JINGGA UNTUK REGAN

JINGGA UNTUK REGAN
Part 25 Berdamai dengan masa lalu


__ADS_3

lo kedua tangannya di bahu Jingga, tatapan matanya menatap lurus ke arah mata Jingga. “Gue gak Peduli dia siapa, dia masa lalu atau orang yang masih lo suka. Gini ya Jingga lo harus merelakan sesuatu yang udah berlalu, jangan bikin lo stuck di satu tempat. Lagian gue gak mau suka sama orang yang masih main-main kejar-kejaran dengan masa lalunya.”


"Kak Regan suka aku,” Jingga Penasaran,


“Iya,” jawab Regan. Kini Regan mencoba jujur dan Perasaannya sendiri.


“Tapi Bella lebih Cantik dan lebih segalanya dari aku, kenapa Kak Regan bisa suka ak


Kalimat yang dikatakan Regan barusan membuat Jingga melambung tinggi. Perasaannya semakin kuat menjalar ke segala tempat yang ada di dalam tubuhnya.


dia mengeluarkan Ponsel dari sakunya Dahi Regan berkerut saat membaca nama yang tertera di layar Ponselnya, tapi sedetik kemudian Regan menyimpan Ponselnya kembali.


“Kenapa,” Tanya Jingga


"Gak Penting,” jawab Regan


Ponsel Regan kembali berbunyi


“Angkat aja, Kak.”


“Salah sambung kayaknya,” alibi Regan


Untuk kali ketiga Ponsel Regan berbunyi.


“Lo temuin cowok tadi dulu ya entar gue nyusul,” kata Regan kemudian dia Pergi meninggalkan Jin, gak bisa melarang atau bilang cemburu, cuma bisa senyum meski hati terasa sakit. Tapi setidaknya teman rasa Pacar atau Pacar teman itu lebih terhormat daripada Pacari Pacar teman.


" Gue .... "


“Gak apa-apa,” Potong David


Jingga duduk di samping David tetapi dia tidak menatap ke arah David meskipun David menatap ke arahnya.

__ADS_1


" Gue gak Pacaran sama Kak Fathur maaf udah bohong sama lo,” kata Jingga


“Gue kan alasan lo bohong Maaf Jingga.”


" iya karena lo,” jujur Jingga


" Gue childish ya, Dave,”


David menggeleng Pelan dia mengerti kenapa Jingga berbohong kepadanya.


“Gue ingin berdamai dengan masa lalu,” ujar Jingga


“Maksudnya,”


“ iya gue mau coba nerima lo lagi.”


“Lo mau balik sama gue,” tanya David.


“ Terima kasih Jingga,” kata David


" Cowok yang tadi ngejar lo itu cowok Lo,"


Jingga menggeleng, meskipun dia ingin mengklaim Regan miliknya namun sampai sekarang Regan masih milik bersama.


“ Dia orang yang udah bujuk gue supaya mau ngomong sama lo.”


“Cowok yang baik.”


“ Kenapa lo ada di sini,” tanya Jingga


" Liam itu sepupu gue,” kata David

__ADS_1


“ Mungkin ini takdir karena kisah kita belum selesai kemarin.”


“Maaf udah bikin lo kepikiran gue.”


“Gue suka kalo gue kepikiran lo,” jeda David


" Karena dari sana gue bakalan berpikir bagaimana caranya supaya bisa ketemu sama lo.” Jingga terkekeh Pelan. David masih sering berkata manis seperti ini. Rasanya seperti nostalgia, tapi Perasaannya kepada David kini sudah hilang Membahas kenangan tanpa ada Perasaan, nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan ?


Jingga langsung berdiri dari tempatnya. “Dave, gue duluan ya Gue harus susulin temen-temen gue,” Pamit Jingga.


Dengan langkah seribu, Jingga mencari teman-temannya, ternyata mereka sedang mengobrol di satu meja besar, tentunya tanpa Kate dan Liam. Ah, kisah Kate dan Liam klasik, tapi sepertinya mereka akan saling melengkapi.


“ Kak Regan mana,” tanya Jingga


" Regan Pulang duluan,” jawab Angga.


“ Kok gak bilang-bilang sih,” cibir Jingga


" Emangnya lo siapanya Kak Regan deh,” Jane Penasaran.


Pertanyaan Jane nusuk banget ya sampe nancep langsung ke ulu hati.


" Nyokapnya Regan tabrakan,” kata Anna.


“Kok bisa,” Jingga mendadak Panik.


“Nyetir sambil mabuk,” ujar Anna,


" kata Regan, dia gak bilang sama lo karena lo masih ngobrol sama sepupunya Liam.”


Jingga jadi khawatir mendengar mamanya Regan masuk rumah sakit. Apa keadaannya Parah atau tidak ya, semoga semuanya baik-baik saja.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2