
Ceklek...
Pintu kamar terbuka Maria dan Askiya, Masuk dalam kamar yang pernah Askiya tempati bersama Marcell.
Askiya terlihat bingung melihat kamar Marcell semua suda berubah, dan sejak kapan ada dua ranjang di kamar ini, Mengapa juga ia Harus di bawa Maria ke kamar ini.
kemudian ia melihat Ke arah Maria, dan ingin mendapat penjelasan dari Maria.
Mengapa ia di bawa kemar Marcell.
Askiya ; "Maria Mengapa Mba As di bawa kemar ini?"
sungguh ia merasa tidak berhak lagi menggunakan kamar ini lagi
Maria tersenyum melihat Kakak iparnya yang terlihat tidak enak berad Kamar ini.
Maria ; "Papa yang menyuruh Mba As tidur di kamar ini." Mari berkata tanpa beban
Askiya melotot Mendengar perkataan Maria
Apa yang ada di pikiran papa mertuanya. mengapa ia harus tidur dikamar Marcell
Sedang kan ia akan bercerai.
Askiya ; "Mari.. Biar mba tidur dikamar lain saja! Di Mansion Ini kan banyak kamar..? Atau Mbak tidur di kamar kamu aja ya..?."
Maria ; "Ais.. Maria tidak suka diganggu! hari ini Maria mau istirahat.. tanpa ada yang menggangu maria... Bay Mba... Maria ke kamar Maria dulu nya?"
Askiya ; "Loh Maria!! Mau kemana tunggu!"
Maria langsung berlari meninggalkan Askiya sendiri dikamar itu iya tidak perduli dengan panggilan Askiya yang meneriaki namanya. Maria bukan tidak mau, malah ia pengen Kakak iparnya itu uterus ada dikamar nya.. Tadi itu cuma Alasan nya saja.. iya tidak mau uang jajan nya di potong sang papa, saat di perjalanan tadi menuju Mansion. Papanya itu suda mengancamnya Agar ia tidak memperbolehkan kakak iparnya untuk satu kamar dengan nya..
Maria ; "Maafkan aku Mba ini kemauan papa! Maria hanya menyelamatkan uang jajan Maria saja."
Saat menuju Kamar nya maria dengan berlari. ia berpapasan dengan dengan papanya.
Tuan Regan yang melihat Maria yang terburu buru dari ara karma bekas Marcell tempati.
Tuan Regan ; "Ada apa maria? mengapa kau berlari!"
Maria ; "Ini semua salah papa!"
bukanya menjawab Maria malah menyalakan Tuan regan
Tuan Regan' menaikan sebelah alisnya, merasa bingung dengan perkataan Maria. Ia tidak merasa Berbuat salah.
Tuan Regan ; " Mengapa kamu malah menyalahkan papa?."
Maria melihat sinis papanya, Apa papa nya ini tidak sadar Kalau papanya itu ingin merampas uang jajan nya, seandainya Askiya Ia bawa kamarnya..
Maria ; "Papa Sayang...?. Maria sudah melaksanakan apa yang suda papa perintahkan bawah bidadari Tuan Regan, Tidak
Maria ijin kan sekamar dengan Maria!
Jadi jajan Maria gak di potong kan?."
Deng mata berbinar.. Agar papanya berbelas kasih.
Tuan Regan, menggelengkan kepalanya, medegar ucapan yang keluar dari mulut Maria. sungguh Anaknya Ini membuat dia gemas sekali, ada rasa sedih dihatinya mengingat sebentar lagi ia akan tinggal terpisah. membawa Askiya Ke Mansion barunya dan meninggalkan Maria Mamanya dengan Kakak laki-lakinya.
"Papa!"
Panggilan dari Maria menyadarkan Lamunan Regan, Ia tak tau kalau sedari tadi ia telah melamun.
Tuan Regan ; "iya Sayang...
Tuan Regan' melihat Maria yang mukanya sudah masam?
Maria ; " ais... Papa suda mikirin yang aneh aneh kan.!"
Tuan Regan ; "sekarang kamu masuk kamar...
papa mau istirahat!."
Tuan Regan langsung melangkah kan kakinya menuju Kamar yang dimana Askiya, tempati
baru berapa langkah.
