
hangat.
^^^Mau antar gue Pulang terus deh, Perasaan, suka sama gue lo, ya ? tuding Starla Polos. Cewek itu memutar-mutar jari telunjuknya di depan wajah Starla, dilengkapi dengan raut wajah absurdnya^^^
^^^Emanggut-manggut mengiakan," Suka, " spontan terdiam Padahal ia cuma b^^^
^^^n, jiwa terbang tinggi menembus langit sampai Kanada^^^
^^^" lo, " menjeda kalimatnya," Tapi gue nggak baik buat lo. Lo udah sering dengar itu dari teman-teman lo, "^^^
^^^mendengus. kenapa cowok ini selalu mengatakan dirinya berbahaya sih ?^^^
^^^hanya bersikap biasa saja setelahnya. sesekali terlihat gelisah di Pandangan Starla ketika cowok itu bergetar kembali Namun raut wajahnya terus saja diperlihatkan sesantai mungkin sepertinya ada yang sedang Elvaro sembunyikan^^^
^^^••••^^^
^^^" Sampai sini aja !" Cewek yang Posisi berjalannya di depan Elvaro itu balik badan, menghentikan langkah cowok itu.^^^
^^^Mereka berhenti di depan Pagar tetangga Starla yang jaraknya dua rumah dari rumahnya. Di malam kala Elvaro Pertama kali mengantar gadis itu, Starla juga memintanya berhenti bukan di depan rumahnya, melainkan di depan rumah tetangga^^^
^^^Terkekeh singkat, seolah mengetahui apa yang mungkin sedang Elvaro herankan bisa diinterogasi sama dia. Bisa nggak Pulang lo sampai besok Pagi,"^^^
^^^Elvaro manggut-manggut, " Oh gitu Ya Udah gue tunggu di sini sampai Pastiin lo benar-benar masuk,"^^^
^^^Ya ampun ini Cowok, segitunya kurang baik apa lagi cobaT Starla juga mengerti bagian dari Elvaro yang mana jahat itu ? Semua temannya berkata Elvaro berbahaya. Terutama Jessica teman dekatnya sejak kelas sembilan SMP, tapi Starla masih tidak mengerti di titik manakah bagian " Jahatnya Elvaro " yang mereka maksudkan itu^^^
^^^Oke. Starla masih belum Paham Kenapa Elvaro lebih memilih di bayar untuk kalah. Tapi apakah itu sebuah kejahatan^^^
^^^Elvaro menjentikkan jarinya, refleks Starla tersentak. Lantas menyengir memandang Elvaro yang menatapnya bingung.^^^
^^^" Ya udah gue Pulang ya, "^^^
^^^Elvaro mengangguk. Starla mulai balik badan untuk kemudian melangkah Kakinya^^^
^^^Habis ini Elvaro mau ke mana, ya Starla melirik ke belakang memperhatikannya. kenapa Elvaro ngebet banget ya, antar gue Pulang memangnya dia mau ke mana ?^^^
^^^Starla menyentuh Pagar rumahnya, berniat membuka Pagar Namum sebelumnya ia sempat memperhatikan Elvaro lagi. Elvaro mulai meninggalkan tempatnya berdiri.^^^
^^^selalu memperingatinya. " " seharusnya Starla mendengar itu karena Jelas semua hal yang Elvaro lakukan bukan urusan cewek itu.^^^
^^^Tapi masalahnya, semua yang berkaitan dengan selalu membuatnya Penasaran karena itu dengan keyakinan cewek itu mengurungkan niat membuka Pagar. Lantas menyusul kembali secara diam-diam^^^
...••••...
“Mau Pergi sekarang, Regan,” tanya Novia mama Bella.
“Iya Tante, Bella udah siap kan,”
__ADS_1
“Gak tau deh, kamu cek aja eendiri ke kamarnya,”
Karena sudah mendspat izin dari Novia, Regan melangkahkan kakinya masuk ke kamar Bella
Pasti dia belum siap dan masth berleha-leba di atas kasur. Dasar cewek Pemalas, batin Regan
“ Selamat Pagi Regan,” sapa Bella saat Regan baru mengetuk dan membuka Pintu kamarnya.
