
" SEKOLAH udah aman sejak lo gak masuk sekolah, kenapa mesti masuk lagi sih,” ejek Bianca.
“Kenapa orang Pertama yang gue liat harus lo sih, Bi,” ketus Bella.
“Fathur gak akan Pernah suka sama lo, Bel, sadar diri dikit napa,” sinis Bianca. "
“Lalu lo sendiri,” Bella tak mau kalah. “ Regan juga gak akan Pernah suka sama lo, Biancabe,” cibir Bella.
“Lo gak sekolah seminggu aja keadaan udah berubah. Bel, Pusat Perhatian bukan lagi milik lo,” Bianca sengaja mengatakan itu karena dia ingin memancing emosi Bella.
“Hanya Jingga yang deket sama Fathur sekarang. Jingga juga udah sering jalan sama Regan. Mungkin itu yang lebih Penting buat lo,” kata Bianca, kemudian dia meninggalkan Bella yang masih berdiri mematung di depan Pintu kelasnya.
Bella memikirkan kejadian kemarin saat dia bertemu dengan Fathur Fathur memang bersama dengan Jingga Pada saat itu, namun Bella tidak memikirkan hal yang aneh sampai Bianca menyadarkannya bahwa semua ini bukanlah suatu kebetulan.
Bella masuk ke dalam kelasnya dan langsung menghampiri meja Regan
" Jingga siapa lo,” tanya Bella to the Point.
“Bukan siapa-siapa,” jawab Regan santai.
“Dia deket sama Fathur juga,” Bella mencoba mencari tahu
SEKOLAH udah aman sejak lo gak masuk sekolah, kenapa mesti masuk lagi sih,” ejek Bianca.
“Kenapa orang Pertama yang gue liat harus lo sih, Bi,” ketus Bella.
“Fathur gak akan Pernah suka sama lo, Bel, sadar diri dikit napa,” sinis Bianca. "
“Lalu lo sendiri,” Bella tak mau kalah. “ Regan juga gak akan Pernah suka sama lo, Biancabe,” cibir Bella.
__ADS_1
“Lo gak sekolah seminggu aja keadaan udah berubah. Bel, Pusat Perhatian bukan lagi milik lo,” Bianca sengaja mengatakan itu karena dia ingin memancing emosi Bella.
“Hanya Jingga yang deket sama Fathur sekarang. Jingga juga udah sering jalan sama Regan. Mungkin itu yang lebih Penting buat lo,” kata Bianca, kemudian dia meninggalkan Bella yang masih berdiri mematung di depan Pintu kelasnya.
Bella memikirkan kejadian kemarin saat dia bertemu dengan Fathur Fathur memang bersama dengan Jingga Pada saat itu, namun Bella tidak memikirkan hal yang aneh sampai Bianca menyadarkannya bahwa semua ini bukanlah suatu kebetulan.
Bella masuk ke dalam kelasnya dan langsung menghampiri meja Regan
" Jingga siapa lo,” tanya Bella to the Point.
“Bukan siapa-siapa,” jawab Regan santai.
“Dia deket sama Fathur juga,” Bella mencoba mencari tahu
“
SEKOLAH udah aman sejak lo gak masuk sekolah, kenapa mesti masuk lagi sih,” ejek Bianca.
“Kenapa orang Pertama yang gue liat harus lo sih, Bi,” ketus Bella.
“Fathur gak akan Pernah suka sama lo, Bel, sadar diri dikit napa,” sinis Bianca. "
“Lalu lo sendiri,” Bella tak mau kalah. “ Regan juga gak akan Pernah suka sama lo, Biancabe,” cibir Bella.
“Lo gak sekolah seminggu aja keadaan udah berubah. Bel, Pusat Perhatian bukan lagi milik lo,” Bianca sengaja mengatakan itu karena dia ingin memancing emosi Bella.
“Hanya Jingga yang deket sama Fathur sekarang. Jingga juga udah sering jalan sama Regan. Mungkin itu yang lebih Penting buat lo,” kata Bianca, kemudian dia meninggalkan Bella yang masih berdiri mematung di depan Pintu kelasnya.
Bella memikirkan kejadian kemarin saat dia bertemu dengan Fathur Fathur memang bersama dengan Jingga Pada saat itu, namun Bella tidak memikirkan hal yang aneh sampai Bianca menyadarkannya bahwa semua ini bukanlah suatu kebetulan.
__ADS_1
Bella masuk ke dalam kelasnya dan langsung menghampiri meja Regan
" Jingga siapa lo,” tanya Bella to the Point.
“Bukan siapa-siapa,” jawab Regan santai.
“Dia deket sama Fathur juga,” Bella mencoba mencari tahu
SEKOLAH udah aman sejak lo gak masuk sekolah, kenapa mesti masuk lagi sih,” ejek Bianca.
“Kenapa orang Pertama yang gue liat harus lo sih, Bi,” ketus Bella.
“Fathur gak akan Pernah suka sama lo, Bel, sadar diri dikit napa,” sinis Bianca. "
“Lalu lo sendiri,” Bella tak mau kalah. “ Regan juga gak akan Pernah suka sama lo, Biancabe,” cibir Bella.
“Lo gak sekolah seminggu aja keadaan udah berubah. Bel, Pusat Perhatian bukan lagi milik lo,” Bianca sengaja mengatakan itu karena dia ingin memancing emosi Bella.
“Hanya Jingga yang deket sama Fathur sekarang. Jingga juga udah sering jalan sama Regan. Mungkin itu yang lebih Penting buat lo,” kata Bianca, kemudian dia meninggalkan Bella yang masih berdiri mematung di depan Pintu kelasnya.
Bella memikirkan kejadian kemarin saat dia bertemu dengan Fathur Fathur memang bersama dengan Jingga Pada saat itu, namun Bella tidak memikirkan hal yang aneh sampai Bianca menyadarkannya bahwa semua ini bukanlah suatu kebetulan.
Bella masuk ke dalam kelasnya dan langsung menghampiri meja Regan
" Jingga siapa lo,” tanya Bella to the Point.
“Bukan siapa-siapa,” jawab Regan santai.
“Dia deket sama Fathur juga,” Bella mencoba mencari tahu
__ADS_1
“