
Sudah jam delapan pagi,, aku harus segera bersiap panik Bagas,,, Bagas segera membersihkan diri lalu sarapan roti sambil vidio call Cindy,, karna kegiatan Cindy dimulai setiap jam sembilan jadi masih ada waktu,
"Selamat pagi....???
" Mas telat telfonnya,,
"iya maaf, mas tadi kesiangan bangunnya, kamu sudah siapkan untuk kegiatan hari ini,,
" iya ini sebentar lagi harus kumpul di aula,
"Ya sudah yang semangat ya, mas juga harus bekerja, nanti kalau longgar mas telfon lagi,
"iya, mas juga hati-hati.
Sambungan pun terputus,,, Bagas menyelesaikan sarapan nya dan turun ke lobi,, kak Lala juga belum turun, baru selesai berkata kak Lala sudah keluar dari Lift,
" Pagi kak, hari ini kakak mau kemana,,,
"Kita ke mobil dulu,,, Tolong antar kakak ke rumah juragan ikan Pak Pardi... setelah itu kamu pergilah ke rumah bibi, Singgung lah bibi tentang kecelakaan kakak, juga tanyakan apa benar bibi menjual ku pada pak Pardi.. jangan lupa untuk merekam percakapan kalian,
" Baiklah kak...,
Bagas sudah melajukan mobilnya dengan cepat, tak lama kami tiba di dekat rumah juragan ikan,
"Kakak berhati-hati lah,, kalau ada apa-apa segera telfon aku,
" Kamu juga Bagas,, nanti tidak perlu jemput kakak
kita ketemu di penginapan petang nanti.
Bagas pun berlalu pergi... aku berjalan menuju rumah pak Pardi, penampilan ku hari ini juga sederhana paduan kaos oblong dan celana jeans,
"Permisi.... ting tong... aku pun menekan bel rumah , lama menunggu akhirnya ada seorang anak perempuan keluar,
" Cari siapa mbak.....???
"Benar ini rumah pak Pardi yang jualan ikan,
" Benar,,, mbk ini siapa???
"Saya pelanggan lama,, bapaknya ada..?
" Ada mbk silahkan masuk,
"Aku pun menunggu di ruang tamu,,, seorang kakek pun keluar dengan Alat bantu jalan, sepertinya kakinya yang satu diamputasi,
" Hallo kek,,,, aku pun menyapa saat kakek sudah duduk,
"Aku ini pak Pardi,,, kamu ini siapa kok bisa kenal saya,
" Saya Lala dulu pelanggan setia kakek,,, ( nggak nyangka pak pardi yang dulu gagah perkasa sekarang jadi kakek tua berkaki satu,,, batin Lala)
__ADS_1
"Bapak sudah lupa.... pelanggan bapak dulu banyak sekali ,bapak juga bisa pergi kemana pun bapak mau,,sekarang bapak sudah tua pincang begini,,, cuma ngrepotin anak, nah ini anak bapak Ningsih,,,!!!
Anak perempuan tadi pun datang membawa minuman dan makanan ringan,,
" Mari silahkan mbak,,
"terimakasih, maaf merepotkan...
" ndak perlu sungkan mbk, maaf bapak sudah tua
jadi mungkin bicaranya kemana mana,
"Tidak papa kok, kalau boleh tahu kenapa kaki bapak diamputasi,
" Bapak mengalami kecelakaan 10tahun silam,
yang mengharuskan amputasi pada kaki nya.
"oh begitu,,, kalau ibu sehatkan,
" ibu sudah meninggal satu tahun lalu, sedangkan istri kedua bapak pergi meninggalkan beliau setelah kecelakaan waktu itu.
"Maaf sudah membuat mu bersedih,,,
" Tidak apa-apa.. mbaknya asalnya dari mana..??
"Aku dari kota XX datang kemari karna tugas, jadi mampir sekalian,,, terus sekarang masih ternak ikan kan,
"Syukurlah kalau begitu,,,, saya pamit dulu pak pardi dan mbk Ningsih, trimakasih jamuannya
" Kenapa buru-buru mbak, saya ambilkan bebera ikan dulu,,
"Tidak perlu mbk trimakasih banyak, saya masih ada kerjaan,,
Aku pun keluar dari rumah pak Pardi, Alam sudah menghukum nya sampai hari tua nya,, mungkin memaafkan nya menjadi keputusan terbaik untukku, setidaknya pak Pardi tidak akan menggangu ku dan Bagas,,, aku pun pergi ke makam ibuku,, aku menghabiskan senjaku disana.
