Jiwa Raga Pembantu

Jiwa Raga Pembantu
Teka-teki


__ADS_3

"Bagas kamu dimana...??? Cindy menelfon Bagas,


" Kamu kenapa Cindy...,


"Tolong aku,,


" kamu di mana,,


"Di taman kampus,


" Baiklah aku segera ke sana,


"Tunggu Bagas,,


" Apa kamu memerlukan sesuatu..??


"Tolong ambilkan obat di pamanku,,, paman akan ada meeting penting, ambilkan pada sekertaris nya,


" Baiklah, baiklah kirimkan alamatnya,,,


Aku pun menjadi panik, sebenarnya Cindy sakit apa.? kak Lala juga tidak pernah bercerita dan kenapa bisa obatnya ada pada paman nya????


saat aku tiba di tempat tujuan, sudah ada yang menungguku di loby,


"Dengan tuan Bagas,,


" ia benar saya sendiri,,


"Tuan alex berpesan, obatnya ada di dalam dan hanya nona Cindy yang boleh membuka nya,


" Baiklah terimakasih.


Aku pun bergegas ke kampus Cindy, hanya perlu waktu 15 menit aku sampai, beruntung jalan tidak macet,


"Hallo Cindy kamu disebelah mana...,?


" Aku aktif kan GPS ku ya...


"Ok bertahan lah,


Aku pun bergegas mengikuti petunjuk hingga sampai di tempat Cindy,


" Cindy, Cindy sadarlah,, panik Bagas


Keringat dingin bercucuran di badan Cindy, wajahnya begitu pucat dan menggigil,,,


"Mana obatnya ,,,,


Bagas pun memberikan obat yang masih terbungkus rapi dan sebotol air,


" Aku bantu ya....?


"Tidak perlu,, mas berbalik lah, jangan melihat ku seperti ini.


aku pun berbalik tanpa membantah,,, Tiba-tiba ada yang lewat...


" Apa yang kalian lakukan di sini,


"Pak Dosen,,, cletuk Cindy


" Pacar saya sedang sakit pak, saya kemari menjemputnya,


Dosen pun mengawasi Cindy,,,,


"Ya sudah, cepat bawa dia berobat, ,,

__ADS_1


" terimakasih Pak.


Bagas pun lalu berjongkok...naiklah,


"apa yang kamu lakukan,,


" Naiklah aku akan menggendong mu,,


"Aku masih bisa jalan sendiri,,


" Jangan mempersulit keadaan.


Akhirnya Cindy turun ke punggung Bagas, Bagas pun dengan hati-hati menggendong nya sampai ke mobil,,, Tiba-tiba air mata Cindy menetes di pundak Bagas,


"Apa masih terlalu sakit??


" Tidak,,, maaf merepotkan mu,


"Tidak perlu, sudah seharusnya sebagai pacar yang baik.... Aww,


Cindy menepuk pundak Bagas dan tersenyum,,


Apa aku pantas untukmu Bagas,, batin Cindy.


karna Cindy tidak mau di bawa ke rumah sakit,, akhirnya pulang bersama ke rumah Bagas sampai kondisinya lebih baik lagi.,,,, istirahat lah dulu, kalau ada perlu bisa panggil bibi atau aku,,, tiba-tiba ponsel Cindy berdering,,,


"Paman ucap Cindy lirih,


" Angkatlah,, aku tinggal dulu,,


Bagas pun meninggal kan Cindy, karna mungkin itu sedikit privasi.


"Hallo paman


"ia paman, beruntung Bagas datang tepat waktu kalau tidak.... ???


" kamu tetap akan baik-baik saja, jangan terulang lagi.... apa dia membuka kotaknya..??


"Semua aman kok paman, terjamin.


" jaga diri dan berhati-hati lah,,


telfon pun terputus,, Cindy membasuh muka dan pergi ke luar,,,, rumahnya simpel tapi elegan ,, Cindy melihat ke sekeliling...


"Bi... Tuan dimana


" ada di belakang nona,, mari saya antar


och ternyata sedang berenang...,


"nona mau di buat kan sesuatu,,


" boleh bi,,, makanan ringan sama minuman untuk kami,


Ternyata Bagas juga pandai berenang,,,


"Kamu ngapain kesini... teriak bagas


" Aku bosen dikamar.,


Bagas pun berenang ke arahku,,,


"mau ngobrol di dalam...,


" di sini lebih segar udaranya,,

__ADS_1


"kamu benar sudah tidak apa-apa


" Beneran aku sudah membaik kok,,,


"kalau aku boleh tahu kamu sakit apa...?


" Hanya semacam Alergi bawaan


"Oh,, lain kali berhati-hatilah


Sepertinya ada yang di sembunyikan Cindy,, Bibi pun datang membawa kan pesanan Cindy,,


" Emmm... masakan Bibi enak sekali mas,


" ia,,, aku juga terkesan saat pertama kali mencoba nya


"kamu nggak mau menetap di sini mas,,,


" Belum ke fikiran sich,,, tapi ,,


"tapi apa...???


" kalau kamu jadi istriku, bisa ku pertimbangkan


uhuk,,, uhuk Cindy pun tersedak... Bagas pun terkekeh.. hahahaha pelan-pelan donk makan nya


Cindy hanya mencebik,,,


"o'ya kenapa kamu tidak membawa obatmu sendiri, ceroboh sekali kan berbahaya.. dan bagaimana paman mu bisa menyimpan obatmu.


" ya karna sudah lama tidak kambuh,, aku juga lupa tidak membawa nya... masalah paman,,, karna paman yang selama ini merawatku,, maksudnya lebih dekat dengan ku... jangan beri tahu ortu ku ya,


"kenapa.. jangan bilang mereka tidak tahu


" Mereka tahu lah,,, tahunnya sudah sembuh, aku nggak ingin mereka khawatir itu aja..,


"Ya sudah ayo masuk dan istirahat lah,


Sore harinya Bagas mengantar Cindy pulang,,


" Nanti bilang saja, jemput aku di perpustakaan


"Siap tuan putri,,, goda Bagas


Akhirnya sampai di rumah Cindy... kebetulan ada papa mamanya ngajak makan malam bersama,,, mereka welcome sekali,,, aku pun mengutarakan status hubungan kami,, aku pun pamit dan pulang


saat tiba di rumah, aku melihat bibi membawa kantung sampah dari kamar Cindy,,


"Tunggu Bi,,,


" Ada apa tuan...?


"Boleh Tolong buka sebentar bi,,


Saat bibi membuka nya,, benar saja ada kotak obat tadi,


" Biar saya saja nanti yang membuangnya bi,,


"silakan tuan...,


Bagas pun menggambil kantung sampah itu,


Sampai segitunya tuan,, apa karna bekas pacarnya tadi, batin bibi keheranan,


Kira-kira Cindy sakit apa ya....???

__ADS_1


__ADS_2