JINGGA UNTUK REGAN

JINGGA UNTUK REGAN
Part 16 Move on


__ADS_3

AIR mata Bella terus menetes. Bella tidak bisa berkata-kata lagi. Dia sakit hati, kecewa, sedih, marah dan tidak tahu harus melakukan apa lagi. Pernyataan Fathur barusan benar-benar membuat dirinya seakan-akan tak pernah berarti apa pun untuknya.


Fathur mengatakan bahwa selama ini Bella adalah beban untuknya. Dia tidak suka jika Bella terus-menerus mengejarnya. Fathur merasa risih dengan sikap Bella yang seperti ini. Dia melakukan itu karena tak ingin memberikan harapan buat Bella.


“Lo Ngerti kan, Bel,”


Bella hanya diam.


“ Regan sayang banget sama lo, gue rasa dia yang terbaik buat lo,” kata Fathur.


“Aku tau. Tapi, aku sayang kamu.”


“Gue suka Jingga, dan semoga itu yang bisa membuat semuanya menjadi jelas,” Fathur meninggalkan Bella yang masih menangis tersedu.


Bella tidak ingin membenci Jingga Jingga tidak salah karena disukai oleh Fathur, dan Fathur tidak salah jika menyukai Jingga Tapi, apa yang dirasakan Bella sekarang cukup manusiawi.


“Fathur...,” lirih Bella.


Kenapa rasanya begitu sulit membuat Fathur jatuh cinta kepadanya ? Bella kurang apa untuk Fathur ? Kenapa Fathur tidak Pernah memberikan Bella satu kesempatan untuk masuk ke dalam hatinya ? Haruskan Bella berubah dan belajar menjadi seperti Jingga agar disukai oleh Fathur ?


Bella ingin marah kepada Fathur tapi dia takut Fathur semakin menjauh darinya. Bella merasa seperti dibuang tanpa sebab. Jika Fathur tidak bisa menjadikan Bella sebagai Pacarnya, kenapa Fathur juga enggan berteman dengan Bella ?


“Ayo Pulang,” lengan Bella tiba-tiba ditarik oleh seseorang.


“Fathur,” ujar Bella sambi! menoleh ke arah orang yang menariknya.


" Regan kenapa lo di sini,” tanya Bella bingung.


Regan melepaskan cekalan tangannya dari lengan Bella. Lalu dia mengusap air mata Bella dengan kedua ibu jarinya.


" Ayo Pulang, gue anter lo,” kata Regan lembut.


“Lo Pulang aja sendiri, gak usah Peduliin gue. Pergi . aja, tinggalin gue sendiri.”


“Seharusnya lo tau risiko dari keputusan lo. Lo lebih Pilih Fathur daripada gue.”


Kenapa Perasaan Bella harus dijatuhkan kepada orang yang, tidak bisa balas mencintainya ?


Cinta sendirian itu sakir, bertahan sendirian itu menyedihkan. Dan Bella udah cinta sendirian, lalu bertahan sendiri, hidup Bella


“ Regan lo masih suka sama gue,"


Regan hanya diam.


Mungkinkah hati Regan juga telah berpaling darinya ? Bella menghela napas Perlahan, lalu dia menatap Regan dengan tatapan mata yang berkaca-kaca.


“Pada akhirnya lo juga akan Pergi kan, Regan,” ujar Bella dengan suara gemetar.


“Bella Gue gak akan ninggalin lo, lo sahabat gue dari kecil, dan lo tau gue sayang lo.”


Bella terkekeh Pelan, rasanya tidak rela jika Regan juga sudah tak lagi mencintainya, berjalan mundur dan menjauhinya.


Senyum Bella terlihat dipaksakan.


" Tadi Fathur bilang sama gue, kalo lo adalah orang yang sangat sayang sama gue dan lo Pasti mau nerima gue. Tapi, sekarang yang ada di hati lo bukan gue lagi, karena selama ini gue selalu mengabaikan Perasaan lo. Seiring Perjalanannya waktu, Perasaan lo mulai menguap dan Pindah. Terkadang, waktu bisa menjadi hal yang Paling menyakitkan ya, Regan,”


Regan terdiam. Benarkah hatinya telah berpaling dari Bella ? Tapi Regan berhak bahagia, Bella tidak boleh egois dengan mengikat Regan untuk tetap bersamanya.

__ADS_1


“Gak pa-pa, karena Pada dasarnya Perasaan manusia mudah berubah.” Bella mengajak Regan untuk segera Pulang.


...••••...


David Jingga merindukannya. Tapi waktu terus berjalan dan Jingga tidak ingin melihat lagi ke belakang. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu, tempatnya akan menjadi kenangan dan perlahan berubah menjadi angan.


“ Jingga, lo dicari Bella,” kata Jane.


Jingga menatap Jane, namun Jane hanya menaikkan bahunya tanda tidak tahu.


“Lo samperin dulu aja. Bella gak semenyeramkan Bianca ataupun Jasmine kok.”


Jingga mengangguk, lalu dia keluar dari kelasnya dan menemui Bella yang ada di luar kelas.


