
Diperjalanan menuju Rumah sakit. Tuan Regan yang memangku Askiya, yang kini wajahnya sudah memucat. Tuan Regan mulai tidak tentang melihat ke adan Askiya, ditambah lagi dara yang makin banyak mengenai pakaiannya.
"Sayang.... bertahanlah! untuk Papa, Opa dan oma, juga Adik mu yang sebentar lagi menjadi anak kita sayang."
Air mata Tun Regan kini kembali tumpah, ia tidak mau lagi berpisah dengan gadis kecilnya, cukup dulu saja ia sangat bodoh memberikan Askiya kecil, untuk dirawat oleh orang tuanya walaupun Askiya, menjadi anak yang sangat cantik sekarang. Tapi tidak utuk hari ini ia akan selalu ada di samping gadis kecilnya, dan mendampinginya selamanya.
"Ricko lebih cepat lagi! darah yang keluar, di kepala Nyonya mu, makin banyak!." Tuan Regan mulai panik.
Tanpa menjawab Tuanya, Asisten Ricko langsung menambah kecepatan mobilnya. Kelihaiannya , mengendarai mobil dan juga ilmu beladiri yang sudah ia kuasai tidak perlu lagi diragukan. Ditambah lagi keahliannya mengayunkan Katana, dan membidikkan senjata di tubuh lawannya, Darah yang mengalir di senjatanya Asisten Ricko, seperti minuman sehari-harinya.
...{Tentang Asisten Ricko}...
...[lain kali aja di ceritakan]...
...(wek..wek..wek )...
...🤪🤪🤪...
Mobil yang dikendarai Asisten Ricko, suda terparkir tepat didepan Rumah sakit, Kelurga Audero. Yang lebih tepatnya adalah milik Tuan Regan. Begitu juga Tuan Raiden berserta istrinya, juga Maria, Yang sedari Terus menangisi keadaan Askiya. Mereka, semua turun dari dalam mobil.
Ricko, langsung bergegas turun dari kemudi dan membukakan pintu penumpang untuk membatu Tuannya yang sedang mengendong Nyonya mudanya, menuju Brankar yang disediakan didepan rumah sakit, juga Dokter dan beberapa perawat yang sudah menunggu kedatangan Tuanya, yang sebelum sudah lebih dulu Tuan Raiden memberi tahu pihak Rumah sakit.
"Selamatkan Syah ku Dimas!" Dengan wajah
paniknya Tuan Regan, berbicara
"Kami akan mecoba melakukan yang terbaik Tuan muda. Degan menunduk hormat, Dokter Dimas langsung menuju Ruang IGD untuk menangani Nyonya muda nya, dima Askiya yang suda lebih dulu berada didalam Ruangan IGD.
Tuan Regan, yang melihat Dokter Dimas memasuki ruangan dimana Askiya berada, ia langsung mengusap wajahnya frustasi.
"Mengapa aku sangat bodoh sekali!!."
Buukk!! Buukk!! Buukk!!
"Aaaaa.....!!!!!."
"Akan ku buat kau menyesal Abel!! Kau sudah membuat gadis kecilku Terluka!"
Saat Tuan Regan, ingin kembali memukul tembok. Sudah lebih dulu dihentikan oleh suara teriakan sang mommy.
__ADS_1
"Berhenti sayang! tangan mu suda terluka!."
Nyonya Renata langsung menarik tangan putranya, dan langsung memeluk tubuh tegap sang anak, baru kali ini putranya menangis. Sedari dulu ia tidak pernah melihat putranya menitikkan air mata walaupun ia pernah mengusir putranya, putranya tidak pernah menangis, jangan setetes air mata, raut wajah sedih saja tidak pernah putranya itu tunjukan kepadanya.
"Son! Mengapa jiwamu menjadi berawan pink!, ceek.. gapang sekali menangis Kau seperti Maria saja yang Sedari tadi menangis sampai mata nya ingin copot."
"Daddy!! mengapa kau menjadi provokasi!." Mata Nyonya Renata sudah melotot dan ingin mencabik suaminya saat ini.
