Jiwa Raga Pembantu

Jiwa Raga Pembantu
Kampung Halaman


__ADS_3

"Sayang besok aku akan berangkat bersama kak Lala,,


" Kamu pergi berapa hari mas,,,


"Kemungkinan empat hari sudah kembali,,


" Jadi empat hari aku sendirian donk,,


"kan disini banyak temen juga, mama nanti pasti juga kesini kan... Bagas mengusap rambut Cindy agar lebih tenang.. Cindy begitu manja semenjak masuk asrama.


Lala pun menuju kantor papa nya...., kondisi papa jauh lebih baik dari sebelumnya sehingga bisa kembali ke kantor,,, tiga bulan lagi Kevin baru menyelesaikan studinya dan bisa kembali.


"Apa kabar pa.....???


" Hallo sayang... papa baik,kamu dari mana nak..???


"Tadi dari toko dan cafe pa,, terus mampir kesini,


Lala bawakan makan siang...,


" Terimakasih sayang,,,


"Oya pa, besok aku sama Bagas mau pergi ke kampung halamannya,, sekalian mau survei tempat juga,


" Berapa hari sayang,, Nak Aldo juga ikut??


"Cuma empat hari kok pa, mas Aldo masih banyak kerjaan disini pa jadi Lala tidak mau merepotkan.


" Ya sudah hati-hati dan juga jaga perasaan nak Aldo,


"Iya pasti pa, terimakasih.


malam pun berganti pagi, aku pun sudah mengemas pakaian dan keperluan ku,, setelah sarapan mas Aldo mengantarku ke Bandara.. Bagas pun sudah siap di bandara,


" Kalian berhati-hati lah ... ,


"Terimakasih mas,,, kami masuk dulu..


Aku dan Bagas pun bergegas agar tidak ketinggalan penerbangan.. siang hari kami sudah sampai di tempat tujuan.


" Kita cari penginapan terlebih dahulu...,


"Kakak nggak mau pulang ke rumah...??


" Aku memang kakakmu, tapi tidak dengan raga yang sekarang...,


"Ah, ia benar juga..,


Setelah mendapatkan tempat penginapan, kami pun pergi ke makam ibu,,, sampai di tempat pemakaman tak lupa aku membeli sekranjang bunga setaman..., hatiku pun terasa sesak saat tiba di makan ibu,,


" Bu lihatlah siapa yang Bagas bawa kemari..


aku pun berjongkok disebelah Bagas,,, dan menabur bunga,


" Apa kabar ibu di sana... ini Sabrina buk,, maafkan aku baru datang kesini... air mataku pun berlinang begitu saja,,,,.


tak lama datang seorang gadis rupawan menyapa Bagas, aku pun kembali memakai kaca mata hitamku,,, tak sengaja aku juga melihat Namaku Sabrina di papan nisan sebelah ibu, tapi aku harus menahan diri untuk saat ini.


"Mas Bagas, kapan dateng nya kok ndak ngasih kabar aku,,


" Mas baru nyampek kok, maaf belum sempat berkabar,,,.


"Trus disamping mas ini siapa, aku lho yang rawat makam Bude,


" Oh ya kenalin ini Bos mas ,,, Nyonya Lala


dan ini keponakan saya Inaya,,, Terima kasih sudah merawat makam ibuku,


"Saya duluan... ucapku meninggalkan Bagas dan ponakan nya,,,

__ADS_1


" Sudah dulu ya naya,, nanti mas kabari lagi..,


Inaya pun merasa sebal ditinggalkan Bagas,,,,,


"Inaya adalah putri bungsu bibi kak,,


" Oh ya, kebetulan sekali,, sepertinya dia menaruh hati padamu,


"Apaan sih kak, dia sudah seperti adik Bagas lho, kakak salah nebak ,


" Kamu nya aja yang terlalu polos hahaha.. ibu berada tepat di sebelah makam ku benar kan,


"Ach iya benar, karna pesan ibu kalau wafat maunya dimakamkan sebelah kakak,,


Kakak mau ke penginapan atau ke rumah lama kita,,,


" Makan dulu lach, emang kamu nggak laper...


"Laper banget kak,,,


" Warung makan tempat kakak kerja dulu masih buka nggak ya,,


"Masih kok kak, tapi sekarang yang ngurus anaknya,,,


" Ya sudah kita kesana,,, jangan lupa kabari Cindy


"Sudah donk kak,, tidak akan mengecewakan.


