
Terdengar suara mobil mas Aldo, aku pun bergegas merapikan diri dan turun,,
," Hallo sayang aku kangen banget, sapa mas Aldo memelukku,,"
"Mas pasti capek kan, aku sudah masak spesial buat mas,,,
"kebetulan mas sudah lapar,, "
"mas nggak mau ganti dulu ???
"nggak sayang, aku masih harus kembali ke kantor !"
"yah baru datang masa pergi lagi,,"
"maaf ya sayang aku usahakan nanti pulang lebih awal.,begitulah mas Aldo yang selalu sibuk dengan pekerjaan nya, setelah mas Aldo pergi, aku pun pergi melihat toko bunga dan cafe,,, suasana di kantor, "wah Tuan Aldo sudah datang cepat cepat, ricuh para karyawan,,,
"Aldo pun menuju ruangan nya,, Sasa yang berpapasan pun memberi salam,,, "
"apa aku langsung tunjukkan Vidio kemarin ya,, tapi kalau aku langsung memberikan nya terus Tuan membela wanita itu,Jangan-jangan aku yang kena marah, di pecat lagi,,, tidak-tidak aku harus cari cara, Sasa pun berfikir keras dan akhirnya mendapatkan ide, Sasa menyalin semuanya ke dalam flashdisk, di masukkan ke dalam amplop dan mencari kurir untuk mengantarkannya hingga di terima sekertaris dan di berikan pada Aldo.
"karna Aldo masih sibuk dengan berkas-berkasnya Aldo tidak terlalu menghiraukan amplop itu apa lagi tidak ada identitas pengirim.
" Di sisi lain Lala pergi ke rumah Bagas yang izin kerja karena sakit, Lala membawakan makanan juga beberapa obat demam,,
"apa tidak sebaiknya ke dokter saja, Badan kamu panas banget lho? ..
__ADS_1
"tidak apa-apa kak nanti pasti reda setelah minum obat.
"ya sudah istirahatlah, kakak tunggu di luar, nanti panggil saja."
Aldo yang sudah selesai dengan beberapa berkas penting nya,, dia pun teringat amplop tadi, bagaimana bisa tidak ada nama pengirimannya, Aldo pun membuka amplop itu,,, sebuah flashdisk, karna penasaran Aldo pun menyambung kan ke laptopnya,, terlihat jelas Lala yang memegang tangan Bagas bahkan mengejar Bagas juga saat terkilir sampai berpelukan di taman, foto dan vidio itu seketika membuat nya geram dan melempar asbak kaca ke meja... praangggg vas dan kaca meja pun ikut pecah,, sekertaris yang kaget pun masuk,,
"Maaf tuan ada apa???
"siapa yang mengirimkan nya tadi?.
""ha, ha, hanya seorang kurir tuan,, sekertaris nya pun terbata bata karna ketakutan,,
"temukan dia,"
""tapi 3 jam lalu sudah pergi Tuan.
"baik Tuan baik,, sekertaris nya keluar dengan tubuh lemas dan menangis,, Tuhan apa isi amplop itu kenapa Tuan begitu marah, saat sekertaris menenangkan diri,,tiba-tiba Aldo keluar,sontak sekertaris pun terlonjak kaget dan meminta maaf,,,,
""kamu tidak perlu minta maaf, pergi ke bagian keamanan, lihat CCTV saat kurir itu datang, ambil gambar juga cari informasi nya, besok letakkan di meja saya,,
""Baik Tuan."
" Aldo pun bergegas pulang ke rumah,beberapa pesan dan telfon ke Lala tapi tidak ada jawaban, kemarahan Aldo pun semakin menggebu-gebu,, saat tiba di rumah,Aldo lebih memilih berdiam di ruang kerjanya dengan beberapa bir kesukaannya,, "Di rumah Bagas ternyata Lala sedang memasak untuk Bagas,,, Lala pun mengecek suhu Bagas, ""syukur lah demam mu sudah turun,,,
""terima kasih kak, sudah sore,kakak pulang lah," ""Baiklah, kakak sudah memasak nasi juga lauk di meja makan, kakak pamit dulu, kalau ada apa-apa cepat kabari kakak,,
__ADS_1
" ia kak maaf merepotkan. "
"jangan bilang seperti itu lagi," aku pun bergegas menggambil tas dan pulang,, karna sibuk mengurusi Bagas aku tidak sempat membuka Hp,, dan benar saja saat aku membuka nya.. begitu banyak notifikasi dari mas Aldo,, karna aku menyetir sendiri jadi aku langsung menelfon,, ""Hallo mas,,"
" kamu dimana, suara ketus Aldo,, "
"aku masih diperjalanan pulang,, mas di mana,? ""cepatlah aku tunggu di rumah, tut tut tut..,"
ada apa dengan mas Aldo firasatku tidak enak sekali, setelah empat puluh menit Lala pun sampai di rumah,, pelayan pun menyambut nya,, "dimana Tuan Bi ??
"Tuan ada di ruang kerja Nyonya,,
"terimakasih Bi,,, aku pun langsung ke ruang kerja , dan betapa kagetnya saat aku masuk aroma rokok dan bir yang begitu kuat,, aku pun menutup pintu, "Mas Aldo kenapa seperti ini.
" Aldo pun terlihat begitu sangat mabuk, Apa kamu mendengarkan ku ?
"Mas Aldo teriak ku,,, mas Aldo justru membuka laptop nya... dan berdiri mendekatiku,,
" kenapa kamu menghianati ku teriak nya,, "
"aku pun masih samar-samar melihat vidio nya,, "jawab aku, apa karna pria itu kamu menolak ku triak mas Aldo lagi,
" tunggu itu tidak yang seperti mas Lihat,aku bisa menjelaskan nya,, mas Aldo pun mendorong ku hingga jatuh ke kasur,, mas Aldo dengarkan penje....??? belum aku selesai bicara mas Aldo sudah membungkam mulutku dengan bibirnya, saat aku ingin melawan, mas Aldo justru menindih ku bahkan justru lebih dalam membungkam ku hingga rasanya nafasku berhenti,, air mataku pun berderai menahan semuanya,, sekali pun jiwa ku melawan tapi raga ini memilih nya , tapi kenapa harus dengan cara seperti ini dia melakukan nya, malam yang panjang mencengkam aku lalui, hingga saat aku terbangun badanku serasa patah tulang semua.
ternyata sudah begitu siang, mas Aldo pun sudah tidak ada, botol botol minuman sepertinya juga sudah dibersihkan,, aku juga tidak menemukan handphone ku,"
__ADS_1
bagaimana dengan Bagas, aku pun panik di buatnya,, aku bergegas membersihkan diri, sungguh betapa buas dan mengerikan nya , saat aku bercermin ku dapati memar juga tanda merah di tubuhku,
Kasihan Sabrina tapi menang banyak di Aldo ya All,,, bagaimana kelanjutan hubungan mereka???