Jiwa Raga Pembantu

Jiwa Raga Pembantu
Bertepuk sebelah tangan


__ADS_3

Satu tahun inaya bekerja di cafe, kinerja nya lumayan bagus, juga disiplin, kebetulan Bagas dan Cindy mampir ke cafe sengaja ingin memperkenalkan nya dengan inaya. Pelayan pun mengantarkan pesanan Bagas tapi itu orang lain.


"maaf mas, apa inaya hari ini tidak masuk,,


" Ada kok mas masih di belakang,


"Boleh minta tolong panggilkan kesini,


" Baik mas, tunggu sebentar,


Pelayan pun pergi menyampaikan pesan, tak lama inaya pun keluar menghampiri meja Bagas dengan riang yang berganti wajah masam saat melihat ada wanita lain dengan Bagas.


"Ada apa mas Bagas...???


" Duduk lah Inaya dan kenalkan ini Cindy pacarku, Sayang kenalin ini inaya keponakan.


Hati inaya serasa tertusuk pedang dalam-dalam, hanya berjabat tangan dan diam seribu bahasa.


"Hay inaya salam kenal ya... Kamu cantik sekali, sapa Cindy


" Hay juga, terimakasih balas inaya


Bagas pun tau suasana menjadi sedikit canggung,


"Aku punya undangan untukmu,,, nanti datang ya,,, tambah Cindy sambil menyodorkan undangan,


" Iya aku usahakan... Kalian lanjutkan saja, undangan nya sudah aku terima, aku lanjut bekerja dulu,


"Kenapa buru bu....ru ?????? belum selesai Cindy bicara, inaya sudah pergi,


" Sudahlah gak papa sayang, Cafe juga sedang ramai kan,


"Tapi inaya juga calon ponakan ku mas,,, dia bisa ngobrol bareng sama kita, kak Lala juga nggak bakal protes.


" inaya kan pengertian nggak mau ganggu kita,


"Hich,,, kamu ya....


Mereka pun mengobrol dengan senang nya,


Berbeda dengan inaya yang harus menahan sesak dalam jiwanya, ternyata Cintaku bertepuk sebelah tangan, sakit sekali rasanya, gumamnya sambil bekerja,,, sore hari saat Inaya sudah pulang kerja ia baru membuka surat undangan,,


"Lamaran.... Jahat sekali kamu mas,, mas Bagas inaya pun terisak tak kuasa membendung air matanya,, saat mulai tersadar dalam kesedihan nya inaya pun berkali-kali menghubungi Bagas sampai ada jawaban,


" Ada apa naya....?


"Mas ada di mana,,,


" Mas baru keluar kantor ada apa,


"Kepala ku sakit sekali, tolong aku mas,,


" Di laci ada beberapa obat, lihatlah dulu.... Hallo naya, kamu dengerin mas kan naya,,, naya....???


Tak ada jawaban dari naya... Bagas pun menjadi khawatir yang akhirnya datang ke rumah lamanya yang ditempati inaya,....


Benar saja saat Bagas sampai, pintu depan tidak di kunci, inaya pun pingsan di sofa menggenggam ponsel nya...


"Sadarlah naya,,,, Bagas menepuk perlahan pipi inaya tapi naya juga belum sadar,,, keningnya terasa panas saat Bagas memastikan kondisi nya,


Bagas menggambil minyak kayu putih juga obat demam... Akhirnya inaya sadar saat mengoleskan sedikit minyak ke hidung nya,


" Mas Bagas, ,,, Inaya pun langsung memeluk Bagas,,,, Bagas pun tau bagaimana perasaan naya pasti kecewa jadi membiarkan nya sebentar.

__ADS_1


Akhirnya mas datang..,


"Maafkan aku Naya, dari awal aku sudah berkata bahwa hubungan kita hanya sebatas saudara,


" Apa kurang ku mas, aku tulus mencintaimu bahkan aku setia menunggu mu,


"Tapi cinta tidak bisa dipaksakan naya,


" Aku tak bisa tanpa mu mas,


"Waktulah yang akan mengobati, percayalah masih ada laki-laki yang jauh lebih baik dari mas untuk mu,, kamu sudah makan??, minumlah obat dulu,


" Biarkan aku mati saja, mas pergilah,


"Naya...!!!!ucap Bagas dengan tegas,,,. Apa yang kamu katakan itu tidak pantas, bagaimana dengan paman dan bibi juga diri kamu sendiri... Itu pemikiran yang salah dan tidak dibenarkan.


Inaya pun menangis... Bagas memberikan waktu untuk Naya melampiaskan perasaannya, agar tidak terjadi hal-hal nekat nya. Saat inaya mulai tenang Bagas memberinya obat demam juga obat penenang,,, tak lama inaya pun tertidur, Bagas memindahkan nya ke kamar, mau bagaimana pun inaya masih keluarga nya. Bagas pun mengirim pesan kepada Lala,


"Kak.....inaya sakit, aku ada di rumah lama.


