
Tuan Regan' Maria dan juga Ricko, Felix,Teo.
Sekarang sudah berada di dalam mobil masing-masing yang, sudah menunggu kedatangan Tuan Regan'
dan sekarang menuju Mansion Tuan Regan'
Tak sampai Satu jam..
Tuan Regan' telah sampa dikediaman nya...
pintu gerbang yang sangat tinggi' sudah terbuka secara otomatis dilengkapi dengan sensor.
Tuan... Anda sudah kembali.
Tanyanya penjaga gerbang dan sepuluh bodyguard yang telah menyambut nya..
Hanya anggukkan kepala
yang Tuan Regan' berikan
Setelah itu mobil yang di tumpangi tuan Regan' kembali berjalan disusul mobil yang di tumpangi Felix dan pengacara Tio.
Setelah sampai di depan pintu utama mansion Tuan Regan' Sudah Disambut tiga puluh bodyguard yang sudah berjejer rapi dan juga para 12 pelayanan yang berada di Mansion itu.
Selamat datang Tuan.... ucap serempak...
Lagi-lagi tuan Regan' menjawab dengan menganggukkan kepala.
Sedangkan didalam sang nyonya tak tau kalau orang yang iya rindukan dan putri nya suda berada di Mansion ini.
Hanya pekerjaan di mansion ini yang mengetahui kedatangan tuan mereka.
Dimana Abel...
Tanya Tua Regan.
Dikamar Tuan
Ucap salah satu maid
Tuan Regan' langsung melangkah menuju lantai tiga mansion nya.
Tanpa mengetuk pintu Tuan Regan' bergegas masuk untuk masuk ke dalam kamarnya.
Ceklek''... Tuan Regan' sudah membuka pintu kamarnya..
Papa!!
Pekik Sura Nyonya Abel..
Berhamburan memeluk Tuan Regan'
sedangkan Tuan Regan' reaksinya biasa saja..
tidak ada raut bahagia setelah bertemu Abel
dan Regan Langsung melepaskan Tangan Abel yang memeluk nya...
Papa kemana saja..... Mama' Sanga rindu sama papa.. nyonya Abel dengan manja.
Papa banyak kerjaan, dan juga di perusahaan saat ini banyak masalah.!
Nyonya Abel kembali memeluk Tuan Regan'
Tuan Regan' hanya memutarkan bola matanya malas .
Papa Maria tidak pulang ... entah kemana sekarang nomor nya juga tidak aktif
Hiks... Hiks..
mama merindukan Maria.
Senyuman sinis menghiasi wajah Tuan Regan' Saat membalas pelukan Abel
Kau akan merasa Apa yang Syah ku rasakan
Kata hati Tuan Regan'.
Papa Mala ini kita bisa habis kan malam bersama kan.
Mama sangat rindu, Hampir sebulan ini'
papa tinggalkan mama apakah papa tidak Rindu.
Maaf sayang... kita tidak bisa berbuat dosa ini Terus menerus..
Tapi sayang mama sangat merindukan mu pa!! Pakah papa tak merindukan mama..
Mama sudah tak tahan.... Semenjak Marcell menikah dengan wanita mandul itu Papa tidak lagi menyentuh tubuh mama.. Hiks... hiks.. apa dibelakang Mama Papa sudah berselingkuh..
tanpa nama ke ketahui Iyakan....!!!!
jawab Papa....!!!
Tuan Regan' mulai jengah... dengan tangisan Abel.. merasa Abel orang yang paling disakiti.
bukan kah Abel yang selalu menyakiti Menantu nya sendiri..menyiksa Askiya mendorong Askiya kedalam kolam, sedang kan Askiya Tidak bisa berenang..
itu semua iya ketahui melalui CCTV ..
Ya Tuan Regan' telah memasang kamera CCTV di Semua sudut yang berada di mansion nya secara diam diam
Bukan begitu Sayang' apakah kamu tidak ingin punya hubungan yang halal! tekan Regan'
Mau papa tapi itu gak terlalu penting..
__ADS_1
Yang penting Aku mau papa ya...
dengan manja nya nyonya Abel tak memandang usia nya
Sungguh rasanya Tuan Regan' ingin membenturkan kepala nyonya Abel karena tingkah manja nya..
Kalau saat ini Aku tidak berpura-pura untuk menjalankan rencana ku. sudah sedari tadi aku akan menenggelamkan kepala mu itu Abel di bak air.
mengapa dulu aku bisa tergila gila padanya.
pekik batin Tuan Rega
huu'uu menghela nafas nya.
