Jodoh Ku Mertua Ku

Jodoh Ku Mertua Ku
07.( Sedang direvisi )


__ADS_3

Hari ini adalah lah hari yang di tunggu oleh nyonya Abel. Orang tua Ramona dan Ramona sendiri Sudah Berada mansion tuan Regan.


Didalam Kamar, Marcell sedang bingung'


iya tidak melihat istrinya dimana pun. Dari semalam ia datang Marcell belum bertemu Askiya Sama sekali


Marcell ; Mengapa aku tidak melihat As, Dia ada Diman. Apa selama aku pergi As juga jarang berada di rumah.?


Tok..tok..tok


Terdengar suara pintu diketok, tak lama pintu ter buka,


Sayang sudah siap, orang tua Ramona' Dan Ramona sendiri sudah berada di bawah.


Kamu temui mereka dulu ya..


mama Mau Telfon papa Kamu. nyonya Abel memberi tau.


Marcell ; Apa papa tidak tidak ada di rumah mah..


Nyonya Abel ; Iya sayang mungkin saja papa lupa' kalau hari ini orang tua Ramona akan datang.


dan jangan lupa beri tau adik mu itu kalau calon Kakak iparnya Sudah datang.


Marcell ; Iya mah..


Tak lama Marcell keluar kamar, dan menuju kamar sang adik' tapi Marcell belum sempat Untuk membuka pintu kamar adiknya,


Maria sudah lebih dulu membuka pintu kamarnya.


Maria mau kemana kamu! Marcell melihat adiknya sudah rapi, yang Marcell bingung Kenapa Maria tida Makai dress..


malah memakai jaket dan celana jins dan memegang kunci mobil tidak lupa ransel yang berada dipunggung nya..


Ada urusan mas'!!.. jawab Maria malas


Marcell ; Urusan apa..! bukan nya mama sudah memberitahu kau, apa kamu lupa!!


dengan suara sedikit mengeras


Maria ; Mas.. itu urusan mas' sama mama bukan urusan Maria jangan mas libatkan Maria dalam urusan Mas dan mama untuk memproduksi anak, itu bukan bagian Maria.


Dan satu hal yang Mas dan mama tau'! Maria tidak Sudi menambah kakak ipar lagi..


apalagi Wanita jadi jadian itu! permisi Tuan Marcell yang terhormat.


Maria langsung pergi begitu saja menabrak sedikit punggung kakak nya...


Maria melihat orang yang yang Berada Ruang tamu yang sangat luas dengan tatapan tidak suka,


Dasar orang orang tidak tau malu!!


kata mari dalam hati.. dan melangkah tanpa menyapa terlebih dahulu.. iya buru buru sudah ditunggu seseorang di bandara.


*****


Terlihat dua orang berbeda usia Laki laki dan wanita, si wanita Terlihat menangis dan sang lelaki yang sebentar lagi akan menginjak 47 Tahun sedang memeluk wanita itu dan menenangkan nya...


Sayang sudah lah jangan menangis' Papa mengerti saat ini kau sangat kecewa, Tenanglah papa janji setelah ini kau akan bahagia, Maafkan Tidak bisa menghentikan Kemauan istri Papa,


Aku takut pa.. Mama dan Mas Marcell akan membenciku dan juga Papa.


Itu lebih baik!!..

__ADS_1


Sayang dengar kan Papa, Apa yang Syah Takut kan..emm.. Maksud bapa Apa yang Kamu takutkan tak akan terjadi itu semua akan menjadi Urusan Papa. Kamu mengerti kan sayang...


Papa...... Mbak As... Teriak Maria yang Terlihat tidak jauh dari mereka, Maria dengan langkah tidak sabar nya menuju Tuan Regan' dan juga Askiya dan di ikuti Sekertaris Ricko' dibelakang nya.. Maria langsung memeluk Papa dan Askiya bergantian dengan senyum mereka yang tercetak di bibir Maria


Tuan Regan ; Apa semua nya sudah siap.


mereka semua mengangguk...


Ayo pesawat yang dikirim,kan opa sudah menunggu.


***flashback on.


Dimana Tuan Regan' selesai menghabiskan semu puding yang tersaji di meja maka, tanpa tersisa sedikit pun. dengan tenang nya Tuan Regan bersandar di sandar sofa.


Askiya, tau mengapa papa menyuruh mu datang keruang ini! tanyanya,


As tidak tau pa..


Papa mengajak kamu kesini membicarakan Hubungan mu dengan Marcell, dan juga perlakuan Istri papa terhadap mu.


Apa Marcell sudah memberitahu Kalau setelah dia pulang Marcell akan menceraikan mu!


