Jodoh Perawan Tua

Jodoh Perawan Tua
Harus Sabar lagi


__ADS_3

"sha, bantu jaga toko ya, shaka lagi bantuin ravi ngerjain tugasnya. ayah mau ke toko cabang" ucap ayah ruby kala melihat alesha bersantai di hari minggu


ayah ruby sangat mendukung ravi yang dalam beberapa minggu ini sangat rajin dalam membantu di toko dan mengerjakan tesisnya.


jika dalam hal pendidikan pak ruby selalu memberikan semangat dan bantuan


"tapi yah, alesha ada yang dikerjakan juga" ucap alesha beralasan tentu saja dia tak mau membuat ravi mudah begitu saja membuat laporan


alesha sudah membuatkan laporan yang diminta ravi pada saat itu, namun tak pernah ditanyakannya lagi. dan itu yang membuat alesha merasa kesal


ditambah dirumah harus bertemu dengannya yang magang di toko milik keluarganya.


"bantu orang jangan hitung-hitungan! sudah sana kerjakan pekerjaanmu juga di toko, ayah berangkat dulu" pamit ayah ruby


"iya yah" alesha memanyunkan bibirnya


"bunda sampe kapan sih tuh orang disini?" tanya alesha pada bunda hana


"kenapa sih sayang, ravi itu baik loh! dia sopan dan sangat membantu pekerjaan shaka di toko" ucap bnda hana membela ravi


"sebenarnya siapa sih anak bunda sama ayah?" alesha merasa cemburu


apa yang diucapkan bundanya adalah berbeda dengan ravi yang dia temui.


"sudah sana, anggap aja ravi adek kamu usianya juga beda setahun sama shaka" ucap bunda hana


"oh iya ini bawakan cemilan" lanjut bunda hana menyerahkan kotak kue pada alesha


"makasih bunda cantik" puji alesha dan mencium pipi bunda hana


"itu buat adek-adekmu, kamu kan ngga suka cemilan manis" ucap bunda hana


alesha ternganga mendengar  ucapan bundanya," inginku berteriak ingin ku menangis....." alesha menyanyi tak jelas


dengan langkah lunglai berangkat ke toko


dan memang hari ini kesbaran alesha sedang diuji


"sha, makin cantik aja! mungkin karena ngga rawat suami sama anak kali ya. jadi iri" ucap seorang wanita menggendong anak


menyapa alesha


"hahahah, iya bu makasih pujiannya! doain ya bu semoga saya dapat suami direktur jadi ngga usah sibuk urusin orang, karena sibuk liburan sama shopping" jawab alesha dengan wajah malasnya


menanggapi ucapan orang yang membuatnya naik darah, mending naik gaji sih kata saya mah


"sombong banget! mana ada direktur yang mau sama perawan yang belum laku" balas ibu lagi


"sombong itu utama ya bu, kalau sama orang yang sombong tuh" jawab alesha lalu meninggalkan ibu-ibu dengan menang telak


sementara ibu-ibu itu sednag bergosip dengan temannya, menjelekan alesha yang tidak tahu sopan santun pada orang lebih tua


"dasar manusia ngga sadar diri, astaga!!" alesha mengeomel setelah tiba di toko


"kenapa sih kak, siapa yang ngajak macan berantem?" tanya shaka bercanda pada kakaknya


"ya,, kamu mau jadi salah satu korban macan ngamuk!!" ucap alesha makin kesal melihat ravi yang juga mentertawakan alesha


"kenapa tersenyum?" tanya alesha pada ravi

__ADS_1



"saya ngga senyum sama mba kok" ucap ravindra jadi ikut terseret


"ngga usah tebar senyum, kamu pikir senyummu manis?" alesha menaruh kue pemberian bundanya " nih dari bunda buat kalian. udah sana jangan ganggu saya" ucap alesha duduk di meja kasir


"kakakmu lagi pms ya?' tanya ravi berbisik pada shaka


"ssstttttt, udah biarin aja!! Biasa orang kelamaan jomblo mungkin!" ucap shaka


Pada ravi.


Alesha sibuk membuat catatan pembelajaan dan juga keuangan toko.


"cantik sih, sayang galak!" ucap ravi dengan suara lirih


Lalu melanjutkan tugasnya dibantu shaka.


"minggu depan bisa ngga saya izin dulu buat ngga di toko.


