
Assalamualaikum semuanya....
**Maaf baru bisa upload sekarang! dikarenakan banyak sekali yang terjadi Setahun belakangan ini. Dan juga Bapak aku yang sudah dipanggil Allah Empat bulan yang lalu,,,๐ฅฒ... jadi maaf banget baru bisa upload lagi hari ini..
Terimakasih sudah mau menunggu cerita ku yang acak-acakan ini๐๐**
Tiga hari kemudian.
.
.
.
Semenjak Askiya diperiksa oleh Dokter Dimas, kondisi kesehatan Askiya semakin membaik. Dokter Dimas mengatakan kepada Tuan Regan agar Nyonya muda mereka harus banyak beristirahat.
Dan Dua pria yang masih terlihat tampan walaupun usianya mereka tak muda lagi tapi karismanya dan ketampanan mereka berdua tetap terpancar di wajah Ayah dan anak itu.
Sekarang Tuan Regan dan Tuan Raiden sedang duduk di sofa yang berada di ruang rawat Askiya, mereka terlibat obrolan serius .
.
"Jangan gegabah son! lakukan rencana yang sudah kau susun, kita liat bagaimana reaksinya?' melihat kekasihnya...
Tiba-tiba Tuan Raiden yang melihat raut wajah putranya yang tidak bersahabat langsung menghentikan ucapannya. Ia tersadar atas kesalahan ucapnya.
"Mantan anak mu son." lanjut Tuan Raiden
Terlihat Sudut bibir Tuan Regan tertarik.
"Kita lihat saja nanti Dedd!"
"Papa? Opa..."
"Sayang!"
"Cucu Opa sudah bangun Rupanya"
Sahut anak dan ayah itu bersamaan.
Melihat Askiya yang sudah terbangun, mereka beranjak menghampirinya.
"Sayang kamu memerlukan sesuatu..." Dengan sayang Tuan Regan mengelus kepala Askiya yang ditutupi jilbab hitam.
"Kapan As bisa pulang ke rumah pa?' As sudah bosan disini." Keluh Askiya.
"Cucu Opa yang cantik Harus banyak istirahat di sini kalau sudah sehat cucu Opa baru bisa pulang."
Dengan lembut Tuan Raiden memberitahukan cucunya kesayangannya.
Askiya yang mendengar Opanya itu, Askiya pun cemberut.
Ia ingin pulang ke Rumah papanya, ia sudah tidak betah di rumah sakit.
Tuan Regan yang melihat Askiya cemberut, ia sangat gemas melihat bibir gadis itu mengerucut.
Askiya yang sadar Tuan Regan melihatnya langsung menyambar Niqab yang berada di atas Nakas lalu memakainya.
******
__ADS_1
Mansion Tua Regan
Terlihat sepasang kekasih yang terlihat sangat bahagia dengan kehamilan yang mulai membesar.
"Sayang kamu maunya anak perempuan atau anak laki-laki."
Ucap wanita yang bergelayut manja di lengan pria yang sedang bersandar di sandara sofa dan membelai rambut wanita hamil itu.
"Perempuan atau pun laki laki bagi ku sama saja kita akan merawatnya bersama sama." ujar pria tersebut.
"Terus kapan pernikahan kita akan dia adakan"
ujar wanita itu lagi dengan menatap wajah tampan kekasihnya yang Sedang memejamkan matanya. Terlihat pria itu sedang memikirkan sesuatu.
Sabar ya sayang... suruhan papa sudah memberitahu aku, papa juga akan mengadakan pesta meriah di hari pernikahan kita.
wanita hamil itu mengerutkan keningnya tanda tak mengerti.
"Maksudnya apa yang..??
"Aku juga tak mengerti apa maksud papa mengadakan pesta di pernikahan kita nanti"
Tak lama senyum wanita itu terpancar
"Sayang apa jangan-jangan papa akan memberikan kita suprise buat kita."
Dengan percaya dirinya wanita hamil itu berkata dengan pikiran setinggi langit.
"Hem... aku harap begitu" ( Bukan bencana yang akan menghancurkan hidup ku nantinya)
Batin pria itu.
