JINGGA UNTUK REGAN

JINGGA UNTUK REGAN
Part 20 Kurang Piknik


__ADS_3

“Lalu urusannya sama gue apa,”


Jingga diam, dia benar-benar sedang mencari alasan kenapa dia ingin menjelaskan semua ini kepada Regan


“Sama seperti Kak Regan jelasin sama aku tentang hubungan Kak Regan sama Anna.”


Regan menatap Jingga dengan saksama.


Regan terlihat biasa saja saat mengetahui bahwa Jingga berpacaran dengan Fathur. Tapi, kenapa kemarin dia kesal, mungkin itu semua karena Fathur yang kembali menyakiti Bella.


“Aku gak mau Kak Regan ngira aku yang enggak-enggak,” kata Jingga


“Emang kenapa kalo iya,”


“Ya gak apa-apa sih. intinya aku gak Pacaran sama Kak Fathur dan aku gak enak hat Kak Regan kayak yang marah kemarin sama Kak Fathur.”


Kebodohan macam apa ini. Jingga mengatakan sejujurjujurnya tanpa kebohongan sedkit pun. Apa ini karena dia terlalu Polos ?


“Gue gak marah kok, cuma heran aja, soalnya wakeu itu lo bilang gak suka sama Fathur, tapi kemarin lo Pacaran sama dia.”


“Nah, aku minta maaf udah buat salah Paham. Aku emang gak suka sama Kak Fathur kok.”


Satu alis Regan terangkat. Regan sendiri merasa aneh dengan Pernyataan jujur Jingga. Ini sih namanya mempermalukan diri sendiri.


“Kenapa lo mau gue gak salah Paham,”


Regan benar-benar menyebalkan Mati Jingga mati Kalo udah seperti ini mau bagaimana lagi.


" Gini ya Jingga, gue jelasin hubungan gue sama Anna ke lo itu karena Anna Pacarnya Angga, dan Angga temen gue. Gue gak mau lo mikir gue nikung temen dan buat imej Anna rusak. Lo ngerti, kan,”


Jingga menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Jadi apa alasan lo jelasin semua ini sama gue,” tanya Regan


" Lo baper sama gue,”


Debaran jantung Jingga berpacu dengan cepat. Dia bertatapan dengan Regan dengan jarak sedekat ini. Rasanya gila, mungkin saja debaran jantungnya bisa terdengar oleh Regan


Regan melipat kedua tangannya di dada.


“Lo kurang Piknik ya, Jingga,”


“Maksudnya,” Jingga balas bertanya.


“Lo kurang Piknik, jadi gampang baper. Gak baik, entar kayak orang bego kayak sekarang.” Regan tersenyum, lalu dia menepuk Pundak Jingga Pelan.


“Aku gak baper sama Kak Regan,” sanggah Melody.


" Oya,” respons Regan.


" Kalo gak baper apa namanya,”


“Terserah apa pun kata Kak Regan Aku baper atau apa pun. Tapi, aku gak akan kayak gini kalo Kak Regan bersikap biasa aja sama aku.”


“Gue udah ngelakuin apa buat lo,”


Jingga diam, menundukkan kepalanya.


“Apa gue nelepon lo tiap malem,” tanya Regan


Tidak, Regan tidak melakukan itu


" Apa gue chat lo setiap hari,”

__ADS_1


ini juga tidak


“Apa gue selalu Perhatiin lo setiap saat,”


ini juga tidak, mungkin.


“Apa gue selalu antar jemput lo,”


Enggak


" Atau gue Pernah bilang suka sama lo?”


Hal bodoh macam apa ini sehingga dia bisa menyimpulkan semua ini Kenyataannya Regan bersikap biasa saja, tidak seperti yang Jingga Pikirkan. Anehnya, Jingga merasa Perlakuan Regan kepadanya berbeda.


“Gue gak Pernah lakuin itu semua sama lo,” kata Regan, “ya emang gue Pernah nganterin lo Pulang nebengin lo, makan sama lo, atau gue ceritain masalah gue sama lo Tapi, itu semua gue lakuin bukan semata gue ada Perasaan sama lo, gue lakuin itu Pure sebagai teman.”


Penjelasan dari Regan barusan begiru menohok Perasaan Jingga Dia benar-benar dipermalukan oleh Regan sekarang.


“Lo mau gue Perlakuin spesial beda dari yang lainnya,”


“Gak ! Gak usah seperti itu,” tegas Jingga


“Lalu,"


Jingga tidak menjawabnya.


“Lo suka sama gue ya," Regan menanyakan hal itu dengan santai.


Tatapan mata Jingga membulat, ini sih Regan yang menyebalkan dan terlalu Percaya diri.


“Tau ah terserah.” Jingga Pergi meninggalkan Regan

__ADS_1


Regan hanya tertawa melihat Jingga salah tingkah seperti itu Meskipun sudah banyak cewek yang mengaku secara terang-terangan menyukai Regan tapi ekspresi Jingga barusan yang Paling lucu dari siapa pun.


...••••...


__ADS_2