Mau ngurusin ini dikampus!" ucap ravi pada shaka


"boleh , lagian kamu tuh sudah selesai harusnya. Hanya masalah laporan aja!" ucap shaka


Ia tak memungkiri ravi sudah memiliki bakat dan ke ahlian


"boleh tanya sesuatu?" tanya shaka penasaran


"silahkan!" jawab ravi santai


"kamu dapet beasiswa dikampus?" tanya shaka


Sama sepertinya yang mendapatkan beasiswa untuk lanjut pendidikan


"emmm, engga juga cuma bantuan orang tua!" ucap ravindra


Ia bingung menjawab pertanyaan shaka


"oke, kalau begitu semoga semua lancar agar beban orang tuamu segera selesai!" ucap shaka


"terima kasih bro, oh iya ini uang yang kemarin kamu pinjami


Hari ini gajih udah turun, terima kasih banyak ya! Lain kali saya akan balas budi!" lanjut ravi


"itu bukan hutang, pakailah dulu saya masih punya pegangan. Jangan khawatir!" ucap shaka


Namun ravi menolak. Ia tak mau terlalu banyak berhutang budi pada shaka.


"pegang saja! Atau saya marah. Saya tahu bagaimana susahnya jauh dari orang tua.


Lagian buat sidang juga harus banyak pengeluaran kan!. Ini bukan hutang!" tegas shaka


"oke! Thanks!" ravi memasukan lagi uangnya ke dalam tasnya


Dan makin membuatnya semangat. Agar bisa segera membalas jasa shaka dan keluarganya yang begitu baik padanya


****


"ma, emang kenapa sih kalau kita nikah sama yang ngga setara!" ucap citra mengadu pada mamanya

__ADS_1


"siapa yang bilang? Emang pertimbangan setara dari mananya?" tanya balik mama siska pada anak bungsunya


"anak mama lagi jatuh cinta?" lanjut mama siska


"kata nenek, laki- laki harus mapan harus setara sama kita! Citra hanya bertanya ma!" ucap citra


"emmm, mama rasa selama dia punya pekerjaan dan bertanggung jawab, sayang sama anak mama san keluarganya mama sama papa ngga masalah!" jawab mama siska


"yang bener ma!" citra memastikan


"emang siapa sih? Mama penasaran nih!" tanya mama siska


"kalau dari masalalu gimana ma?" citra masih tak bisa melupakan masalalu terindahnya


Meski sudah mencoba menjalin hubungan dengan orang lain tapi hatinya tak bisa bohong


Hatinya sudah dimiliki seseorang


"kalau saran mama sih, coba dulu dengan yang baru. kalau belum coba jangan bilang ngga bisa dulu!" ucap mama siska


Flashback on


"siska, kamu ngga bisa ngajarin anak! Berteman boleh dengan siapapun tapi cari buat pasangan harus setara!


tidak bisa diganggu gugat.


Kalau kamu ngga bisa bikin mereka putus. Mami yang akan urus masalah jodoh cucu mami!" ucap maminya siska


"tapi mi, citra kan masih muda! Lagian hanya pacaran belum berfikiran ke arah pernikahan mi!" jawab siska


"jangan membantah, mami ngga mau calon cucu mami ngga setara! mami pulang dulu!"


Flashback off


"entahlah ma, citra belum kepikiran juga.


Ya udah citra mau tidur dulu udah malem ma. Papa pasti nungguin mama dikamar!" ucap citra


"kamu juga istirahat. Mama harap kamu bisa memilih yang terbaik!" ucap mama siska


Meninggalkan anaknya


Melangkah kakinya ke kamar


"sayang kenapa?" tanya papa nobi pada istrinya


"citra sepertinya kembali lagi sama pacarnya yang dulu!" ucap mama siska


"biarkan saja ma, citra tahu mana yang terbaik buat hidupnya. Kita hanya mengarahkan jangan ikut campur!" ucap papa nobi


"tapi pa, mami ngga setuju dan tahu sendiri kan mami gimana orangnya!" mama siska pesimis jika berhadapan dengan mamanya yang semakin tua makin sulit diajak komunikasi


"sudah jangan terlalu dipikirkan, mami punya hati yang baik pelan-pelan pasti bisa luluh.


Lagian belum tentu juga kan citra menikah dengan yang dulu.


ayo tidur sudah malam. Nanti keriputmu memenuhi wajah!" ucap papa nobi


"pa!!!" kesal mama siska

__ADS_1


Keduanya beristirahat dan menyelami mimpi bersama


__ADS_2