“Belum selesai,” tanya Regan
Bella terlihat tidak bersemangat namun dia memaksa untuk ikut
" Gue sebenernya males ikut soalnya gue belum siap liat Jingga sama Fathur."
Bella memang belum mengetahui bahwa Jingga dan Fathur tidak ada hubungan apa-apa. Tapi Regan tidak akan memberi tahu Bella sekarang, dia akan membiarkan Bella sejenak melupakan Fathur Bella bukan tipikal ! Bianca yang akan ngamuk jika tidak mendapat apa yang dia mau. Bella termasuk orang yang tabah, meskipun Regan tahu hati Bella sakit.Mau Pergi sekarang, Regan,” tanya Novia mama Bella.
“Iya Tante, Bella udah siap kan,”
“Gak tau deh, kamu cek aja eendiri ke kamarnya,”
Karena sudah mendspat izin dari Novia, Regan melangkahkan kakinya masuk ke kamar Bella
Pasti dia belum siap dan masth berleha-leba di atas kasur. Dasar cewek Pemalas, batin Regan
“ Selamat Pagi Regan,” sapa Bella saat Regan baru mengetuk dan membuka Pintu kamarnya.
“Belum selesai,” tanya Regan
Bella terlihat tidak bersemangat namun dia memaksa untuk ikut
" Gue sebenernya males ikut soalnya gue belum siap liat Jingga sama Fathur."
“Kecewa,” Regan balas bertanya.
“Karena apa,”
“Gue tau lo udah Perhatian sama
“Lo juga kecewa kan, Regan,” tanya Bella sambil terus merapikan barang-barangnya.
“Kecewa,” Regan balas bertanya.
“Karena apa,”
“Gue tau lo udah Perhatian sama Jingga, tapi dia jadiannya sama Fathur. Jangan apa-apain Fathur ya Regan, meskipun dia udah ngambil orang-orang yang lo sayang.”
Regan tersenyum, lalu dia berjalan mendekat ke arah Bella, satu tangannya ditempelkan di Puncak kepala Bella." Gue gak apa-apa selagi lo gak apa-apa. Lagian itu haknya mereka, gue juga gak Pernah ngelarang lo buar suka sama siapa Pun kan, Bel,” ujar Regan dengan suara lembut.
__ADS_1
“Gue Cuma takut lo sakit hati dan gue gak mau lo disakitin,” kata Bella.
“Gue jauh lebih kuat dari gue yang dulu, emangnya lo lemah ? Gue tunggu di luar ya, Bel,"
Bella menepis lengan Regan dari kepalanya. “Kondisi gue emang lemah. Ya udah sana, tunggu di luar.”
Untuk sekarang, Regan hanya ingin tetap berada di samping Bella dan melihat Bella tersenyum setiap hari. Saling sayang tidak selalu berakhir dengan status setidaknya itu yang Regan Pahamin. Lagi Pula Perasaannya kepada Bella sudah beralih sekarang seperti seorang kakak yang ingin menjaga adiknya
“Di sana jangan macem-macem jaga kesehatan lo,” Regan mengingatkan Bella.
" iya bawel.”
Regan tersenyum.
“ Regan,” Panggil Bella
Regan kembali menoleh ke arah Bella.
“Apa,”
“Jangan deket-deket Jingga ya di sana,” Pinta Bella.
“Kenapa,"
" Dia sudah Punya Fathur.”
Regan mengangguk. “Ada lagi,”
“Ada. Jangan deket-deket Bianca juga.”
"Karena dia sudah Punya Yugo,”
Bella menggeleng. “Bukan Dia gila jangan mau.”
“Iya Bel.”
“ Regan," Panggil Bella lagi.
“Kenapa,”
“Gue sayang lo,” kata Bella kedua matanya tak berkedip, menatap ke arah Regan
Dylan terkejut dengan Pernyataan Bella barusan dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
“Bercanda,” kata Bella, “gue sayang lo sebagai kakak, sahabat dan gue rasa selamanya akan begitu. Lo bukan tipe cowok yang gue mau.” Bella tertawa saat melihat raut wajah Regan yang tampak kaget.
“Sialan,” cibir Regan
__ADS_1
“Sana tunggu di luar, gue nyusul nanti udah mau selesai kok,” kata Bella.
...••••...