Maaf Saat ini aku sangat lelah Abel!!
dengan tegas Tuan Regan'
mengatakannya kepada Abel tanpa embel-embel Papa, mama atau sayang.
dan menuju Ruang kerja Nya...
Ada apa dengan Papa setahun ini Papa kayak gak perduli dengan aku lagi.. Tidak aku biarkan Papa berubah! Tidak mungkin Ada wanita lain selain aku. Karena Papa sudah cinta mati dengan ku. menyakini diri sendiri.
Kemudian Abel turun kebawah..
iya melihat Ricko dan dua orang yang tidak dikenalnya
Tak lama Iya mendengar Suara langkah kaki dari arah belakang
nyonya Abel melihat Maria keluar dari arah kamar Maria..
Maria...!! Dari mana' sajakah kamu!!
Nyonya Abel terlihat marah kepada putrinya.
Ada urusan mama... ucap Maria
Urusan apa!! apa ada yang lebih penting dari urusan kakak mu..!
kamu tak berpikir dengan kepergian mu sama saja kamu telah mempermalukan Mama dan Kakak mu didepan keluarga calon ipar mu.. haaa...!! Untung saja mereka tidak mempermasalahkan kehadiran kamu dan papa.
emosi nyonya Abel...tak terbendung..
ooh maaf Tapi tidak batal kan..!
seandainya pun batal Aku sangat sangat bersyukur.. tidak jadi mempunyai Kakak ipar yang murah seperti calon menantu mama itu
plak..plak....
Maria mendapatkan tampar, bukan dari nyonya Abel.
melainkan Dari Marcell kakaknya..
Kemana perginya sopan santun mu Maria..!!
ternyata sedari tadi Marcell melihat amarah mamanya kepada Maria. Marcell juga mendengar calon istri dihina oleh Maria.
Marcell tidak sendiri disampingnya berdiri wanita yang baru Maria hina
Maria hanya tersenyum sinis.
Dengar kan aku mas Cell... ohhh bukan itu terlalu sopan' untuk kakak yang bejat atau suami yang tak bermoral seperti mu dan wanita mu itu...
aku tidak Sudi memiliki mama tau pun kakak seperti mu yang menjijikan.. sedari kapan
Mansion papa ini menjadi Tepat maksiat..
Maria dengan mata' melotot ke Arah tiga orang itu Yang semakin membuat emosi Maria menjadi
Mariaaa!!! kau!!
Marcell ingin menampar kembali Maria
Tapi! sudah dihalangi oleh Asisten Ricko'
sedari tadi Tiga orang yang duduk di sofa
sedang menonton keributan yang dilakukan Maria dan Marcell. Tapi Felix dan Tio memandang bisa saja. Hanya Ricko' yang emosi melihat Maria mendapatkan tamparan.
Apakan Kau tidak Tahu malu Menampar perempuan yang tak lain adik mu sendiri Tuan Marcell. dengan senyum sinis ricko berkata
Menurut ku yang dikatakan sama nona Maria itu benar semua tidak ada yang salah.
Tidak ada wanita baik yang keluar dari kamar orang yang masih berstatus suami orang
dengan pakaian yang tak sopan.
Ricko jijik melihat wanita yang masih menggunakan baju tidur seksi..
ditambah tanpa status dan keluar dari arah kamar Askiya dan Marcell. di mana ditaruh nya otak Marcell membawa wanita dikamar yang Junga ditepati Askiya selama setahun.
Ya Allah kapan Tuan Regan' cepat halalkan nyonya muda Askiya. batin Ricko
Tutup mulut mu Ricko' kamu tidak tau apa tentang keluarga kami.. tekan nyonya Abel
ohh Memang besar Saya tidak tau isi pikiran nyonya yang ada dalam otak anda.
Tapi nyonya Dan Tuan Marcell kalian Harus tau
Saya lebih tau Tentang tuan Regan' dan nona Maria saja selebihnya Saya tidak mengenal kalian berdua..
Kau Tidak sopan sekali dengan ku aku ini nyonya di rumah ini. aku akan melapor kan mu kepada suamiku... teriak Nyonya Abel
Agar kau dipecat dari jabatan mu.. lanjutan
__ADS_1
Ohh dengan senang hati saya tunggu pemecatannya nyonya Abel!
dengan seringai nya.. Ricko' berbicara.
