
Kasus bibi masih belum diselesaikan,, karna kelvin belum mau mencabut tuntutan nya,, inaya pun menunggu kedatangan ku di cafe,, aku pun menghampiri saat mengetahuinya,
"Apa kabar inaya....??
" Aku baik kak,, terimakasih tidak menghindari ku,
"Kenapa harus menghindar naya kita kan keluarga,
" Benar kata kakak kita keluarga,,, aku mohon maafkan mama kak,, bantu mama keluar dari kantor polisi,,, bantu naya kak,,, naya janji akan membawa mama kembali ke kampung dan tidak akan menggangu keluarga kakak lagi, ku mohon kak,
"Kakak akan coba berbicara dengan kelvin dan Cindy... mungkin mereka hanya ingin memberi efek jera untuk bibi,
" saya mewakili mama benar-benar minta maaf kak,,, kasihan papa setiap hari juga memikirkan nya,
"kamu tenang lah, kakak pasti bantu,,, mau pesan makanan dulu...
" Tidak kak terimakasih, naya harus temani papa jenguk mama,, .
Inaya pun meninggalkan cafe.... mentalnya benar-benar dihajar dengan keadaan... kesedihan menghantui hari-harinya. .., Lala segera menyelesaikan pekerjaan nya ....
Lala segera menyelesaikan pekerjaan nya dan ke kantor menemui kelvin... ya Kelvin lah yang mengambil alih perusahaan papa.. karna kondisi papa sudah tidak seperti dulu lagi..
kebetulan Kelvin juga masih rapat jadi harus menunggu beberapa menit,
"Hay kak... sudah lama menunggu
" Tidak juga... kamu sibuk sekali ya....???
"Tidak juga... hanya rapat kecil, ada apa kak??
" Kakak boleh minta tolong nggak...,
"Katakanlah kak..
" Cabut tuntutan mu pada ibunya Inaya. .
"Why...??? dia bersalah dan pantas mendapatkan nya,.
" Tapi dia juga keluarga kakak iparmu Vin... saudaranya kak Bagas lho... yang penting Cindy selamat tidak terluka... Inaya juga berjanji kalau mamanya bebas akan kembali ke kampung.
"Nanti aku fikir lagi kak... apa kakak sudah berbicara dengan kak Cindy..??
" Aku belum memberitahu nya... tapi kakak berharap besok tuntutan itu sudah kamu cabut, kakak akan siapkan tiket pesawat nya,
Aku pun pergi meninggalkan kantor..,,
Esok harinya aku menjemput inaya dan paman untuk pergi ke kantor polisi, semua barang-barang juga sudah di siapkan...,
"Terima kasih bantuan nya nak... ucap paman,
" Tidak perlu paman... justru saya minta maaf sudah membuat paman dan inaya cemas... ,
"Semua memang salah mama kak jadi kakak tidak perlu meminta maaf, mama melakukan semuanya untuk ku jadi aku lah yang harus minta maaf,
" Sudahlah yang penting semua baik-baik saja,, kita saling memaafkan.
Kami pun akhirnya sampai di kantor polisi,, kelvin sudah datang lebih awal untuk mencabut tuntutan nya... hingga bibi bebas tanpa syarat,
bibi pun meminta maaf dan menyesali perbuatannya,,, akhirnya aku mengantar mereka sampai bandara...,
kak Lala.... panggil Cindy dan Bagas yang berlari menghampiri kami.
Bibi pun langsung memohon maaf pada Cindy,
"Maafkan bibi nak, bibi tidak bermaksut menyakiti mu,,,
" Sudahlah bi,,, semua sudah berlalu, kita saling memaafkan,,,
"Terimakasih nak,,, kalau ada waktu mainlah ke tempat kami,
" Kami usahakan bi....,Naya... semangat ya.
"terimakasih kak,
__ADS_1
Akhirnya kami pun berpisah....,,,
" Kak Lala nanti malam kumpul di rumah mama yuk...,
"Boleh,,, mama sudah tau belum...???
" kita kasih surprise saja kak,, nanti aku order makanan,
"Baiklah, nanti kakak kesana...,
" Jangan lupa ajak kakak ipar ya,,,
"iya... iya.... kakak duluan,,, kalian Hati-hati dijalan,
aku pun meninggal kan mereka,, Lelah sekali rasanya hari ini, mungkin karna cuaca terlalu panas juga, aku lebih memilih pulang dan istirahat, tak lupa mengirim pesan pada mas Aldo untuk pergi bersama nanti malam...
waktu begitu cepat berlalu,,, mas Aldo pun pulang jauh lebih awal,,
"Kamu kenapa sayang...??? pucat sekali apa kamu sakit,
" Tidak apa-apa kok mas, kecapean saja akhir-akhir ini banyak kerjaan,,,
"Mau ke dokter dulu... nggak usah ke rumah mama gimana???
" Ngga perlu,, aku sudah janji dengan Cindy,,, aku juga sudah lebih baik,, cepetan mandi sana gich,,
"Mandi bareng yuk... kamu belum mandi juga kan...??!
"Apaan aku tinggal make up sama ganti baju doank... buruan sana nanti kemaleman.
" ia ia bawell,,, celoteh Aldo sambil ke kamar mandi.... ,
tiga puluh menit kemudian kami sudah siap dan berangkat ke rumah mama tak lupa membeli buah-buahan dan makanan ringan.
setiba di rumah mama ternyata Cindy juga sudah datang,,, saat turun dari mobil Kelvin juga baru pulang....,
"Hay mas Aldo kak Lala...., apa di rumah ada acara???
