Jodoh Ku Mertua Ku

Jodoh Ku Mertua Ku
15.( Sedang direvisi )


__ADS_3

Hari ini hari dimana Tuan Regan' menjemput Askiya.


Dimana Askiya Akan hadir di persidangan perceraian nya.


Tuan Regan, Askiya, dan tidak lupa juga orang tua Tuan Regan.


Mereka semua Sudah berada didalam pesawat pribadi orang tua Tuan regan.


Tuan Raiden ; "Son... Jangan kau sentuh Cucu Daddy, dia belum halal untuk mu!."


Tegas Tuan Raiden' Bukan tanpa Alasan Tuan Raiden' bicara seperti itu.


Karena ia melihat Anaknya itu ingin mencari kesempatan disaat cucu nya tertidur pulas.


Tuan Regan ; "Ayolah Daddy, aku hanya ingin melihat wajahnya, Aku Sangat merindukannya?''


Regan' memelas.


Tuan Raiden ; " Son, jangan sampai istri Daddy bangun, dan melihat mu melakukan hal-hal yang Yang tak senonoh dengan cucu nya!''.


Tua Regan ; '' Daddy! Siapa yang membuat tidak senonoh dengan Syah ku Dad!'.


aku Hanya ingin melihat wajahnya nya' saja".


protes Tuan Regan.


"Lagian siapa yang menyuruh Syah ku memakaikan cadar ini".


Emang Benar Askiya, Sedang memakai baju syar'i lengkap dengan cadar.


Tuan Raiden ; '' Itu kemauan cucu Daddy sendiri, Mommy mu juga sangat mendukung nya! dan bukan nya? bagus jika cucu Daddy, memakai baju itu, hanya orang tertentu yang dapat melihat wajahnya. ?


setelah medegar perkataan Tuan Raiden' Tuan Regan langsung tersenyum, entahlah apa yang dipikirkan nya..


Tak lama Nyonya Renata terbangun.


"Daddy...


Nyonya Renata memanggil Suaminya.


Tuan Raiden ; '' Iya sayang, kau sudah bangun.


Nyonya Renata ; '' Cucu kita dimana,? Jangan bilang lelaki tua itu telah Berbuat macam macam dengan cucu kita.''


Tuan Raiden ; '' Hahahaha Sayang lelaki tua, yang kau maksud itu putra kita."


Nyonya Renata ; " Tidak!" selagi dia masih terikat dengan wanita menjijikkan itu dia bukan Putra aku!" Hanya putra mu Daddy!.


Tuan Raiden ; " Ok sang ratu lah pemenangnya"..


Nyonya Renata langsung tersenyum medegar perkataan suaminya.


Tuan Raiden tidak mau membuat istri nya itu semakin emosi,lebih baik' ia yang mengalah.


Sedangkan Tuan Regan' mendengar perkataan mommy ya hatinya sangat sakit walaupun ia tau, mommy nya itu masih sangat menyayangi nya.


" Maafkan Regan' mommy... sudah membuat mu kecewa, ucapnya lirih.


*******


Mansion Regan.


Maria Sedang bersiap siap untuk menjemput Daddy nya, Oma, opanya dan juga calon mama tiri nya itu.


Dret.. dret .. Terdengar getaran ponsel Maria.


Ia melihat nama yang menghubungi nya..


Maria langsung memutar matanya melihat si penelepon (Ricko)


"Halo...


...


"Tunggu saja aku sebentar Lagi akan turun".


....


Tut.. telpon pun terputus..


Maria langsung bergegas menemui ricko, yang Sedang menunggu nya didepan Mansion Papanya.


Belum sempat membuka pintu utama Ia mendengar sapaan dari Dari tiga orang yang muak ia lihat.


"Adik Maria, kau mau pergi kemana..?"


tidak kah sarapan dulu..


Maria yang mendengar Ramona memanggilnya dengan sebutan adik. Ingin rasanya muntah. dan Mari memilih diam saja, dan melanjutkan langkahnya.


" Maria!, tidak sopan mengabaikan orang yang menegur mu, untuk mengajak makan," Tegur Nyonya Abel.


Sedangkan Marcell menatap Maria saja tanpa menegur nya..


Maria tidak memperdulikan perkataan mama nya... Maria kembali berjalan dan menghilang di balik pintu utama.


