Jodoh Dari Nenek

Jodoh Dari Nenek
sakit tapi tidak berdarah


__ADS_3

Sesampainya di sekolah Elo langsung membukakan pintu untuk Elsa. Walau sempat terjadi sedikit drama waktu mau berangkat, setidaknya tidak membuat Elsa terlambat ke sekolah. Jika terlambat pasti Elsa mengamuk lagi😂.


"Silakan tuan putri," ujar Elo.


"Iiih kakak bikin malu tau nggak," ujar Elsa.


"Nih anak bukanya terima kasih malah ngegas," ujar Elo.


"Iya iya makasih kak Elo udah nganter aku kesekolah, udah sanah pulang," usir Elsa.


"Ya ampun Sa, baru juga bilang terima kasih udah langsung di usir aja," keluh Elsa.


"Kakak sadar diri kenapa sih, aku nggak mau di lihatin anak anak satu sekolah gara gara kakak ya," ujar Elo.


Ketika Elo dan Elsa asik berdebat, Erik keluar dari mobil. Ia berjalan meninggalkan Elo dan Elsa, karna ada seseorang yang menarik perhatianya.


"Tuh orang ngapain lagi, kak mau kemana?" tanya Elsa dan mengejar Erik.


Erik pun menghentikan langkahnya.


"Nggak cuma mau lihat lihat sekolah kamu aja," ujar Erik.


"Ngak usah ikut ribet deh, cukup kak Elo aja. Kakak jangan ikut ikutan dia, mending kakak ajak lak Elo balik sekarang sebelum dia makin berulah," pinta Elsa.


"Iya iya kakak pulang, kamu jangan nakal di sekolah. Sebisa mungkin tahan emosi kamu, jangan sampai orang orang tau kalau kamu berbeda. Jika ada masalah lebih baik menghidar atau lapor ke guru. Jangan gegabah saat ada masalah, kalo kamu terdesak telfon kakak atau orang rumah mengerti?"


"Iya iya Elsa tau, Elsa bukan anak kecil lagi kak," ujar Elsa.


"Pulang sekolah nanti kakak jemput," ujar Erik kemudian mencium pucuk kepala Elsa.

__ADS_1


"Hati hati di jalan," ujar Elsa kemudian melambaikan tanganya. Lambaian tangan Elsa pun di balas oleh Erik dan Elo di sertai dengan senyuman hangat dari keduanya.


Setelah keduanya pergi, para siswa siswi pun heboh membicarakan keduanya. Salah satu dari mereka bahkan ada yang bertanya pada Elsa, tentang hubungan Elsa dengan kedua pria tersebut. Namun seperti biasa Elsa enggan menjawab dan hanya berlalu pergi melewati mereka.


"Ternyata makin heboh ya sekarang," ujar Nina.


"Makanya gue paling males kalo diantar sama mereka," ujar Elsa.


"Kalo gitu minta bokap loe aja yang nganter loe, sesekali boleh lah pamerin bokap sendiri," ujar Devi.


"Itu sih namanya cari masalah, ntar yang ada mereka makin heboh."


"Lagian siapa yang nggak heboh coba, lihat mereka berdua. Untung aja adik seorang Elo bentukanya begini, coba kalo bentukanya kaya gue. Bisa kebanting gue, ntar di kiranya gue kelebihan gizi lagi," ujar Devi.


"Kali lie sih bukan kelebihan gizi Dev, tapi kelebihan lemak," canda Nina.


Sedangkan di sisi lain ada Erik dan Elo yang sedang serius membahas tentang Elsa.


"Gimana menurut Rik?"


"Masih cukup aman sih, sepertinya mereka juga selalu memantau gerak gerik Elsa. Sejauh ini sih gue lihat mereka masih jauh di bawah level Elsa. Tapi nggak berarti Elsa aman, yang gue takut mereka sengaja mengirim tingkat bawah agar tidak terdeteksi keberadaanya," papar Erik.


"Ada benernya juga sih pemikran loe, malah yang gue takutin nih mereka nunģu kita lengah untuk beraksi. Sedangkan orang yang mereka kirim hanya untuk mengawasi," ujar Elo.


