Jodoh Perawan Tua

Jodoh Perawan Tua
kesabaran tingkat dewa


__ADS_3

"kenapa lesu bu? biasanya semangat


oki bertemu dengan alesha didalam lift


alesha tersenyum palsu " saya terlalu senang karena dapat pekerjaan baru hingga ngga bisa tidur" ucap alesha yang dalam hatinya merasa sangat sedih dan ingin kembali saja ke bagiannya yang dulu


"waahhhh, pasti karena direktur kita yang baru sangat tampan ya bu" bisik oki lagi pada alesha


"mungkin salah satunya" jawab alesha yang lagi-lagi hatinya tak terima ada yang memuji ravi


flashback on


"kopi apa ini rasanya seperti racun, ganti" ucap ravi menaruh kopinya di meja agar alesha menggantinya dengan yang baru


"emang udah pernah minum racun, dasar bocil!!" batin alesha


"kamu sedang mengumpat saya?" tanya ravi


"engga pak. saya ganti dengan yang baru! maaf bapak sukanya kopinya berapa sendok dan gulanya berapa sendok pak?" tanya alesha agar tak salah lagi


"pintar!! dua sendok kopi dan satu sendok gula! tunggu apalagi!!" ucap ravi


"baik pak" alesha segera keluar dari ruangan ravi dan mengganti kopinya


lalu dengan segera menyerahkan kembali ke ruangan bosnya


"silahkan pak, sudah sesuai dengan pesanan bapak! saya permisi" ucap alesha


"tunggu, saya curiga kamu menaruh sesuatu didalamnya, sekarang kamu yang cobain dulu" titah ravi


"saya ngga kasih apa-apa selain kopi dan gula pak" alesha menjelaskan


"kamu pikir saya percaya, setelah waktu itu kamu pernah meracuni saya hingga pingsan" ucap ravi mengungkit kejadian dulu


"baiklah, saya coba" alesha tak membatah lagi dan meminum sedikit kopinya


"enak pak, saya aman kan!" ucap alesha setelah menyruput sedikit kopi buatannya sendiri


"kalau begitu buatkan yang baru, yang sama dengan sekarang!"


"tapi pak, ini aman!" alesha mulai hilang kesabarannya


"tapi itu bekas mulutmu yang pedas itu" ucap ravi


"emang bapak pernah nyicipin mulut saya, segala ngatain pedas" alesha ingin berteriak dan menangis untuk pertama kalinya bekerja


"apa perlu sekarang saya coba untuk membuktikan?" ravi menatap alesha


"ahhhh ngga perlu pak, saya ganti dulu kopinya sebentar" ucap alesha menyahut cangkir kopi dan kembali membuatkan yang ravi minta


"astaga, bisa-bisa keriputku makin banyak kalau begini" alesha menghirup nafas panjang dan menghembuskannya


"permisi pak, ini kopinya"


"letakan saja disana" tunjuk ravi pada meja kerjanya


"saya permisi keluar pak" ucap alesha


ravi hanya mengibaskan tangannya tanpa mengeluarkan suara.


***


jam 3.30


suara ponsel berdering


[halo, siapa?] tanya alesha mengangkat panggilan telfon tanpa melihat siapa yang menghubunginy tengah malam


[buka email sekarang, dan kirimkan jadwal saya satu minggu kedepan] ucap ravi yang seketika membangunkan mata alesha


[ravi......ehh pak ravi?] ucap alesha kini mulai tersadarkan


[apa kamu punya bos lain? cepat kerjakan saya tunggu sepuluh menit]


alesha membuka laptopnya dengan mata yang msih sangat ingin terpejam

__ADS_1


flashback off


"saya duluan bu" ucap oki yang sudah tiba dilantai ruangnya kerja sedangkan alesha harus naik dua lantai lagi untuk sampai


"bye!!" alesha melambaikan tangannya


ia terus menguap dan merasa tubuhnya lemas


"pagi sha, kamu habis begadang?" tanya eva


"hemm, iya ngga bisa tidur semalam, horor" jawab alesha


"selamat pagi pak" sapa eva beranjak dari duduknya menyapa ravindra yang baru saja tiba


"pagi pak" alesha terpaksa juga harus menyapa ravi


huuuffffff


"saya buatkan kopi dulu, kamu mau?" tawar alesha


"saya ngga suka kopi, buatkan saja yang enak buat pak bos biar hari ini ngga tegang" ucap eva


"hahahaha!!! kamu takut sama bocah tengil itu"


