Jiwa Raga Pembantu

Jiwa Raga Pembantu
Proses


__ADS_3

Dokter dan Suster sudah mengecek kondisi Aldo, Aldo pun sudah Sadar,, tapi Lala masih begitu lelap disamping nya, Aldo pun sengaja memberi isyarat untuk tidak membangun kan nya, pengawal juga sudah datang dan menunggu di luar,,,,, Aldo pun mengingat mimpinya semalam saat bertemu jiwa Lala yang mengajaknya pergi bersama,tapi Aldo lebih memilih tinggal dengan jiwa Sabrina, semuanya adalah takdir yang harus dijalani.


saat mas Aldo terbatuk batuk barulah Lala bangun,


"Mas kamu sudah sadar mas...., aku pun mengambil air minum untuk mas Aldo,


" Maaf sudah membangunkan mu sayang,


"Justru aku yang minta maaf nggak bisa jagain mas dengan baik,, sudah jam sembilan pagi, kenapa mas nggak bangunin aku, apa punggung mas sakit sekali, atau yang mana yang sakit,,,???


" Disi sakit, di sini juga di sini,, dengan wajah sedihnya mas Aldo menunjuk mulut, kening, pipi juga dadanya,


"Malah bercanda sih mas,, kami pun terkekeh,


Dua orang petugas masuk ke ruangan,,


" Selamat pagi bapak ibu kami dari polres luhur....


mereka pun mengintrogasi mas Aldo juga menyampaikan bahwa nanti siang tahanan akan di pindahkan ke kota kami.. mereka pun berpamitan..,


"Apa kata dokter hari ini mas,,,


" semuanya baik... kalau kamu mau kita kembali sekarang juga bisa,,


"Apa an jangan ngawur kamu mas, nanti aku temui dokternya sendiri,, aku keluar sebentar, karna kesini nggak bawa baju ganti,


" Nggak ganti pun kamu tetap cantik sayang


"hemmmm... jorok hhh


aku pun berlalu keluar mengajak satu pengawal, dan satu berjaga di dalam menunggu mas Aldo.


sebelumnya aku pergi ke ruang dokter terlebih dulu,


" Bagaimana ke adaan suami saya dok...


"Beruntung Luka bakarnya tidak sampai dalam bu, tapi kemungkinan lukanya nanti akan membekas,


untuk yang lainnya tidak ada masalah, hanya perlu merawat luka punggungnya saja.


" Berapa lama suami saya bisa sembuh dok, saya dengar pelaku akan di adili di kota kami,


"Ada baiknya untuk bermalam satu atau dua hari lagi, setelah lebih baik ibu bisa membawa suami ibu kembali,,sekalipun nanti kembali mohon untuk berhati-hati dan juga harus merawat lukanya sampai kering dan sembuh.

__ADS_1


"Baiklah dok terima kasih banyak, saya permisi.


Aku pun meninggalkan rumah sakit untuk membeli beberapa pakaian,,,saat aku berbelanja aku seperti melihat bibi.. tapi karna sudah lama tak berjumpa aku pun ragu apa benar itu bibi, aku pun mengabaikan nya dan segera kembali ke rumah sakit untuk menemani mas Aldo,,,


"Hallo ma...???


" Sayang bagaimana keadaan nak Aldo??


"tinggal proses pemulihan kok ma, jangan khawatir,


" syukur lah nak semoga lekas sembuh dan cepat kembali,


"Baik ma,,


" Kamu lagi di mana sayang,,, apa tidak bersama nak Aldo,,???


"iya ma aku keluar sebentar karna kemarin nggak sempat bawa baju ganti,


" ya sudah berhati hatilah nak, kami menunggu kalian kembali secepatnya,


telfon pun terputus,, sampai di rumah sakit, mas Aldo sedang mau menganti perbannya dengan suster,


"Boleh ajari saya sekalian Sus,


" Silahkan bu,,


"Apa mas merasa sakit,,, perih ya...???


" Aku bisa menahan nya, tidak masalah.


suster pun lanjut memberikan obat serbuk putih entah itu apa...??? lalu kembali membalut dengan perban baru..


"Sudah selesai pak, bu,, saya permisi


" Terimakasih sus,,,


"Apa sangat sakittt....????


" kenapa dari tadi bertanya terus, kemarilah...


Mas Aldo pun memelukku...., aku masih tidak PD karena belum membersihkan diri,


"Aku pergi menganti pakaian dulu mas,,,saat aku berlalu ponselku justru berdering,,,, Video call dari orang tua mas Aldo,,, Aku pun segera menyapa dan tentu mereka sangat khawatir dengan mas Aldo,, sedikit banyak kami mengobrol hingga panggilan berakhir, aku segera membersihkan diri dan menemani mas Aldo makan malam,

__ADS_1


" Besok kita kembali ke rumah.


"Dokter bilang belum bisa mas,,?


" Kenapa tidak,,, kamu lihat badan ku sehat begini kan,


"ia mas, tapi luka mas kan belum kering total,


" Aku pastikan besok pagi sudah kering, jadi tenang lah, besok siang penerbangan kita.


"Terserah lah mas,,, percuma berdebat, mas juga tidak mendengar kan ku,batin Lala


Pagi harinya dokter dan suster pun melakukan kontrol pengecekan... perban mas Aldo pun di buka kembali, memang benar sudah lebih baik dari kemarin,,. Dokter pun memberi izin untuk pulang dengan syarat tetap merawat luka dan kontrol ke rumah sakit, setelah administrasi selesai kami pun berangkat ke bandara, hanya satu pengawal yang mengantar kami,


"Setelah mereka membaik kalian cepatlah kembali,


" Baik Tuan.


Mas Aldo selalu perhatian pada pengawal nya.


Tiba di bandara kota kami,Pak Ardi pun sudah menunggu untuk menjemput kami,,, sepanjang perjalanan mas Aldo masih sibuk dengan ponselnya,, pasti banyak pekerjaan yang tertunda selama tiga hari ini... sampai di rumah bibi dan yang lain menyapa kami,, makan malam pun di siapkan..., Selesai makan malam aku membantu mas Aldo menganti perban, , mas Aldo pun sibuk diruang kerjanya,,,,


"permisi nyonya.. ini ada beberapa surat dari kantor pos,


" Baik bi Terima kasih,,


Aku pun melihat tumpukan surat itu, salah satunya dari kantor polisi, aku pun langsung membuka nya dan itu adalah surat pemberitahuan,


"Sidang pengadilan Tuan Alex akan berlangsung pada : 03 maret 2015


waktu : 10:00 WIB


Tempat : pengadilan pusat


Diharapkan bapak atau ibu pelaporan untuk hadir dalam persidangan.


Aku pun bergegas memberi tahu mas Aldo,


" kita pasti akan menghadiri nya, lalu bagaimana dengan Cindy,


"Aku sudah menyiapkan pengacara untuk Cindy, Bagas dan Cindy pasti sudah menemuinya mas,


" Semua bukti juga sudah dikumpulkan, kita pasti akan memenangkan nya,

__ADS_1


"Kalau begitu minum obat dan istirahat lah mas.


" Baiklah ratuku, temani aku bermimpi.


__ADS_2