Jodoh Ku Mertua Ku

Jodoh Ku Mertua Ku
24.


__ADS_3

Sesampainya dikamar Askiya, membaringkan tubuhnya menghadap dinding kamar berwarna ungu muda dan sangat indah buat di pandang, Askiya melihat itu tersenyum.


"Sangat indah seperti kamar putri kecil."


Tapi senyuman itu tidak bertahan lama kemudian wajah cantik itu menjadi sendu


"Huuu... Apakah keputusan ku untuk menikah dengan papa sudah benar?' tapi aku takut papa seperti dia, tak dipungkiri aku belum bisa Melupakannya." Askiya belum sepenuhnya melupakan hubungannya dengan Marcell dua tahun terjalin.


******


Sedangkan diruang yang berbeda Tuan Regan yang sangat kesal dengan wanita yang dulu sangat ia cintai, tapi cinta itu sudah berubah menjadi benci.


Semenjak anak yang tulus ia sayangi dan ia banggakan, kelak ia yang akan mewarisi kekayaan nya. Tapi itu dulu tidak berlaku untuk sekarang, karena anak itu sudah mengecewakannya yang sudah mengkhianati putri angkatnya yang ia sayangi.


"Dasar manusia sampah! benalu dalam kehidupan ku! kalian semua tidak akan aku maafkan!!."


Dengan penuh kebencian Tua Regan tidak sengaja'memecahkan gelas kaca yang berada di genggaman nya.


Tuan Regan melihat tangannya yang berdarah ia tersenyum.


"Darah ditangan ini adalah saksinya untuk membuat kalian menyesal!”


Tuan Regan melangkah kearah pintu yang berada didalam ruangan pribadinya itu. Tuan Regan ingin menemui kekasihnya dikamar yang terhubung dengan Ruangan pribadinya, tanpa menyadari luka yang masih mengalir darah di telapak tangannya, yang sudah menetes di lantai.


Ceklek!


Askiya yang sedang berbaring memunggungi menghadap dinding kamar. Tersadar mendengar pintu yang terbuka, ia cepat cepat bangun dari pembaringannya dan langsung duduk dipinggir ranjang dan melihat Tua Regan yang sudah masuk dan menutup pintu kamar yang Askiya tempati.


yah itu pintu yang terhubung dengan ruang kerja Tuan Regan.


Askiya yang ingin mengatakan sesuatu mengurungkan niatnya untuk berbicara karena Tuan Regan sudah lebih dahulu berbicara


"Apa Erick belum mengantarkan kita makanan." tanya Tuan Regan


Askiya hanya menggelengkan kepalanya


"huu.. padahal perutku sudah minta untuk di isi." dengan senyum Tuan Regan berkata.


askia yang mendengar ucapan Tuan Regan langsung berkata


"Apa papa sangat lapar? kalau Papa sangat lapar As akan ambilkan untuk papa"


mendengar Turen mengatakan perutnya ingin di isi askia tidak tega melihatnya tak lama arah mata askia melihat darah yang berceceran di lantai iya melihat ke arah Tuan Regan,tegang dan memperhatikan dengan Tuan berikan melihat itu mata askia l langsung mem bola ia tidak percaya apa yang ia lihat saat ini.

__ADS_1


"Ya Allah!"cepat-cepat Zaskia turun dari ranjang dan langsung buka lagi ia tidak menemukan sesuatu yang ia cari.


dan ia berlari lagi ke arah lemari dan iya juga tidak menemukan juga apa yang ia cari matanya melihat seluruh kamar dan tiba-tiba dia melihat kotak obat yang menempel di dinding.


"dari tadi aku mencari ternyata ada di situ!" gerutu askia.


dan yang melihat tingkah askia yang mengerutkan kening nya tatapannya terus melihat pergerakan Askiya


"apa yang sudah Papa lakukan di dalam ruangan itu mengapa tangannya berdarah" batinnya dengan jantung berdebar. Dengan sikap ia mengambil obat-obatan dan langsung memeriksa nya dan mengambil sarung tangannya berada di dalam agar tidak langsung bersentuhan iya langsung menarik dan mendudukkannya di sofa kamar itu.


