Jodoh Ku Mertua Ku

Jodoh Ku Mertua Ku
23.


__ADS_3

"Wow... Apa ada tamu yang akan datang kemari?, banyak sekali makanan yang tersedia di meja makan."


Ramona begitu angkuhnya bertanya dengan para maid yang sedang sibuk menyediakan di meja makan. Yang Pagi tadi diperintahkan oleh Tuan Besarnya Akang kedatangan Tuan Rumah.




Para pelayan yang ditanya tidak memperdulikan perempuan yang sedari tadi berada dekat mereka.


"APA KALIAN TULI!!" pekik Ramona yang sangat kesal kepada Maid yang tak merespon perkataannya.


Para maid cukup terkejut dengan pekikan wanita tidak tahu, malu menurut meraka.


Para maid kembali mengerjakan perkejaan meraka yang sempat terhenti tanpa perduli dengan wanita yang sedang emosi itu.


Tak


.


Tak


.


Tak


"Apa kalian tidak bisa menjawab pertanyaan menantu ku!"


"Mereka tidak perlu menjawab pertanyaan menantu mu yang kamu Agung agungkan itu, Abel! dia bukan siapa siapa di rumah ini kau mengerti kan!!"


Nyonya Renata menjawab pertanyaan Nyonya Abel yang marah dengan Para maid.


" Kalian semua lanjutkan pekerjaan kalian jangan hiraukan Nyonya Abel yang sangat terhormat ini!!"


Tunjuk Nyonya Renata ke Arah dua orang wanita yang sedari tadi sudah menahan emosi.


Nyonya Abel yang mendengar perkataan Nyonya Renata begitu kesal.


"Dasar nenek tua! awas saja nanti! kau akan ku singkirkan agar tidak ada yang melawan ku! "


Senyum licik menghiasi wajah Nyonya Abel.


******


Cklek!


"Mari Tuan kita sudah sampai." Asisten Ricko sudah lebih dulu membuka pintu mobilnya yang telah sampai di depan pitu Mansion Tuan Regan. Meraka baru saja sampai di kediaman Tuan Regan.


Tuan Regan keluar dari Kendaraan mewahnya, disusul Askiya dan juga Maria.


Tuan Regan menoleh untuk melihat Askiya dan juga Maria. Tuan Regan mengulurkan tangannya, yang sudah dilapisi sarung tangan agar tidak langsung bersentuhan dengan Askiya.


"Mendekat lah.." Tuan Regan bersuara.


Dengan Ragu Askiya meraih telapak tangan Tuan Regan. Sedangkan Tuan Regan sudah mengembangkan senyumnya dan melangkah bersama diikuti Maria dan juga Asisten Ricko.


.


.

__ADS_1


.


"Nyonya Besar Tuan muda sudah tiba nyonya..."


Sang maid berlari kearah Nyonya Renata. Yang sedang bersantai di ruang Tamu menuggu kedatangan Putranya dan kedua cucunya pulang.


"Benarkah?? Anak dan cucuku sudah sampai??" Nyonya Renata langsung menuju pintu utama dimana orang yang Nyonya Renata tunggu sedari tadi.


"Assalamualaikum..." Suara Askiya mengucapkan salam.


Walaikumsalam...


"Sayang.... cucu Oma sampai?"


" Alhamdulillah Oma." Dengan sopan Askiya menyalami Oma Renata.


Nyonya Renata langsung memeluk Askiya dan juga memeluk Tuan Regan, Karena selama ini Sang anak tidak pernah jarang pulang' saat Askiya dirawat Rumah Sakit.


"Apa kalian Kalian akan terus berdiri disini?"


Suara bariton lelaki paruh baya, yang tiba-tiba terdengar dari arah belakang mereka. mengajukan tiga orang tersebut.


"Yan Apun! suami ku kau mengagetkan ku saja si!." Nyonya Renata begitu kesal dengan Suaminya yang tiba-tiba muncul.


"Ayo kita masuk semuanya."


"Kita semua langsung kemeja makan saja, Oma sudah sangat lapar tadi Oma menunggu kalian semua." Nyonya Renata sedari tadi pagi emang belum makan


"Oma... kenapa tidak makan? Asam lambung Oma nanti bisa naik... itu tidak baik Oma!"


Askiya tidak habis' pikir mengapa selalu saja omanya tidak mau makan kalau semu orang kesayangannya belum pulang. Nyonya Akan selalu melewati untuk makan.


"Daddy bisa saja si." Nyonya Renata tersenyum mendengar perkataan suaminya.


"AAaaa.... Banyak banget makanya?? Maria suka Maria suka.". Teriak Maria heboh.


