Jodoh Ku Mertua Ku

Jodoh Ku Mertua Ku
19.


__ADS_3

Empat bulan kemudian.


Terlihat seorang wanita terbaring lemah, disebuah kamar dengan alat-alat yang sudah melekat di tubuhnya.


“Sepertinya gadis kecilku ini senang sekali bermain di sana. Sehingga melupakan diriku disini.”


Ya, sedari tadi wanita yang terbaring lemah itu, sedang ditemani seorang pria yang setia menemani wanita yang tak berdaya itu. “Apa..?kau tak lelah gadis kecilku bermain di sana, sebegitu indah tempat bermain mu. Sehingga gadis kecilku tidak ingin bangun untuk menemui papa mu ini.”


Tes…


“hIks…hiks…hiks”


Jatuh suda air mata seorang pria, yang dikenal degan sifat dinginnya yang tak pernah perduli dengan orang lain, kecuali kekasihnya dahulu yang pernah sangat ia cintai. Tapi setelah ia kembali bertemu dengan gadis kecilnya, dihari dimana gadis itu akan melangsungkan pernikahan dengan anak dari kekasihnya, yang ia anggap putranya sendiri.


Bukan perasaan kerinduan orang tuan dan anak yang ia rasakan, tapi perasaan kerinduan terhadap pria wanita dewasa. Dan sekarang perasaan itu tumbuh menjadi cinta yang takan terpisahkan kecuali sang pencipta yang akan memisahkan dirinya dengan gadis kecilnya.


“Sayang, bangunlah papa sangat-sangat merindukan mu, apa di sana kau bertemu dengan kedua orang tuamu, maka dari itu gadis kecil papa ini tidak mau kembali melihat papa. Sayang Pasti As,franz dan savira melarang, gadis kecil papa untuk menemui papa kan sayang.” Tuan Regan, yang masih hanyut dalam kesedihan dikejutkan dengan suara pintu yang terbuka.


Ceklek!.


Seseorang masuk memperlihatkan, pria dengan setelan jasnya , dan menundukkan kepalnya hormat kepada pria yang setia menjaga wanita yang masih terbaring lemah.


“Maaf tuan! Satu jam lagi rapat akan di mulai.” Lapor sang asisten.


Tampa pikir panjang pria itu berseru.


“Batalkan!.” Tanpa menatap sang asisten, pria itu masi setia menggenggam tangan gadis kecilnya dan mengelus puncak kepala wanita itu.


“Tapi tuan... rapat ini sangat penting, kali ini tuan sendiri yang harus memimpin rapat ini tuan. Dan tidak bisa langsung begitu sana di batalkan tua.” Asisten itu mencoba menjelaskan.


Sedangkan tuanya, raut wajahnya semakin dingin.


“Baik aku akan hadir dalam rapat kali ini” Pria yang masi setia menemani gadis kecilnya itu, berbalik kearah asistennya dengan senyum licik dan lirikan mata yang begitu tajam. “kalau begitu kirimkan empat alat berat ke perusahaan kita!”


Pria yang terlihat sangat tampan, walau usianya tidak muda lagi tapi waja dan tubuhnya jauh lebih muda dari usianya. Pria matang itu memberi perintah dengan terus melihat kearah asistennya.


Dahi pria yang menjadi asisten pria yang senantiasa menatapnya tak bersahabat itu. Langsung mengerutkan keningnya dengan perintah sang tuan yang menurutnya sangat janggal. “Maksud tuan…? Alat berat untuk apa?”


“Kau ingin tau!” Sang tuanya mala memberi pertanyaan,


sang asisten menyimak apa yang akan disampaikan tuannya, dan menganggukkan kepalnya ia begitu penasaran.


“Untuk menghancurkan Ras Gold Permata Asia!.

__ADS_1


Mata pria yang menjadi asisten itu membulatkan matanya, mendengar perkataan tuanya. Apa yang dipikirkan tuanya hinga mempunyai pikiran untuk menghancurkan perusahan sendiri.


“Tuan apa yanga anda pikirkan, bagaimana tuan ingin menghancurkan perusahan ada sedari tuan!, dan bagai mana nasib para karyawan tuan nanti. Mereka masi punya keluarga yang harus di dihidupi tuan!."


“AKU... TIDAk PERDULI!!! . Selama 23 tahun hidupku dibutakan oleh harta dan cinta! Apa kau tau Ricko!. Aku suda menyia-nyiakan hidupku demi wanita yang tak menginginkan adanya ikatan pernikahan! diriku rela meninggalkan orang tuaku sendiri. Mengakui anak yang jelas bukan mengalir darahku! Demi hidup dengan wanita egois seperti dirinya!”


Tes..


setitik air mata mengalir dari mata wanita yang terbaring dengan mata yang masi terpejam. Apa wanita itu mendengar perkataan pria yang terlihat begitu putus asah.


“Ya Tuhan ternyata dibalik sikap dinginnya ternya tuan Regan begitu rapuh.” Batin asisten Ricko


“SEKARANG! JUGA HANCURKAN PERUSAHAN ITU!" Teriak tuan Regan.


Tapi tuan!"