Ricko' berbalik ke arah Maria iya langsung mengarah kan tangan nya ke pipi yang sudah lebam terlihat bukan cuma satu tapi kedua pipi Maria jadi saran kemarahan Marcell dan juga darah yang keluar dari sudut bibir Maria.
Apa ini sangat sakit..
Ricko' menyentuh pipi Maria dengan hati hati.
Tidak om ini tidak sakit..
sungguh Maria menjawab dengan jantung berlomba berdetak..
dengan wajah merah Maria tak menyangka Ricko memperdulikan nya'
Maria apa kamu tidak apa apa mengapa wajah mu jadi merah begini. apa perlu Om antara ke Rumah sakit.
Asisten Ricko' sangat menyadari salah tingkah nya Maria tapi dia pura pura tiada tau
Tida usah om Nanti juga sembuh sendiri
kalau begitu Mari ke kamar dulunya..om. berbalik melihat orang orang Opah nya
Om Felix om Tio Maria ke atas dulu ya.. permisi
Felix dan Tio mengangguk kan kepalanya..
Maria melangkah dan dengan sengaja nya Maria menyenggol dengan kuat. bahu wanita yang sedari tadi tangannya bergandengan dengan tangan Marcell.
Auww... Meringis wanita itu
Sayang... tidak apa-apa kan!
Marcell membantu Wanita itu berdiri
Saat Maria sengaja nyenggol wanita itu dengan tidak siap menahan keseimbangannya tubuhnya sampai terjatuh.
Maria bisa kau berjalan dengan hati hati !! teriak Marcell.!!
wao... Sebegitu cinta Nya kau dengan wanita murah itu sehingga kau membelah nya..
Beda dengan reaksi mu saat mbak As yang di hina oleh mama kita! upss bukan mama kita tapi hanya mama mu. karena aku tidak mempunyai mama yang tegang merusak rumah tangga anak nya sendiri..
Mari jaga ucapan mu kepada mama!!
Marcell peringati Maria
Apa!! yang harus Maria jaga dari ucapan Maria..
Yang mana ucapan Maria yang salah..
Saat ini Mari berpikir seandainya Maria menikah' dan nasib ku seperti mba Askiya, suamiku mencerai kan ku demi mempunyai keturunan.
dan suamiku juga berbuat tak senonoh dikamar ku dan suamiku.. saat aku pergi menakan pikiran!!' seperti apa yang di lakukan oleh mu Tuan Marcell yang terhormat..
........
Aku malu mempunyai saudara seperti mu dan mempunyai mama seperti mama kamu yang kau sayangi itu!! Mengapa Aku harus lahir dari rahim wanita tak punya hati sepertinya!!
tunjuk nya kearah Nyonya Abel
Maria langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya.. dengan hati nya hancur
iya sudah mengeluarkan isi hatinya..
sedangkan Nyonya Abel dan juga Marcell diam membeku saat mendengar perkataan yang Maria ucapan..
Marcell ingin menyusul tapi ia urungkan karena mendengar suara kesaksian Tan dari Wanitanya. iya melihat wanita nya jatuh pingsan dan ada darah yang mengalir di selah kakinya..
Nyonya Abel langsung panik..
Ramona bangun sayang ada apa dengan mu..
Nyonya Abel menangis ia sang khawatir
dan juga Marcell
Kenap kalian hanya diam saja cepat hubungi Dokter Sekarang juga!!!
teriak Marcell Kepada tiga orang yang dengan santainya meminum kopinya yang sudah di sajikan oleh pelayan.
Apa kau nyuruh kami.. maaf kau punya tangan dan telinga hubungi sendiri..
ejek Asisten Ricko..
Ingin rasanya Marcell menghajar Asisten papanya yang kurang sangat kurang ajar
Marcell langsung menghubungi Dokter keluarga nya.. tapi tidak diangkat dan Iya menghubungi rumah sakit untuk mengirim dokter ke mansion papanya
Nyonya ambil memberitahukan anaknya
Marcell untuk membawa Ramona ke kamar Marcell..
belum sempat melangkah Suara Tuan Regan' menghentikan Marcell.
Sampai kau membawa pelacur itu masuk Kemar Askiya ku.. Akan ku potong kaki kalian berdua dan juga pelacur mu itu Marcell!!!
Bersambung.....
******
Ingin rasanya aku berhenti menulis.....
hiks... hiks .
__ADS_1