JINGGA UNTUK REGAN

JINGGA UNTUK REGAN
Part 8 Terlambat


__ADS_3

SEBUAH buku diperlihatkan ke Jingga. Jingga lalu membaca judul yang tertulis di buku itu. Hanya sebuah novel Percintaan remaja klasik tapi Jingga menyukainya Melody mengambil novel itu dari orang yang memberikannya.


“Kok tau aku suka baca novel,” tanya Jingga


“Keliatan banget,” jawabnya.


Jingga tersenyum, tapi sedetik kemudian raut wajahnya


“Kenapa,”


“Entah Kak,” jawab Jingga


Orang yang memberikan novel itu duduk di depan Jingga, mereka kini sedang berada di Perpustakaan. Alasan laki-laki itu memberikan novel untuk Jingga karena raut wajah Jingga terlihat murung, siapa tahu bisa menghiburnya.


“Ada masalah, sama Regan lagi,”


Jingga menggeleng. “Bukan masalah kok Kak, cuma aku tuh gak cahu harus bersikap kayak gimana Kak Bianca suka banget ya sama Kak Regan, tapi kan dia udah Pacaran sama Kak Yugo. Kok bisa kayak gitu Kak,”


“Jangan cari tau masalah orang lain. Gak Penting buat lo tau siapa Regan, Bianca, Jasmine, Yugo, atau yang lain, karakter mereka kayak gimana biar Terserah mereka.”


“Ya benar apa yang Kak Fathur bilang barusan, gak Penting aku tau semuanya,” respons Jingga


Jingga hanya Penasaran kepada Bianca. Tadi Pagi, Bianca tiba-tiba memutuskan Yugo hanya untuk mencari . Perhatian Regan. Kenapa sih Bianca begitu terobsesi dan tergila-gila kepada Regan ?


Namun demikian, Regan tetap nggak mau berpaling sedikit pun ke arah Bianca, seolah Bianca itu nggak Pernah terlihat sama sekali oleh Regan Apakah jatuh cinta akan membuat kita menjadi tolol seperti itu ?


Tangan Jingga merogoh sakunya, lalu dia mengeluarkan Ponselnya dan mencari Pesan yang beberapa hari lalu dikirimkan oleh seseorang, Pesan dari orang yang membuat Jingga sampai memutuskan untuk Pindah sekolah, tapi karena orang itu juga yang membuat Jingga berusaha untuk lebih Kuat menghadapi masalah.


Jari-jari lentik tangannya mengetikkan balasan untuk Pesan itu. Dia akan menghadapi semuanya. Apa pun yang terjadi dia tidak akan lari lagi seperti kemaren. Meskipun Jingga tahu jika akhirnya akan tetap sama bahwa dia akan tersakiti. Tapi setidaknya dia bisa berdamai dengan bagian kecil dari masa lalunya.


“Kak Fathur Pernah ngerasain jatuh cinta,” tanya Jingga tiba-tiba


Fathur mengangguk. “Pernah Kenapa,”


“Sama siapa,”


“Lo,” jawab Fathur sambil tersenyum.


Jingga tersenyum namun dia harus tahu bahwa Fathur hanya bercanda


“Aku serius, Kak.”


“Dulu Pernah suka, cuma temen gue juga suka sama dia. Jadi, gue gak mau bersama dia, tapi temen gue sakit hati karena gue sama dia Gue lebih milih hubungan gue sama cewek itu sebatas teman.”