"Rupanya kau sudah berani membantah ku rupanya." Tuan Regan, menatap Asisten dengan raut wajah yang menahan emosi. "Apa kau sudah bosan bekerja bersama ku Ricko," Tuan Regan ingin memukul Asistennya itu.


Ya... pria itu yang sekarang diselimuti amarah adalah Regan Audero Zaidan dan asistennya, ya itu Ricko. Sedangkan wanita yang terbaring lemah adalah Askiya.


Maafkan saya tuan bukan maksud saya untuk melawan tuan, tapi jika perusahaan itu dihancurkan bagaimana nasib kary...


belum sepat Ricko, menyelesaikan ucapannya tuan Regan, lebih dulu berbicara.


" Aku tidak peduli Ricko!!! sekarang kau hancurkan perusaa...


"Siapa yang berani melemparkan ku dengan apel ini! sial!" Tuan Regan langsung mengambil buah apel itu di lantai, yang telah mengenai kepalanya. Ia ingin melihat siapa yang suda berani-beraninya melemparnya.


"Aku!!."


Terdengar suara wanita paru baya yang sangat Tuan Regan, kenali saat ia melihat pintu dan terlihatlah kedua orang tuannya dan anak perempuannya, yang suda berada didepan pintu. Sudah menatapnya dengan tajam, dan suda ingin siap memakan dirinya hidup-hidup.


"Mommy!"


"Kau ingin menghancurkan perusahaan mu!! haaa... Apa kau mau membuat hidup cucuku miskin' bersama lelaki tua seperti mu!."


Nyonya Renata gemas dengan tingkah putranya, putarnya ini ingin menghancurkan perusahaan sendiri, oohh ia tidak akan membiarkan cucunya hidup kekurangan.


"Ricko, lebih baik kamu saja yang menjadi suami dari cucuku! aku tidak mau baby kecilku hidup dengan anak ku yang kejiwaan sudah mulai terganggu."


Mata Asisten Ricko, sudah membulat mendengarkan perkataan mommy dari tuannya, ia langsung menggeleng kan kepalanya, tanda tak' setuju. Sedangkan wanita yang berada di belakang orang tua tuan Regan itu, terlihat sedih mendengar perkataan mommy dari papanya.


"Tidaaakk!!!" Teriak tuan Regan, yang mendengar ucapan Mommy nya.

__ADS_1


Glek!


Ya.. Allah, nyonya besar membuat ku dalam masalah sekarang." Ia langsung melirik, tuannya yang sudah melihatnya dengan tatapan membunuh.


Tuan Raiden yang melihat drama di pagi hari. Memutar bola matanya. "Apa kalian tidak malu berdebat didepan cucuku!, kurasa cucuku malah tidak akan mau bangun mendengar kalian terus berdebat!." ("Istriku dan putraku ini mengapa sekarang setiap bertemu selalu ribut") gerutu tuan raiden.


Ricko, biarkan tuan muda mu menjaga nyonya muda mu!, kau saja yang menghadiri rapat itu!.


Aku suda mengubungi Felix untuk mendamping mu dan Felix sudah menunggu mu.


Ricko, biarkan tuan muda mu menjaga nyonya muda mu!, kau saja yang menghadiri rapat itu!.


Aku suda mengubungi Felix untuk mendamping mu, Felix sudah menunggu mu di kantor.


"Baik tuan besar! kalau begtu saya permisi.


Asisten Ricko, langsung melangkah pergi! tapi lagi-lagi tuanya itu menegur nya.


" Sebelum pergi ucapkan salam dulu... Ricko!." Tegur tuan Regan.


Asisten Ricko, tak menjawab ia hanya diam. Tapi tak lama kemudian ia berbalik,


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikumussalam," jawab tuan regan, lirih


*********


Diruang rawat Askiya.


"Son! mengapa sekarang kau jadi temperamen begini!" Tuan Raiden dibuat heran dengan putarnya yang berapa bulan ini siring marah tidak jelas.


"Son... Katanya kau ingin memperbaiki diri seperti cucuku!, tapi mengapa kau tidak bisa menekan emosi mu!, apa kau pikir jika kau seperti ini, cucu daddy akan langsung terbangun. Tidak! Son... mungkin bisa jadi cucu daddy akan enggan untuk bangun." Di lubuk hati tua Raiden, ia begitu sedih' melihat putarnya seperti sekarang ini.


"Putramu itu suda tidak waras" celetuk nyonya Renata tanpa bemban.


"Sayang!" Tegur tuan raiden, istri nya ini ingin rasanya ia bawa keatas ranjang. Jika ia tidak tidak berada di rumah sakit, ia suda beri pelajaran terenak dikamar.


Sedangkan orang yang nyonya Renata katakan tidak waras, seakan tidak perduli dengan ocehan orang tuanya. Ia hanya fokus kepada wanitanya, yang sedang asik bermain didalam tidurnya.


"Apa!, emang benarkan anak mu itu, suda tidak waras!, putramu itu ingin menghancurkan perusahaanya sendiri!. Lagian mengapa? waktu itu daddy menghalangi Regan untuk memberi pelajaran kepada wanita murahan itu."


Nyonya Renata merasa kesal dengan suaminya itu, ia teringat kejadian berapa bulan lalau dimana Askiya dinyatakan koma setelah operasi.

__ADS_1


Flashback


********


__ADS_2