JINGGA UNTUK REGAN

JINGGA UNTUK REGAN
Part 22 Mampir


__ADS_3

SETELAH sampai di tempat Persami Regan membiarkan Jingga kembali dengan teman-temannya. Bukan apa-apa, dia hanya ingin melihat seberapa Pengaruh yang sudah dia katakan tadi kepada Jingga


Apa Jingga akan menjauhinya, atau dia akan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa ?


Jika ini rasa yang akan bertahan Regan hanya berharap bahwa semua ini akan berjalan tanpa ada masalah.


“Kata Liam, lo duduk sama Jingga tadi. Bener,” tanya Angga kepada Regan


Regan tersenyum sebagai jawaban.


“Lo suka dia,”


Regan menaikkan bahunya.


“Jangan gitu Regan, dia cewek, dan cewek gampang baper. Kalo lo gak serius, jangan deketin,” ujar Angga


" Jangan jadiin dia Pelampiasan atas rasa lo dari Bella.”


“Enggak Dia gak gue jadiin Pelampiasan,” jawab Regan cepat.

__ADS_1


Angga mengangguk lalu dia menghela napasnya Panjang,“Lalu kenapa Lo bersikap seperti ini sama dia, ini beda dari lo biasanya gak kayak Regan yang gue kenal Gue tau lo Regan kita temenan udah dari lama.”


Benar Regan dan Angga memang sudah berteman lama. Jadi, Angga tahu Regan luar-dalam, ini juga yang membuat Regan lebih dekat dengan Angga daripada teman yang lain.


“Gue bahagia ngelakuin ini,” ujar Regan


“Lo bahagia,” Angga sedikit ragu dengan jawaban yang diberikan oleh Regan. “Benar-benar,” katanya sambil berpikir kembali lalu dia menatap ke arah Regan. “Lo bahagia karena lo seneng Jingga keliatan suka sama lo atau lo seneng karena bisa mainin Perasaan dia,”


“Entah, Ga. Gue sendiri kadang gak sadar ngomong kayak gitu sama dia. Jujur semenjak ada dia, hidup gue gak selalu tentang Bella,” Regan mencoba jujur dengan Perasaannya.


Angga berusaha mengerti Perkataan Regan, hanya saja Angga takut jika Perasaan Regan ini hanya sementara saja. Bukan menyembuhkan luka lama, tapi menimbulkan luka baru. Kisah Percintaan Regan dan Bella memang belum tahap ending karena Regan sendiri belum sepenuhnya melepas Bella. Angga merasa kasihan jika Jingga harus jadi korban dari keegoisan Regan atas Perasaan yang tak terbalas.


“Gue cuma Pesan satu hal dari lo, Regan Kalo lo emang serius sama dia, lo terus deket sama dia. Kalo lo gak serius, mending lo jauhin dia. Perasaan cewek itu halus, mereka gak akan ngomong sama lo, cuma bisa nangis nantinya.”


“Gue Ngerti karena Punya Anna.”


“Lo dulu suka sama Anna gimana awalnya,” tanya Regan Penasaran


“Gue suka sama senyum Anna.”

__ADS_1


“Senyum itu Palsu,” ketus Regan


Angga mengangguk setuju. “lya, tapi gue suka Anna kalo lagi senyum. Gue selalu ingin liat Anna senyum tiap hari, dan gue jadi alasan dia tersenyum.”


Regan menyunggingkan senyum sinisnya. Angga memang menyebalkan. Dia selalu bisa setia dan membahagiakan Anna.


“Jadi sekarang lo mau gimana,” Angga kembali bertanya.


“Gue akan ngikutin ke mana hati gue Pergi,” jawab Regan


“Lo bukan orang kayak gitu Regan Perubahan lo drastis. Mungkin karena benih-benih cinta yang baru kali ya hehe,” goda Angga sambil mengedipkan matanya.


“ ini bukan cinta, sial,” rutuk Regan


Angga Pergi meninggalkan Regan Dia kembali mendirikan tenda bersama dengan teman-temannya. Fathur yang melihat Regan sendirian langsung menghampiri Regan. Regan menyambutnya dengan wajah datar. Fathur tidak merasa sakit hati dia sudah tahu bagaimana karakter Regan


“Lo ada waktu sebentar,” tanya Fathur.


“Gak usah basa-basi. Ada apa,” ketus Regan

__ADS_1


“Gue gak Pacaran sama Jingga,” ungkap Fathur tanpa basa-basi.


“Gue udah tau.”


__ADS_2