"Tapi gue tadi lihat ada yang asing, sepertinya dia bukan orang suruhan Broto. Tadi gue cuma lihat sebentar karna Elsa, tapi gue cukup yakin kalo dia bukan utusan sembarangan. Bahkan tadi mata kita sempat adu pandang walau sebentar, dan dia bisa mengimbangi tatapan gue," papar Elo kembali.


"Yakin loe?" tanya Elo.


"Gue cukup yakin dengan pandangan gue tadi, tapi gue nggak yakin dia lawan atau kawan. Bisa jadi dia utusan rahasia dari kakek Elsa seperti Nina. Gue nggak terlalu yakin sih, karna gue nggak bisa lihat dengan jelas," ujar Erik.

__ADS_1


"Berarti dia cukup hebat sampai bisa menyamarkan keberadaanya. Sampai loe aja nggak yakin dia dari pihak mana."


"Makanya gue tadi bilang kalo tuh orang cukup kuat, berbeda dari utusan si Broto."


"Apa kita juga perlu mengirim orang lagi untuk berjaga jaga. Gue heran kenapa orang orang Broto bisa masuk ke sekolah kita sih, padahal gue udah bilang berkali kali untuk menyeleksi semua siswa siswi yang masuk."


"Kamu tenang dulu jangan gegabah, kita ikuti saja alur yang mereka buat. Selama keadaan masih dalam kendali kita. Kita tidak perlu membuat gaduh, semakin kita ceroboh justru akan menguntungkan pihak lawan. Sebagian staf sekolah juga orang orang kita, jadi sekolah masih aman untuk Elsa. Jangan sampai kita terbawa oleh permainan mereka, dari dulu mereka selalu menunggu kita untuk menyambut umpan mereka. Karna mereka tidak bisa mengingkari perjanjian yang telah di buat. Mereka tidak akan ragu untuk mengorbankan antek antek mereka demi ambisi mereka. Karna itu jangan sampai terpancing. Mungkin mereka tidak terdeteksi karna mereka terlalu lemah, jadi bisa lolos seleksi," ujar Erik.


"Tapi gimana kalo mereka bisa menutup kekuatan mereka, sama seperti orang yang barusan loe lihat?"


"Itu tidak mungkin mereka harus ada darah keturunan dari aliran utama. kecuali mereka yang sudah berlatih puluhan tahun. Dan aku tau semua keluarga ku, karna darah kami istimewa. Kamu tidak lupa kan kalau aku dan keluarga sialan ku itu, memiliki ikatan yang sangat kuat. Sehingga kami selalu bisa mengenali anggota keluarga kami."


"Memang keluarga loe sialan!" ujar Elo.


"Kenapa loe jadi ngegas ke gue, yang sialan kan mereka bukan gue. Marahnya ke mereka dong jangan ke gue," Ujar Erik tak terima.


"Tapi kan mereka keluarga loe, salah sendiri punya keluarga sialan," ujar Elo tak mau kalah.


"Terus loe mau gue gimana lagi, apa harus gue sedot darah gue terus ganti DNA gitu. Gue juga manusia gue juga bisa mati bego. Kallo bisa ganti gen sama DNA juga udah gue ganti dari dulu, gue juga nggak sudi jadi bagian dari mereka. Mereka yang buat dosa tapi gue juga ikut kebawa gara gara gen sialan si broto itu," ujar Erik emosi.


"Sabar bro sabar jangan emosi, kalo nggak ada Broto si tua bangka sialan itu, loe juga nggak bakal lahir."


"Nah itu loe tau, terus kenapa loe tadi ngegas ke gue," ujar Erik.


"Ya maaf bro, barusan gue hilaf kebawa suasana. Habisnya kakek loe itu kelewat banget sih jahatnya."


"Broto jangan pernah loe sebut dia kakek gue, nggak sudi gue punya kakek kaya dia. Jangan kira karna kita memiliki DNA yang sama, gue juga kaya dia."


"Iya iya gue tau sabar bro sabar, gue barusan hilaf," ujar Elo.

__ADS_1


__ADS_2