" Kenapa tidak ke rumah sakit saja...???


"Hanya demam biasa kak, setelah panasnya turun aku akan pergi, besok pagi tolong kakak temani dia,


" Baiklah besok kakak yang urus,,,


"Terima kasih banyak kak,,,


Bagas pun mengompres naya menemani nya hingga larut malam, demamnya sudah tidak tinggi lagi... Bagas pun akhirnya pergi, karna tidak mau ada salah faham lagi. Keesokan harinya Lala datang membawa makanan dan buah ke tempat inaya, ... Lala pun mengetok pintu,


"tok tok tok....inaya,,, inaya.... lama Lala menunggu akhirnya pintu pun terbuka,


" Bos,,,. ech kak Lala maaf lama menunggu ya,,


"Nggak papa kok...,,,??


"Aku dengar kamu izin karna sakit, jadi aku sekalian aja main ke sini,,


" kak Lala baik banget, aku jadi ngrepotin ya??


"Nggak perlu sungkan, lagian kamu di sini sendiri kan,,, bagaimana kondisi mu, apa perlu ke rumah sakit,


" Tidak perlu kak sudah membaik kok,


"ya sudah sarapan saja dulu,,,


Belum selesai sarapan ponsel inaya pun berdering,,,,


" Hallo pa,,, ada apa...???


"papa sama mama sudah di bandara nak...!!!


" kenapa kesini pa,??


"Mama mu ngotot mau nyusul kamu nak,


" Ya sudah naya ke sana sekarang pa,, jangan kemana mana ya,


sambungan pun terputus,,,


"Ada apa inaya...??


" orang tua ku sampai di bandara kak,,, saya harus segera menjemput mereka,

__ADS_1


"Apa kamu beneran bisa pergi,, aku temani ya..??


" Tidak perlu kak,, kakak pasti banyak pekerjaan,


"Kalau begitu biar pak Ardi yang mengantar bagaimana,, jangan membantah lagi.


"Baiklah kak terimakasih banyak, ,


Inaya pun segera pergi bersama pak Ardi,


Lala pun memilih kembali ke rumah mama, membantu persiapan nanti malam,


" Kak Lala kemana saja,,, baru datang..?!


"ia maaf tadi ada urusan sebentar,,, hallo ma,


" kamu ini kakak nya datang kok malah menggerutu,,,,


"mama ach belain kakak terus,,,


hahaha kak Lala dan mama justru tertawa,,


" kenapa tertawa, ada yang lucu,,,


"kamu itu sudah mau lamaran mau nikah masih aja manjanya,,,, ucap mama sambil mencubit pipi Cindy,,,,, aw aw,,, sakitt ma,


waktu cepat berlalu siang pun berganti malam,


Lala mengenakan gaun biru yang membuat nya begitu luar biasa,


" Kamu cantik sekali sayang puji Aldo,


Lala hanya bisa tersenyum malu dibuat nya,,


"Ayo kita berangkat mas,,, jangan sampai kita telat


" Tunggu dulu sayang, masih ada yang kurang,,,


"kurang apa,,,???


saat aku menoleh ke mas Aldo,,, mas Aldo memakai kan sebuah kalung,,,


" Sempurna.... ucap mas Aldo,,,, Apa kamu suka, ???


"Suka sekali,,, terimakasih aku pun mengecup pipinya dan berlalu ke dalam mobil.


kami hanya pergi berdua, mas Aldo yang menyetir, mas Aldo suka sekali menggenggam tanganku, aku pun tak ingin melepas nya,


Dilain sisi, Bagas sampai di rumah lamanya menjemput inaya, paman dan bibi.... karna siang tadi inaya memberi kabar orang tuanya datang kemari, inaya pun berpesan pada mama nya untuk tidak membuat keributan dan merestui hubungan Bagas dan Cindy,,,,


Rumah Cindy pun begitu damai karna kebahagiaan mereka, pesta keluarga pun berlangsung ,, dan betapa terkejutnya inaya saat melihat Lala juga di sana.... tapi semua rasa masih harus dia pendam, Acara inti pun tiba,


keluarga sudah saling mengenal, lamaran pun berjalan lancar,,, dan pernikahan akan dilaksanakan bulan depan,,


"Maaf pak,,bu,,, apa itu tidak terlalu cepat,,, ucap bibi,


" Mereka kan saling mencintai jadi semakin cepat menikah saya rasa lebih baik,


"Bagaimana dengan semua persiapan nya,,, kami dari kampung juga tidak punya apa-apa, ,,


Bagas pun menatap bibi dengan raut wajah tidak senang nya,


" Tidak apa-apa,,, serahkan saja kepada kedua mempelai,,, bagaimana nak Bagas sanggup,

__ADS_1


"sanggup pa... jawab Bagas dengan tegas.


" Ya sudah mari nikmati hidangan nya,,, kita makan malam bersama, ,,, ucap mama mencairkan suasana


__ADS_2