"Kau tidak melihat Putra kita dan Maria sedari tadi menangis. Bidadari merak tergolek lemah, didalam sana! malah Daddy mengajak Regan dan Maria ribut! disaat kondisinya tidak tepat!."
Nyonya Maria, heran degan suaminya bisa-bisanya suaminya ini ingin ngelawak di saat anaknya sedangkan frustasi.
Seakan Tak bersalah Tua Raiden malah mengangkat bahunya acuh, dan melangkah pergi.
"Dasar Tua bangka!" seru Nyonya Renata melihat suaminya pergi.
Sedangkan Tuan Regan dan Maria tak memperdulikan perdebatan sepasang suami istri itu. Apa lagi perkataan Daddy nya itu, yang mengejeknya berhati pink.
15 menit berlalu
Tidak lama pintu Ruangan IGD terbuka. Terlihat Dokter Dimas diikuti oleh suster dibelakangnya.
Tuan Reagan yang melihat Dokter, kepercayaan nya itu keluar langsung menghampirinya.
Dokter dimas terlihat bingung dengan sebutan Syah ku, yang disebut Tuannya ia baru sadar sedari tadi Tuanya menyebut menantunya Syah ku, Tidak lama Dokter Dimas menghembuskan nafasnya.
"Nyonya muda Butuh donor dara segera Tuan muda, Tapi jenis golongan darah Nyonya mudah sangat langkah Kemungkinan Hanya Ada 43 orang saja yang mempunyai golongan dar....
Belum sepat Dokter Dimas menjelaskan kan, Tuan Regan, sudah lebih dulu memotong nya.
" Rh-null!" ucap Tuan Regan, Tanpa menunggu jawaban Dokter dimas Tuan Regan, langsung memberikan perintahnya.
"Kalau begitu ambil darah ku Dimas"
Tegas Tuan Regan.
Dokter Dimas mengangguk Tapi sebelum pergi Dokter Dimas berbicara lagi.
"Setelah Tuan Regan Mendonorkan dara Tuan muda. Saya ingin membicarakan sesuatu tetang kondisi Nyonya muda." Setelah memberitahukan kepada Tuanya. Dokter Dimas, melangkah pergi.
__ADS_1
********
Di luar Rumah sakit.
Tuan Regan Menghubungi Pengacara Teo, orang kepercayaan nya.
^^^Tuan Raiden :^^^
^^^Teo!! usahakan putusan pengadilan jatuh hari ini juga bagaimanapun caranya. Aku tidak mau cucuku masi ada hubungan degan lelaki lembek itu.!^^^
Pengacara Teo :
Baik Tuan, Saya pastikan Keputusan pengadilan akan jatuh hari ini juga. Saya tidak akan mengecewakan kepercayaan Kelurga besar Audero.
Setelah Tuan Raiden mengakhiri obrolannya dengan pengacara Teo. Tua Raiden, menarik ujung bibirnya saat melihat dua orang pria dan seorang wanita, Yang ia sangat kenali.
Tuan Raiden mengikuti dengan langkah kecil.
Didepan sana Tuan Raiden melihat tiga orang, ke sayang nya, sedang berbicara serius.
Si pria yang mengintip di lorong IGD, dan tidak lama pria itu langsung pergi, sedangkan wanita yang sedari tadi mengikuti pria itu. Wanita itu kembali mengikuti lelaki itu dengan hati-hati.
"Huu.. Dunia ini suda terbalik! Sekarang bukan lagi anak ayam mengikuti induk ayam, Tetapi Induk ayam yang mengikuti anak ayam..."
Tuan Raiden tertawa sendiri dengan apa yang ia katakan.
*********
...Mohon maaf baru upload...
...sebenarnya saya tidak pede dengan cerita Saya ini....
...Ada keinginan buat gak lanjutkan novel ini lagi...
...karena masalah pengetahuanku...
...yang sangat minim pendidikan ....
...Suamiku selalu kasi semangat aku buat tidak putus asah tapi aku minder.......
__ADS_1
...🥲🥲🥲...
...jadi curhat deh...