JINGGA UNTUK REGAN

JINGGA UNTUK REGAN
Part 17 Tukar cerita


__ADS_3

. Mereka bertatapan cukup lama. Entah apa yang Regan cari tapi dia memperhatikan wajah Jingga dengan saksama. Seolah-olah ada sesuatu di wajah Jingga


“Kenapa,” tanya Jingga yang merasa tidak nyaman diperhatikan seperti itu


“Mata lo bagus,” jawab Regan sambil tersenyum.


Melihat Regan tersenyum, Jingga menyukainya. Mungkin sekarang Regan sedang senang makanya dia sering sekali tersenyum.


“Aku suka senyum Kak Regan,” jujur Jingga


" Jangan suka senyuman.”


“Kenapa,”


“Banyak bohongnya.”


Jawaban Regan membuat Jingga terdiam. Fake smile ? Hmm, itu sering sekali Melody lakukan.


“Lalu kenapa Kak Regan suka mata aku,”


“Mata gak Pernah bohong, sama kayak hati.”


Tumben. Kenapa hari ini Regan begitu so sweet ? Regan itu cowok ketus, kenapa tiba-tiba dia bisa berubah seperti ini


“Gue lagi usaha buat lupain Bella.”


“Kenapa harus dilupain,”


“Gue gak mau Bella merasa terbebani,” ujar Regan


“Kak Regan curhat,”


Regan lupa Jingga sedikit lambat dalam mencerna sesuatu jadi Regan harus secara Perlahan menjelaskannya.


“iya.”


“Ya udah lanjutin.”


“Gue gak mau yang dimaksud dengan cinta sendirian itu gimana yang gue tau gue cinta Bella, ya udah kayak gitu. Gue gak maksa dia buat bales Perasaan gue. Opini lo tentang gue orang yang Pemaksa salah.”


Selama ini, Jingga hanya melihat dari sisi luar dan gaya bicara Regan saja. Karena biasanya apa yang ditunjukkan oleh seseorang adalah apa yang ada di dalam hatinya. Tapi Jingga mungkin sudah salah menilai Regan


“Gue cinta Bella dan Bella cinta Fathur. Gak ada yang bisa gue lakuin, gue tetep berteman sama Bella sampai hari ini. Bohong kalo gue gak kecewa tapi melihat Bella dikecewakan itu lebih menyakitkan.” Regan melanjutkan ceritanya. “Gue tau, Perasaan itu gak bisa dipaksakan. Fathur mungkin gak cinta sama Bella, jadi dia nolak Bella. Seandainya gue yang ada di Posisi Fathur....”


“Hati Kak Regan sakit,” tanya Jingga


Regan mengangguk


“Aku juga sama,” kata Jingga


" Kak Regan ingat cowok yang ketemu aku kemarin ? Dia itu mantan Pacarku, dan dia juga alasan kenapa aku Pindah sekolah.”


Jingga terkesan terlalu berlebihan memang, hanya karena mantan kemudian Pindah sekolah ? Cewek memang terkadang selalu berlebihan terhadap sesuatu. Apa masalahnya tidak bisa diselesaikan baik-baik


Tapi, untunglah Jingga Pindah sekolah. Regan merasa kehadiran Jingga mampu membuat Bella sadar bahwa Fathur bukan untuknya, dan bukan orang yang layak diperjuangkan.

__ADS_1


“Lo Putus terus Pindah,” Regan Penasaran.


Jingga menggeleng. “Aku belum Putus sama dia, tapi aku udah menganggapnya Putus.”


“Dasar cewek,” cibir Regan


“Dia jadiin aku taruhan,” kata Jingga


“Taruhan yang sering dilakukan oleh Gerry, Liam, sama Arsen,”


“Bukan.


Regan ingin mendengar lagi cerita Jingga tentang masa lalunya. Tapi dia tak mau terlihat begitu antusias.


“Kami teman dari kecil, dan kami Pacaran.” Jingga menghela napasnya secara Perlahan, “dia baik sama aku, dia sayang sama aku, tapi karena dia Punya gengsi yang tinggi, dia ngecewain dan nyakiin aku.”


“Maksudnya,” tanya Regan


Jingga menceritakan masalahnya secara detail. David awalnya menolak untuk merekam saat Jingga ganti baju, tapi karena teman-temannya mengejek dia adalah babu Jingga, makanya dia melakukan hal itu.


Alasan utama Jingga pindah sekolah karena dia malu, dia malu Pada dirinya sendiri. Jingga merasa hina, Padahal dia dak melakukan kesalahan apa pun.


“Badan lo gak menarik untuk ditonton,” ujar Regan


“lya.”


