Jodoh Perawan Tua

Jodoh Perawan Tua
Kuliah Akhir


__ADS_3

8 Tahun sebelumnya


“sha. Kamu mau ikut pulang bareng ngga?” tanya ine pada


sahabatnya yang masih menunggu jemputan


Biasanya Allesha atau yang biasa disapa shasha oleh


teman-temannya


“duluan aja beb, aku tunggu shaka aja bentar lagi sampai


katanya” ucap sasha pada ine agar tak ikut repot menungunya karena waktu juga


sudah semakin sore


“engga ahh, kamu nanti sendirian! Lagian aku juga mau


ketemu shaka ganteng!!” canda ine pada sasha


“shaka ganteng?? Dihhh dari mananya tau segi


ketampanannya!!” ucap sasha tak terima adiknya dipuji oleh ine


“mata loe ngga bisa liat yang berpotensi. Pantes aja loe


jomblo” ejek ine sembari menemani sasha menunggu adiknya


“lagian shaka tuh msih kecil banget ne, emang kamu mau


gitu sama brondong” ucap sasha memastikan pada ine


“kamu ngga mau ya kalau aku jadi adik iparmu?” tanya ine


dengan tatapan pada sasha


“ogah!! Emang ngga ada gitu cowo lain. Please deh jangan


buat persahabatan kita hancur gara-gara tuh bocah” kesal sasha


“maaf kak telat!!” shaka dengan buru-buru  menghampiri kakakanya yang sudah menatapnya


dengan mata yang hampir lepas dari tempatnya


“kebiasaan banget sih dek. Kamu mau buat kakakmu lumutan


disini!!” sasha marah pada adiknya


“sha!! Jangan marah-marah cepet tua nanti” ucap ine


menengahi “ hai shaka! Lain kali tepat waktu ya jemputnya. Takutnya


Sasha diambil om-om senang” ucap ine


“iya kak, maaf kak. Tadi ada kegiatan dan baru selesai”


ucap shaka memohon maaf pada kakaknya


“oke, awas lain kali telat lagi! Ayo pulang nanti ayah

__ADS_1


marah” ucap sasha


“kak ine duluan ya, hati-hati dijalan” ucap shaka pada


ine


“iya sayang, ehh shaka maksudnya” jawab ine dengan


candaan membuat sasha menoyor lengannya karena kesal


Sasha dan shaka pulang kerumahnya dengan sepanjang jalan


penuh ceramah pada adiknya, karena orang tua sasha yang cukup sulit mengerti


anak muda zaman sekarang


“assalamualaikum bunda” ucap sasha masuk ke dalam rumah


sederhananya yang penuh Kehangatan dan menyalami tangan ibunya diikuti oleh


adiknya, shaka


“walaikumsalam sayang, mandi dan bantu ibu ya di dapur!


Mba tika hari ini ngga masuk kerja” ucap bunda hana


 “iya bunda, sasha


ke kamar dulu!!” ucap sasha


Shaka langsung menuju kamarnya juga.


yang tangannya sedang asik dengan olahan bahan makanan di dapur


“ada yah, baru pada pulang shaka ada kegiatan di kampus


jadi telat mereka pulangnya” ucap bunda hana yang memang sudah diberitahu oleh


shaka agar tak mendapatkan omelan dari ayah dan bundanya


“ohh ya sudah!!” jawab ayah ruby lalu duduk di sofa ruang


tv


Sasha yang sudah terlihat segar setelah mandi ia membantu


bundanya untuk memasak, meski tak masih memasak ia tetap membantu


“ini berikan kopi untuk ayahmu. Setelah sholat magrib


kita makan malam bersama” ucap bunda hana


“baik bunda” sasha tergolong anak yang rajin dan penurut


pada orang tuanya


“sudah sholat?” tanya ayah pada shaka dan sasha


“sudah yah” jawab shaka dan sasha bersamaan

__ADS_1


Bunda hana menyiapkan makan untuk suaminya, dan mengambil


makanan untuk dirinya sendiri. Tak ada suara saat makan malam berlangsung


Beberapa saat setelahnya, selesai makan malam semua


keluarga duduk bersama di ruang keluarga


“sha, kapan mulai menyusun skripsi?” tanya ayah saat


obrolan santai dimulai


“bulan depan yah. Ini sasha sudah mulai mengajukan judul


pada dosen” jawab sasha dengan tatapan matanya menonton tv


“selesaikan dengan cepat. Kalau mau lanjut S2 ayah masih


ada sedikit tabungan” ucap ayah ruby


“engga deh yah, sasha mau kerja dulu aja! Lagian shaka


juga masih banyak butuh biaya kan!!” ucap sasha dengan bijak


“ya sudah terserah kalian saja, tapi kalian harus


bertanggung jawab dengan pilihan kalian. Dan kamu shaka jangan banyak


main-main. Kamu tahu kan biaya kuliah itu tidak murah”  ucap ayah ruby lagi menasehati


“iya ayah. Shaka akan serius belajar dan menyelesaikan


dengan cepat. Setelah itu shaka aja yang kerja biar bunda sama ayah pensiun”


ucap shaka dengan semangat


“hahahaha” sasha menertawakan adiknya yang begitu


sombongnya


“kak” tegur bunda hana


“maaf bunda, dia aja ngurusin bajunya sendiri belum bisa”


ucap sasha meledek adiknya dan menjulurkan lidahnya


“kamu harus bantu adikmu juga. Jangan saling bersaing


dalam keluarga” pesan ayah ruby


“jangan lupa sholat dan tidur jangan larut malam. Besok


ayah ada rapat kerja keluar kota selama tiga hari. Jadi kalian jaga bunda


kalian ya!!” ucap ayah ruby sebelum beristirahat di kamarnya


“iya ayah” jawan shaka dan sahsa


Shaka merasa senang jika ayahnya tak dirumah maka ia

__ADS_1


sedikit merasakan kebebasan untuk bermain keluar rumah.


__ADS_2