
Pagi ini adalah peresmian toko ku, sayang nya mas Aldo harus keluar kota karna urusan bisnis nya, hanya mama yang datang menemaniku, yang pertama adalah toko bunga di lanjut dengan cafe, syukur lah semua berjalan lancar , mama kita makan bersama dulu ya,, mama mau banget sayang tapi maaf mama ada arisan takut nggak keburu,, ya sudah nggak papa kok ma, trimakasih sudah datang,, ia sayang mama duluan ya kamu hati-hati,,. mama juga balasku,, masih jam 12 apa aku coba bertemu dengan Bagas ya,, aku pun mencoba menelfon nya beberapa kali tapi tidak ada jawaban,, aku pun mengirim pesan,, Bagas aku tunggu di cafe pelangi,,, lama belum ada balasan, maaf ini siapa, saya sedang bekerja,, aku pun langsung menelfon nya,, Bagas ini aku Nyonya Lala,, och nyonya maaf saya tidak tahu, ada yang bisa saya bantu,,, datanglah ke cafe pelangi, izin saja sore ini,, baik nyonya... aku pun sudah tidak sabar ingin bertemu adikku, sepuluh tahun berpisah bukanlah waktu yang singkat, aku pun bergegas ke cafe dan mencari tempat yang tidak mencolok,,selamat siang Nyonya maaf sudah menunggu lama, tidak apa-apa duduklah, aku pun memesan minuman dan makanan ringan,, sebelum nya aku minta maaf Bagas,, kenapa Nyonya,, ada beberapa pertanyaan dari saya yang mungkin agak pribadi,, tidak apa-apa Nyonya silahkan,, Apa dulu kamu mempunyai seorang kakak perempuan yang meninggal hanyut ke sungai,, Bagas pun nampak terkejut dengan pertanyaan ku,, bagaimana Nyonya bisa tahu,, apa itu benar,, benar Nyonya, ,, benarkah nama kakak mu Sabrina Aluna Prastiwi,, Benar Nyonya,, mata Bagas sudah berkaca-kaca,, terlihat jelas kesedihan yang dia pendam, ternyata adikku masih begitu polos,, tenanglah Bagas, maaf kalau membuat mu bersedih,, bagaimana kalau kakak mu masih hidup,, itu tidak mungkin Nyonya,, kalau aku adalah kakak mu apa kamu percaya,, itu lebih mustahil lagi Nyonya, Bagas pun berlalu pergi,, apa yang ingin Nyonya dapatkan dariku, dari mana tahu tentang keluarga ku, sekali pun aku di pecat aku tidak peduli batin Bagas,, tunggu Bagas,, aku berusaha mengejar Bagas tapi justru dia tidak menghiraukan ku, hingga akhirnya kaki ku terkilir saat mengejarnya,,, Nyonya tidak apa-apa, Akhirnya kamu kembali batinku,, Bagas pun menolong ku dan menggandengku ke bangku taman dekat cafe ,, aku pun tanpa basa-basi menunjukkan hasil penyelidikan,, maaf karna aku menyelidiki mu, aku pun menjelaskan semuanya , Bagas pun masih belum percaya dengan kenyataan, aku pun berusaha mengingat tentang ibu, bibi dan juragan ikan, aku ceritakan kisahku dulu,, di situ Bagas akhirnya bisa sedikit mempercayai ku,,kami pun berpelukan sebentar sebagai pelepas rindu,,, di sisi lain ternyata Sasa merekam kejadian saat Lala terkilir, juga menggambil beberapa foto saat di taman,, lihatlah bagaimana aku akan membalas mu batin sasa,,
Aku dan Bagas mengobrol banyak hal dan hal yang paling menyedihkan saat kenyataan ibu sudah meninggal,,,apa kamu punya kekasih disini,, tidak kak aku masih sendiri,, boleh kakak main ke rumah mu, rumahku kecil jelek kak,, tapi aman kan,, aman kok kak hahaha kami pun tertawa bersama,, apa Tuan Aldo tahu semuanya,, tidak, kakak masih menyimpan rahasia ini, entah bagaimana kakak harus menjelaskan padanya,, apa Tuan baik sama kakak,, sangat baik, bahkan kehidupan kakak tercukupi semuanya,, aku ikut senang mendengar nya kak,, trimakasih Bagas maaf kakak terlambat menemukan mu,, tidak apa-apa kak, hari sudah sore kakak pulang lah,, kamu tidak mau makan malam bersama ku,, lain kali saja kak, aku takut Tuan mencari kakak,, aku juga akan menjaga sikap saat bertemu kakak, kakak antar pulang ya,, baiklah kak,,, aku dan Bagas pun bergegas pergi,, sampai di depan rumahnya aku juga tidak turun,, kapan-kapan main ya kak,, ucap nya,, pasti jawabku,, usia nya sekarang 23 tahun badannya macho tinggi juga tampan tapi masih saja seperti 12 tahun,, hari ini aku menyetir sendiri, hari yang melelahkan tapi sangat luar biasa, kaki ku pun masih sedikit sakit,, aku pun memanjakan diri di kamar mandi,, mas Aldo bilang juga besok baru pulang dan kaki ku besok juga harus sembuh.