Nyonya Abel ; " Anak itu semenjak bertemu Askiya dia menjadi pembangkang!" walaupun wanita itu sudah tidak berada di Mansion ini.


Nyonya Abel ; " Marcell bagaimana perceraian dengan dengan Askiya!.


Marcell ; "Senin besok baru akan dimulai.


Nyonya Abel ; "Jangan kasih dia harta gono-gini! dia tidak pantas mendapatkannya,


karena dia tidak bisa punya anak".


Marcell ; "Iya ma..


hanya itu' yang keluar dari mulut nya..


jujur saja ada sesal dihatinya, mengingat sementara lagi ia akan bercerai dengan istri nya.


Banti Marcell " Ya Allah apa keputusanku sudah tepat ,semoga saja aku tak menyesalinya."


" Mas kamu kenapa..? Mas lagi sakit."


Marcell ; "Mas baik- baik aja.. Kamu makan lagi ya.. kasian anak kita kelaparan,"


Marsel bicara dengan mengelus perut Ramona.


Nyonya Abel yang melihat kemesraan Anaknya la tersenyum.


"Anak ku Kau sudah mendapatkan kebahagiaan mu." batin nyonya Abel.


*****


Dibandra ...


Maria dan Ricko' telah tiba di bandara


mereka melihat kanan Dan kiri


untuk mengetahui dimana Tuan Regan' Dan yang lain berada.


Maria...!!!


teriakkan seseorang..

__ADS_1


Maria berbalik ke arah belakang Maria melihat


papanya dan Orang Tua' Papanya Tapi seorang yang ia tunggu tidak ada Batang hidung nya.


Iya mendekati Papanya...


iya langsung memeluk Tuan Regan.


Maria ; "Papa dimana Mbak As kenapa dia tidak ikut."


Maria tidak melihat keberadaan Askiya.


ia hanya melihat wanita memakai cadar


dan juga jelas jelas tadi ia mendengar suara Askiya' tidak mungkin kan itu suara oma nya yang memanggil nya..



"tidak mungkin kan wanita itu mbak As."


batin Maria.


Tuan Regan' ingin tertawa melihat Maria yang kebingungan tapi ia tahan.


Tuan Regan ; "Mbak tentu saja ikut, Papa kesan buat jemput dia kan."


Maria ; "Tapi Mbak nya mana pa... ?"


Tuan Regan, langsung menunjuk ke arah, wanita bercadar yang sedari tadi Hanya diam.


Maria ; "Papa serius..? yakin gak ketukar sama orang yang ada di bandar ini."


pertanyaan polos Mari membuat gelak tawa mereka.


Tuan Regan yang gemes langsung menjepit hidung Maria..


ia sangat gemes kepada Maria.


Maria ; "Adu pa... sakit"


Tuan Regan ; "Papa serius."


Maria berbalik melihat wanita itu lagi.


Maria ; "Hai mbak nya..? beneran ini mbak Askiya.. gak ketukar."


Askiya langsung tertawa kecil...


Askiya ; "Iya sayang aku mbak mu Askiya."


Maria langsung melotot.


Maria ; "seriusan."


Askiya kembali tertawa melihat kelakuan Maria yang kaget, melihatnya dan Askiya' langsung memeluk Maria.


ia benar-benar merindukan Adik' iparnya ini, begitupun dengan Maria ia juga sangat merindukan kakak ipar nya ini.


"Apa cuma Merindukan Askiya


dengan kami tidak."


Maria langsung berbalik melihat Tuan Raiden dan nyonya Renata'..


Maria langsung beralih memeluk, Tuan Raiden dan nyonya Renata.


Maria ; Tentu saja Maria selalu merindukan kalian berdua."


Tuan Regan ; "Sudah kangen-kangenan nya,


Kita Harus pulang dulu sampai di mansion, baru lanjut lagi kangennya."


Nyonya ; "Regan' kamu jangan coba ambil kesempatan! Kamu duduk didepan dengan Ricko, Biar cucu cucu Oma dibelakang."


Tuan Rega ; "Mommy...Aku seperti anak tiri..


Nyonya ; "Kau memang pantas jadi anak tiri!


dan sekarang kamu jangan banyak bantah!


Apa mau Mommy kutuk Biar junior menjadi kecoak."


