
Marcell.
"Ya Allah... apa yang terjadi kepada keluarga ku.
Papa, Maria, juga opa dan oma, mereka Semu seperti memusuhi ku.
Aku merasa menjadi orang asing di mansion ini.
Semenjak aku menuruti kemauan mama, untuk aku menikah lagi, dengan Ramona yang telah mengandung anak ku.
"ehh..".
aku melihat ramona yang terbangun.
"Sayang kau sudah bangunan.. emm"
"Mas apa ini sudah pagi?"
Aku ingin tertawa melihat dia kebingungan
ia tapak menggemaskan di mataku.
"Menurut mu ini sudah Pagi sayang"
Aku malah berbalik menayangkan kepadanya
Sengaja tidak menjawab pertanyaan nya.
"ia mas.. hari ini mas akan ke pengadilan bukan?"
"Iya sayang..''.
Mendengar Perkataan Ramona yang seakan mengingatkanku, akan perpisahan ku dengan askiya. Bisakah aku berharap Askiya tetap berada di samping, Aku, Ramona dan Askiya kita hidup bersama.
Sekarang kau berada dimana Askiya sayang, aku merindukan mu, apa kau akan hadir dipersidangan kita.
''Mas!"
"Aah... iya ada apa sayang?".
Ramona membuyarkan lamunanku.
" Mas dari tadi mona panggil enggak denger! mas lagi mikirin apa ?." Ramona mengerucut kan mulut nya lucu.
"Mas lagi mikirin Pernikahan kita aja sayang."
Dusta ku, maafkan mas Ramona sudah berbohong padamu.
Aku melihat raut wajah Ramona yang tak percaya dengan perkataan ku.
"Mas tidak berbohong kan, mona lihat mas kayak memikirkan sesuatu, ada apa mas? jangan ada yang ditutupi sama mona."
Tidak ada sayang?... sudah jangan mikir yang aneh-aneh."
Aku tidak mau Ramona memikirkan yang aneh-aneh. Aku takut terjadi sesuatu dengan kandung Ramona, dan bisa membahayakan calon anak ku.
"Sekarang Sayang mandi dulu ya..? mas sudah siapkan air hangat."
"Iya mas.. Mona mandi dulu yah mas."
Mengapa ramona bersikap manis sekali
sungguh ia sangat menggemaskan.
Setelah Ramona masuk dalam kamar mandi, aku mengambil baju nya yang berad di lemari, aku tidak ingin Ramona kesusahan mencari baju yang akan ia gunakan. Setelah selesai menyiapkan pakaian Ramona yang telah aku sediakan di ranjang, Aku beranjak untuk menyiapkan makanan Untuk sarpan ku dan ramona. Sudah seminggu aku melarang Ramona agar tidak terlalu banyak beraktifitas aku tak mau ia kelahan.
Dan aku melangkah keluar dari kamar tujuanku adalah dapur, aku ingin menyiapkan sarapan untuk Ramona dan calon anak ku.
Tapi langkah ku terhenti saat aku melihat sosok
yang sibuk dengan peralatan memasaknya, ia begitu cekatan dengan alat alat memasak itu.
"ehm...!"
__ADS_1
Aku melihat ia terkejut deng dehemmanku.
ia menatap ku tapi tidak lama iya langsung melanjutkan masakannya lagi, tidak
menghiraukan keberadaan ku.
Aku memberanikan diri bertanya.
"Siapa kau..!"
ia tak menjawab pertanyaan ku, sebarnya siapa dia?
mengapa sedari tadi ia hanya menunduk.
"Apa kau bisu! sehingga kau tak menjawab pertanyaan ku barusa!." Sarkas ku sungguh wanita ini menguji kesabaran ku.
Aku mulai hilang kesabaran dengan kediaman wanita ini.
"KAU TULI!!!"
"MARCELL TUTUP MULUT MU!! JIKA KAU TAK MAU BERURUSAN DENGAN KU!!"
Deg..
Aku dikagetkan dengan suara teriakan dari arah belakang ku.
Aku berbalik ke arah suara yang sudah meneriaki ku, aku meliah papa yang sudah menahan amarahnya.
"AKU BERITAHU KAU!!! JANGAN PERNAH MENGANGGU DIA LAGI!. URUS SAJA WANITA MU ITU!!.
SATU LAGI JANGAN LUPA UNTUK HADIR DI PERSIDANGAN HARI INI!."
"Syah tinggal kan masakan mu itu.. kembali ke kamar Kita sarapan diluar saja dengan opa dan oma."
Aku bisa melihat kalau Papa menyukai wanita yang memaki baju syar'i berwarna putih degan cadar berwarna senada. Terlihat dari caranya memandang dan sangat khawatir dengan wanita itu.