Perkataan Fathur membuat Jingga terdiam beberapa saat Hubungan dia dengan seseorang dari masa lalunya juga berawal dari sebatas teman. Benar jika Pertemanan berubah menjadi Pacaran hubungan itu tidak akan lama dan Pasti akan menyakiti satu sama lain, seperti Jingga dan seseorang dari masa lalunya


Ponsel Jingga bergetar menandakan ada Pesan masuk Dengan ragu, dia membaca Pesan masuk itu Perlahan-lahan


Raut wajah Jingga mendadak Pucat ketika dia membaca Pelariannya kini sia-sia, dan cepat atau lambat masa lalunya akan terkuak

__ADS_1


“Lo Kenapa,” tanya Fathur yang khawatir karena Perubahan raut wajah Jingga


Jingga menggeleng. “Gak apa-apa Kak Oh iya Kak Fathur Pulang sama siapa,”


Dengan sangat terpaksa Jingga harus bertanya seperti itu kepada Fathur, tidak ada yang bisa menolongnya kecuali Fathur Karena jika dia Pulang dengan Jane atau Kate orang itu Pasti akan mencegat Jingga ketika Pulang


“Sendiri Kenapa, tumben banget lo nanya gue Pulang sama siapa.”


“Boleh aku nebeng Pulang,"


“Boleh.”


Akhirnya Jingga bisa bernapas lega. Untuk sementara dia bisa selamat dari masa lalunya Jingga memang berniat menyelesaikan masalahnya, hanya saja bukan hari ini. Dia belum siap untuk kehilangan apa yang sudah dia dapatkan sampai detik ini


Bel masuk berbunyi Jingga langsung bergegas meninggalkan Perpustakaan dan kembali ke kelasnya.


Selama jam Pelajaran, Jingga sama sekali tidak bisa fokus. Dia terus-menerus mengecek Ponselnya berulang kali meskipun tidak ada Pesan yang masuk ke Ponselnya. Rasanya seperti ada yang kurang kalau tidak mengecek Ponselnya walaupun sebentar


Tiba-tiba ada Pesan Line yang masuk ke Ponselnya.


...Regan Arkana...


...Add back Line gue...


Jingga menghela napasnya Pelan Cowok ini tahu dari mana id Line-nya ? Seharusnya Jingga mem-filter Line-nya Agar tidak semua orang bisa kirim Pesan dia Jingga tak mau lagi terlibat dengan Regan


...Regan Arkana...


Perlahan jari Jingga mengeklik icon blokir, biar saja kontak Regan dia blokir. Tapi, sepertinya itu bukan Pilihan terbaik. Jingga kemudian membuka kembali blokir-an kontak Regan.


...Jingga Aurelia...


...Udah...


“Lo Kenapa kayaknya gelisah banget,” tanya Jane yang melihat Jingga terus-menerus mengecek Ponselnya.


“Gue gak apa-apa,” jawab Jingga


“Serius,”


Jingga mengangguk, lalu dia berpaling ke depan kelas, berusaha memperhatikan guru yang sedang menerangkan materi Biologi. Tapi Percuma, dia tetap tidak bisa mencerna apa yang sedang guru itu terangkan. Pikirannya tidak ada di dalam kelas. Memang benar, ketika sedang mempunyai masalah belajar terasa makin sulit.


Setelah sekian lama Jingga menunggu, bel Pulang akhirnya berbunyi juga. Dengan cepat Jingga membereskan semua Peralatan sekolah dan menyimpan buku-buku di lokernya. Jingga keluar dari kelas tanpa Pamit terlebih dahulu Kepada Jane. Jane merasa aneh dengan sikap Jingga hari ini. Jingga terkadang memang tertutup dengan Perasaannya.


Jane mengeluarkan Ponselnya, lalu dia mengetikkan Pesan untuk Kate dan Anna. Meskipun Jingga adalah teman baru mereka, tapi mereka akan selalu ada untuk Jingga. Tak Perlu banyak ngomong dengan tetap berada di dekat Jingga itu akan membuat Jingga merasa tak sendirian.


Teman yang baik tidak dilihat dari berapa lamanya berteman. Karena biasanya orang baru akan lebih mengerti dan memahami daripada teman lama. Mungkin itu adalah alasannya ketika kita mempunyai teman baru, teman lama akan tergantikan.


Jingga menghampiri Fathur yang sudah menunggunya di Parkiran sekolah.

