kecil aja ! omel Fathur kemudian Fathur membuka jaketnya dan dia meminta Jingga untuk memakainya


" tapi baju kak Fathur bisa basah "


" Gak apa-apa nanti Lo masuk angin,"


Fathur seperti Regan. ah dia merindukan Regan dengan sejuta kekonyolannya, Regan yang terlalu Percaya diri dengan kegantengannya


" Makasih iya Kak " kata Jingga sambil memakai jaket itu melapisi baju yang basah


" Lo Kenapa ada di sini sendirian, Udah gitu ujan-ujanan lagi " Fathur heran


Jingga tersenyum " tadi aku sama kak Regan,"


" terus Regan sekarang ada di mana,"


" Udah Pulang duluan " jawab Jingga


" Dia ninggalin Lo sendirian di sini ? kalian berdua lagi berantem,"


Fathur tidak Percaya jika Regan meninggalkan Jingga sendirian di sini itu sama sekali bukan Regan yang Fathur kenal. Fathur tahu bahwa Regan sangat menyayangi Jingga, jadi tak mungkin Regan meninggalkan Jingga jika ada sesuatu yang benar-benar mendesak.


" Enggak berantem kok "


" lalu "


" Awalnya kak Regan janji mau merayakan anniversary kita dan hari ulang tahun aku di sini, Cuma kak Regan lagi-lagi Ninggalin aku katanya ada urusan mendadak menyangkut kak Bella kata kak Regan kak Bella masuk Rumah sakit lagi. Emangnya Penyakitnya kak Bella separah apa sih ? Dia sakit apa karena setiap kali aku nanya kak Regan gak mau kasih tau aku," ujar Jingga


Memang Bella tidak ingin Penyakitnya di ketahui oleh banyak Orang bahkan Fathur sendiri tahu Penyakit Bella akhir-akhir ini. Dulu setiap kali Fathur mengantarkan Bella Check up Bella selalu mengatakan bahwa itu hanyalah rutinitasnya setiap bulan agar dia selalu sehat.


" Regan memang Orang yang Paling khawatir tentang Bella dari dulu, Regan begitu sensitif dengan kesehatan Bella Mungkin ada alasan lain kenapa Regan gak mau kasih tau tentang Penyakit Bella sama Lo " jawab Fathur


" Ya Kak Fathur benar "


" Pulang aja yuk ! ajak Fathur


" jalan dulu aja Kak, gabut di Rumah aku sendirian semua orang Pasti Pada keluar,"


Fathur mengangguk setuju. di saat hujan juga sudah mulai berhenti mereka berkeliling di Pasar malam


Banyak hal yang mereka ceritakan satu sama lain bertukaran dengan Fathur membuat Pikiran Jingga merasa tenang.


jingga Akhirnya dia menceritakan Permasalahan kepada Orang yang tepat Fathur Bukan hanya mendengarkan Cerita Jingga tetapi dia memberikan solusi dari setiap Permasalahannya.


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2