
-Kenapa dia bisa masuk , sedangkan aku tidak . ujar kakek anwar kesal .
ia pun hendak menyusul erik masuk kamar elsa , tapi pintu kamar kembali tertutup rapat ta bisa di buka. aaah sial , apa istimewanya bocah itu . kenapa dia begitu mudah menghadapi elsa. kekuatan apa yang dimiliki cucu broto itu. bahkan aku saja ta mampu membuka pintunya . tapi dia dengan mudah menghadapi amarah elsa. ujar kakek anwar setelah lampu rumah menyala kembali.
angin dan hujan pun berhenti tak lama setelah erik masuk kamar elsa, suara gemuruh guntur pun sudah ta terdengar lagi.
-Sebenarnya apa yang di lakukan bocah itu , kenapa setelah dia masuk semua berhenti. ujar kakek anwar makin kesal.
-Tenanglah sekarang bukan waktunya marah marah . seharusnya kita bersyukur , karna erik mampu meredakan amarah elsa. ujar omah murni.
-Tapi mereka sekarang di dalam kamar hanya berdua. bahkan kita tidak tau apa yang cecunguk itu lakukan pada cucu kita. ujar kakek anwar.
-nina devi kalian tidurlah kamu juga ryan doni istirahatlah. ujar sania
-Baik tante kami permisi dulu. ujar ryan
-Bapak dan ibu juga sebaiknya istirahat. ujar sania.
-Tidak bapak akan menunggu di sini. ujar kakek anwar
-Jangan keras kepala , sebaiknya kita juga istirahat. ujar omah murni sambil menarik lengan suaminya.
-Tapi...
-Ayo . ujar omah murni menarik kembali suaminya
-Papah dan mamah juga istirahat saja , biar elo yang menunggu erik keluar.
-Papah temani kamu saja.
-Tidak usah papah juga istirahat saja. ujar elo kembali
-Baiklah , tapi kalo kamu butuh bantuan panggil papah ok.
-Iya pah . ujar elo
4 jam kemudian
Erik keluar dari kamar elsa
-Kenapa lama sekali , ayo kita kerumah sakit sekarang. ujar elo yang dengan sigap memapah erik.
-Tidak perlu kita ke hotel saja. ujar erik lirih
-Apa kamu yakin? tanya elo
-Aku lebih tau kondisiku. ujar erik kembali
__ADS_1
-Baiklah kalo itu maumu , kita ke hotel sekarang.
Elo pun membawa erik ke hotel
setelah tiba di hotel elo membawa erik ke salah satu kamar hotel.
-Apa aku panggil dokter saja. ujar elo kembali
-Siapa yang akan kau panggil aku sudah disini . ujar jesi
-Jesi , kapan kau masuk. ujar elo yang terkejut dengan keberadaan jesi.
-Aku dari tadi mengikutimu dari loby hotel . kenapa lama sekali , aku sudah menunggu kalian dari tadi. ujar jesi
-Aku yang menghubungi dia . ujar erik
-Heem , beruntung sekali jantungmu masih berdetak sampai sini .
kau bahkan belum membalas kematian orang tua mu , tapi kau sudah sering hampir mati seperti ini. ujar jesi
-Berhentilah mengomel , dadaku sudah sangat sakit , aku tidak mau telingaku juga ikut sakit. ujar erik
-Dasar tidak tau terima kasih , kalau bukan sepupu udah gue cekek loe . ujar jesi kesal
-Kamu pulanglah , aku ingin beristirahat dan tak ingin di ganggu. ujar erik lirih
-Aku akan menemanimu di sini. ujar elo
-Tapi...
-Dia baik baik saja , tidak usah khawatir . lebih baik loe pulang. ujar jesi
-Kalian terlalu berisik membuat ku makin sakit saja , berbincanglang di luar . aku tidak bisa tidur kalau kalian terus disini. keluh erik
-Ayo cabut , sebelum dia mengamuk . ujar jesi
-Baiklah aku keluar , tapi malam ini aku juga akan tidur di hotel . aku tidur di kamar sebelah , kalau butuh bantuan hubungi aku . ujar elo
-Gue juga balik ke kamar dulu , kalo darurat hubungi aku . ujar jesi
-Kami keluar . ujar elo
-Hem . jawab erik
Kediaman sanjaya
-Apa elsa sudah keluar kamar ? tanya kakek anwar
__ADS_1
-Ini masih pagi , mana mungkin cucumu itu sudah bangun . apalagi semalam habis bikin keributan. jawab omah murni
-Apa omah selalu menjelekan diriku seperti ini kakek. ujar elsa yang sudah berada di meja makan.
-Elsa , kamu baik baik saja . ujar kakek anwar yang langsung menghampiri elsa , dan memeriksa seluruh tubuh elsa.
-Dia baik baik saja pak . ujar sania sambil membawa sarapan untuk anak gadisnya.
-Dimana erik ? tanya omah murni
-Untuk apa omah menanyakan dia .
huh menjengkelkan sekali . bahkan dia tidak pulang ke rumah . ujar elsa kesal
-Kamu habiskan sarapanya , mamah mau bicara dulu sama omah dan kakekmu. ujar sania
-Hem . jawab elsa singkat.
-Apa elsa lupa kejadian semalam ? tanya omah murni
-Sebenarnya bapak melihat elo memapah erik. bapak tidak bisa tidur jadi bapak keluar kamar.
-Elsa sebenarnya tidak lupa , tapi karna erik dia menganggapnya sebagai mimpi . ingatan saat dia emosi seperti mimpi baginya.
-Lalu bagaimana dengan erik? tanya omah murni
-Kata elo , erik hanya perlu istirahat. ujar sania
-Sebenarnya apa yang dilakukan bocah itu ke elsa. ujar kakek anwar
-Kami juga tidak ada yang tau pak . dulu elsa juga pernah begitu , dia mengurung diri di kamar . dan hanya erik yang bisa membuka pintu kamar elsa. tutur sania
-Apa elsa sering begitu ? tanya kakek anwar
-Tidak pak mungkin baru 3 kali ini . kalaupun marah hanya sekilas. dan saat erik memeluknya amarahnyapun reda begitu saja.
-Ada apa sebenarnya dengan bocah itu . kenapa kekuatan elsa seolah ta bekerja padanya . ujar kakek anwar
apa saat itu erik juga seperti ini ? ujar kakek anwar kembali
-Dia selalu mengeluh dadanya sesak saat elsa di penuhi amarah . tapi kali ini sepertinya , rasa sakitnya bertambah parah . bahkan saat di dalam mobil , air matanya ta berhenti menetes . tutur sania
-Ya tuhan , jadi ini alasan mertuamu menjodohkanya dengan elsa. ujar kakek anwar yang terkejud dengan penuturan sania.
-Ada apa pak , kenapa terkejud seperti itu? tanya sania
-Tidak ada apa apa. ujar kakek anwar
__ADS_1
Aku sekarang tau kenapa broto dan cucunya begitu kekeh . ternyata dia mengincar cucuku karna tau hal ini . pantas saja cucu kesayanganya sampai nekad dikirim kesini .
untung saja elsa lebih memilih erik dari pada bocah itu . ujar kakek anwar dalam hati