Regan langsung menutup aset nya dengan kedua tangannya, nyonya Renata' dan Tuan Raiden' sudah masuk mobil. disusul Askiya dan Maria yang menahan tawanya.


Tuan Regan melihat Askiya yang sedang menertawakan nya, Askiya berbalik melihat kesamping melihat Regan' yang masi berdiri diluar.. dan mata mereka langsung bertemu.. Regan' langsung menarik sudut bibirnya membentuk senyum tipis..


Askiya langsung menundukkan kepalanya..


Batin Askiya, "Adu Kenapa papa lihat As' sampai segitunya."


Askiya, langsung menoleh kearah lain.


"Son Apa kamu mau terus berada diluar berganti profesi, menjadi keamanan bandara."


tegur Tuan Raiden.


Tuan Regan' tersadar langsung masuk dan duduk di samping Ricko' yang akan mengemudi.


Tak terasa mereka semua Telah Sampai di Mansion Tua Regan.


Para pengawal, Dan pelayanan sudah berbaris rapih untuk menyambut kedatangan Tuan nya, yang sudah kembali pulang.


Selamat datang Tuan muda, Tuan besar nyonya besar, dan...


Tiba-tiba semua pengawalan dan pelayanan berhenti melihat Wanita yang memakai cadar.


Mereka semua bingung, ingin menyambut apa.


Tuan Regan' pun melihat arah mata parah bawahannya' yang tertuju pada Askiya..ia pun langsung mengerti.


Tuan Regan ; "Nyonya muda!, dia nyonya mudah kali semua!"


Para pengawal dan pelayanan langsung menunduk kan kepalanya.


"Selamat Datang nyonya muda dan juga Nona muda Maria."


Tuan Regan' dan lain-lain nya langsung masuk setelah membalas sapaan dari anak buah nya..


Terlihat Nyonya Abel sedang bersantai di sofa ruang tamu.


dan juga Marcell tak ketinggalan Ramona..


tak.. tak.. tak..


terdengar langkah kaki dari arah pintu utama..


Nyonya Abel, Marcell,dan juga Ramona. langsung menoleh ke arah suara langkah kaki, mereka semua kaget melihat orang tua Tuan Regan' dan seseorang wanita asing yang menggunakan cadar di susul juga Maria dan Ricko'.


Nyonya abel langsung berdiri ingin menghampiri, dan menyapa disusul Marcell juga Ramona.


Nyonya Abel ; "Mom.....


Nyonya Abel ingin menyapa.. Tapi sudah dipotong Nyonya Renata'.


"Stop!! Jang ada satu kata pun yang terucap dari, mulut kalian bertiga


tegas Nyonya Renata.

__ADS_1


"Kami kesini tidak untuk basah basi dengan kalian! Jadi jangan kamu merasa berkuasa di sini! menjauh dari hadapan ku."


" Oma..!!!


teriak Marcell


"Seharusnya Oma yang harus jaga sopan santun oma disini! Hargai Mama' ku!"


Marcell sudah emosi mendengar perkataan Omanya yang tidak mau menghargai maman.


Semua mata tertuju pada Marcell yang berani meneriaki Nyonya Renata.


Tuan Regan' ingin melangkah mendekati Marcell, Tapi justru cegah Tuan Raiden.


Dan kini malah Tuan Raiden' yang maju kehadapan Marcell.


dan....


Plak!... plak!..


kini tangan Tuan Raiden' sudah mendarat di pipi Marcell.


"Ya apun Mas.. Kamu tidak apa-apa kan!"


Ramona sudah menangis melihat Kekasih nya.


bibirnya Marcel sudah mengeluarkan darah.


Ramona ; "Apa yang ada lakukan kepada suami saya!"


Tuan Raiden ; "Aku harap dua tamparan ini! membuat mu, menyesal' telah membentak Istri ku!."


Tuan Raiden tidak menjawab Pertanyaan dari Ramona.


Tuan Regan ; " Dan kau Marcell Jangan pernah panggil istri ku' dengan sebutan Oma dan memanggil ku Opa.. Kau bukan cucuku ku Lagi!!"


Marcell sudah mengeluarkan air mata bukan karena tampar dari Tuan Raiden.