"apa yang Papa lakukan di dalam situ? sampai-sampai tangan Papa berdarah begini ya ampun lihat ini pecahan glowing masih ada yang menancap di tangan papa!"


Askiya yang mengomel dengan masih membersihkan luka di telapak tangan Tuan Regan, tanpa terasa air matanya mengalir semua itu tidak lepas dari tatapan Tuan reagen sendiri.


"ternyata tanpa disengaja aku melukai tanganku sendiri ada untungnya juga rupanya"


ujar Tuan regent dengan senyum tipisnya.


aw hati-hati itu sangat sakit sekali" ucap Tuan Regan walau sebenarnya bukan yang ia dapatkan tidak begitu sakit baginya


askia yang mendengar cerita Tuhan Regan mendongak melihat Tuan Regan yang juga melihat wajah askia.


"menurut Syah apa ini sangat sakit" Tua Regan bukannya menjawab malah balik bertanya.


"pasti ini sangat sakit mengapa Papa melukai tangan Papa bagaimana kalau luka ini menjadi infeksi jangan melakukan ini lagi sampai Papa melukai tangan Papa lagi As tidak mau bicara dengan Papa lagi"


dengan cemberut askia berkata.


itu semua tidak luput dari penglihatan Tuhan ragam di matanya Gadisnya itu sangat imut bila sedang mengomel.


"apa syahku begitu mengkhawatirkan papa?"


" Yaa... sangat mengkhawatirkan Papa! bagaimana kalau nanti saat ijab kabul tangan Papa terluka, dengan apa Papa menjabat tangan pak penghulu di hari pernikahan kita." tanpa sadar Askiya berkata membuat senyum mengembang di mulut Tuan Regan.


"Apa Syahku sudah tidak sabar menikah dengan papa?."


Mendengar ucapan Tuan Regan Askiya baru sadar atas, yang ia ucapkan. Askiya langsung melepaskan tangan Tuhan Regan yang sudah ia perban dan ia langsung berlari ke arah kamar mandi sungguh ia sangat malu saat ini.


Tuan Regan yang melihat Askiya berlari langsung berkata


"Selesai dari kamar mandi,


 kita lanjutkan makan yang tertunda tadi! dan sudah papa bilang ubah sebut nama As itu! Hanya syahku panggilan itu Kudus untuk papa."

__ADS_1


 Deg.. Ia lupa.


Sesampainya dalam kamar mandi.


"Ya Ampun mengapa kamu sangat bodoh As ups Syah nya papa, Mengapa di depan Papa kau tak punya malu Syah..." merutuki dirinya sendiri,


Tuan Regan sendiri sudah merebahkan tubuhnya di ranjang Askiya lengannya ia jadikan bantal. Ia tidak perduli dengan tangannya yang sedang terluka, tidak lupa dengan senyumnya yang terus mengembang.


Tok...tok..tok!


"makanannya sudah siap tuan"


"Masuklah Erick! dengan suara lantang Tuan Regan memerintahkan asisten Erik masuk


Cklek!


 pintu dibuka oleh asisten Erick diikuti oleh para pelayan yang membawa makanan yang sudah dipesan oleh Tuan Regan.


setelah menyajikan makanan para pelayan bergegas keluar.


"kau tetap berada di sini Erick!"


asisten Erik yang mendengar perintah tuannya mengiyakannya


" siapa Tuan!


jangan lupa hubungi Maria suruh ia kemari kita makan bersama


Deg...Deg..


mendengar perkataan Tuan nya asisten Erik menjadi terkejut.


Baik...


***********


Bersambung......


*** Assalamualaikum.....


Maaf baru muncul lagi🙏


Semoga suka🙂

__ADS_1


__ADS_2