Semua orang yang berada di tempat itu menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Maria.


Tuan Regan yang sedari tadi tidak melepaskan genggaman tangan Askiya melirik Askiya yang sedang tersenyum melihat kelakuan Maria. Walaupun Askiya menggunakan Niqab ia bisa melihat dari mata Askiya.


"Apakah begitu senang Little baby?."


Deg!


Askiya yang mendengar bisikan Tuan Regan, ia langsung melihat wajah Tuan Regan yang sudah tersenyum padanya. Tiba-tiba ia merasa malu dan langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan Tuan Regan.


"Papa Lepaskan tangan As, As mau duduk..."


Syah Papa sudah pernah bilang jangan sebut nama As!! Papa tidak mau bayang-bayang pria itu masih Syah ingat Papa tidak suka mendengarnya!" tegas Tuan Regan


"As...eeh maksudnya Sy..ah, Syah lupa sungguh.. Maaf pah..."


(" Melihat mu ketakutan Hati ku terasa sakit ") Batin Tuan Regan.


"Sudahlah son Cucu mommy pasti' dia belum terbiasa... Lagian Cucu mommy baru pulih.. jangan terlalu keras kepadanya." Ujar Nyonya Renata.


"Apa kata Mommy benar son! Cucu Daddy belum terbiasa." Tuan Raiden menimpali perkataan istrinya.


"Ayolah Papa kita makan Maria kelaparan ni..." Seru Maria karena ia tidak tega melihat Calon mama barunya itu yang sedang ketakutan.

__ADS_1


"Baik lah." Tuan Regan Pasrah


Mereka semua langsung duduk dan memakan hidangan yang sudah disediakan oleh para maid.


"Wah... wah... rupanya semua orang sedang makan dengan lahap rupanya??"


Tiba Nyonya Abel sudah berdiri dekat Merak.


"Serasa di Mansion ini tidak ada Nyonya Rumah nya saja. Apa kalian punya sopan santun hha.."


Nyonya Abel begitu geram dengan semua orang yang berada di meja makan. Apa mereka pikir ini Mansion milik Mereka, seenaknya saja.


Tuan Regan yang mendengar Nyonya Abel. Mengepalkan tangan nya.


"Apa aku harus meminta ijin diri mu dulu' untuk aku makan di kediaman ku sendiri! Kau begitu lucu bel? Masion ini dan seisinya adalah milik ku! Kau harus ingat itu."


"Aku Tau ini milik mu Semua tapi Kamu harus bilang padaku dengan meminta izin dari ku sayang... Aku istri mu Pah...?"


Semua orang yang berada di situ memandang Nyonya Abel.


JANGAN MENATAP KU!! WANITA ******!! OOOOHH SEKARANG KAU MEMAKAI BAJU ANEH INI WANITA MANDUL!!"


Teriak Nyonya Abel yang melihat Askiya menatap nya


PLAK! PLAK!


"BERANINYA KAU.. MENGHINA SYAH KU HHAA... AKAN KU ROBEK MULUT LAKNAT MU ITU..."


Tuan Regan Begitu marah dengan perkataan Nyonya Askiya.


Paa.... kenapa kau tega menamparku hiks.. hiks.. Kenapa jadi begini paa.. ,demi dia kau kasar dengan ku.."


Tuan Raiden, Nyonya Renata dan juga Asisten Ricko' Tersenyum dalam diam, Melihat Tuan Regan murka, dan menampar Nyonya Abel


KAMU PANTAS MENDAPATKANNYA ABEL!! JADI JAGA MULUT MU ITU!


"Ada apa ini...?? kenapa mamah menangis" entah darimana Marcel tiba-tiba muncul.


"Urus mama mu itu jagalah batasnya!!" Dengan tegas Tuan Regan berkata kepada Marcel.


Iya langsung melangkah mendekati Askiya yang sudah mengeluarkan Air mata.


"Sayang... Baby... dengarkan Papa Syah tak perlu mendengar apa lagi mengeluarkan air mata untuk perkataan Abel. Lebih baik' kita istirahat saja di kamar dan lanjut makan dikamar kita."


"Ricko! suruh maid antarkan makanan Kekamar."


"Baik' Tuan."


Dengan lembut Tuan Regan menarik tangan Askiya. Sebelum itu ia sudah memakai sarung tangannya, dan menaiki tangga menuju kamarnya.


Nyonya Abel melihat Tuan Regan pergi bersama dengan Askiya begitu Heran.


("Ada hubungan apa?? Papa dengan wanita madul itu.") Batin nyonya Abel


********


**Bersambung....


Semoga suka ya'🙏**

__ADS_1


__ADS_2