Tapi kata kata yang Terlontar dari mulut Tuan Raiden'. ia menyesal Telah membentak Nyonya Renata'


Sedangkan nyonya Abel Dan Ramona ketakutan dengan tatapan mematikan Dari Tuan Raiden'.


"Oma Opa mari kita istirahat opa dan Oma pasti capek"


ajak Maria, tidak lupa juga ia menggandeng tangan Askiya.


Tuan Regan'.. : "Maria Bawah mbak mu keatas!"


Sedangkan Askiya sudah menundukkan kepalanya..


iya tidak ingin menatap Marcell.


"Baik pa..!"


jawab Maria.


Marcell menatap Maria dan wanita yang memakai cadar sedang bergandengan tangan itu.


Batin Marcell, "Aku seperti mengenalnya dari iris mata itu?."


"Papa Kenapa Wanita aneh itu masuk ke kamar Marcell dan Ramona.. mengapa papa tidak ijin ke mama!."


tiba-tiba Nyonya Abel bersuara.


Tuan Regan ; "Hahaha... Abel Mengapa aku harus ijin kepada mu, Ini Mansion ku Abel!


aku tidak perlu minta ijin kepada Siapa pun!,


Termaksud kamu Abel!


Nyonya Abel seketika bungkam. Mendengar ucapan Tuan Regan ia bingung harus bicara apa lagi.


Tuan Regan ; "Oh iya... seharusnya kau dan anak mu Marcell yang harus minta ijin kepada ku. untuk mengajak seorang wanita tinggal dengan seorang lelaki yang berstatus suami orang terlebih lagi kamar itu kamar yang selama ini untuk menghabiskan malam-malam indah bersama istri nya!"


Deg...


Marcell merasa seperti jantung nya.. septi diremas. setelah medegar penuturan dari papanya.. Mengapa dia lupa selama ini ia tidur bersama Ramona adalah kamar nya dengan Istri nya Askiya.


Tidak terasa air matanya... terjatuh.


Setelah Regan melihat reaksi Marcell tersenyum mengejek, Tuan Regan melanjutkan perkataan nya.


Tuan Regan ; "Lebih Parahnya Wanita itu sudah sampai hamil."


setelah mengucapkan itu. Tuan Regan, langsung melangkah pergi.


Nyonya Abel ikut melangkah mengikuti Regan'


medegar langkah kaki nyonya Abel.


Regan' langsung menghentikan langkahnya,


dan berbalik menatap nyonya Abel.


mau apa kau..,.


nyonya Abel bingung dengan perkataan Tuan Regan', jelas jelas dia juga ingin ke kamar nya bersama Regan'.


Nyonya ; "Papa ini mengapa menjadi aneh si... jelas jelas kamar mama dan papa di atas!."


Tuan Regan ; "Tidak untuk sekarang Abel!!


aku sudah lelah berpura-pura seperti mu!


kau mengartikan maksud ku!,"


Setelah diputuskan persidangan oleh pengadilan, antara Marcell dan Askiya nanti. Aku harap hidup Kita menjadi normal seperti Sebelum kita menjalani hubungan, mengerikan ini Abel!."


Nyonya Abel sudah menggelengkan kepalanya..


tanda tidak terima, degan apa Yang di ucapkan Regan.


Tuan Regan kembali bersuara.


"Silahkan kamu ke kamar mu, tapi tidak dengan dengan ku.. Aku Akan Tidur di kamar yang telah aku renovasi!."


tanpa basi basi lagi.


Regan' langsung melangkah meninggalkan, Nyonya Abel yang tumbuh nya mendadak kaku ia sangat kaget dengan perkataan Tuan Regan'


Ramona melihat Nyonya Abel yang tiba-tiba terdiam, langsung menghampiri nyonya Abel,,


"Mama tidak apa-apa kan..


Apa yang papanya Mas marcell katakan Kenap mama mendadak terdiam begini."


Nyonya Abel ; "Tidak sayang mama baik baik saja, kalian pergi lah bawa Marcell istirahat."


Ramona ; "Tapi Mama....


Nyonya ; "mama baik saja... jangan khawatir."


Dalam hati nyonya abel,


"Ada apa dengan Regan' Mengapa Dia jadi berubah... Dan mengapa Orang tua' Regan' tiba-tiba mendadak datang kemari.


Aku Haru melakukan sesuatu Aku tidak ingin kehilangan Regan."

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2