Jodoh Ku Mertua Ku

Jodoh Ku Mertua Ku
05.( Sedang direvisi )


__ADS_3

Masih di hari yang sama dan tempat yang sama. Tepat nya di perusahaan Tuan Regan


Terlihat Asisten Ricko' sedang mengobati tangan tuannya.


Tuan kenapa ada sangat marah' Saat nyonya Abel datang kesini.


Seharusnya tuan kan senang, (batin asisten Ricko') sampai tertawa cekikikan dalam hati


Ricko' Kau terlihat melamun' tegur tuan Regan


ehh tidak tuan saya hanya fokus mengobati tangan anda yang terluka ini tuan.


Tuan Regan ; Benarkah,??" bukannya kau sedang mengejekku,!!'


T-tidak..! tuan saya tidak berani tuan! jawab Asisten Ricko.


Selesai mengobati Tuannya' Asisten Ricko undur diri untuk kembali keruang nya.


Asisten Ricko ; Tuan sudah selesai, saya akan kembali keruang say tuan.


Dijawab anggukan oleh Tuan Regan,


Tinggallah Tuan Regan sendiri Iya teringat sesuatu.


Tuan Regan; seperti nya aku melupakan sesuatu eemm tapi apa?? pikir nya..


Aku ingat pagi tadi aku menyuruh Menantuku membuat kan aku puding' eeh.. Apa tadi aku bilang! ( Menantu ) sepertinya ada yang salah dengan ucapan ku.


Tuan Regan sedang berpikir' sedangkan tangan suda mengelus dagu nya.. yang di tumbuhi bulu yang tak terlalu lebat.


Bukan lebih baik diganti dengan sebutan mommy.! Dengan senyum menyeringai nya dibibir Tuan Regan.


Tak lama tuan Regan mengambil ponsel pintar ia raih dalam saku celananya


ia menghubungi seseorang.


Tuan Regan; halo apa pesanan papa suda kau buat


dibalik telfon ......


Baik lah .. papa Akan pulang sekitar satu jam


lagi!' tidak lama Tu..t..Tu..t.. sambung terputus.


Tuan Regan langsung dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda..


ia tidak sabar untuk Pulang Ke mansion nya..


***


Askiya Kini telah berada di dapur.


Semenjak Askiya pulang dari Mall dan melihat suaminya Berada di Mall itu juga..


Sorot mata Nya.. hanya menatap kosong.


entahlah Iya harus bersikap bagaimana bila nanti suaminya pulang dari urusan kantor.. atau lebih tepatnya Urusan nya dengan calon istri barunya..


walaupun pikiran nya tidak menentu Iya tetap membuat puding pesatnya papa mertuanya. iya tidak mau mengecewakan papa mertua yang masih baik dan perduli padanya dan selalu ada untuk nya.. walaupun papa mertua nya itu terlihat dingin acuh, terhadap nya. tapi Askiya tahun dari sikap mertua ada rasa simpati pada nya.


Mencari dukungan dari suami ku'!


Terdengar suara wanita yang Askiya kenal betul


dengan suara wanita yang berada di belakang nya.


Askiya tidak menjawab pertanyaan mertua nya itu. Askiya Tetap menyelesaikan membuat puding nya..


nyonya Abel ; Apa kau tuli' mengapa tidak menjawab pertanyaan ku'! dengan kekesalannya.


A-As.. Tidak mencari dukungan atau pun mencari perhatian Pada papa,


Tadi pagi Papa nyang minta dibuatkan puding mama jawab Askiya dengan kepala menunduk.


Nyonya Abel; Alasan aja' hee... dengarkan baik-baik'! Suamiku tidak akan Pernah berpihak Sama wanita Mandul seperti mu..


karena suami ku' juga menginginkan cucu kau dengar.. oh iya aku lupa... bersiaplah sebentar lagi kamu angkat kaki dari mansion ku ini. Karena sebentar lagi calon menantu ku akan datang. Setelah itu nyonya Abel berlalu pergi.


Askiya hanya menangis' tanpa suara' iya hanya pasrah, pada nasibnya..


Terlihat sang adik ipar Maria yang menangis melihat apa yang terjadi dengan kakak ipar nya


iya sedih melihat perlakuan mamanya kepada Askiya.

__ADS_1


sabarlah mbak As' Sebentar lagi mbak As akan bahagia.. tunggu papa. Entah apa yang dimaksud Maria. Setelah itu Maria Masuk Kamar nya.


Sedang kan Askiya tetap melanjutkan membuat puding nya walaupun Hatinya sangat sakti ditambah kebohongan suami nya.


ya Allah kuatkan hamba menghadapi cobaan ini.. gumamnya Pela.


Tak lama dering handphone nya Berbunyi


Askiya lihat siapa yang telfon, ternyata papa mertuanya.. lalu ia menggeser tombol hijau..


Terdengar suara papa mertua nya


dibalik telfon.....


Iya Pa.. sebentar lagi sudah jadi .. kata Askiya dan terdengar bunyi


Tu... Tu... Tu...


tak lama Sabungan telfon terputus


Huff.. selalu singkat... kata Askiya pelan


*****


Dilain tempat.


Seorang pria dan wanita sedang asik mengobrol dan bercanda' Sang pria seakan lupa ada hati yang seharusnya harus dai jaga...


Mas... Mona senang' banget kenal sama mas...


jawab nya manja.


