
apa yang diinginkan Bella. Tapi setelah acara Persami kemarin, sikap Bella berubah kepada Jingga. Bella jadi ketus dan selalu sinis ketika bertemu Jingga.
“Terus masalahnya apa Apa itu salah aku kalo Kak Fathur suka sama aku,”
Entahlah, akhir-akhir ini Jingga menjadi sangat menyebalkan di mata Bella.
“Lo banyak berubah ya Jingga dari saat kita Pertama ketemu.”
“Yang Penting aku gak ganggu hidup Kak Bella.”
“Jangan kasih harapan lebih kepada Fathur,” ketus Bella.
“Aku gak kasih harapan sama Kak Fathur,” balas Jingga
“Gak kasih harapan kata lo," sinis Bella, “lalu apa namanya lo Pulang bareng sama dia, dia main ke rumah lo dan kenal sama orangtua lo,"
“Emang salah Pulang bareng sama temen ? Kak Bella juga suka Pulang bareng sama Kak Regan Silaturahmi itu wajar Kak, apa salahnya aku temenan sama Kak Fathur,"
“ itu semakin membuat Fathur berharap lebih sama lo,” suara Bella semakin meninggi, raut wajahnya terlihat kesal karena Jingga selalu menjawab apa yang dikacakan olehnya Sejujurnya, Bella seperti ini karena cemburu.
“Jangan deket-deket. Regan,” Bella kembali ke topik sebelumnya.
“Kak Regan yang deketin aku duluan.”
“Jangan kecentilan jadi cewek Punya harga diri dikit Jangan mau jual murah, sana sini mau,” cibir Bella,
" Lalu apa bedanya sama Kak Bella Kak Bella gak mau Kak Regan sama orang lain, tapi Kak Bella juga mau sama Kak Fathur. Apa itu yang namanya menjaga harga diri,”
Benar. Jangan Pernah membuat orang sabar marah, maka akan seperti ini jadinya. Perkataan Jingga barusan melebihi tajamnya belati.
“Gue beda Gue sama Regan teman dari lama, jadi wajar gue gak rela kalau Regan ada yang nyakitin.”
“Kak Bella sama Kak Regan teman kan? Aku juga teman sama Kak Regan. Status kita sama Kak Regan itu sama, Cuma teman. Mau selama apa Kak Bella kenal sama Kak Regan, bukan berati Kak Bella adalah orang yang Paling kenal sama Kak Regan,”
Bella terkekeh Pelan, seolah Pernyataan Jingga barusan hanya candaan, tidak Penting dan tidak berguna. Sebelumnya Bella akan selalu menang atas siapa pun karena Regan selalu bersamanya.Tapi semenjak hadirnya Jingga, semuanya berubah.
“Pokoknya gue gak mau lo deketin Regan lagi,” kata Bella.
“Gak mau.”
“Lo suka Regan,” tanya Bella.
“ iya Aku suka sama Kak Regan Apa itu salah,” jawab Jingga dengan nada yang sedikir tinggi.
“ Regan suka gue dan selamanya akan begitu. Gue Prioritas buat Regan dan lo cuma Pelampiasan Regan doang.” Bella berteriak karena kesal menghadapi sikap Jingga yang keras kepala.
__ADS_1
“Aku gak Peduli sekalipun aku Pelampiasan Kak Regan aja. Tapi kenapa Kak Bella begitu yakin kalo Kak Regan masih suka sama Kak Bella ? Kak Bella terlalu percaya diri, Perasaan orang yang mudah berubah.”
Deru napas Bella memburu. Kali ini dia mulai mengenal sifat dan karakter asli Jingga. Cewek ini benar-benar menyebalkan Bella yakin setelah Regan mengetahui sifat Jingga, dia tidak akan tertarik lagi.
Bella mengangkat tangannya, bersiap untuk menampar Jingga tapi aba-aba ada tangan yang menahannya. Bella melihat siapa orang itu. Ternyata Regan. Regan mengembalikan tangan Bella ke asalnya lagi.
“Gak usah main fisik, Bel,” ujar Regan
“Kebetulan lo ada di sini, biar semuanya lebih mudah dan jelas, gue bakalan bilang sama lo. Jingga suka sama lo, dan dia manfaatin Pertemanan dia dengan Anna karena dia tau lo sepupunya Anna,” jelas Bella.
Raut wajah Jingga mendadak Pucat, dia hanya bilang menyukai Regan saja. Jingga Tidak Pernah memanfaatkan Pertemanannya dengan Anna
“Apa yang salah kalau dia suka gue,” tanya Regan
“Gak ada yang salah,” jawab Bella.
