Jodoh Dari Nenek

Jodoh Dari Nenek
02


__ADS_3

"Tadi itu kak Ryan sama kak Doni kan yang kena bakso? kasihan padahal dia baik loh cakep lagi," ujar Devi


"Loe kenal sama mereka dev?" tnya Nina.


"Ya kenal lah secara mereka cowok cowok terkeren di sekolah ini gitu loh masa gue nggak kenal mereka," ujar Devi.


"Mereka kenal juga sama loe juga nggak?" tanya ku.


"Yaaa jelas enggak lah hehehe," ujar Devi dan terkekeh.


"Huuuuuuh," respon ku dan Nina kompak.


"Udah bel ke kelas yuk," ajak Nina.


Kami pun berniat kembali ke kelas bersama, namun perjalan kita tak semulus perkiraan kami. Ketika akan kembali ke kelas kami di hadang oleh Salsa dan gengnya.


"Lagi lagi kalian berdua," ujar salah satu teman Salsa.


"Belum kapok kemarin kita jemur," ujar teman satunya.


"Maaf kak kita mau ke kelas udah bel, bisa minggir nggak kak?" ujar Devi.


"Yaaah ni anak berani banget nyuruh nyuruh kita," ujar Bella.


"Udah sok cantik songong lagi," ujar Della kembaran Bella.


"Maaf ya kak kita mau lewat, bisa tolong minggir nggak," ujar Nina.


"Gue perhatiin dari tadi muka loe nyolot banget, loe nggak lihat temen loe dari dati minta maaf," ujar Salsa.


"Kakak sedang bicara sama saya?"


"Ya loe siapa lagi, memangnya ada yang mukanya lebih nyolot dari loe disini!"ujar Salsa.


"Ada tuh, muka kakaknya lebih nyolot dari kita. Udah kaya preman yang lagi malak," sindir Elsa.


"Kurang ajar banget mulut loe, ngatain kita mirip preman," ujar Salsa kesal.


Ketika keluar dari toilet, Ryan dan Doni melihat Salsa dan Elsa yang sedang berdebat di lorong kantin.


"Itu Salsa ngapain sama adik kelas," ujar Doni.


"Alah palingan juga biasa dia kan paling nggak suka kalo ada cewek yang lebih cakep. Ke kelas aja yuk biarin bukan urusan kita," ajak Ryan.


"Bentar bentar kayanya itu cewek gebetan loe deh, bener nih mau di biarin," ujar Doni.


"Mana sih yang mana kok gue nggak lihat," ujar Ryan.


"Sini be** kalo dari tempat loe berdiri emang nggak kelihatan," ujar Doni.


"Eh iya bener itu si Nina, kok loe bisa ngenalin gebetan gue. Awas ajs loe kalo loe ikut gebet dia," ujar Ryan.


"Tenang inceran gue bukan si Nina tapi sebelahnya," ujar Doni.

__ADS_1


"Si Devi? Devi emang lumayan cakep sih," ujar Ryan.


"Bukan be** yang satunya lagi," ujar Doni.


"Si Elsa! Waaah jangan ngadi ngadi loe mana mampu loe gaet dia," ujar Ryan.


"Emang kenapa wajah gue juga nggak jelek, malah satu sekolah juga tau gue cowok terkeren di sini," ujar Doni.


"Terserah loe deh gue cuma ingetin loe doang, dia bukan cewek yang bisa loe jadiin gebetan," ujar Ryan.


"Emang dia siapa, loe kenal sama dia?" tanya Doni.


"gue cuma sedikit tau aja nggak saling kenal juga, jadi loe nggak usah ngarep gue bisa bantuin loe. Cabut yuk ah udah bel dari tadi," ajak Ryan.


"Loe gimana sih kok malah masuk, gebetan kita lagi di ganggu masa mau di tinggal gitu aja," ujar Doni.


"Nggak usah ikut campur, mereka bisa mgadepin sendiri kok apalagi ada Elsa. Kalo cuma Salsa dan gengnya itu sih kecil," ujar Ryan.


"Kalo mau cabut, cabut sendiri sana gue mau samperin mereka," ujar Doni dan menghampiri Salsa, Elsa dan gengnya.


"Punya temen satu susah amat di kasih taunya," ujar Ryan yang akhirnya ikut menghampiri mereka.


Lima belas menit kemudian di ruang BK.


"Kenapa kalian malah berkelahi bukanya masuk kelas! Apa suara belnya kuramg keras. Kalian itu pelajar dan tugas pelajar itu belajar bukan berkelahi. jelaskan sama ibu kenapa kalian berkelahi. Apa karna rebutan cowok, masih kecil udah keganjenan rebutan cowok apalagi kalo sudah besar nanti," ujar Bu Santi.


"Biar saya yang jelaskan bu," usul Doni.


"Silakan kamu jelaskan," ujar bu Santi.


"Jadi aldo kenapa kamu nonjok doni?" tanya bu Santi.


