JINGGA UNTUK REGAN

JINGGA UNTUK REGAN
Part 23 Berbeda


__ADS_3

l


di sana sudah ada Bella yang sedang berdiri menatap keduanya Regan tak berkedip menatap Bella sedangkan Bella menatap sinis ke arah Jingg


“Udah gue ingetin lo buat gak deket-deket sama Jingga. masih aja bandel. Lo mau hubungan lo sama Fathur makin Panas,” ujar Bella sengit.


Regan menghela napasnya Perlahan, lalu dia menempelkan kedua tangannya di bahu meneteskan air mata. Regan menyeka air mata Bella dengan kedua ibu jarinya.


“Jangan n Regan memeluk Bella. Tangan Regan mengelus rambur Bella dengan lembut, melihat Bella Menangis seperti ini rasahya Regan gagal untuk selalu melindungi Bella.


“Gue ikhlas Fathur sama Jingga gue ngelepas Fathur asal dia bahagia. Tapi, Jingga sama lo. Gue gak mau Fathur kecewa, Fathur sakit Bel, lebih baik lo mikirin diri lo sendiri daripada dia,” Potan diri bahwa seseorang akhirnya akan membuka hati. Meskipun kamu sudah lama mengenalnya, bukan berarti Perasaan suka akan hadir. Cinta tidak bisa dipaksakan. Jangan membuat alasan dari memaksa sebagai dasar dari cinta. Cinta itu saling memberi tanpa berharap untuk ko sama gue masih sama, Regan,” tanya Banya diam, dia tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh Bella barusan.


" Semuanya udah berubah kan Regan,” Bella melepaskan Pelukan Regan dan menatap Bella dengan tatapan mata yang berkaca-kaca.


Sekarang Bella benar-benar merasa sendirian. Bahkan, Regan sudah berubah, tak lagi mencintainya. Bella sebenarnya tidak ingin menolak Regan dan dia tidak ingin cowok sebaik Regan merasakan Patah hati.


“Maaf, Bel.”


“Kenapa harus Jingga,” Bella kembali menangis.


Regan takut salah menjawab dan membuat Bella semakin down Bella tidak boleh terlalu berat memikirkan sesuatu.


“ Jingga Pacar Fathur, jangan mengulangi masalah yang sama,” tegas Bella.

__ADS_1


“Bella, lo tau ada satu hal yang gak bisa dipaksakan,”


Bella mengangguk dia sudah fasih akan hal itu


" Tapi lo gak boleh deketin Pacar orang Regan Meskipun lo mau.”


" Bella ...”


“Kalo lo mau, lo bisa Pacaran sama gue,” kata Bella tiba-tiba.


“Bukan gitu, Bel.”


“Jangan rebut kebabagiaan Fathur,”


Bella menyunggingkan senyum sinisnya ini menyebalkan. Wajah Jingga begitu Polos seperti wajah-wajah tanpa dosa, Ternyata dia berhasil menaklukkan dua cowok yang dulu Pernah mau sama Bella dengan waktu cukup singkat.


“Lo bahagia ngejar Fathur,” tanya Regan


Bella diam, logikanya mengatakan dia capek, tapi hatinya mengatakan sebaliknya.


“Di sini lo yang nyakitin diri lo sendiri,” kata Regan. “Lo yang terlalu berharap bahwa Perasaan itu masih ada,” tambah Regan


" Move on itu bukan berati lo harus lupain Fathur, tapi lo harus bisa menerima bahwa Fathur bukan untuk Lo,

__ADS_1


Air mata Bella semakin deras, tapi Regan membiarkannya kali ini. Biarkan Bella menangis sepuas dan semau dia.


Agar dia Paham dan mengerti bahwa ada hal yang tidak bisa dipaksakan.


“Lo tau teori cowok semakin dikejar semakin jauh,”


Bella mengangguk.


“Biar Fathur yang ngejar lo.”


“Dia Pacar Jingga,” jawab Bella.


“Dia bukan Pacar Jingga tapi dia memang mulai suka Jingga,” Regan kini berani mengatakan kebenarannya dari Bella.


“Bohong,"


“Kalau dia Pacaran, gue gak mungkin deket-deket sama Jingga. Gue tau diri, Bel,” jelas Regan


" Lo harus Berusaha buat ikhlasin Fathur, jangan menganggap bahwa Fathur itu cowok terakhir yang ada di dunia ini Masih banyak cowok yang mau sama lo gue akan selalu jadi temen lo.”


Bella memeluk Dylan. “Iya Regan makasih.”


Regan melepaskan jaketnya, lalu dipakaikan ke bahu Bella. “Di sini udah mulai dingin, gue anterin lo ke tenda ya.”

__ADS_1


...••••...


__ADS_2