“Emangnya di video itu lo, sorry aja nih ya, telanjang,”


“Nggak. Tapi aku rasa itu aib untuk seorang cewek. Aku gak Pernah berharap buat badanku ditonton gratis banyak orang.”


"Cowok lo salah, seharusnya dia bisa jaga lo kata Regan


“Mungkin iya.”


" Apa aku harus maafin David dan balik sama dia,"


“Mungkin iya, kalo gue gak sayang lo,” ucap Regan


“Hah,”


“Kalau David emang sayang sama lo, dia gak akan Peduli diejek apa pun sama temen-temennya Kenapa dia harus malu saat melakukan hal yang gak salah ? Kenapa dia harus merasa senang saat melakukan hal yang salah,”


Regan benar. Jingga mengambil keputusan yang terbaik dan benar setidaknya untuk dirinya sendiri. Dia tak Perlu mendengarkan apa kata orang. Tetap menjadi diri sendiri, itu lebih baik.


" Jangan jadi orang lain, karena orang lain gak ingin Jadi lo. Jangan takut atas kesalahan yang lo gak Perbuat mereka bukan Tuhan, mereka gak tau apa-apa tentang lo.”


Perkataan Regan membuat Perasaan Jingga jadi lebih baik Hari ini, Jingga tidak melihat sisi Regan yang ketus dan sinis mungkin suasana hati Regan sedang baik


“Seharusnya Kak Regan buka reality show Penasihat cinta,” saran Jingga sambil tersenyum.


“Gue cuma kasih Pendapat, bukan menasihati.”


“Pendapat Kak Regan benar.”


“Gak semua Pendapat salah,” ketus Regan

__ADS_1


Baru saja Jingga memuji Regan tiba-tiba sifat asli Regan keluar lagi. Menyebalkan.


" Kak Bella gimana,” tanya Jingga


“Baik-baik aja, masih bernapas.”


“Kak Regan mau Kak Bella gak bisa napas,”


Regan menggeleng. “Gue ingin Bella bahagia.”


Jingga kembali terdiam, rasanya nggak suka mendengar Regan mengatakan itu. Jingga merasa Perasaannya campur aduk nggak jelas.


“Lo mending jauhin Fathur,” kata Regan tiba-tiba.


“Kenapa,” Jingga bertanya.


“Buat Kak Bella,”


“Buat lo sendiri.”


“Kata Kak Regan aku harus jadi diri aku sendiri, lalu kenapa Kak Regan minta aku jauhin Kak Fathur Emangnya Kak Regan siapa aku sampe Kak Regan ngatur aku mau deket sama siapa,”


Regan menghela napasnya secara Perlahan. “Perkataan lo barusan udah kayak kode lo mau jadi Pacar gue,” cibir Regan


Demi Tuhan ! Bukan begitu maksud Jingga. Kenapa Regan mengartikannya sepert itu Sih ? itu akan buat Regan semakin besar kepala. Jingga hanya tidak ingin diatur, sudah, tidak lebih dari itu.


“Kata lo, lo gak suka Fathur makanya jangan bersikap seakan lo suka dia. Itu akan buat lo sulit nanti.”


“Tapi aku sama Kak Fathur teman.”


“ iya berteman. Tapi lo akan menyakiti Perasaan orang lebih banyak lagi.”


Sebenarnya Regan tidak ingin berada di Posisi yang sulit seperti ini, dia sudah di tahap akhir melepaskan Bella. Bukan karena ada orang baru, tapi karena Perasaan Regan yang ingin lepas Hatinya sudah terlalu lama terpenjara oleh Bella.


“Apa lo sebenernya suka Fathur,” Regan kembali bertanya Pertanyaan yang sama.


“Nggak,"


“Atau mungkin lo suka gue,” tanya Regan


Jingga diam.


“Jangan suka gue, nanti lo sakit hati.”


“Kata siapa aku suka sama Kak Regan ? Aku juga gak suka Kak Regan” tegas Jingga


“Baguslah, gue gak mau nambah beban.”


Regan benar, menyukai orang yang tidak menyukai balik hanya akan menjadi beban saja.


“Mana tangan Lo,” Pinta Regan


Jingga menyodorkan tangannya ke tangan Regan. Regan meraih tangan Jingga dengan tangannya.


" Ayo makan.” Regan menarik Jingga dan Pergi ke kantin sekolah.

__ADS_1


Entah apa yang dirasakan Jingga saat ini, tapi dia bahagia bisa sedekat ini dengan Regan. Kini ia tak Peduli lagi dengan orang-orang yang mencibir dan mem-bully-nya karena dekat dengan Regan Terutama fans Regan. Peduli


...•••••...


__ADS_2