
Pagi datang mentari pun menyapa dengan sinarnya yang terang. Elsa melihat jam di nakas masih menunjukan pukul setengah enam pagi, ia pun kembali memejamkan matanya.
"Sayang bangun kamu nggak sekolah," sambil mengusap pipi Elsa dengan lembut.
"Heeeem sepuluh menit lagi," gumam Elsa, dalam tidurnya ia bermimpi Erik yang datang membangunkanya.
"Udah siang nanti telat," kali ini di iringingi dengan ciuman ciuman lembut di pipi dan bibirnya.
Elsa tersenyum dalam tidurnya, dalam tidurnya Erik yang datang menciuminya.
"Kalo nggak mau bangun kakak gendong nih, ke kamar mandi. Kakak hitung sampai tiga yaaa, satu dua tiga," tubuh Elsa langsung melayang di gendongan Erik.
"Apaan sih kak ganggu orang tidur aja, nggak tau lagi nanggung apa," teriak Elsa yang tak terima mimpi indahnya di ganggu.
"Apanya yang nanggung, hayo kamu lagi mimpi apaan?" ujar Erik.
"Aaaaaah," teriak Elsa.
"Aduh telinga kakak sakit," ujar Erik sambil menurunkan tubuh Elsa.
"Kak Erik kok bisa di kamar Elsa!"
"Ngobrolnya nanti aja, sekarang kamu mandi siap siap ke sekolah nanti telat. Kakak tunggu di bawah," ujar Erik kemudian keluar dari kamar Elsa.
Elsa yang masih tidak bisa membedakan mimpi dan nyata itu, memcubit pipinya sendiri. "Auu sakit, berarti ini bukan mimpi," Rlsa pun bergegas ke kamar mandi kemudian bersiap untuk kesekolah.
"Pagi mah pah omah," sapa Elsa kemudian mencium pipi satu persatu orang yang dia sapa.
"Kakak nggak dapet ciuman nih," protes Elo.
__ADS_1
Elsa pun kemudian mencium pipi Elo.
"Yang di sebelah nggak sekalian, nanti dia bisa ngambek langsung pergi lagi loe," ujar Elo sedangkan Erik hanya tersenyum.
"Pagi kak," ujar Elsa kemudian mencium pipi Erik.
"Pagi," ujar Erik sambil menarik kursi di sebelahnya.
"Makasih," ujar Elsa.
"Cie cie kok pada salah tingkah gitu sih," ledek Elo.
Tanpa peduli dengan ucapan Elo, Erik memberikan roti yang sudah ia beri selai kesukaan Elsa.
"Makasih," ujar Elsa.
"Cie cie gaaas terus baaaaaang," ledek Elo lagi.
" Eeeh kirain cuma bisa ngomong makasih doang hari ini. Kirain nggak bisa marah karna lagi bucin, eeh masih bisa marah juga ternyata," ujar Elo.
"Ini masih pagi El nggak usah ngajak adik kamu baku hantam deh," ujar Erik.
"Tau tih pagi pagi bikin orang kesel aja," ujar Elsa.
"Udah udah biarin aja, nggak usah di gubris kamu makan aja nanti telat ke sekolah," ujar Erik menenangkan Elsa. Sedangkan yang lain hanya diam sambil tersenyum. Bagi mereka keisengan Elo ke Elsa sudah menjadi hal biasa. Mereka sudah tidak kaget lagi kalo ada piring atau sendok terbang, jika Elo dan Elsa bersama.
"Cie cie ada yang kesenengan tuh di belain pacarnya," ledek Elo kembali.
Erik dan yang lain menekan mundur kursi mereka, badanya ia tegapkan ke belakang sedangkan kedua tanganya langsung mengambil sarapan masing masing. Seketika suara gaduh memenuhi meja makan, wajah Elo yang rupawan kini sudah di penuhi dengan selai roti. Akibat roti yang sudah penuh dengan selai, yang seharusnya masuk ke mulutnya malah menghantam wajahnya.