Kami pun pergi ke tempat aku bekerja dulu,, aku sangat rindu dengan kampung ku terutama ibuku, tapi kenyataan memang tidak selalu sesuai harapan,, semoga ibu tenang di sana,,,


Warungnya masih ramai seperti dulu hanya saja tempat nya sudah banyak renovasi tentu jauh lebih bagus,,,selesai makan siang yang sudah sangat lewat.. kami kembali ke penginapan untuk istirahat sebentar,


malam harinya aku dan Bagas pergi ke rumah kami dulu,, juga sekalian mampir ke rumah bibi,,


"Rumah kita terlihat sangat terawat,,


Aku pun masuk ke dalam... menelusuri setiap ruangan, masih sama seperti dulu,,, aku mendengar Bagas bercengkrama dengan seseorang di depan,,


"Slamat malam pak... sapa ku


" Ini pak Heri yang merawat rumah ini,, dan ini bos saya yang akan membeli rumah ini,


"Slamat datang Bu,, rumah ini memang sangat bagus dan antik terawat, di jamin tidak akan kecewa


" Terimakasih banyak pak Heri, kedepannya saya pasti juga akan merepotkan bapak,


"Tidak masalah bu, dengan senang hati saya bantu selama saya mampu,, silahkan lanjutkan,


Nak Bagas bapak permisi dulu ya,,


" Tunggu sebentar pak,, ada sedikit oleh-oleh buat keluarga,,, Bagas pun mengambilkan bingkisan di dalam mobil, sengaja menyewa mobil agar lebih mudah saat berpergian.


"Banyak sekali Nak,,, terimakasih ya


" Sama-sama pak..., pak Heri pun sudah pergi..,


"Kakak masih mau di sini...,


" Bantu kakak mencari album kenangan kita, setelah itu kita ke rumah bibi, ,,


Setelah menemukan semua yang ku inginkan kami pergi ke rumah bibi yang tak begitu jauh dari rumah kami,


"Bagas pun mengucap salam... Bibi,, biii... beberapa menit kami menunggu,,, akhirnya ada jawaban,


" Ya ampun nak Bagas... bibi pun memeluk Bagas,


kok ndak bilang bibi mau dateng mari masuk silahkan,,, Nona cantik ini siapa???


"ini Majikan Bagas bi,, tadi habis survei kebetulan lewat sini jadi mohon mampir sebentar,

__ADS_1


" Bibinya Bagas... saya Lala


akrab sekali Bagas dengan bibi, maklum saja Bagas belum tahu bagaimana bibi dulu padaku, batin Lala


"Tadi Inaya juga bercerita , ketemu nak Bagas di makam,, nak Bagas lama kan di sini,


" Aku cuma tiga hari di sini bi,, Paman kemana bi,


"Cepat sekali,, Paman lagi jemput Inaya, motornya mogok di jalan,


" Kalau begitu kami permisi dulu ya bi,


"Kok buru-buru sekali nak,


"Iya bi, besok Bagas mampir lagi kalau ada waktu,


" Usahakan ya nak, jangan lupa kabari bibi,


terimakasih oleh-oleh nya juga.


Kami pun akhirnya pergi meninggalkan rumah bibi,


"Kakak kenapa diam saja,,??


" Lalu kakak mau bicara apa, bibi kan tahunnya kakak bos kamu,


"iya juga,, lalu kenapa kakak mau mampir..??


" Hanya ingin melihat ulang wajah bibi saja,,,


"Kenapa kakak bisa sampai membenci bibi..??


" Karna bibimu lah yang menyebabkan kecelakaan kakak 10 tahun silam, Bagas pun terkejut dan mendadak menginjak rem,,


"Yang benar kak,, bagaimana mungkin kak,,


" Kalau kamu tidak percaya, besok kita selidiki lagi,


"Bagaimana caranya kak,,, kasusnya juga sudah ditutup waktu itu,


" Kakak pasti punya rencana..., kita makan malam dan kembali.


"Baiklah kak,


Tentu saja kami memesan dua kamar terpisah tapi pintu berhadapan,,,


" istirahat lah besok kita ketemu di bawah jam 09:00 pagi... jangan lupa sarapan dulu.


"Siap laksanakan kak,,,


hist cebik ku,,, beruntung punya adik baik dan penurut..., aku langsung mengganti pakaian dan rebahan di ranjang,, mas Aldo pun menelfon,


" Dari mana saja sayang,,,


"cuma lihat rumah lama dan ke rumah bibi saja mas,,, Mas sudah makan


" Aku tak selera makan tanpamu,


"Mulai dech ngegombal... besok aku mau menemui juragan ikan, aku mau lihat bagaimana nasib orang itu,


" Cepat selesai kan dan cepat kembali,,,(aku sangat merindukanmu,,, batin Aldo)


"Baiklah sesuai perjanjian empat hari kembali,


Mas juga jangan bekerja sampai larut malam, tidurlah lebih awal,


" Baiklah, kamu juga cepat istirahat.


telfon pun terputus,,,, aku masih belum bisa tidur, akhirnya bangun dan melihat Album lamaku,, dimana setiap kenangan ku bersama ibu tersimpan.

__ADS_1


__ADS_2