
Cerita ini adalah cerita fantasi, jadi latar tempat tinggal atau kota tidak ada di dunia nyata.
Ada sebuah negara yang terdiri dari beperapa kota, di setiap kota ada para penguasa yang menjaga kota agar tetap aman dari serangan penguasa lain. Para penguasa tersebut memiliki kelebihan masing masing, agar tidak terjadi perebutan wilayah mereka membentuk sebuah forum untuk menjaga perdamaian. dan Forum tersebut berada di tengah tengah perbatasan antar kota. Negara tersebut memiliki lima belas kota namun sekarang dikuasai oleh lima penguasa.
Yang pertama ada kota cahaya yang dipimpin oleh keluarga Sanjaya. Kota cahaya terletak di ujung timur, berbatasan dengan kota Medical yang di kuasai oleh keluarga Pratama. Sesuai dengan nama kotanya sebagian penduduk kota Medical menguasai ilmu penyembuh. Sedangkan di ujung barat ada kota koyak
yang dikuasai keluarga Utomo dan Subroto yang bersebelahan dengan kota Meganti yang di kuasai oleh keluarga Kamal dan kota Manaka yang kuasai oleh keluarga Kilian . Yang terakhir adala ibu kota , yang menjadi kota terluas. Ibu kota adalah tempat berkumpulnya penduduk dari berbagai kota. Tempat di mana forum didirikan.
Wisnu Utomo dan Lili Kilian memilik satu anak bernama Arman Wisnu Utomo.
Kemudian Arman Wisnu Utomo menikah dengan Ilona dan melahirkan Elo Putra Wisnu Utomo.
Istri kedua Arman bernama Sania Sanjaya kemudian lahirlah Elsa Putri Wisnu Sanjaya.
Sania adalah anak dari Anwar Sanjaya dan Kamelia Kamal.
Subroto menikah dengan adik Wisnu Utomo dan lahirlah Satria Subroto.
Satria Subroto menikah dengan Erika pratama kemudian lahirlah Erik Pratama.
Satria menikah lagi dengan Zoya dan lahirlah Rasya Ardian Subroto.
Kota cahaya memiliki julukan dewa perang karna penduduknya yang terkenal kuat dan tangguh. kota cahaya adalah kota yang kuat selevel dengan kota koyak. Namun prinsip hidup penduduknya sagatlah berbeda. Penduduk kota cahaya berperilaku jujur. walau tidak seramah penduduk kota meganti, namun penduduk kota cahaya tidak suka menyulut perang. Berbeda dengan penduduk kota koyak yang licik dan suka menyulut peperangan.
__ADS_1
Sedangkan kota Medical memilki julukan Penyihir karna sebagian penduduknya memiliki ilmu sihir. Dan sebagian besar penyihir mengusai ilmu penyembuh. Namun tidak semua keturunan mereka bisa menggunakan sihir. Bahkan keturunan keluarga Pratama pun tidak semuanya mengusai sihir, termasuk Erika hingga dia hidup seperti orang biasa.
Kota koyak di juluki kota penghancur, karna penguasanya sering menyulut peperangan.
Sedangkan kota Meganti di juluki sebagai kota angin atau si ahli siasat penduduk kota Meganti terkenal dengan paras yang rupawan dan keramahanya. kota megganti menjaga erat hubungan baiknya dengan kota lain, dengan cara menjalin pernikahan dengan kota yang kuat. sehingga tidak ada yang berani menyerang kota meganti.
Yang terakhir kota Manaka di juluki kota pendukung, karna mana yang berlimpah. Kota Manaka sangat di segani karna penduduknya memilki banyak mana, di mana itu semua sangat di butuhkan saat perang.
....
"Ada apa dengan wajahmu Lili, aku hanya mengantar cucuku untuk menemui cucumu," ujar Subroto.
"Malam omah," sapa Rasya.
"Marni antar Rasya ke kamar Elsa," ujar Lili.
Marni pun mengantar Rasya ke kamar Elsa.
"Ngapain kamu berada di kamar calon istriku," ujar Rasaya ketika mendapati Erik sedang bersama Erik di kamarnya.
