Jodoh Dari Nenek

Jodoh Dari Nenek
Elsa putri wisnu anwar sanjaya


__ADS_3

-Kita akan kemana non?


-Semarang.


-Maksud non ke rumah tuan anwar.


-Tidak usah pura pura lagi semua orang rumah juga sudah tau , kalo pak awan itu utusan kakek, lebih tepatnya mata mata.


-Jadi saya sudah ketahuan? sejak kapan non tau ?


-Tentu saja sejak awal bapak mulai kerja dengan keluarga kami, bapak kira bisa bohongi keluarga kami?


-Maaf non saya cuma di suruh tuan anwar untuk melihat keadaan di rumah non.


-Apa tiketnya sudah di beli?


-Belum, non.


-Kenapa belum?


-Apa sebaiknya kita naik mobil saja itu akan lebih aman, tapi kalo non elsa maunya naik bis , biar saya sewakan saja biar lebih aman dan nyaman


-Jangan naik mobil itu akan mudah di lacak , itukan mobil milik keluarga kami.


-Bukan mobil itu , tapi mobil yang lain.


-Maksudnya,


-Sebenernya utusan tuan anwar bukan cuma saya , tapi masih banyak lagi .


-Om atur aja deh gimana baiknya. bolehkan elsa panggil om aja?


-Terserah non saja .


Beberapa menit kemudian


-Waaah gue nggak nyangka, ternyata kalian juga orang orang kakek. gue merasa di hianati


-Gue kira loe udah tau?


-Kalau loe gue tau , tapi kalo kak ryan gue baru tau .


-Akting gue kan bagus .hehehe


-Jadi soal yang kakak suka nina juga akting? ujar elsa jail.

__ADS_1


-Tentu saja dia bohong , dia memang suka gitu dari dulu , sampe eneg gue dengernya.ujar nina


-Nina jaga bicaramu . maafkan anak saya tuan


-heh nina mendengus kesal


keesokan harinya


-Apa sudah ada kabar tentang elsa?


-Sudah tuan . dia sekarang berada di semarang di kediaman sanjaya.


-Kenapa kalian masih berdiri di situ , ayo cepat kita ke semarang sekarang!


-Tapi tuan.


-Ada apa lagi!


-Kita tidak bisa kesana tuan , kluarga tuan dan keluarga sanjaya dari dulu tidak akur , kita tidak bisa sembarangan datang kesana.


-Sial sial sial . umpat rasya frustasi


kediaman keluarga sanjaya


-Apa tidurmu nyenyak sayang....


-Bangun dan mandilah semua orang sudah menunggu di bawah untuk sarapan. ujar wanita paruh baya itu lembut


-Elsa kembali mengangguk


elsa tiba di semarang hampir tengah malam , sehingga setibanya di sana ia langsung beristirahat.


beberapa menit kemudian


elsa menuruni anak tangga di dampingi oleh pelayan, pelayan itu menuntun elsa menuju ruang makan .


-Setibanya di ruang makan , elsa berdecak kagum , apa ini bener ruang makanya , kenapa lebih mirip restoran ujarnya dalam hati.


-Kemarilah nak , suara pria paruh baya itu membuyarkan lamunan elsa.


-Elsa pun menghampiri sang kakek.


pria berambut putih namun masih terlihat tampan , karna bentuk tubuhnya yang masih terlihat kekar dan kuat itu.


-Perhatian semuanya, ujar pria yang biasa di panggil tuan anwar itu, membuat semua yang berada di ruang makan tersebut berdiri termasuk ryan dan nina.

__ADS_1


Perkenalkan dia adalah cucu saya


ELSA PUTRI WISNU ANWAR SANJAYA


Mulai sekarang kalian harus mematuhi semua ucapanya , tanpa kecuali.


karna mulai hari ini dia adalah penerus dari sanjaya groub.


semua yang berada di ruangan tersebutpun bertepuk tangan tak terkecuali nina ryan dan pak awan, mereka tersenyum bahagia akan kehadiran elsa .


-Nikmatilah sarapan kalian dan lanjutkan acara perkenalanya sesudah makan .ujar tuan anwar.


-Apa kau suka makananya sayang . ujar wanita baruh baya itu,


-iya. jawab elsa singkat


-Omah panggil dia omah murni . ujar sang kakek.


-Omah . ujar elsa


-Pelan pelan saja sayang , omah tau kamu belum terbiasa di sini , tapi kami juga keluargamu omah harap kamu akan betah tinggal disini.ujar omah murni sayu


-Kenapa omah nangis apa elsa menyakiti hati omah?


-Tentu saja tidak sayang, omah hanya rindu pada mamahmu sudah puluhan tahun kami tidak bertemu, melihatmu di sini omah merasa sangat bersyukur sekali. akhirnya tuhan mendengar doa omah.


-Kenapa omah hanya menangis saja, ?


-Apa , ujar omah murni bingung akan ucapan elsa


-Maksud elsa kenapa omah tidak memeluk elsa tapi malah menangis, bukankah omah bilang rindu mamah , bukankah wajah elsa juga agak mirip mamah walau sedikit sih. ujar elsa dan merentangkan tanganya.


-Kamu ini bikin malu saja kenapa malah menangis di saat seperti ini. ujar kakek anwar


-Aku menangis karna bahagia, kenapa kau memarahiku . ujar omah murni


-Apa kakek tidak mau memeluku juga.


-ehem


-Ayolah kakek tidak usah malu begitu , buanglah gengsimu kali ini saja. atau aku akan membuatmu terbang ke arahku.ujar elsa sambil tersenyum


-Apa kau akan menggunakan kekuatanmu untuk mengancam kakekmu sendiri.


-Tentu saja bila itu di perlukan.ujar elsa dengan tawa khasnya.

__ADS_1


-Dasar anak nakal. ujar sang kakek kemudian berdiri menghampiri cucu dan istrinya. tawa dan air mata memenuhi ruangan tersebut , semua yang berada di ruangan tersebut menangis haru dan bahagia. akhirnya penantian panjang itu usai tanpa adanya kekerasan dan paksaan.


sang kakek pun kembali ke kursinya begitu pula omah murni. mereka duduk di kursi masing masing dengan meja bundar di tengah mereka. sedangkan elsa duduk di kursi yang dulu biasa di tempati sang ibu. meja tersebut memang hanya berisi 3 kursi sejak dulu .


__ADS_2