
Siangnya erik menjemput Elsa tanpa di ikuti oleh Elo yang sedang sibuk dengan urusanya.
"Mau langsung pulang atau mau jalan dulu?" tanya Erik ketika Elsa sudah duduk disampingnya. .
"Langsung pulang aja deh Elsa cape, lagian jalan jalan juga percuma pasti ntar kak Elo nyusul. Males banget di buntutin dia mulu," ujar Elsa.
"Hari ini kakak jamin Elo nggak bakal gangguin kita berdua, dia sedang sibuk soalnya. Jadi mau pulang atau jalan nih?" tanya Erik.
"Jalan dong kapan lagi bisa pergi berdua tanpa di recokin sama kak Elo," ujar Elsa.
"Siap tuan putri ku sayang, mau kemana dulu nih kita," tawar Erik.
"Makan habis itu nonton, tapi nontonya di tempat biasa aja ya biar lebih seru dan rame," pinta Elsa.
" Iya hari semua keinginan tuan putri akan hamba penuhi," ujar Erik kemudian melajukan mobilnya.
"Kapan kakak berangkat?" yanya Elsa.
"Kenapa udah mulai bosen ya lihat wajah kakak?" tanya Erik agak kecewa dengan pertanyaan Elsa, padahal baru satu hari ia kembali. Tapi sudah di tanya kapan berangkat padahal hampir satu tahun Erik tidak bertemu Elsa. Rasa ribdu belum terobati tapi yang di rindukan malah tak mengerti.
Tiba tiba ponsel Erik berdering.
"Ada apa El?" tanya Erik ketika panggilan tersambung.
"Loe sekarang dimana?" tanya Elo.
"Lagi di jalan nih sama adik loe, rencana sih mau makan sekalian nonton. Kenapa emang?"
"Batalin dulu aja rencana kalian, mending langsung pulang kerumah. Ada sesuatu yang penting, omah minta loe bawa Elsa pulang," ujar Elo.
"Ok," jawab Erik kemudian memutus panggilan.
"Kenapa kak?" tanya Erik.
"Kita di suruh pulang sama omah, nontonya lain kali aja yah," ujar Erik.
"Iya," jawab Elsa kecewa karna gagal kencan dengan Erik.
"Kakak janji lain kali kita nonton berdua, jangan sedih gitu dong wajahnya," ujar Erik.
"Siapa yang sedih, aku nggak sedih tuh. Lagian udah biasa juga udah kebal kok kak aku."
"Jangan bilang begitu dong kakak jadi tambah nggak enak nih. Kakak janji lain kali kita pergi berdua," ujar Erik.
"Nggak usah janji deh kak, lagian nggak akan mungkin juga," ujar Elsa. Setelah itu tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Elsa. Ketika Erik mengajaknya bicara Elsa memilih untuk pura pura tidur untuk menghindar.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Elsa langsung naik dan masuk ke kamarnya.
"Elsa kenapa bro?" tanya elo.
"Ngambek karna nggak jadi nonton, oh ya loe nyuruh gue cepet pulang ada hal penting apa?" tanya Erik
"Gue bosen sendirian," ujar Elo dengan entengnya. Membuat Elo yang kesal langsung melayangkan tinjunya di lengan Elo.
"Aaaaw sakit bego," keluh Elo.
"Dasar sahabat laknat loe, nggak bisa lihat temen seneng dikit loe," ujar Erik dan langsung mengejar Elsa ke kamar.
"Emang bosen dosa yah, mukanya itu hal yang wajar. Dasar Erik aneh mana mukulnya kenceng banget lagi," ujar Elo tanpa dosa.
Tuk tuk tuk Erik mengetuk pintu kamar Elsa.
"Masuk nggak di kunci," jawab Elsa dari dalam.
"Marah ya, jangan marah ke kakak dong. Salahin tuh kakak kamu yang kelewat usil, kakak kira tadi beneran omah yang nyuruh," ujar Erik mencoba merayu Elsa.
"Iya," jawab Elsa singkat sambil berganti baju.
membuat Erik seketika memalingkan wajahnya. "Nih anak sembarangan banget buka baju, di kira gue nggak punya nafsu atau sengaja nguji iman gue sih," batin Erik.
"Gimana kalo kita lanjut acara kita?" ajak Erik.
"Jangan gambek gitu dong, aku minta maaf iya aku bego karna masih bisa ketipu sama ucapan Elo. Jangan ngambek lagi dong, masa aku udah jauh jauh terbang kesini cuma buat di cuekin doang."
"Au ah gelap," ujar Elsa.
"Sayang jangan ngambek lagi dong," rayu Erik sambil memeluk Elsa dari belakang. "Kamu nggak kangen?" ujar Erik sambil mengangkat tubuh Elsa agar duduk di pangkuanya.