__ADS_1
ketika Elo hendak membalas, plototan sang ayah membuat konsenterasinya buyar. Alhasil minuman yang hendak ia siramkan ke Elsa malah mengguyur kepalanya sendiri.
"Apakah kita bisa tenang sarapan pagi ini," ujar sang ayah.
"Tapi pah wajah sama badan Elo udah kaya gini, nggak adil banget dong pah," rengek Elo.
"Salah kamu sendiri godain adik kamu terus," sambung sang omah.
"Nggak usah ngambek, nggak cocok sama wajah kamu. Udah sanah cepat ganti baju, katanya mau nganter Elsa ke sekolah," ujar sang ibu.
"Oh iya lupa, kakak ganti baju dulu awas kalo di tinggalin," ujar Elo.
"Elsa nggak mau di anter kak Elo, Elsa mau berangkat sendiri aja," renggek Elsa manja.
"Elsaaa nggak boleh gitu ah, kakak kamu udah baik mau anter kamu ke sekolah loh lagian nggak setiap hari juga," ujar sang ibu.
"Tapi mah, kak Elo itu kalo di sekolah nggak mau pulang. Masa dia nungguin Elsa di sekolah terus Elsa kan risih mah. Elsa bisa jaga diri kok, dari kemarin aja Elsa baik baik aja berangkat pulang sekolah sendiri. Lagian Elsa bukan anak SD lagi mah, Elsa udah gede Elsa udah SMA mah. Masa iya harus di tungguin, Elsa malu sama temen temen Elsa mah," keluh Elsa.
"Iya nanti mamah bilang ke kakak, jangan nunggu di sekolah. Udah habisin sarapanya," ujar Sang mamah.
Elsa pun dengan terpaksa berangkat sekolah di antar oleh Elo. Berbanding terbalik dengan Elsa, Elo begitu girang bisa mengantar adik kesayanganya itu. ia sudah duduk dengan senyum merekah di balik kemudi. Ia pun tak lupa dengan kaca mata hitam untuk menunjang penampilanya. Tubuhnya yang tinggi dan kekar bak model, sangat serasi di padukan dengan kemeja yang sengaja ia buka dua kancing atasnya. Dengan wajah rupawan dan dada bidang yang selalu ia pamerkan, ia selalu menjadi pusat perhatian di mana pun ia berada.
Berbeda dengan Erik, ia selalu menutup tubuh indah nya itu dengan berpakain rapih. Namun itu semua tidak sedikit pun menurunkan karisma nya itu, wajah rupawan dengan tatapan tajam dan dingin itu justru malah di gandrungi kaum hawa. Penampilan Erik adalah kebalikan dari Elo, Elo murah senyum dan terkenal play boy. Elo juga mudah bergaul ramah dan pecicilan tapi jika sedang marah ia tidak jauh beda dengan Erik. Sedangkan Erik lebih pendiam, dingin cuek pada sekitar. Erik juga irit senyum, sangking iritnya hanya beperapa orang yang pernah melihat Erik tersenyum. Ia selalu hati hati dalam bertindak, dia lebih terlihat berwibawa dan tegas di banding Elo.
Sedangkan Elsa tidak terlalu tinggi seperti Elo, ia lebih mirip ke ibunya. Kulitnya putih bersih dengan rambut hitam lurus panjang dan badanya padat berisi, persis seperti ibunya. Parasnya yang ayu di tunjang dengan body yang indah, membuatnya selalu cocok saat memakai pakaian apapun. Rambut asli Elsa sebenarnya tidak hitam namun ia selalu mengecatnya dengan warna hitam. Warna asli rambunya adalah perak begitu pula dengan warna bola matanya. Karna itu ia juga selalu menggunakan soflen untuk menutupi warna asli bola matanya itu.
cieee kaya bolu kukus aja mengembang😆
selamat membaca😊 semoga suka dengan tulisan saya. semoga bisa menghilangkan kejenuhan para pembaca.
__ADS_1
maaf bila ada kata kata atau tulisan yang salah .maklum ini pertama kali saya bikin novel😊 selamat membaca semuanya.