Jiwa Raga Pembantu

Jiwa Raga Pembantu
Buronan


__ADS_3

Cindy yang masih syok masih di rawat di rumah sakit,,polisi pun masih belum bisa menginterogasi nya,


"Apa kamu masih marah padaku...???


Cindy hanya diam tak menjawab pertanyaan Bagas, justru berpaling muka,,


Bagas pun menggenggam erat tangan Cindy, sekalipun Cindy memberontak.


" Aku benar-benar minta maaf karna berbohong padamu, tapi ketahuilah perasaan ku tulus padamu,, aku hanya ingin kamu kembali pada kebenaran, maafkan aku Cindy, .. Bagas pun berharap Cindy bisa memaafkan nya.. tak di pungkiri Cindy adalah cinta pertama nya.


Cindy pun memandang wajah Bagas dengan tetesan air mata... Bagas pun memeluknya.


"Tenang lah,,, aku berjanji selalu di sisimu ,


" Maafkan aku juga mas,,, mungkin aku lah yang tidak pantas untukmu.


"sangat pantas sayang, kamu adalah takdirku..


Cindy pun terisak mendengar perkataan Bagas dan memeluk nya begitu erat... Ahem ahem kak Lala pun berdahem saat terlanjur masuk dalam ruangan... Bagas dan Cindy pun jadi salah tingkah.


"Maaf ya kakak mengganggu.... Lala pun tersenyum menghampiri mereka.


" Tidak kok kak,, kak Aldo nggak ikut tanya Cindy


"Tidak, mas Aldo masih ada perlu maaf ya,,


" Cindy yang seharusnya meminta maaf dan berterima kasih kepada kakak,,


"Sudah seharusnya kan saudara saling menolong,


Cindy pun memeluk Lala...


" Terimakasih banyak kak.. Cindy janji akan berubah lebih baik lagi.


"Kayaknya kakak juga bakal punya adik ipar nich.. hahaha goda Lala.


mereka pun bercengkrama ria,


" Kakak pamit dulu ya, mau jenguk papa sekalian,


"Kakak masih merahasiakan nya kan, cemas Cindy.


" Tenang saja, semua aman kok... kemungkinan papa nanti juga sudah boleh pulang.


"Bagaimana kalau papa mencari ku kak,


" Nanti bilang saja sakit perut, ok.... besok kamu juga sudah boleh pulang kan. kakak pergi dulu.


tak lama setelah kak Lala keluar, dua orang polisi pun masuk,,,


"Selamat siang Tuan dan nona Cindy...


Apa hari ini nona sudah bisa kami interogasi..


Bagas pun menggenggam tanganku meyakinkan.


" Bisa pak silahkan...


"Benarkah Tuan Alex menjual dan menyimpan narkotika..??


" Benar pak,,,


"Sejak kapan??


" saya tidak tahu pak,


"Benarkah nona menjadi pengedar dan pemakai,


" Benar pak.... Dada Cindy terasa sesak menahan air mata.


"Berapa lama..

__ADS_1


" 10 tahunan pak.. air mata Cindy pun akhirnya tak terbendung.


Baiklah kami rasa itu dulu,,, terimakasih waktunya


"Maaf pak... saya boleh bertanya.


" Silahkan.


"Bagaimana dengan Tuan alex saat ini.


" Beliau masih dalam pencarian, kami berharap nona Cindy bisa menjadi saksi dan taat kepada Hukum, wajib lapor dan absen setelah keluar dari rumah sakit.


"Baiklah pak Terima kasih banyak. ucap Aldo


" Apa aku juga akan masuk penjara,


"Tenanglah kakak mu pasti akan membantu dengan pengacara hebatnya. Bagas berusaha menenangkan Cindy.


Saat Lala masuk ke ruang papa, ternyata papa sedang menonton berita tentang paman yang menculik ku juga penggelapan dana serta bandar narkotika.


" Benarkah kabar itu sayang, apa kamu terluka,,


"Aku baik-baik saja pa,,, jangan khawatir


"Apa kamu tahu di mana pamanmu Nak,,,?


mama dengar Cindy juga berobat karna sakit perut.


" Mas Aldo dan polisi masih mencari keberadaan paman ma, yang jelas paman tidak bisa melarikan diri,,soal Cindy sudah baikan kok ma, tadi Lala mampir kesana sebelum kesini,, Bagas juga ulana sana.


"Syukur lah kalau begitu... mama berkemas dulu,


Dokter dan suster pun datang...


" kami akan memeriksa ulang dan melepas infus ucap suster itu.


"Kondisi Tuan sudah baik.. perbanyak istirahat dan hindari stress ya.


kami pun akhirnya pulang... bersama pak Ardi, sopir setiaku.... Dalam perjalanan mas Aldo pun menelfon..,


"Apa papa sudah keluar rumah sakit,,?