__ADS_1


“Yuk Pulang,” ajak Fathur


Tapi, ketika Jingga berniat naik ke mobil Fathur, sudut matanya melihat seseorang. Dia tersenyum ke arah lagi menghindar ini mungkin saatnya Jingga harus bisa mengatasi dan menyelesaikan masalahnya.


“Kak aku harus nemuin temen aku dulu. Pulang barengnya lain kali aja ya, maaf udah buat Kak Fathur nunggu aku.”


“Oke gak apa-apa kok,” jawab Fathur.


Jingga menghela napasnya Perlahan, lalu dia berjalan ke tangan ke arahnya. Dia adalah teman dari seseorang dari masa lalunya seseorang yang selama ini Jingga hindari.


“Gue Pikir lo bakalan terus-terusan ngindarin gue,” kata cowok itu kemudian dia mengajak Jingga untuk menghampiri mobilnya lalu dia membukakan Pintu mobil untuk Jingga


“Masuk Jingga,”


Dengan ragu, Jingga masuk ke dalam mobil itu. ini kali Pertama mereka berbicara kembali setelah insiden memalukan waktu itu Canggung memang, karena dulu mereka terbiasa bersama karena berteman, lalu mereka harus berjarak seperti sekarang


“Yang tadi cowok lo,” tanyanya.


“Bukan, dia kakak kelas gue.”


“Lo gak bisa terus-terusan lari dari masalah lo Jingga Cobalah untuk menerima kesalahan orang lain dan memaafkannya.”


“Setelah dia buat keributan di sekolah dulu, lo anggap ini masalah kecil dan nggak ada artinya bagi gue ? Zean lo itu ngerti dan tau kenapa gue sampe Pindah sekolah ke sini.”


“ iya gue tau, Jingga Gue juga ngerti Posisi lo. Cuma lo, gue, dia udah sama-sama dewasa. Lo harus bisa nyelesein masalah lo sendiri bukan menghindar kayak gini.”


Mungkin menurut mereka kepindahan Jingga dulu hanya karena masalah sepele Namun menurut Jingga itu adalah masalah terbesar dalam hidupnya. Jingga merasa sangat malu dengan dirinya sendiri. Bahkan sampai detik ini dia masih belum menerima kejadian yang Pernah menimpanya.


Orangtua Jingga tidak tahu tentang alasan Jingga Pindah sekolah Mereka hanya tahu bahwa Jingga Pindah karena dia ingin tinggal bersama kedua orangtuanya dan Musical. Karena selama berada di Bogor dia hanya tinggal dengan neneknya.


“Dave yang Paling kehilangan lo dan dia ngerasa sangat bersalah sama lo. Dia benar-benar ingin ketemu sama lo,” ujar Zean sambil fokus menyetir.


“Gue gak kenal dengan dia," sinis Jingga


“Tina juga selalu nanyain lo. Tapi dia sama sekali nggak bisa dapetin kontak lo Kalo lo niat kabur- kabur yang jauh Pindah Pulau, atau kalau Perlu Pindah negara Bukan hanya Pindah kota seperti ini, lo itu bego atau apa sih.”


“Lo Gak kasih tau gue Pindah ke sini sama mereka kan,” tanya Jingga hati-hari.


Zean menaikkan sebelah alisnya, kemudian dia menggeleng. “Bukan gue ada di Pihak lo, cuma gue gak mau ikut campur lagi atas masalah lo.”


Jingga bisa bernapas lega, mungkin Zean bukan orang yang baik, tapi omongannya bisa dipegang.


Zean menoleh ke arah Melody yang tengah menatap ke arahnya, lalu Zean tersenyum tangan kirinya terulur dan mengelus rambut Jingga dengan lembut


" Maafin gue.”


Senyum Jingga berubah menjadi seringai. “Lo bilang maaf sama gue saat lo tau kesalahan lo dulu gak mempan dengan kata maaf Bodoh,” cibir Jingga


“Meski lo gak maafin gue, lo masih cantik kok,” kata Zean.

__ADS_1


Sial, masih sempat-sempatnya Zean menebar kalimat gombalnya.


...••••...


__ADS_2