Hari pun sudah mulai gelap aku kembali ke penginapan,,,,
"Hallo kak, kakak dimana...??? pesan dari Bagas
" Kakak masih dalam perjalanan ke penginapan,
"seperti nya aku pulang larut kak,,,
" Iya tidak papa, besok saja kita bicarakan lagi,
"ok kak,
aku akhirnya pergi ke pusat perbelanjaan,, sekedar jalan-jalan dan menikmati malam,,,
pagi harinya, Bagas mengetok pintu kamar ku,
__ADS_1
" Kakak,,,,, tok tok tok.. kak,,,
"Pagi sekali Bagasss...., ????
" Iya maaf kak,, aku hanya ingin kakak mendengarkan rekaman tadi malam,,,, bagas pun menyodorkan alat perekam yang aku berikan,
"Baiklah terimakasih Bagas,, hari ini kamu bebas mau kemana,, besok pagi kita kembali,,, tiba-tiba ponselku berdering,,,
" Baiklah kak, kalau ada apa-apa kakak telfon saja.
Aku hanya manggut saja, Bagas pun kembali ke kamarnya,, aku pun masuk dan menerima panggilan, ternyata mas Aldo, selesai mengobrol aku pun mendengarkan rekaman dari Bagas,
"Bi,,, aku mendengar isu bahwa kecelakaan kak Sabrina waktu itu karna dikejar orang ya...??
" Bibi malah nggak tau nak siapa yang bilang..??
"Kasak kusuk dari orang sih bi,,, mungkin bibi tahu orang yang nggak suka dengan kami, atau kami punya hutang dengan mereka begitu misalnya,
" Mana ada nak, ibu mu dulu sangat baik mana punya musuh,,, cuman dulu tu pak Pardi suka sekali sama Almarhumah kakak mu,
"Oh jadi kemungkinan orang yang mengejar kak Sabrina itu suruhannya pak pardi gitu bi,
" Ya bibi juga nggak yakin, lagian mana boleh menuduh orang tanpa bukti nak,
"Benar juga sih bi,,, kok bibi bisa tahu kalau pak Pardi suka sama kak Sabrina...???
" Masalah kan sudah ditutup nak, cepatlah makan jangan membahas kakak mu lagi, kasian kakakmu sudah tenang di sana dengan ibumu,
"Sekedar ingin tahu saja bi,,, masa bibi tega bikin aku penasaran,,,
" Iya mama, ceritakan saja Inaya juga ingin mendengar...!!!
"Waktu itu pak Pardi pernah ke sini, minta tolong sama bibi,,, buat merayu kakak sama ibumu,,, tapi kan sudah di tolak tidak mau, ya sudahkan.,,, pak Pardi nya saja yang tidak mau menyerah,
" Bukannya pak Pardi juga pernah kecelakaan bi..???
"iya kejadian itu juga 10 tahun silam tapi di tempat yang berbeda ,,, jauh dari kakakmu,
" oh begitu,,, bibi katanya buka usaha ya,
"iya nak, bibi buka di desa luhur desa sebelah,,,
lumayan untuk menambah biaya kuliah Inaya,
" Mas nanti rekrut aku ke kantor mas ya,,, biar Inaya langsung dapet pekerjaan,
"Nanti mas coba ya,,, semangat belajar nya.
" Dasar bocah kemarin sore, bisa-bisanya mencurigai ku,, untung saja kasusnya waktu itu ditutup,, kalau tidak habislah nasibku sama pak Pardi tua renta itu..., gerutu bibi saat mencuci piring,,,
Suara rekaman terakhir pun sangat lirih tapi masih bisa aku dengarkan dalam keadaan hening.
__ADS_1
ternyata bibi masih begitu kesal dan tidak menyesali perbuatannya,,, berbeda dengan pak Pardi yang sudah menerima balasan.