"Pelankan suara mu , meski aku bukan lagi keluargamu aku masih lebih tua dari mu. dan asal kau tau semua yang kau mau tidak semuanya bisa kau dapatkan. apa kau tau alasan omah mengijinkanmu naik ke kamar elsa?" ujar erik sinis
Membuat rasya terdiam.
__ADS_1
Erik pun meninggalkan rasya yang masih mematung mencerna omongan erik.
"Jangan kira karna kamu sudah berhasil merebut hati Elsa dia akan menjadi milikmu. Kamu hanyalah anak buangam sedangkan aku adalah pewaris sah," ujar Rasya yang seketika menghentikan langkah Erik.
"Kamu pikir hanya kamu yang berhak mendekati Elsa, jangan lupa walau aku tidak di akui tapi aku memiliki darah koyak dan itu adalah fakta. Kamu atau kakek sialan mu itu tidak bisa merubah fakta itu," ujar Erik.
"Kamu hanya manusia rendahan yang hanya bisa menjadi aib suku koyak, karna ketidak mampuan mu itu. Suku koyak tidak akan menganggap mu sebagai bagian dari mereka."
"Siapa yang peduli dengan anggapan mereka, aku mampu berdiri sendiri tanpa embel embel suku koyak di belakang ku. Tidak seperti dirimu anak ingusan yang cuma besar mulut, dan selalu mengandalkan kekuatan kakekmu," ujar Erik.
"Sialan, kamu kira aku hanya besar mulut tanpa memiliki kemampuan," ujar Rasya kemudian menyerang Erik. Langit menjadi gelap berselimut awan hitam guntur dan petir menyambar di luar.
"Dasar bocah bodoh, kamu kira kamu bisa berbuat sesuka mu disini," ujar Erik sinis kemudian meninggalkan Rasya yang sudah di kepung oleh penjaga rumah Elsa.
Sedangkan di bawah para penjaga juga sudah mengelilingi Subroto, bersiap jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Begitu pula dengan Elsa yang sudah siap bertarung.
"Aku tidak peduli dengan masalah kalian, tapi aku paling tidak suka ada keributan di kediaman ku," ujar Elsa dengan mode siap menyerang.
"Ternyata cucumu adalah anak yang di ramalkan dalam legenda, aku merasakan kekuatan yang begitu besar darinya. Aku semakin tidak sabar menantikanya dewasa. Aku akan datang lagi untuk menagih janji kita dulu, sampai dia dewasa aku akan tetap diam dan pura pura tidak melihat dan menutup telinga ku."
"Kamu tentunya masih ingat dengan isi perjanjian kita Subroto. Dalam perjanjian kita hanya tertulis bahwa kita akan menikahkan cucu kita. Dan tentunya kamu tidak lupa bahwa cucumu bukan hanya Rasya. Entah dengan Erik atau Rasya, semua keputusan ada di tangan cucu ku Elsa. Aku dan kamu tidak ada hak untuk mencampurinya," ujar Lili.
"Kamu tentunya juga tidak lupa dengan isi ramalanya, jika benar cucumu adalah anak yang di ramalkan. Maka Elsa adalah sebuah bom waktu, dan ketika bom itu meledak keluargamu tidak akan bisa menanganinya. Satu satunya jalan adalah menikahkanya dengan orang yang memilki energi murni. Dan pilihan Elsa hanya Erik dan Rasya. Sedang kan kamu tau jelas keadaan Erik bagaimana," ujar Broto sambil tersenyum sinis. " Rasya ayo kita kembali, sekarang belum waktunya," teriak Subroto memanggil cucunya. Rasya pun melompat turun kebawah. "Sampai jumpa kembali di pesta pernikahan cucu kita," ujar Subroto kemudian keluar dari kediaman Arman.
__ADS_1
Seperti ramalan yang ada dalam legenda, akan lahir anak yang memilki rambut dan mata perak. Kekuatanya akan melebihi para pendulunya, ia memilki darah campuran dari berbagai suku. Kekuatanya bisa meledak kapan saja, jika dia tidak bisa mengontrol emosinya. Jika dia tidak mampu menyeimbangkan kemampuanya, maka jantunya akan meledak. Karna itu pasanganya harus dari suku yang kuat, sehingga pasanganya mampu menampung sebagian kekutan yang bisa meluap kapan pun. kemampuanya bisa meratakan satu negara, ia bisa menjadi pahlawan atau mesin penghancur.