Maria suda berkata lagi
Maria ; Papa Jangan lakukan yang aneh aneh nya... papa kan....
__ADS_1
Tuan Regan ; "Papa suda tau! Kamu seperti Daddy ku saja!."
belum juga Maria menyelesaikan ucapan nya..
Tuan Regan' sudah memotong ucapnya.
Dan sekarang Tuan Regan sedang menatap nya.. tak bersahabat.
Tanpa berniat melanjutkan ucapnya Maria langsung berlari ke Kamar nya.
Sedang Tuan Regan sudah Menarik sudut bibirnya menjadi senyum.
Ceklek...
Pintu terbuka Tuan Regan langsung masuk dalam kamar dan langsung mengunci pintu Kamar itu.
Regan, melihat seluruh ruangan Kamar itu. ia tidak melihat Kekasih nya yang berada di dalamnya.
Tuan Regan ; "Kemana dia?."
Tidak lama Tuan Regan Mendengar suara pintu terbuka.
Ceklek...
Tuan Regan langsung berbalik. ia melihat Askiya keluar dari Kamar mandi yang berada di dalam kamar itu.
Glek!
Tuan Regan, Menelan air liurnya dengar kasar.
Mata Tuan Regan Seperti ingin loncat dari tempatnya.. melihat Pemandangan yang sangat indah didepan mata.
Batin Tuan Regan ; "Syah ku' kau membuat naga langit papa terbangun! ia ingin mendarat ke bumi."
sungguh baru kali ini ia melihat Askiya, tanpa jilbabnya.. ditambah lagi
Askiya cuma memakai handuk yang menutup tubuhnya...
Sedang Askiya sendiri tidak tau kalau ia tidak sendiri, berad di kamar itu.
Askiya masi asik mengerikan rambutnya.
Tuan Regan' mati-matian menahan diri, agar ia tak menerjang Askiya sekarang juga.
AAAaaaaaa... aaaaaa.....
Askiya langsung berbalik ingin berlari ke Kamar mandi. tetapi iya kalah capat dengan gerakan Tuan Regan, Tuan Regan langsung menarik tangan mungil Askiya,
haaapp... Askiya langsung terjatuh, dalam pelukan Tuan Regan. Mereka saling memandang satu sama lain, namun Askiya mencoba melepas kan diri dekapan Tuan Regan.
Askiya ; "Papa lepaskan As! Papa Jangan begini pa! Ya allah.. sungguh Ini tidak pantas
hiks ... hiks... hiks."
Askiya sudah menangis, ia sungguh ketakutan dengan keada begitu Intim.
Tuan Regan merasa iba Mendengar tangisan Pujaan hatinya. Ia tidak ada niat sama sekali untuk Berbuat senonoh dengan gadis nya.
Tuan Regan ; "suet.. Syah.. dengar kana papa Jangan menangis lagi. Papa akan lepaskan pelukannya jika Syah sudah berhenti menangis, tapi jika masih menangis papa tida kakan melepaskan pelukan ini. jadi di sekarang Syah masi Mau menangis!."
Askiya, langsung menggelengkan kepalanya, ia Ingin terlepas dari dekapan Papanya.
Ia takut berdosa, jika keadaanya, masi terus seperti sekarang ini.
Askiya. ; "As tidak akan menangis lagi tapi As mohon lepaskan As. Biar kan As pakai baju dulu, As takut dosa pa!."
Setelah Mendengar perkataan Askiya, Tuan Regan langsung cepat melepaskan dekapannya.
Askiya langsung melangkah kan kakinya kearah Walk in Closed
Askiya ; "Ya Allah apa yang terjadi tadi, Aku merasa jadi wanita yang tidak tau malau. Mengapa aku tidak langsung memakai baju Saat dikamar mandi tadi!."
menyesali kebodohannya
"Aku sudah berdosa dengan suami ku tidak menjaga tumbuh ku dari kaki laki lain.
Maafkan hamba ya Allah, hamba sungguh malau."
Askiya tidak menyadari sedari tadi Tuan regan sudah Mendengar perkataan Askiya.
__ADS_1
Ia juga melihat Askiya yang memeluk kedua lututnya dan menenggelamkan wajahnya di tumpukan lengannya. Ia melihat semuanya dari balik pintu Walk in Closed yang terbuka sedikit.