Marcell ; Mas juga.. benar kata mama' Kamu itu cantik dan apa adanya.. pantas mama sayang kamu..


iiihh mas bisa aja... mas juga ganteng dewasa perhatian sama Mona... berapa hari.. ucapan nya..


Oya mas... Setelah berapa hari ini menurut Mas kedekatan kita ini apa Mas..


tanyanya Mona


Marcell ; Mau kamu gimana Marcell


tanya Marcell balik.


Maunya Mona mas'.. kita jadi sepasang kekasih mas... Dan Mona pengen cepat menikah'


Marcell; Apa kamu tau Mas sudah menikah..


Mona sudah tau... dan tidak masalah asal mas serius dengan Mona lagipula istri mas tak bisa kasih mas anak kan...


Tante Abel udah cerita semua sama Mona..


jadi bagaimana mas mau kan nikah sama Mona..


Tak lama Marcell menggenggam tangan Ramona dan mencium nya.. setelah itu ia menatap mata Ramona


dalam hatinya' Semoga dengan ini aku bisa membahagiakan mama dan keluarga ku.


dengan menerima Ramona menjadi istri nya dan Memiliki keturunan!


walaupun Akan menyakiti satu hati yang masi aku cinta,


Marcell; Baik lah setelah pertemuan keluarga besar kita, weekend nanti kita langsung melaksanakan pernikahan kita!' sangat yakin.


Sedang kan Ramona sudah mengeluarkan Air mata iya bahagia dan terharu., dan tidak menyangka mendapatkan jawaban nya langsung,


Mas ini bukan mimpi kan.. tanya Ramona iya ingin memastikan saja.


Marcell langsung memeluk Ramona menyentuh rambutnya dengan sayang dan mencium puncak kepalanya..


Marcell; Iya sayang ini kenyataan bukan mimpi'


kita akan menikah.. meyakinkan Ramona


Marcell lupa... akan cinta nya saat ini yang berada di Mansion ayahnya...


Marcell terus memeluk kekasih barunya...


*****


Askiya; Huuu Mengapa papa lama sekali.. Dan Kenapa juga papa menyuruh As Membawa Puding puding ini ke ruangan kerjanya..


apa papa mau memakannya sendri tidak mau membagi nya pada orang yang ada di rumah ini termaksud pada mama.. pikir Askiya

__ADS_1


kreeek....


tiba tiba..


Pintu terbuka Ternyata itu papa mertua nya,


Askiya langsung cepat menunduk kan kepalanya.. entahlah setiap berhadapan dengan Papa mertuanya Askiya 'selalu diliputi rasa gelisah dan gugup, apa bila menatap wajah papa mertuanya..


Setiap kita berhadapan Kenapa wajahmu selalu melihat lantai. apa lebih menarik melihat lantai dari pada orang yang di hadapan mu!!


tegur Tuan Regan.


Askiya langsung cepat melihat waja sang papa mertuanya..


M-maafkan As pa.. bukan maksud As untuk melihat lantai..


jawab nya pelan.


Askiya tak sadar kalau Tuan Regan telah tersenyum..


Tuan Regan' sangat gemes melihat menantunya.. Selalu gugup bila berhadapan dengannya.


Tak lama tuan Regan melangkah menuju sofa dan juga ada mejanya.. yang suda terhidang dua macam puding.




Apa ini semua kamu yang membuatnya...??


Tuan Regan melihat Askiya


Semenjak tuan Regan datang Askiya tidak duduk lagi di sofa yang ada di ruangan kerja papa mertuanya, Askiya langsung berdiri.. iya tidak seberani itu untuk duduk bersama sang mertua.


Askiya Hanya menjawab dengan anggukan..


Tuan Regan; Bisakah kau duduk di sampingku


temani aku memakan puding ini, pintanya.


T-tapi pah.. As tidak bisa di dapur Masi berantakan belum As bereskan..


Kata Askiya.


Tuan Regan; Di rumah ini banyak maid Syah..


Askiya mengerutkan dahi nya Siapa Syah... pikirnya..


askiya melihat kanan kiri dan belakang.


Perilaku Askiya itu tidak terlepas dari netra Tuan Regan.. Iya melihat Askiya kebingungan dengan apa yang Iya ucapkan' tak sadar sudut bibir tuan Regan tertarik keatas membetuk senyum yang hampir tak terlihat.


Regan ; Sedang mencari apa


i-itu.. Disini kan cuman ada As dan papa, terus Syah yang papa maksud mana'? kata Askiya masih melirik Sanan sini..


Sepertinya Kamu penasaran dengan dengan nama Syah.. Apa kamu mau tau siapa itu Syah.. tanya Regan.. sudahlah temani papa memakan puding ini.. lanjut nya Enggan menjelaskan.


Papa... panggil Askiya


eemm .. jawab Tuan Regan


Apa papa tidak makan nasi dulu...


Setelah itu papa bisa makan puding ini


askiya menunjuk puding puding itu


Papa sudah makan tadi di kantor..


Jadi biarkan papa makan puding ini


Saat Tuan Regan akan menyendok Puding itu ke mulut nya... iya merasa terganggu atas ucapan Askiya yang tiba-tiba Askiya lontarkan.


Apa papa tidak ingin membaginya dengan mama dan adik Maria


Ini milikku!!!' Tegas Tuan Regan Dengan Sorot mata tajam.


Bersambung...


*****


Ternyata susah menulis novel

__ADS_1


aku baru tau...


Huuu semoga masih punya ide...


__ADS_2