
Seperti biasa Aldo selalu datang menemuiku bahkan bermalam di rumah sakit sekedar ingin menemaniku, ternyata masih ada Laki-laki yang baik dan perhatian di dunia ini setelah Ayahku,, hari ini Aldo hanya datang membawakanku sarapan juga sebuah handphone karna dia bilang siang ini tidak bisa menemaniku karna ada pekerjaan yang tak bisa ditunda , dia hanya berpesan agar aku menghubungi nya kalau terjadi sesuatu,, aku hanya mengiakan saja keinginan nya, , hari ini jadwalku latihan berjalan ku akui raga ini masih begitu rapuh untuk melakukan semuanya sendiri.. lelah sekali rasanya aku pun terbaring tak berdaya setelah suster mengantarku ke kamar,, aku teringat dengan handphone yang Mas Aldo berikan,, satu pesan darinya.. Bagaimana terapi hari ini,, sukses balasku,, aku pun lanjut mencari berita tentang apa yang terjadi dengan diriku, sulit sekali mencari beritanya,, ya berita 10 tahun silam,, Namaku adalah Sabrina aluna prastiwi aku tinggal bersama ibu dan seorang adik laki-laki disebuah desa yang jauh dengan gemerlap dunia,, Ayahku meninggal saat aku masih duduk dibangku SD,karna penyakit jantung nya, kehidupan kami hanya pas-pasan bahkan ibu sampai berhutang kepada Bibi karna biaya berobat bapak yang mahal,waktu itu usiaku 19 tahun sedangkan adikku Andika Bagas Prasetyo berusia 12 tahun,, mungkin sekarang adikku sudah tumbuh dewasa atau bahkan sudah bekerja , aku dulu bekerja disebuah warung makan untuk menambah penghasilan ibu yang hanya seorang buruh tani, penghasilan kami hanya cukup untuk kebutuhan setiap hari juga untuk biaya sekolah Bagas, sedangkan Bibiku tidak pernah berbelas kasihan kepada kami, bahkan tabungan yang susah payah aku kumpulkan juga aku berikan pada Bibi,, tapi Bibi justru malah membantu juragan ikan agar aku mau menikah dengannya, padahal juragan sudah mempunyai 2 istri , kalau aku mau menerima lamaran juragan maka hutang ibuku bisa lunas tapi persyaratan itu tidak pernah kami setujui ibu pun sering kali meminta maaf kepadaku,, semua bukan salah ibu jangan menangis lagi,,, maaf kan ibu yang selalu menyusahkanmu nak, seharusnya kamu bisa hidup bahagia seperti gadis seusiamu,, semua sudah menjadi ketentuan hidup kita bu,, kita jalani bersama percayalah kita pasti bisa dan semuanya akan berlalu.. Trimakasih banyak nak ibu bersyukur memiliki mu,, aku pun pamit berangkat kerja dan pada malam hari itu aku harus kerja lembur pulang sampai jam 9 malam, dalam perjalanan pulang aku merasa ada yang mengikutiku, aku pun menambah laju kecepatan motorku, sialnya saat mau memasuki jalan ke rumah sudah ada orang yang menghadang juga,, siapa dan mau apa mereka semua,, aku hanya bisa terus melaju dengan deraian air mata rasa takut berkecamuk dalam jiwaku, ibu aku harus bagaimana gumamku,, Praannggg.. ada apa Nak,,, foto kak Sabrina jatuh buk,, awas hati-hati biar ibu bereskan,, ibu pun membereskan serpihan kaca berderaian air mata, kamu dimana nak semoga Tuhan melindungi mu do'a ibu dalam hati, kedua pengendara itu masih terus mengejarku, aku pun hilang kendali dan menabrak pagar jembatan , aku terpental jatuh ke sungai karna melewati batas kecepatan,, dan saat aku sadar aku sudah berada dalam raga ini raga seorang Lala Octavia di 10 tahun kehidupan selanjutnya,,, mungkin Tuhan memberikan ku kesempatan untuk mencari keadilan kehidupan ku sebelumnya juga entah bagaimana dengan jiwa Lala juga kehidupan sebelumnya,,, ach akhirnya ketemu berita nya, penemuan seorang wanita yang hanyut di sungai di desaku, kemungkinan besar itu adalah ragaku dulu,, belum sempat aku menyimpan alamatnya Aldo tiba-tiba sudah berdiri di depanku aku pun kaget salah tingkah dibuatnya ponsel pun langsung aku matikan karna takut ketahuan,, Serius sekali main handphone nya apa banyak hal menarik yang boleh aku tahu,,, tidak,, tidak ada apa-apa Mas maaf,, kenapa harus minta maaf,, karna aku tidak tau Mas Aldo sudah datang, Aldo pun duduk disebelah ku, aku pun masih terlalu gugup menghadapi nya,, bagaimana kondisimu apa sudah lebih baik,, ia aku jauh lebih baik mas,, aku pun melirik jam dinding ternyata jam 7 malam,, kenapa,, apa main handphone sampai lupa waktu,, bukan begitu,, aku kira Mas tidak bisa datang,, oh jadi lebih suka kalau aku tidak datang,, bukan, bukan begitu Mas,, maaf,, aku tambah salah tingkah dibuatnya.. Aldo pun memeluk ku , tidak apa-apa tenanglah aku tidak akan marah, lakukan apa pun yang kamu mau tapi saat ini banyak lah beristirahat,, Aldo pun melepaskan pelukannya.. makan lah aku akan menemanimu,, mau makan bersama ajakku.. baiklah kalau begitu suapin,, batinku apa nggak jijik.. setelah makan Aldo menunjukkan beberapa foto pernikahan juga menceritakan beberapa tempat yang pernah kami kunjungi, Tiba-tiba kepalaku terasa pusing sekali bukan sekedar pusing tapi sakit sekali,, sayang kamu kenapa,, Kepala ku sakit sekali,, semuanya terasa gelap, aku pun tak sadarkan diri,, bagaimana kondisinya dok,, nyonya hanya sedikit kelelahan harap Tuan juga tidak terlalu memaksakan,, baik dok trimakasih. maafkan aku sayang harusnya aku lebih bersabar lagi, sebuah kecupan hangat ku rasakan di keningku, biarpun aku sudah sadar tapi lebih baik pura-pura tidur,, aku mengintip kesamping ternyata Aldo sudah tidur di sofa panjang tak jauh dari ranjangku, begitu memang lebih baik,,, raga ini memang masih terlalu lemah aku harus lebih bersabar untuk mengungkap semua peristiwa yang terjadi.