" ia mas, ini kami dalam perjalanan pulang


"sampai kan permintaan maaf ku pada papa,, nanti aku akan mengirim pesan jangan sampai papa tahu.


" Baiklah mas, Hati-hati.


"Kenapa nak???


" mas Aldo ma, pa... maaf tidak bisa datang menjemput papa.


"Tidak perlu minta maaf sayang,, sungguh beruntung kami mempunyai kalian nak.


aku pun hanya tersenyum kepada papa...,


beep beep... isi pesan mas Aldo.


" Aku sudah menemukan keberadaan paman,


dia berada di luar kota, aku akan segera kesana,


jangan khawatir, aku membawa beberapa pengawal juga berkerja sama dengan polisi.


"Semoga berhasil dan hati-hati lah mas, balasku.


Kami pun sampai di rumah... aku mengantar papa sampai kamarnya..,


" papa dan mama istirahatlah,,, Lala akan ke dapur menyiapkan makanan


"papa sudah lelah di rumah sakit istirahat terus sayang, kan juga ada bibi

__ADS_1


" kalau papa lelah... temani mama aja istirahat dulu, sambil tersenyum Lala berlalu


"Bi mulai sekarang kalau masakin papa banyakin yang di steam atau di rebus ya,


" Baik nona.


Aku pun membantu bibi menyiapkan makan malam dan makan bersama hingga pamit pulang.


Dalam perjalanan aku menghubungi mas Aldo tapi tidak ada jawaban, aku semakin khawatir dibuat nya... aku pun menelfon Bagas,


"Apa ada kabar dari mas Aldo...???


" kakak ada dimana,,??


"kakak dalam perjalanan pulang ke rumah,


" Kak Aldo seperti nya terluka kak, aku baru melihat berita, kakak coba lihatlah.


Aku pun menutup telfon dan langsung mencari berita terkini...,


"Siaran langsung dari TKP penggrebekan bandar narkotika sekaligus buronan yang sedang di cari polisi,, akhirnya berhasil di tangkap di sebuah rumah tua yang berada di desa Luhur kota XXX pada jam delapan malam , sempat terjadi baku tembak,,pelaku juga sempat melemparkan bom yang mengakibatkan 2 petugas polisi dan 3 orang terluka yang belum di ketahui identitasnya, saat ini pelaku sudah di amankan di polres kota XXX.


Air mata ku sudah tak terbendung melihat berita itu,,, "Pak Ardi kita ke bandara sekarang.


" Hallo...???


"Selamat malam bu,,, apa benar ini dengan keluarga bapak Revaldo subrata.


" Benar saya istrinya,


"Saya dari rumah sakit budi luhur mengabarkan bahwa Bapak Aldo sedang melakukan pengobatan di sini.


" Baik sus , saya dalam perjalanan ke sana, tolong lakukan yang terbaik untuk suami saya,


Telfon pun terputus. aku pun mengirim pesan ke pada Bagas.. untuk menjaga Cindy dan papa,


Aku pun sudah memesan tiket penerbangan,, hanya perlu empat puluh lima menit perjalan aku sampai di bandara kota XXX aku pun mencari taxi dan bergegas ke rumah sakit Budi luhur dan langsung ke tempat pendaftaran,,setelah konfirmasi aku naik ke ruang mas Aldo. Di sana ada dua pengawal yang menjaga mungkin mereka yang dibawa mas Aldo kemarin..


"Nyonya sapa mereka..


aku pun langsung duduk di sebelah mas Aldo yang belum sadarkan diri,,, bahkan tubuhnya penuh dengan perban.


" Bagaimana keadaan Tuan...


"Tuan mengalami luka bakar bersama 2 pengawal lainnya Nyonya.


" Kalian istirahat lah, pesan lah sebuah penginapan, besok pagi datanglah kemari dan juga sewa lah sebuah mobil.


"Baik Nyonya... mereka pun meninggalkan kami.


suster pun masuk ke dalam..


" permisi Bu... kami akan memeriksa pasien,


"Silahkan sus,,


" Bagaimana keadaan nya sus..??


"Semuanya baik bu, hanya tinggal menunggu pasien sadar .


" Terimakasih sus.... , suster pun pergi


aku pun merasa sangat lelah dan tertidur disebelah mas Aldo.


aku bertemu dengan jiwa Lala yang sesungguhnya menggandeng mas Aldo,,


"jangan... kumohon jangan membawanya pergi


" Dia adalah milikku,, dia tidak bahagia bersamamu,


"Ku mohon berikan aku kesempatan,, ku mohon jangan,,, janggaaannn... Lala pun terbangun,

__ADS_1


syukurlah hanya mimpi ... Maafkan aku mas, Cepatlah sadar,,,


__ADS_2