"Apa dia Selingkuhan papa!." Sungguh sungguh darah dalam tubuhku seperti mendidih membayangkan jika itu benar terjadi.
Aku melihat papa dan wanita itu berhenti melangkah dan....
"Askiya!", apa benar itu kau istriku."
"Jangan kau memandang nya.. aku yakin kau nanti akan menyesal. Maslah dia Selingkuhan ku itu bukan urusan mu."
Setelah Papa berkata seperti itu, Papa menarik lengan wanita itu dengan sebelah tangan papa yang menggunakan sarung tang kulit.
Aku yakini wanita itu Askiya tapi melihat raut wajah papa sakan ia memuja wanti itu. Tidak
mungkin papa hanya mencintai mama, hanya mama wanita yang papa cintai ya.. aku menyakini diriku.. Aahh sebaiknya aku menyiapkan sarapan Buat ramona.
******
Tuan Regan ; "Dia tidak menyakitimu kan sayang..? coba papa lihat!." Tuan regan sudah membolak-balik bandan Askiya dengan kedua tangannya yang sudah memakai sarung tangan, agar tidak langsung menyentuh kulit gadis nya.
Askiya ; "Ya Allah pa.. As baik-baik saja tidak terjadi apa-apa dengan As, lagian As hanya membuat sarapan." Askiya tidak mengerti dengan pemikiran papa mertuanya itu yang sangatlah berlebihan.
Tuan Regan ; "Sudah Papa baling jangan mengerjakan apapun! mansion ini sudah ada pelayan yang mengerjakan semua, termaksud memasak!. Dan rubah sebutan nama mu! jangan lagi menggunakan As tapi Syah! bukan As lagi."
Askiya ; "Apa itu harus.. pa? Karena menurut As, itu terlalu berlebihan."
"TIDAK ADA BANTAHAN!!." Tuan Regan tidak mau Dengan Askiya menyebut nama As,
Askiya akan mengingat Marcell lagi. Dan itu membuat Tuan Regan Terbakar api cemburu.
Askiya ; "Tapi!." Askiya ingin memprotes Tuan Regan Sudah lebih dulu, memotong ucapannya untuk melajukan perkataannya.
Tuan Regan ; "Sekali tidak ya tidak!." Tuan Regan tetap pada pendirian nya.
Askiya ; "Baiklah Syah mengerti." Degan pipi yang merona dan malu-malu, jika Askiya tidak memakai cadar pasti Tuan regan sudah melihat mukanya yang sudah berubah merah.
"Huu Papa membuat ku jadi salah tingkah." Batin Askiya.
Tuan Regan ; "Kita makan diluar saja sayang, dan nanti kita langsung menuju kantor pengadilan agama."
__ADS_1
Askiya hanya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui ucapan papa mertuanya itu.
"papa! nau kemana, pagi-pagi begini!. Bukan nya kita harus menemani Marcell pa!. Papa tidak lupakan."
Ternya Nyonya Abel Sudah berada di samping Tuan Regan, dan tidak mengetahui jika Tuan Regan sedari tadi bersama degan Askiya.
Tuan Regan ; "Ya..." Hanya itu yang keluar dari mulut Tuan Regan.
Merasa tak puas degan jawaban suaminya, Nyonya Abel melihat kearah suaminya yang sudah melangkah ke arah pintu utama mansion. Mata Nyonya Abel sudah ingin keluar
melihat pemandangan didepan matanya, Tuan Regan berjalan berdampingan dengan wanita yang menurutnya wanita berpakaian aneh.
Sejak kapa suaminya itu Mau berdekatan dengan wanita lain,jangan kan berdekatan melihat wanita yang jarak nya lima meter saja ia enggan. Tapi sekarang hampir tak ada jaraknya Suaminya itu dengan wanita aneh itu.
...( ᴀᴜᴛʜᴏʀ ᴛɪᴅᴀᴋ ᴛᴀᴜ )...
...( ʀᴇɢᴀɴ ɪᴛᴜ ꜱᴜᴀᴍɪɴyᴀ ᴀʙᴇʟ ᴀᴩᴀ ʙᴜᴋᴀɴ.)...
...😅😅😅...
"PAPA!!! MAU KEMANA PAPA SAMA WANITA NINJA ITU!!." Nyonya Abel murka melihat Tuan Reagan akrab dengan wanita jadi-jadian itu.
Sedang tuan Regan, tidak memperdulikan teriakan dari Nyonya Abel, ia tetap melangkah di ikuti Askiya di samping nya. Tapi dari arah belakang, Nyonya Abel mengikuti dengan langkah yang cepat menyusul Tuan Regan dan Askiya Dan......
