
-Aduh sakit kak pelan pelan.rintih elsa
-Iya ini juga pelan sayang
-Ah ah sakit kak ...udah belum
-Bentar lagi keluar kamu tahan sebentar.
-Tapi elsa udah nggak kuat kak ini sakit banget
-Iya kakak tau , kamu tahan bentar
-Auuuu sakit kak , kenapa makin di teken ke dalam .sakit kak elsa udah nggak tahan , udah keluar belum.
-Kamunya diem , gimana nggak sakit kalau kamunya gerak terus omel erik. jangan gerak terus hampir keluar nih.
aaah akhirnya keluar juga .
gimana masih sakit nggak?
-Udah mendingan.
-Dasar kurang ajar beraninya kau berbuat mesum dengan cucuku di rumah ku pula ujar kakek anwar setelah membuka pintu .
-Sabar dulu jangan asal tuduh , tanya baik baik.
-Apanya yang mesti di tanya , sudah jelas tadi elsa sampai kesakitan begitu. kurang bukti apa lagi, biar ku tebas kepala bocah tengik itu dengan pedangku . ujar kakek anwar dengan samurai di tanganya.
-Ini ada apaan sih omah?kenapa kakek bawa bawa samurai segala dan kepala siapa yang mau di tebas? tanya elsa bingung
-Kamu juga , mau maunya di manfaatin sama cecunguk itu.ujar kakek anwar dengan emosi.
-Tunggu tunggu sepertinya ada salah paham disini.ujar erik
-Salah paham apa lagi , aku bahkan mendengarnya dengan telingga ku sendiri kalian ...
-Kalian apa ? kakek nuduh elsa berbuat apa sama kak erik. kakek mau tau kenapa elsa teriak tadi , kuku elsa kemasukan duri kaktus. dan kak erik berusaha ngeluarin duri itu, mikir apaan sih kakek.
kakek anwar memandang ke arah erik , benar saja di tangan erik masih ada penjepit dengan duri di ujungnya.
-Kamu ini bikin malu aja , ayo turun bantuin masak di dapur. ujar omah murni
-Kenapa harus aku apa pembantu di rumah ini masih kurang.
-Ayo ikut . tarik omah murni
kalian lanjutin aja ngobrolnya nanti kalo makan siangnya udah siap omah panggil.
elsa dan erik hanya tersenyum
-Kenapa jam segini udah pulang tumben?
-Kenapa memangnya , apa aku tidak boleh pulang ke rumah ku sendiri.
__ADS_1
-Kenapa jawabnya ketus begitu , aku kan cuma nanya .
-Tapi pertanyaanmu itu seolah olah kamu itu nggak ngebolehin aku pulang.
-Kenapa jadi pertanyaanku yang kamu salahin.
-Aah sudahlah kalian sama saja , tidak ada yang menunggu kepulangan ku di sini. mending aku ke kantor lagi.
-Kamu ini kenapa ? kamu cemburu karna elsa lebih dekat dengan erik di banding denganmu.
-Siapa yang cemburu. aku cuma nggak suka aja mereka terlalu dekat.
-Sudahlah namanya juga lagi jatuh cinta , wajar saja apalagi mereka masih muda dan mereka baru bertemu setelah berbulan bulan.
-Tetap saja aku tidak rela cucuku dekat dengan pria lain.
-Nanti ada waktunya elsa bermanja kembali dengan kita.
sekarang biarkan saja dulu mereka melepas rindu.
-Apa kau tidak ada sedikitpun rasa curiga pada mereka?
-Kenapa harus curiga , aku percaya pada cucuku.
-Kalau elsa tentu saja aku juga percaya , tapi sama cecunguk itu mana bisa aku percaya , aku ini laki laki aku pernah muda juga . jadi aku tau apa yang ada di fikiran dia.
-Apa kau kira semua laki laki sama denganmu.
-Setidaknya kita punya insting yang sama.
-Siapa bilang aku tidak suka.
-Terus kenapa kamu terus terusan menjelekan dia apa karna dia cucu subroto?
-Tentu saja bukan itu , kalau aku tidak suka sudah aku buat bangkrut dia . itu karna elsa lebih menyukai dia , aku hanya takut elsa akan lupa pada kita setelah menikah denganya.
-Sepertinya erik bukan orang seperti itu. dia tidak terlihat seperti broto sedikitpun.
-Tentu saja dia orang yang baik , kalau tidak mana mungkin aku membiarkanya hanya berdua di kamar cucu kita.
-Tapi kenapa dari tadi kamu terus ngedumel.
-Tentu saja karna aku seorang kakek wajar saja aku menghawatirkan cucuku.
-Terserah kamu sajalah , aku sama sekali tidak paham dengan jalan fikiranmu . sebentar bilang dia baik sebentar curiga.
-Cuma gara gara kaktus leherku mau di tebas, lagian kenapa kamu naruh kaktus di kamar sih?bunga lain kan ada.
-Itu karna aku tidak perlu menyiramnya tiap hari.
-Apa kakekmu selalu seperti itu.
-Terkadang , kenapa kakak takut? ujar elsa sambil duduk di pangkuan erik dan mengalungkan kedua tanganya di leher erik.
__ADS_1
-Takut sih tidak , tapi sepertinya kakak harus extra hati hati kalau main kesini.
-Kenapa?
-Tentu saja kakak takut keblabasan kalau udah berdua denganmu. bisa bisa pulang kakak tinggal nama.
-Seperti ini . cup elsa mencium kilas bibir erik
-Seperti ini baru benar ... erik melumat bibir elsa lembut.
-Aku kangen kakak . ujar elsa kemudian mencium bibir erik kembali dan melumatnya.
-Rasanya manis , ujar erik
-Apa kakak suka?
erik mengangguk
kenapa berhenti kalau suka.
-Sudah cukup nanti bisa bisa kakak hilang kendali.
-Kenapa? kakak tidak mau bikin tanda disini dan disini . elsa menunjuk leher dan dadanya
-Jangan mancing kakak , kalau kakekmu lihat lehermu merah , bakal habis pacarmu ini.
-Oh yaaa. elsa malah membuka bajunya.
-Apa yang kamu lakukan kenapa kamu buka baju?
-Kenapa kakak nggak mau? ujar elsa jail
-Kamu jangan main main , kakak masih normal . kalau kamu tidak mau kakak pulang tinggal nama , cepat pakai kembali baju kamu.
-Segitu takutnya , emang kakak nggak mau coba ini lebih kenyal loh kak, ukuranya juga lebih besar dari yang dulu. mau coba?
-Ya tuhan kuatkan hati hambamu ini dari godaan setan kecil tapi imut ini ya tuhan. ujar erik sambil menutup mata dengan kedua telapak tanganya.
-Lebay deh , udah buka matanya , elsa tadi cuma mau ganti baju tapi lihat expresi kak erik , elsa nggak tahan untuk nggak godain kak erik.hahaha
-Kamu ini , kalau tadi kakak hilaf gimana?
-Kalau hilaf ya lanjutin , waw udah keras, kakak baik baik aja kan? ujar elsa kemudian berlari keluar kamar.
-Elsa teriak erik.
-Maaf . ujar elsa yang sudah di depan pintu kamarnya. hahaha
-Kamu makin berani yaa , awas aja lain kali nggak akan kakak biarin kamu tertawa. akan aku buat kamu tidak bisa berjalan .
-Oh yaa kalau gitu elsa tunggu kapan hari itu akan datang hahaha. tantang elsa
-Dasar setan kecil hampir saja aku lepas kendali. ujar erik dalam hati. kemudian menyusul elsa keluar dari kamar.
__ADS_1