******
Apa As hari ini sudah boleh pulang dari sini?" penuh dengan harapan
Tuan Regan mendengar pertanyaan pujaan hatinya langsung menoleh menghadap Askiya dengan meletakkan berkasnya yang sedang dia teliti di meja sofa dan melangkah ke ranjang Askiya dan duduk di kursi yang berada di samping ranjang.
"Apa Syah ku sudah sangat ingin pulang?"
Tuan Regan bukan menjawab malah bertanya.
"Ya' As sudah tidak betah di sini... As ingin menghirup udara segar juga merindukan memasak bersama dengan Oma.." Dengan jujur Askiya berkata, ia benar-benar merindukan kebersamaan dengan omanya dan dapurnya.
"Apa..? dengan papa tidak rindu.."
mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Tuan Regan Membuat pipi Askiya bersemu merah. Askiya langsung menundukkan kepalanya walaupun wajah tertutup Niqab tapi ia tetap malu melihat' tatapan pria dihadapannya itu.
"Ya Allah bagaimana papa bisa bertanya Seperti itu, sedangkan papa 24Jm selau menjaga ku". Batinnya.
"Papa kan 24 jam selau bersama As pa..." dengan polos Askiya menjawab.
ingin rasanya Tuan Regan menyingkirkan penutup wajah kekasihnya untuk melihat wajah imut wanitanya.
huuf... Tuan Regan menghembuskan nafasnya dengan jawaban Askiya.
"Setengah jam lagi Ricko akan menjemput kita barang barang sudah lebih dulu di bawa opa tadi, dan Seminggu lagi kita akan menikah honey!" Tanpa ragu Tuan Regan berucap.
Deg!
__ADS_1
Mata Askiya terbelalak mendengar pertanyaan Tuan Regan"
"Me_menikah?" Dengan terbata-bata Askiya bertanya.
"Bagaimana bisa..?"
"Tentu saja bisa detik ini juga bisa! jangan bilang Syah ku lupa kalau papa akan menikahi mu little baby." Dengan tegas Tuan Regan berkata.
Askiya mengerutkan keningnya mendengar sebutan baru lagi untuknya.
"Papa seperti remaja saja hhii." Batinnya, Askiya merasa lucu dengan Tuan Regan.
Tak lama Askiya menatap Tuan Regan yang entah kapan sudah bersandar dinding kamar rumah sakit dengan melipat tangannya di dadanya.
"Tapi bagaimana dengan perceraian As pah??
Tidak mungkin wanita masih berstatus istri menikah lagi!." Askiya ragu dengan perkataan Tuan Regan.
Taun Regan menarik nafasnya lagi dan menyembuhkannya. Tuan Regan yang melihat Gadis kecilnya yang gelisah langsung angkat bicara
"Semua sudah selesai antara kamu dengan Marcel! Kalian berdua sudah bercerai!."
Askiya yang mendengar ucapan Tuan Regan
melebarkan matanya ia begitu terkejut.
"Jadi papa mohon jangan kamu' pikiran semua itu! Cukup percaya sama papa, Syah ku little baby." Tuan Regan tersenyum miring dan mengedipkan matanya.
Pipi Askiya merona dibalik cadarnya yang menghalangi Wajahnya Askiya Cepat cepat ia menoleh ke arah yang berlawanan.
cklek'
"Ais... Papa ini masih di rumah sakit, Area yang di larangan untuk berbuat mesum."
Tanpa bersalahnya Maria menyindir Tuan Regan. Sedangkan yang disindir tak memperdulikan ocehan Maria.
"Apa kau datang dengan Ricko?"
"Iya Pa..."
Tidak lama Asisten Ricko datang.
"Tuan Semua sudah siap"
Tuan Regan mengangguk dan menatap Askiya yang entah sejak kapan sudah mengobrol dengan Maria.
"Little baby! mari kita pulang
Asisten Ricko dan Maria sama sama membuka mulutnya mendengar ucapan Tuan Regan.
"Om Apa Maria tidak salah dengar"?
"Tidak Nona!"
******
Bersambung.......
Semoga suka๐
__ADS_1