Belum pa.. Hanya mama yang beritahu kalau aku harus bersiap Untuk angka kaki dari Mansion ini,, Pa maaf kan As' As belum bisa memberikan papa cucu sungguh ini bukan kehendak as, as juga pengen mempunyai anak demi Allah As juga rindu ingin mengandung anak Mas Marcell. hiks.. hiks


Tapi kalau karena ke keegoisan As membuat mama sakit, As sudah siap untuk bercerai dari Mas Marcell, As juga tau pasti papa marah'


sama As karena As mama jadi pingsan.


Askiya Terus mengusap Air mata yang sudah membanjir di wajah nya dengan kasar.


Tak lama Tuan Regan berdiri dan memeluk Askiya dan mengarahkan wajah menantunya di dada bidang nya..


Askiya tersentak saat mertua nya tiba-tiba langsung memeluk nya Askiya tak menyangka kalau Tuan Regan' memeluk nya memberi ketenangan, Iya kira dia akan dimarahi karena dia sudah membuat istri Tuan Regan pingsan.


Askiya sudah tau papa mertuanya ini adalah sahabat almarhum orang tua nya,dan juga sebagai papa angkanya, Walau pun tak sampai sehari, mengapa iya tau, Karena Opa dan omanya yang sudah memberitahu kan nya yaitu orang tua dari Papa mertuanya atau papa angkat nya.


Askiya Apa kamu tau melihat kamu menangis seperti ini, didalam dada papa terasa seperti ditusuk-tusuk oleh benda tajam! Sakit rasanya sayang.


Jadi papa mohon jangan lagi mengeluarkan air mata berharga ini'


jujur sayang seandainya papa tau kamu akan menderita saat ini. papa tidak akan merestui hubungan mu dengan putra Papa sayang. papa tidak perduli dengan namanya cucu, ada


atau pun tidak ada, yang penting kamu selalu bahagia. maaf kan papa sayang.


setelah mengatakan itu, Tuan Regan' memegang wajah Askiya Lalu tanpa permisi iya mencium bibir menantunya itu.


Askiya sangat Terkejut, iya berusaha untuk melepaskan ciuman Sang mertua..


terlihat kedua matanya mengeluarkan air mata.


Apa daya kekuatannya untuk terlepas dari dekapan dan ciuman mertuanya Tak sebanding dengan tenaga papa mertua nya..


Askiya akhirnya cuma dapat pasrah...


kreeek...


Terdengar suara pintu terbuka.


Ya... Apun! Mata ku tak suci lagi!! teriak Maria.


Ternyata Maria yang membuka pintu.


Iya melihat Papanya mencium Kakak iparnya.. tapi tetap masuk dan malah menguncinya..

__ADS_1


Tuan Regan' menyudahi ciuman nya Pada Askiya, dan membawa ke pelukan nya lagi dan menenggelamkan wajahnya Askiya di dadanya.


Tuan Regan' tau kalau saat ini Askiya takut dan pastinya malu.. kepergok oleh Maria.


Mengapa tidak mengetok pintu dulu, Tuan Regan' bertanya


Kenapa juga papa tidak mengunci pintunya..


bukan salah Maria kan.. nyengir tanpa dosa.


Tapi tiba-tiba, terdengar suara tangis yang sangat nyaring.


Askiya menangis sangat keras


Kenapa papa mencium kuu!! Aku ini menantu papa.. hiks.. hiks.. hiks J-jika Mas Marcell tau.. bagaimana.. dengan keras Nya Askiya bicara.


dan menjauhi papa mertua nya..


Sayang maafkan papa sungguh tak bermaksud...


As benci papa'!! teriak nya lagi


Mbak As Maaf kan Papa nya..


jangan marahin papa..


Tapi Papa mu sudah kurang ajar Maria!!


Pasti kakak mu akan membenciku.. Maria


hiks.. hiks... Aku takut Kakak mu membenciku...


Rumah tangga ku sudah Hancur, aku takut Mama tambah membenciku.


Sedang Tuan Regan' merasa bersalah sudah menciumnya' iya Lepas kontrol.


Maria Papamu menjijikan!! emosi Askiya.


Cukup mbak As!! teriak Maria sudah terpancing emosi.


Mbak mau tau siapa orang yang lebih menjijikan!! Akan ku perlihatkan.


Maria mengambil sesuatu di dalam tas nya dan mengeluarkan Amplop coklat dan memberikan amplop coklat itu kepada Askiya.


Jadi setelah mbak melihat isinya jangan sekali lagi mengatakan Papa menjijikan! tegas Maria.


Terlihat Tuan Regan menunduk kepalanya, selama ini ia tidak pernah menundukkan. kepalanya, dihadapan orang lain


kecuali orang tua Nya, dan sekarang dihadapan Gadis kecil nya iya menundukkan kepalanya..


Maria langsung menyuruh Askiya membuka amplop itu.


Ayo mbak buka Amplop nya...


tegas Maria


Degan ragu ragu Askiya membuka nya..


Deg.. Deg.. Deg..


Bersambung.....


*****

__ADS_1


Selamat membaca.....


semoga suka.....


__ADS_2