
- Belum sampai 1 hari , kabar elsa pergi bersama rasya pun sampai di telinga erik .
ia hanya mampu menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya .
Baiklah bila itu yang kau mau , aku tidak akan menghentikan mu . ujar erik dalam hatinya
elsa pun semakin dekat dengan rasya . tanpa peduli akan ocehan dari keluarganya.
bahkan kakek anwar pun tak mampu berbuat banyak , untuk menjauhkan elsa dari rasya . bukanya semakin jauh elsa malah semakin menjadi , dengan mengajak rasya makan malam di kediaman sanjaya .
-Kakek mau kemana ....? tanya elo
-Kalian makan lah , aku tidak berselera makan satu meja dengan keluarga musuh. ujar kakek anwar kemudian meninggalkan meja makan.
-Bukanya kak erik juga cucu mungsuh kakek.
ujar elsa
-Kau ... benar benar . ujar kakek anwar sambil menahan emosi
-Sudah sudah berhenti berdebat di meja makan . ujar omah murni menengahi
-Omah mau kemana ? tanya elsa
-Omah mau mengantarkan makanan untuk kakekmu . ujar omah murni
-Omah ... tolong antarkan juga makanan ke kamarku . tolong ya omah . ujar elo kemudian ikut meninggalkan meja makan
-Kakak juga .... ujar elsa
-Sudah sudah kalian makanlah . omah tinggal dulu . ujar omah murni
-Sepertinya keluargamu tidak ada yang menyukaiku . ujar rasya
-Tidak usah di fikirkan mereka juga dulu begitu ke kak erik . ujar elsa santai
-Apa dulu kakekmu juga seperti ini ke kak erik ? tanya rasya
-Lebih parah , bahkan kak erik sering mau di bunuh sama kakek . ujar elsa
-Benarkah...
-Iya ... tapi kak eriknya aja yang tahan banting , jadi kakek yang akhirnya ngalah . crita elsa
--Kak erik belum pulang yaa? tanya rasya
-Kayanya sih belum . ujar elsa
__ADS_1
-Kok pake kayaknya ...?
-Aku udah nggak kontekan lagi sama dia , sejak dia pergi keluar negeri . tutur elsa
-Oh ... emang kamu nggak kangen...?
-Kangen sama siapa ... ?
-Ya sama kak erik lah , bukanya kalian masih pacaran ya?
-Dulu sebelum gue tau kalo dia ....
-Dia kenapa kok nggak dilanjutin lagi...
-Udalah nggak usah bahas dia lagi .
-Ok..terus mau bahas apa dong..?
-Bahas apa aja asal bukan dia . ujar elsa
-Aku heran kenapa elsa tiba tiba bisa deket sama anak itu . ujar kakek anwar
-Sudahlah jangan terlalu ikut campur urusan mereka . ujar omah murni
-Kenapa tidak , dia cucuku kenapa aku tidak boleh ikut campur . ujar kakek anwar dengan emosi
-Dasar bocah kampret , sudah hampir 2 bulan tapi dia belum pulang juga . apa dia tidak tau kalo elsa dekat dengan pria lain . ujar kakek anwar yang masih emosi
-Erik sudah tau tapi , entah apa yang membuatnya belum kembali . ujar omah murni
-Kalo dia sudah tau kenapa dia belum pulang...!
-Entahlah mungkin pekerjaanya belum selesai . atau mungkin ada alasan lainya . ujar omah murni .
-Pekerjaan apa ....aku dengar dari suami sania , pekerjaan erik sudah selesai dari sebulan yang lalu . atau jangan jangan dia di sana malah selingkuh dengan gadis lain . ujar kakek anwar makin kesal
-Erik tidak mungkin begitu dia sangat mencintai elsa .ujar omah murni
-Kenapa tidak mungkin , kalo bukan karna gadis lain kenapa dia belum juga pulang . apa kau pikir dia menunggu untuk di jemput begitu ....ujar kakek anwar yang makin emosi
-Kenapa kau malah jadi marah padaku . apa salahku , kalau kau begitu khawatir kenapa tidak kau jemput saja erik . ujar omah murni yang ikut emosi kemudian meninggalkan suaminya
-Kenapa juga aku harus menjeputnya , kau kira aku supirnya apa . teriak kakek anwar
Lagian mana ada supir yang menjemput sampai keluar negri . dia kira aku gila apa , sampai sampai aku harus menjemputnya untuk pulang .
3 hari kemudian
__ADS_1
-Kakek .... ujar erik yang terkejut dengan kedatangan kakek anwar
-Ehem ehem .... aku kesini bukan untuk menjemput mu . aku hanya kebetulan sedang ada dinas , dan mampir untuk melihat hasil kerjamu .ujar kakek anwar canggung
-Makasih kakek sudah mau kesini .
-Kamu jangan kepedean dulu , itu kulakukan karna aku berinfestasi di perusahaanmu . ujar kakek anwar
-Iya aku tau . ujar erik acuh
-Apa kau mengacuhkanku sekarang . apa kau tidak suka aku datang kesini . ujar kakek anwar dengan suara meninggi
-Bukan karna itu , tadinya erik merasa masih aman karna ada kakek di samping elsa . setidaknya kakek bisa menjaga elsa . keluh erik
-Kalau kau takut dia berpaling darimu , kenapa kau masih berdiam diri disini. dulu saja kamu selalu berkoar koar kalo elsa adalah takdir dari tuhan untukmu . ujar kakek anwar
-Seandainya aku bisa pulang , aku pasti sudah pulang dari dulu . tapi aku tidak punya alasan untuk pulang . ujar erik
-Alasan apa yang kau butuhkan !
-Sekarang tidak ada alasan lagi bagiku untuk kembali kakek . dulu elsa adalah alasan utamaku , tapi sekarang alasan itu sudah tidak bisa ku gunakan lagi . ujar erik
-Kenapa tidak , bukankah kau selalu memanggilku kakek . apa alasan itu kurang kuat untuk membuatmu kembali . ujar kakek anwar
Pulanglah bersamaku , aku sengaja datang kesini untuk menjemput cucuku . ujar kakek anwar kembali
-Terimakasih kakek . ujar erik dan memeluk kakek anwar
-Sudah lepaskan pelukanmu itu , berkemaslah segera aku tidak suka menunggu . ujar kakek anwar
-Kakek tenang saja aku sudah berkemas sebulan yang lalu . ujar erik dengan senyum di bibirnya
-Kalau kau sudah berkemas dari dulu , kenapa nunggu di jemput . dasar bikin repot saja . ujar kakek anwar
-Seharusnya aku yang mengeluh , kenapa kakek baru menjemputku sekarang . ujar erik
-Dasar bocah kampret , sudah bagus aku mau datang menjemputmu . bukanya berterimakasih malah bertingkah . ujar kakek anwar
Dasar bocah tengil , kita di kubu yang sama saat ini , tapi bukan berarti aku sudah merestuimu ingat itu . ujar kakek anwar kembali
-Kenapa begitu , bukanya bagus semakin cepat kakek memberi restu , semakin cepat pula kakek mendapatkan penerus . ujar erik
-Dasar kampret , jangan bilang kalian sudah melakukanya!
-Erik hanya tersenyum dan tak berani menjawab
-Kalian beneran sudah melakunya ! teriak kakek anwar
__ADS_1