PLAK.. PLAK!! BUGH ! "Aww..." pekikan Askiya mendapatkan dua tamparan dan juga dorong yang sangat kuat dari Nyonya Abel.
Terlihat Askiya terbentur dan sudah tak sadarkan diri.
"SAYANG....!!! YA ALLAH DARAH!!, SAYANG... JANGAN TUTUP MATAMU! PAPA MOHON SAYANG..." Tuan Regan, yang melihat Askiya sudah tak sadarkan diri ia mulai menangis disaat seperti ini ia tak dapat berpikir jernih. Semua orang yang berada dalam mansion itu, berhamburan untuk melihat apa yang terjadi.
Tuan Raiden,Nyonya Renata di ikuti juga Maria, termaksud Marcell juga Ramona, dan asisten Ricko langsung cepat-cepat turun dari dalam mobil.
Mari dan juga Nyonya Renata, Langsung seok melihat Apa yang tejadi. Maria langsung Berlari mendekati Askiya yang sudah bersimbah darah di pangkuan Papanya.
"Ya Allah... mbak As..!! Apa yang terjadi hiks.. hiks bangun Mbak...." Maria, histeris meliah Keadaan Askiya yang sudah tak berdaya.
Sedang Marcell mendadak linglung dengan keadaan yang terjadi. Tak terasa ia air matanya mengaliri, dan langsung berlari mendekat Askiya yang suda dikeliling orang tua papanya..
"Sa...sayang..." suara Marcell terbantah memangil Askiya.
"MINGGIR KAMU !! JANGAN SENTUH MBAK AS!!. INI SEMU KARENA KAMU!. PERGI!!. KAMU BUKAN KAKAK KU LAGI!! AKU BENCI KAMU DAN MAMA KAMU ITU!. DIA BUKAN MAMA KU LAGI!! HIKS... HIKS... KALIAN BERDUA JAHAT...." Maria, sudah terisak.
Tuan Regan langsung mendongak kan kepalanya untuk melihat orang yang sudah mendorong Kekasihnya itu hingga kepala Askiya membentur dinding mansion. lalu ia memangil asisten Ricko yang di mansion nya..
"RICKO ANTAR KAN KAMI! KE RUMAH SAKIT KELUARGA AUDERO SEKARANG JUGA!!.
Dengan tegas Tuan Regan memberikan perintah. Lalu ia melangkah menuju mobil yang sudah disiapkan Pak Lan membawa tubuh Askiya yang tak sadarkan diri diikuti Tuan Raiden,Nyonya Renata,dan juga Maria yang sudah pindah didalam pelukan Asisten Ricko.
Sedangkan Nyonya Abel, sedari tadi diam membeku. Bukan karena telah mencelakai Askiya bukan karena itu, ia tidak menyesal telah mencelakai Askiya. Ia diam terpaku karena melihat Tuan Regan menangis melihat Menantu sialnya itu terluka, tidak ia tidak akan membiarkan Wanita mandul itu merebut suaminya. Biar perlu wanita itu geger otak tau mati sekalian.
Nyonya Abel ; "Wanita rendahan itu mencoba merebut priaku tidak akan aku biarkan."
Nyonya belem mengepal kan tangannya terlihat ia menahan amarahnya.
Marcell melihat mamanya yang hanya diam melihat kepergian dua mobil yang telah berlalu meniggalkan mansion. Ia mendekat ke Arah Nyonya Abel, untuk menayangkan apa yang telah terjadi sampai sampai Wanita yang masi berstatus istrinya terluka.
Marcell ; "Mama sebentar apa yang terjadi..? mengapa Askiya bisa terluka seperti itu!, Apa mama yang telah telah mencelakai nya..?." Nyonya Abel tidak menjawab ia malah tersenyum dan berlalu pergi masuk kedalam mansion.
"Mas jangan menuduh mama yang aneh-aneh deh.. Tidak mungkin mama melakukan itu! Ooh iya apa benar wanita berbaju aneh itu istri mas..?"
Tiba-tiba Ramona memegang bahu marcell yang masi termenung.
"Kamu masuk kedalam aku mau menyusul papa ke rumah sakti." Tanpa membalas perkataan Ramona langsung meniggalkan ramona sediri menyusul papanya. Sedangkan Ramona sudah ingin marah. Ramona yang sangat kesal.
"Semoga istrimu tidak selamat Mas! Kau Hanya milikku!."
Bersambung.....
*******
Maaf ****baru**** **Upload....
oh... Iya yang bingung dengan tulisan ku, mohon maaf yah... Aku emang bukan penulis aku cuma mau bagi khayalan ku saja. sapa tau ada yang sudi mau baca cerita khayalan ku ini.
__ADS_1
terima kasi**.