"Bilangnya kangen, tapi setahun baru balik udah gitu susah di hubungi lagi. Itu yang namanya kangen."
"Maaaf sayang aku nggak bisa konsen kalo sering denger suara kamu. Jadi mending aku cepet cepet selesein pekerjasn aku supaya bisa cepet pulang dan ketemu kamu," ujar Erik.
"Pinter banget bohonya, sebenernya kamu beneran cinta nggak sih sama aku, kok aku jadi ragu," ujar Erik.
Bukanya menjawab Erik justru memeluk Elsa dengan erat. Kepalanya ia senderkan di baju Elsa yang masih duduk di pangkuanya.
"Geli tau," protes Elsa.
"Aku udah nggak kuat lagi, kamu tau nggak kalo saat ini sedikit saja kamu bergerak. Aku nggak tau harus gimana menahanya lagi, bisa kan kamu tetap diam seperti ini sementara," pinta Erik dengan mata sayu.
Elsa pun menuruti ucapan Erik ia hanya memejamkan mata dan menikmati setiap sentuhan lidah Erik, yang bermain di bibirnya.
__ADS_1
"Kayanya gue udah gila deh El," ujar Erik
"Emang loe gila baru nyadar sekarang loe," respon Elo.
"Kurang ajar loe," ujar Erik sambil melempar bantal ke wajah Elo.
"Loe kan pedofil," ujar Elo.
"Sembarangan tuh b**** kalo ngomong di jaga ya, gue sampai rela nunggu adik loe ampe bertahun tahun buat apa. Loe tau nggak gimana rasanya nahan hasrat bertahun tahun, bahkan gue sampai rela pergi jauh supaya nggak jadi hewan buas. Loe mana tau rasanya jadi gue, loe kan suka tebar benih kesana kemari," ujar Erik.
"Sembarangan loe bilang gue penyebar benih, gue pake pengaman ya. Gue juga lakuin itu atas dasar cinta bukan ke sembarang orang. Salah sendiri anak kecil loe gebet, sekarang malah minta di kasihani. Yang nyuruh loe gaet adik gue siapa. Untung aja loe sahabat gue, kalo bukan udah habis loe di tangan gue. Harusnya loe terima kasih ke gue, karna udah relain adik gue yang berharga itu buat loe," ujar Elo.
"Makasih abang ipar ku yang baik, puas loe. Udah sore gue cabut dulu," ujar Erik.
"Mau kemana loe, kok cabut belum juga di tanam," canda Elo.
"Otak loe ya dasar nggak ada benernya," ujar Erik.
"Bercanda, loe mau kemana?" tanya Elo.
"Pulanglah bego," ujar Erik.
"Emang punya rumah loe mau pulang," ujar Elo.
"Kampret loe biar gue nggak ada rumah gue masih punya apartemen. Udah ah gue balik dulu, kelamaan bareng lie sama Elsa bikin gue tbah gila."
"Lah kenapa nggak nginep aja, biasanya juga loe ampe berminggu minggu disini. Di suruh pulang juga nggak tau diri, tumben amat loe di suruh nginep nggak mau."
"Takut hilaf gue di sini mulu, banyak demitnya rumah loe sekarang bikin gue tambah nafsuan," ujar Erik.
"Gaya loe padahal ngarep gue iyain kan," ujar Elo.
"Emamg boleh?"
"Boleh tapi syaratnya gue boleh nonton, siapa tau loe salah l***** kan bisa gue ajarin," ujar Elo.
"Bercanda loe kelewatan g****, kalo gue hilaf beneran mau tanggung jawab loe," ujar Erik.
"Tenang aja loe nggak perlu khawatir, gue yang bakal tanggung jawab. Tanggung jawab buat mutilasi loe," ujar Elo sambil melempar bantal ke arah Erik.
"Kampret gue hampir ketipu, padahal gue tadi udah ngarep. Siapa tau otak loe lagi ke geser gara gara gue timpuk pake bantal barusan."
"Ngarep apaan loe, ngarep apaan gue tanya," ujar Elo sambil melotot siap menerjang Erik.
"Kakak balik dulu bae sayang," teriak Erik, ketika melihat Elsa kemudian berlari sambil tertawa kencang.
__ADS_1
"Sayang sayang pala loe peang," ujar Elo sambil mengejar Erik yang keburu sudah masuk ke dalam mobil.
"Dadah kakak ipar sampai jumpa lagi," ujar Erik tertawa puas. Ia sebenarnya tau Elo hanya bercanda, tapi ia dengan sengaja menanggapinya karna ingin tau sejauh mana dia bisa menahan emosinya.