"Dia ndorong pacar saya bu, saya sebagai cowoknya mggak terima dong bu pacar saya di dorong sama Doni. Jadi saya pukul aja si Doni untuk balasin pacar saya," jawab Aldo.


"Siapa pacar kamu, Salsa?" tanya bu Santi.


"Iya bu," jawab Aldo.


"Enak aja , sembarangan jangan percaya bu," sanggah Salsa.


"Baru calon si bu," ujar Aldo kembali.


"Apaan sih, gue udah bilang berkali kali ke loe gue itu nggak suka sama loe, mau di tolak berapa kali lagi sih loe. Gue itu sukanya sama doni bukan sama loe paham loe," ujar Salsa menunjuk muka aldo. " Uuups," Salsa menutup mulutnya yang keceplosan.


"Cie cie yang baru aja di tembak cewek, pajak jadianya kapan nih," goda Ryan.


"Diem loe," ujar Doni.


"Udah udah jangan pada ribut, karna ini hari pertama sekolah, ibu bebasin kalian dari hukuman. Sekarang balik ke kelas masing masing," ujar bu Santi


"Maaf ya don tadi aku ga sengaja ngejambak kamu," ujar Salsa setelah mereka keluar dari ruang bk.


"Iya aku juga minta maaf tadi ga sengaja ngedorong kamu," ujar Doni.

__ADS_1


"Kak doni ga papakan sakit ga? ujar Relin yang sengaja menabrak Sslsa dengan bahunya," agar menyingkir dari samping doni.


"Apaan sih loe Lin, nyari ribut mulu," ujar Salsa.


"Relin denger dari anak anak katanya kak Doni kena tonjok sama si Aldo ya kak?" ujar Relin.


"Iiih na*** banget sok imut banget loe," ujar Salsa kesal.


"Udah udah jangan ribut lagi ok, kita baru aja keluar loe ga mau masuk lagi kan," ujar ryan.


"Apaan sih ko loe malah nyalahin gue, salahin tuh adik kembar loe itu yang nyari ribut mulu sama gue. Sok imut banget pake manggil kakak segala," ujar Salsa.


"Lah kenapa loe nyolot banget jawabnya," ujar Ryan.


"Udah deh mending sekarang kita balik ke kelas masing masing," ujar Doni.


...


"Omah elsa berangkat omah," teriak Elsa sambil berlari keluar.


"Kamu ngak sarapan dulu," ujar samg omah tak mau kalah dengan sang cucu ketika berteriak.


"Ga sempet omah, elsa udah telat," jawab Elsa.


"Pulang sekolah jangan klayapan langsung pulang, papah mamah mu pulang hari ini," teriak sang omah kembali.


"Siiiiap bos," jawab elsa kemudian melajukan mobilnya.


Aduh kenapa hari ini mesti macet sih udah telat lagi , kalo hari ini tidak ada pelajaranya bu dewi si nenek lampir itu mending bolos aja gue. Heran gue namanya


dewi tapi ko galak kaya lampir. Ini juga kekuatan ga guna, buat gue bisa terbang kek atau ngilang kayak di film film kan keren tuh.


"Akhirnya sampe juga, anjir gerbangnya udah ditutup lagi. Parkir mobil di mana nih gue, ah bodo amat gue taruh di belakang sekolah aja. Trus nyuruh sopir bawa pulang nih mobil," Elsa pun memarkirkan mobilnya.


"Anjir banyak juga yang manjat tembok hari ini," ujar Elsa dalam hati. Elsa pun ikut memanjat tembok. Saat elsa baru turun dari tembok satpam datang, Elsa pun lari terbirit terbirit mencari tempat aman.


"Kemana tadi larinya, heran bocah wedok tapi playune kenceng banget kaya belis," ujar sang satpam yang keturunan asli jawa itu.


"Huuh selamat," ujar elsa lega setelah satpam itu pergi. Saat elsa hendak bangkit elsa terkejut karna tanganya menyentuh sesuatu, ia pun melihat kesamping . aaah teriak elsa seketika tangan besar membekap mulutnya.


"Hemp hemp," elsa berontak karna sesak nafas.


"Ups sory," ujar doni.


"Kakak pacarnya cewek gila yang waktu itu kan," ujar Elsa.


"Bukan sembarang aku nggak punya pacar," ujar Doni.


"kenalin nama aku Doni, bukan kakak yang itu," ujar Doni sambil mengulurkan tanganya.


"Elsa," dan menyambut uluran tangan Doni.


"Yaelah malah kenalan nih bocah, ayok buruan ke kelas keburu tuh satpam balik lagi," ujar Ryan.

__ADS_1


"Ganggu aja loe, orang lagi PDKT juga," ujar Doni.


"Bay Elsa hati hati di jalan ya," ujar Doni kembali. Membuat Ryan kesal dan jijik sedangkan Elsa hanya tersenyum.


__ADS_2