“Ada apa, Kak,” tanya Jingga setelah dia menemui Bella.


Bella tersenyum. “Gue mau ngobrol sama lo berdua boleh,”


“lya Kak.”


Bella mengajak Jingga mengobrol di kantin. Bella melihat Jingga begitu tegang. Dia tidak bermaksud untuk membuat Jingga takut. Bella hanya ingin tahu kepribadian Jingga, mengenalnya lebih dekat.


“Mau makan apa ? Gue traktir,” tawar Bella.


“Gak usah Kak, aku udah sarapan,” Jingga menolak dengan halus.


“Lo Gak usah tegang kayak gitu gue gak mau kena marah Regan nanti.” .


“Maksudnya,"


Bella terkekeh pelan. Melody begitu Polos. Mungkin tipe cewek Polos seperti Jingga sedang menjadi Pusat Perhatian lawan jenis. Jingga juga cukup cantik, jadi wajar banyak yang menyukainya.


“Enggak.”


“Lo deket sama Fathur,"


“Kami teman.”


Raut wajah Bella berubah murung dia sebenarnya tidak sampai hati harus mengatakan hal ini kepada Jingga


“Lo tau gue suka Fathur,”


“lya.”


“Tapi Fathur suka lo,” kata Bella.


Meskipun Bella sudah berusaha mengikhlaskan, tapi tetap saja rasanya menyakitkan. Merelakan tidak semudah mengatakan


“Maksudnya gimana, Kak,” Jingga tidak paham dengan apa yang dikatakan Bella.


“Gue suka Fathur, Tapi Fathur suka lo,” jelas Bella.


Jingga menundukkan kepalanya.


“Maaf. Aku gak tau.”


“Kenapa lo harus minta maaf,” ujar Bella sambil tersenyum. “Lo gak salah, Fathur berhak menyukai siapa saja,”

__ADS_1


“Terus maksud Kak Bella apa ngomong kayak gini sama aku Seakan aku ngerasa bersalah aras satu hal yang aku gak lakuin sama sekali,” kata Jingga


“Ah maaf,” kata Bella. “Lo suka Fathur,” Bella kembali bertanya kepada Melody. “Gue gak apa-apa kalo lo suka Fathur, tapi gue harap lo gak akan sakitin Perasaan Fathur.”


Bukan situasi seperti ini yang Jingga inginkan, dia tidak mau terlibat dalam masalah Percintaan rumit seperti ini.


“Apa lo suka Regan,”


Jingga masih tetap diam, tidak menjawabnya.


“Gue harap siapa pun orang yang lo suka itu yang terbaik.”


“Lo mainnya alus ya Bel, kayaknya lo ngebet banget sama bekasan gue,” Suara seorang cewek yang tiba-tiba datang. Bella yang mendengar suara itu langsung tahu siapa dia.


Bella malas jika harus adu mulut sepagi ini dengan Bianca. Kenapa Pentul korek ini datang di saat yang tidak tepat sih ?


“ Jingga dia deketin lo karena dia tau lo deket sama Fathur, dia itu mau manfaatin lo biar bisa deket sama Fathur. Gue udah kenal lama Bella,” kata Bianca.


Bella menggebrak mejanya, lalu menatap ke arah Bianca.


" Jangan mancing emosi gue,” bentak Bella yang mulai terpancing.


Plak


Bella menampar Bianca dengan refleks. Bella tak bisa menahan diri lagi.


Plak


Bianca balas menampar Bella. Tapi bukan Bella yang Bianca tampar melainkan Jingga. Jingga maju dan sengaja melindungi Bella dengan tubuhnya.


“Kenapa harus lo,” omel Bianca.


“Bianca, kenapa lo tampar Jingga,” sengit Fathur tiba-tiba.


Penyelamat Jingga baru saja datang.


“Ish, menyebalkan.” Bianca jadi keki sendiri, dia langsung pergi meninggalkan Jingga, Fathur, dan Bella.


Fathur menatap ke arah Bella tatapannya datar tanpa ekspresi sama sekali. Sepertinya kali ini Fathur benar-benar marah kepada Bella.


“Jangan libatin Jingga dengan masalah lo. Apa Pernyataan gue kurang jelas kemarin,” ujar Fathur


Bella menggeleng. Fathur sudah salah Paham terhadapnya kali ini.


“Kak Fathur, Kak Bella gak minta aku ngapa-ngapain,” kata Jingga


Fathur menoleh ke arah Jingga lalu dia mengangguk dan tersenyum


“Lo gak apa-apa,” tanyanya sambil mengelus Pipi Jingga


“Kak...” Jingga mencoba menghentikan aksi Fathur di depan Bella.


“Gue duluan.” Bella langsung Pergi meninggalkan Jingga dan Fathur ini terlalu menyakitkan.


Fathur benar-benar telah melupakan Bella. Bahkan di tidak melihat ke arah Bella sekalipun.


Apakah Pepatah akan ada Pelangi setelah hujan berpihak kepada Bella, atau akan terjadi badai setelah hujan yang terjadi kepada Bella ?

__ADS_1


...••••...


__ADS_2