
Jingga kembali ke kelas dengan napas yang tersengal-sengal. Jane mengerutkan dahinya bingung melihat Jingga bersikap seperti ini.
“Lo kenapa,” tanya Jane ikut Panik.
“Buat gue,” tanya Jingga riang
Jane mengangguk.
Jingga dengan cepat membuka bungkus cokelat itu dan memakannya dengan lahap Cokelat memang makanan yang sangat Jingga sukai. Entahlah, rasa cokelat membuat dirinya ketagihan dan selalu ingin lebih.
“Enak ya Jingga cokelatnya” tanya Jane tersenyum.
Jingga mengangguk. “Iyalah enak namanya aja cokelat selalu enak.”
" Iya apalagi yang ngasih cokelatnya Kak Regan,"
”Uhuk..., "Jingga langsung tersedak mendengar Perkataan Jane barusan.
“Lo kenapa,” Jane terlihat kebingungan. Jingga menelan cokelat yang ada di dalam mulutnya, sayang juga kalau dibuang, kan tanggung tinggal ditelan
" Cokelat ini dari Kak Regan," Jingga mencoba memastikan, siapa tahu dia salah dengar
“Lo gak baca notes yang ditempel di bungkus cokelatnya,”
Tatapan mata Jingga melebar kemudian dia langsung mencari bungkus cokelat yang sudah dirobeknya tadi. Benar saja ternyata ada notes-nya. Tulisannya tapi, bahkan tulisan Jingga sendiri kalah dengan tulisan tangan yang ada di notes itu.
“Kenapa lo gak bilang kalo cokelat ini dari Kak Regan,"
“Kan udah ada notes-nya, kenapa gak lo baca,"
Jingga menggaruk tengkuknya yang nggak gatal. Apa pun yang berhubungan dengan cokelat selalu membuat dirinya lupa diri Jingga terlalu bahagia saat Jane memberikan cokelat tertempel di cokelatnya. Tapi, apa maksud Regan memberi ?
...••••...
__ADS_1
HARI ini, Jingga Pergi dengan Fathur. Fathur mengajak Jingga untuk menghabiskan weekend bersama. Daripada bete di rumah Jingga mengiyakan ajakan Fathur Lagian, kapan lagi jalan sama cowok ganteng kayak Fathur Jingga menemani Fathur membeli buku dan menonton film Namun rasanya ada yang berbeda sekarang Jingga tidak sebahagia saat kali Pertama mengenal dan mengobrol dengan Fathur Apa karena Regan ?
“Makasih Udah mau nemenin gue hari ini,” kata Fathur saat mereka sudah duduk di salah satu resto ayam di mal tersebut
“Hehe ... iya sama-sama, Kak daripada diem di rumah terus,” .
“Mau makan apa, biar gue yang Pesen,” tawar Fathur
“Apa aja deh Kak, tapi minumnya moca float ya.”
Fathur mengangguk, lalu dia berjalan dan mengantre untuk mendapatkan Pesanan.
Setelah beberapa menit akhirnya Fathur kembali dengan Pesanan mereka berdua. Jingga tersenyum Fathur memang sosok cowok yang sempurna. Udah baik, ganteng Pula.
“Fathur,” Panggil seseorang yang baru saja datang dan masuk ke area resto ayam tersebut, secara refleks Fathur memutar kepalanya untuk melihat siapa yang memanggilnya barusan.
Fathur tersenyum sekilas Itu Bella
Jingga kembali ke kelas dengan napas yang tersengal-sengal. Jane mengerutkan dahinya bingung melihat Jingga bersikap seperti ini.
“Lo kenapa,” tanya Jane ikut Panik.
“Buat gue,” tanya Jingga riang
Jane mengangguk.
Jingga dengan cepat membuka bungkus cokelat itu dan memakannya dengan lahap Cokelat memang makanan yang sangat Jingga sukai. Entahlah, rasa cokelat membuat dirinya ketagihan dan selalu ingin lebih.
“Enak ya Jingga cokelatnya” tanya Jane tersenyum.
Jingga mengangguk. “Iyalah enak namanya aja cokelat selalu enak.”
" Iya apalagi yang ngasih cokelatnya Kak Regan,"
__ADS_1
”Uhuk..., "Jingga langsung tersedak mendengar Perkataan Jane barusan.
“Lo kenapa,” Jane terlihat kebingungan. Jingga menelan cokelat yang ada di dalam mulutnya, sayang juga kalau dibuang, kan tanggung tinggal ditelan
" Cokelat ini dari Kak Regan," Jingga mencoba memastikan, siapa tahu dia salah dengar
“Lo gak baca notes yang ditempel di bungkus cokelatnya,”
Tatapan mata Jingga melebar kemudian dia langsung mencari bungkus cokelat yang sudah dirobeknya tadi. Benar saja ternyata ada notes-nya. Tulisannya tapi, bahkan tulisan Jingga sendiri kalah dengan tulisan tangan yang ada di notes itu.
“Kenapa lo gak bilang kalo cokelat ini dari Kak Regan,"
“Kan udah ada notes-nya, kenapa gak lo baca,"
Jingga menggaruk tengkuknya yang nggak gatal. Apa pun yang berhubungan dengan cokelat selalu membuat dirinya lupa diri Jingga terlalu bahagia saat Jane memberikan cokelat tertempel di cokelatnya. Tapi, apa maksud Regan memberi ?
••••
HARI ini, Jingga Pergi dengan Fathur. Fathur mengajak Jingga untuk menghabiskan weekend bersama. Daripada bete di rumah Jingga mengiyakan ajakan Fathur Lagian, kapan lagi jalan sama cowok ganteng kayak Fathur Jingga menemani Fathur membeli buku dan menonton film Namun rasanya ada yang berbeda sekarang Jingga tidak sebahagia saat kali Pertama mengenal dan mengobrol dengan Fathur Apa karena Regan ?
“Makasih Udah mau nemenin gue hari ini,” kata Fathur saat mereka sudah duduk di salah satu resto ayam di mal tersebut
“Hehe ... iya sama-sama, Kak daripada diem di rumah terus,” .
“Mau makan apa, biar gue yang Pesen,” tawar Fathur
“Apa aja deh Kak, tapi minumnya moca float ya.”
Fathur mengangguk, lalu dia berjalan dan mengantre untuk mendapatkan Pesanan.
Setelah beberapa menit akhirnya Fathur kembali dengan Pesanan mereka berdua. Jingga tersenyum Fathur memang sosok cowok yang sempurna. Udah baik, ganteng Pula.
“Fathur,” Panggil seseorang yang baru saja datang dan masuk ke area resto ayam tersebut, secara refleks Fathur memutar kepalanya untuk melihat siapa yang memanggilnya barusan.
__ADS_1
Fathur tersenyum sekilas Itu Bella