“Terus kenapa dipermasalahin,”
“Gue gak mau, ada orang yang sakit hati karena lo nolak Perasaan mereka. Gue tau Regan, lo belum bisa buka hati lo buat yang lain hati lo masih stuck di gue kan,"
Regan tersenyum simpul lalu dia menatap ke arah Belle Dengan lembut.
" Benar, hati gue mash stuck di lo. Tapi beberapa detik kemudian tatapan Regan menajam “ itu dulu Sebenernya Perasaan gue ke lo udah mati, semenjak lo gak nganggep gue dan Pilih yang lain. Jujur gue sayang Jo, tapi semakin ke sini Perasaan itu semakin basi. Jangan berlari terlalu jauh karena lo tau gue ngejar lo, sampe lo gak tau kalo gue udah lama berhenti ngejar lo.”
Bella menatap Regan tak Percaya hatinya terasa sakit dan tersayat.
“Jangan jadiin status Pertemanan kita sebagai alasan lo melindungi Perasaan gue, gue gak butuh dilindungi, karena tanpa lo sadari lo adalah orang yang udah buat Perasaan gue luka.”
Regan menggenggam tangan Jingga, lalu dia kembali menatap Bella. “ Perbaiki cara berpikir lo gak semua yang lo mau tercipta buat lo. Semua orang Punya titik jenuh masing-masing.”
“Ayo Pulang.” Regan menarik Jingga Pergi dari hadapan Bella menuju Parkiran sekolah.
Perasaan Jingga jadi tak menentu Jingga Penasaran, Pernyataan Regan tadi memang benar adanya atau hanya di depan Bella saja Banyak Pertanyaan yang ada di kepala Jingga, namun dia tidak berani bertanya kepada Regan
Regan memakaikan helm ke kepala Jingga
Jingga tersenyum simpul kemudian dia naik ke motor Regan Perasaannya menghangat entah kenapa. Jingga begitu yakin sekarang bahwa Perasaannya kepada Regan begitu nyata. Biarlah seperti ini saja dulu.
Jika Jingga harus jatuh cinta kepada Regan, tidak apa-apa Meskipun bandel dan seenaknya sendiri, tapi Jingga tahu Regan orang baik.
“Mau meluk gak," tawar Regan
“ Eh ...”
Regan langsung menarik satu Persatu lengan Jingga dan dilingkarkan di Perutnya.
__ADS_1
Jingga senyum-senyum sendiri. Jatuh cinta itu menyenangkan.
“Seperti ini aja biar gue nya seneng,” kata Regan
“Iya”
“ Jingga mau gue kasih tau satu hal sama lo,”
“Apa Kak,”
“Gue akan kasih tau sama lo, jadi lo harus dengerin baik-baik.” Regan memberi jeda sebelum melanjutkan ucapannya. Jingga mengangguk sebagai jawaban meskipun dia sendiri tak tahu apakah Regan melihat anggukkan kepalanya atau tidak.
“I love you ...”
Raut wajah Jingga berubah tegang ini benar-benar di luar dugaannya Hampir saja Jingga terjatuh dari motor jika dia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya. Duh hati sama logika benar-benar tak bisa sejalan dengan baik. Kan malu kalau sampai jatuh.
Jingga tersenyum menanggapi Pernyataan Regan barusan.
“Gue Pikir Perasaan gue sekarang lebih baik,” ujar Regan
Teruslah seperti ini jangan ke mana-mana. Jangan Pergi saat sudah merasa nyaman. Jangan berubah seperti dulu lagi, Jingga lebih suka Regan yang sekarang Baik kepadanya dan Perhatian
Regan berhenti di depan rumah Jingga. Jingga turun dari motor Regan dan memberikan helmnya kepada Regan. Regan menerimanya kemudian dia merapikan rambut Jingga yang kusut karena helm.
“Jangan lupa minum susu ya Jingga,” kata Regan
“Kenapa,” tanya Jingga
“Biar cepet tinggi.”
“lya aku tau aku Pendek.”
Regan tersenyum. “Cewek pendek itu kayaknya udah setting-an Tuhan. Biar bisa di cium keningnya,” Regan diam sejenak.
“Kayak gini.”
Cup Regan mencium kening Jingga
Jingga cukup syok dengan yang dilakukan oleh Regan barusan.
“Jangan terlalu dipikirin, lo masuk aja.”
“Gue Pulang ya,” Pamit Regan
Jingga mengangguk.
__ADS_1
Regan langsung menghidupkan mesin motornya, lalu dia di depan gerbang rumah
...•••••...