"Och.... mari kita masuk kak..
" Hallo anak mama.... mama kangen banget nak, mama langsung memeluk ku ,
"Ye kak Lala doank yang dipeluk, aku ngga nich ma,,, celetuk Kelvin , semua pun tertawa
" Setiap hari ketemu ya beda donk jagoan mama,, mau peluk,, sini mama peluk,
"ngga mau ach, Kelvin mau mandi dulu,
Kelvin pun naik ke atas,,, aku pun menghampiri papa.., dan memeluk nya
" Papa sehat ya pa...
"iya sayang.... senang sekali malam ini kalian kumpul di rumah papa,
" Sudah jangan melo nanti suasana jadi sedih lho ucap Cindy,
"Kalian mau kumpul kok ngga bilang mama, kan mama bisa siapin makan malam,
" surprise ma.....???? ucap kami
"Cindy sudah pesan beberapa makanan kok sebentar lagi pasti datang,...
ting tong... benar saja pesanan pun datang..
Cindy dan bibi segera mengambil nya... dan menyiapkan di meja makan,, aku pun membantu mencuci buah yang aku bawa dan menyiapkan nya,,, karna kami adalah keluarga tidak hanya mengandalkan bibi saja..., semua hidangan pun siap kami pun makan bersama dan bersenda gurau,,, Tiba-tiba kepala ku terasa pusing,
"Sayang apa kamu sakit...???
" kecapean saja kok ma..., nanti istirahat juga sembuh,
"Apa perlu panggil dokter Steven aja ucap papa,,,
" Ngga usah pa,,, ayo lanjutkan makan nya,,
__ADS_1
"Kamu jangan terlalu capek,,, Aldo kan sudah mencukupi semua kebutuhan mu nak,
" Iya ma,,, aku ngga papa kok,maaf sudah membuat khawatir..,
Kami pun melanjutkan makan malam, sampai ngobrol di depan tv,,, Cindy yang semangat membahas bulan madunya ke luar negeri,,, papa dan mama yang menyarankan kami pergi bersama, juga memojokkan Kelvin untuk segera menikah,,,, canda tawa riuh mengisi ruangan,
Akhirnya kami berpamitan karna sudah larut malam,,,
"Kenapa tidak menginap saja,,,,???
" besok para jagoan masih kerja ma,,, ucapku
"Ya sudah lain kali kalau bisa kalian menginap lah,
baik ma,, ucap kami kompak,,,,
saat keluar menuruni tangga teras,,, aku sudah tidak kuat menahan diri lagi yang akhirnya hampir terjatuh, untung mas Aldo menolong ku,,
" Sayang kamu tidak apa-apa...??? cemas mama dan papa
"Saya akan mengantar Lala ke UGD papa mama jangan khawatir,,,
" kami temani mas sahut Bagas,
"papa mama jangan khawatir nanti kami kabari secepatnya,,,, kelvin jagain mama papa ya ucap cindy dan berlalu pergi.
Mas Aldo begitu cepat mengendarai mobil,,, aku pun tidak tahu kenapa tubuhku lemas sekali,,, sehingga tak mampu mengucapkan kata kata,, aku hanya bisa memejamkan mata.,,,
setiba di UGD aku pun langsung di periksa,,, dokter memberikan beberapa pertanyaan pada mas Aldo... tentang apa yang aku konsumsi atau ada muntah sebelum nya,,,,
" Istri saya sakit apa dok.....???
"Istri anda tidak sakit melainkan sedang hamil.,
" Hamilll.....???? yang benar dok..
"Iya benar istri anda sedang hamil kemungkinan usia kandungan nya tiga minggu, .
karna senang nya Aldo jadi salah tingkah tidak karuan,,,,,
" untuk sementara istri anda harus istirahat total, saya akan meresepkan obat dan vitamin, Lusa jika kondisi sudah membaik bawalah pergi ke dokter kandungan.
"Baik lah dok terima kasih banyak,,,
Wajah berbinar Aldo, membuat Cindy dan Bagas penasaran,,
" Apa kata dokter mas....???? tanya Cindy penasaran...,
mas Aldo langsung memeluk ku,,,
"Kalian akan segera punya ponakan....,
" Ponakan....??? kak Lala hamil,
"Iya,,, hamil tiga minggu,
" wah senang nya selamat ya... ucap Cindy yang justru memeluk Bagas,, Aku kabari mama papa dulu ya.
"Selamat ya kak Lala dan mas Aldo,
Aku justru menitikan air mata kebahagiaan, begitu panjang jalan yang aku lalui untuk sampai saat ini....
" Jangan nangis donk sayang... kecupan mas Aldo mendarat di keningku.
perawat pun memanggil untuk administrasi dan mengambil obat ,,, akhirnya kami pulang dengan penuh kebahagiaan,,,
"Kita harus mengadakan tasyukuran pesta kecil-kecilan untuk menyambut buah hati kita sayang,,,
"iya mas, tenang lah dulu... semua bisa di agenda kan.
Terlihat jelas kebahagiaan dalam raut wajah mas Aldo... Terima kasih Tuhan untuk semuanya,
juga Lala terimakasih untuk raga dan keluarga yang engkau berikan padaku.
__ADS_1