Tuan regan ; "Sungguh beruntung kau Marcell!memiliki istri yang bisa menjaga harga dirinya
Dari sentuh lelaki lain termaksud diriku."
Tuan Regan sangat kagum kepada Askiya, jelas jelas mereka akan bercerai. Tapi Askiya, masi menghargai Marcell sebagai suaminya dengan menjaga tubuhnya dari sentuhan laki laki lain.
"Kau sangat bodoh Marcell melepaskan wanita yang begitu sempurna seperti Syah ku, Aku bersumpah Tidak! akan pernah aku melepaskannya setelah ia menjadi milikku!."
desis Tuan Regan yang melihat Askiya masi menyalakan dirinya sendiri.
20 menit suda berlalu Askiya baru keluar dari Walk in Closed.
Ia Ingin istirahat, tubuhnya Sangat lelah dari perjalanan Dari Australia ke Indonesia.
cukup melelahkan ditambah Pertujukan Antara Marcell', calon mantan mertuanya dan Kedua Opa dan Omanya. Ditambah lagi kejadian yang berapa menit lalu terjadi, ia benar-benar sangat lelah.
Askiya ; "hu.. aku ingin istirahat.. tubuhku sangat lelah sekali."
Askiya menuju tempat tidur ia ingin cepat cepat merebahkan badannya.
Tapi ia melihat di ranjang sebelah suda ada papa yang suda tertidur. Terdengar dengkuran halus Yang terdengar ditelinga Askiya,
Askiya ; "Seperti nya papa kelelahan bolak-balik, Dari Indonesia, ke Australia terus pulang lagi ke Indonesia Hanya untuk menjemput ku. Terima kasi papa mau bela belain Jemput As, dan membatu As untuk cerai dengan mas Marcell Dan soal tadi Askiya, minta maaf Suda histeris di pelukan papa.''
Askiya memberhentikan sesaat ucapnya.
lalu iya duduk dipinggiran ranjang, Askiya, kembali melihat Ranjang yang di sebelah nya dimana papa mertuanya.. itu tidur.
Askiya ; " Maaf As pa.. suda menolak pelukan papa.. As masi haram untuk papa sentuh.
Askiya kembali terdiam beberapa saat,
kemudian ia melanjutkan lagi ucapnya.
" Pelukan papa sangat nyaman. As harap papa
bisa bersabar buat menunggu As,
Setelah As bercerai Sampai masa indah As selesai."
Setelah itu ia kearah pintu untuk keluar, Tapi saat ia Ingin membuka pintu itu terkunci.
Askiya ; "mengapa pintu nya terkunci..?
ia langsung melihat ke arah ranjang tadi,
terus ia menuju ke arah sofa yang lumayan muat untuk tubuh kecilnya.
Sungguh ia Sangat lelah dan ia Ingin tidur,
ia rebahkan tubuh kecilnya di sofa yang berada tidak jauh dari tempat tidur yang bersebelahan dengan Tuan Regan berada.
dan tidak lama Askiya suda Masuk ke alam mimpi.
Tiba tiba mata Tuan Regan terbuka kemudian ia tersenyum.
Ia Sangat bagia mendengar perkataan Gadisnya.
Ia tadi hanya Putra tidur, saat ia mendengar Askiya keluar dari Walk in Closed.
Tuan Regan ; "Syah ku... perkataan mu sungguh menjadi kejutan untuk papa. Tentu saja papa akan menunggu mu sayang."
Iya melangkah menuju dimana Askiya, suda tertidur. lalu ia mengangkat tubuh Askiya memindah kan Disebelah ranjang yang ia tiduri
dan meletakan degan hati hati, dan menyelimuti tubuh Kekasih nya.
dan cup.. Tuan Regan memberi kecupan di kening Askiya.
Tuan Regan ; "Maaf kan papa juga sayang dan selama tidur sayang."
Tuan Regan' kembali Ke ranjangnya..
dan kembali merebahkan tubuhnya, ia juga sangat lelah tidak lama ia menyusul Askiya ke alam mimpi.
Bersambung........
******
Maaf baru Upload.....
__ADS_1
karena kondisi badan yang gak fit.