"ehemmmm" suara dehaman menghentikan ucapan alesha


"ada yang bisa saya bantu pak?" alesha membalikan badan menyakan pada bosnya


"saya ada rapat pagi, kenapa ngga kamu ingatkan. dan kamu siapa namamu, ahhh iya eva. dimana berkas yang harus saya bawa untuk rapat" ucap ravi dengan wajah serius


"maaf pak" ucap alesha dan eva bersamaan


"ikut saya rapat dan bawa semua yang dibutuhkan" ucap ravi melangkahkan kakinya


"siapa yang diajak?" tanya eva


"kamu lah, kan harus mencatat hasil rapat, saya kan hanya membuat sechedule dan kebutuhan pribadinya" jawab alesha merasa menang


"kenapa masih diam, kalian berdua ayo segera atau kalian ngga bisa jalan!!!" ucap ravi


"baik pak"


alesha hanya tersenyum tanpa bicara


 dan mengikuti bosnya masuk ruangan rapat, yang dilakukan kurang lebih satu jam


rapat selesai


 ravi kembali ke ruangannya


"eva, serahkan segera laporan hasil rapat dan kamu, ke ruangan saya, atur kembali jadwal saya satu minggu kedapan" ucap ravi


"baik pak" ucap eva


"semangat buat kita!!" ucap eva lagi


pada alesha " oke" alehsa mengacungkan jempol pada rekan kerjanya


"permisi pak, bagian mana yang harus di perbaiki pak?" tanya alesha dengan kelembutan berharap ravi tak lagi menyebalkan seperti sebelumnya


"kamu bisa buat jadwal ngga? aneh kenapa kak reva dan papi merekomendasikanmu" ucap ravi


"jadi kamu ahhh, bapak tahu jika saya yang akan jadi asisten bapak? kenapa bapak terima kalau gitu" ucap alesha yang juga menyesal menerima tawaran direktur lamanya


"kamu pikir saya bisa milih seperti milih istri, ini betulkan lagi dan sesuaikan dengan baik. kalau begini jadwalnya saya bisa-bisa jadi perjaka tua ngga dapet jodoh" ucap ravi melihat jadwalnya yang tanpa jeda


yang dibuat oleh alesha


"harusnya kan kalau padat akan semakin cepat beres pak" jawab alesha


"saya bukan robot! jangan banyak protes, perbaiki dan segera serahkan ke saya" tutah ravi


"baik pak"


alesha kembali ke meja kerjanya

__ADS_1


baru saja duduk "ravindra ada kan?" tanya seorang wanita datang


"maaf bu sudah ada janji?" tanya alesha


"sudah, bilang saja diana datang" ucap diana


"baik bu, sebentar saya konfimasi dulu" alesha menelfon ravi dan ravi meminta diana untuk masuk


"silahkan bu" ucap alehsa membukan pintu untuk tamunya bos


"cantik juga pacarnya" ucap alesha pada eva


"bos kita juga tampan kan!" jawab eva yang juga masih sibuk mengerjakan laporan


"ngga sih menurut gue!!" sahut alehsa


keduanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing


"sssttttt" eva mengode alesha setelah melihat wanita yang keluar dari ruangan bosnya terlihat menghapus air matanya


"bodo amat" ucap alesha tak peduli


"saya ada perlu dan tak kembali lagi ke kantor, kalian bisa pulang lebih awal" ucap ravi yang tak lama keluar setelah diana keluar dari ruangannya


"baik pak" ucap alesha dan eva nampak senang


"pulang cepat kita, ayo segera selesaikan!" ucap ravi


*****


"tante!!!!" panggil dio lalu memeluk alesha


selesai kerja alesha menghubungi dio dan akan menepati janjinya mengajaknya main saat waktunya senggang,


"dio sama siapa?" tanya alesha


"sama sus lia dan papa, papa sama om" ucap dio


"kalian sudah makan?" tanya alesha


sus lia dan dio menggelengkan kepalanya bersamaan


"oke kita makan dulu baru main gimana?" tanya alesha


"mauu es krim sama burger" ucap dio


"siap bos kecil" alesha menuntun  dio untuk mencari tempat makan yang dio mau


sekilas alesha meilhat ravi bersama dengan wanita cantik yang berbeda dengan yang tadi ke kantor. "kirain urusan kantor,  pantas saja jadwalnya ngga mau padat, banyak yang diurus selain kerjaan,,,dasar buaya tengil" umpat alesha dengan pelan agar tak di dengar dio dan susnya


"ini makanan kita, dio bisa makan sendiri kan? biar sus makan bareng kita dan segera main" ucap alesha


"iya tante" jawab dio tak sabar ingin bermain


"ngga apa-apa bu, saya suapin" ucap sus lia


"sudah ayo makan bersama" ucap alesha


"haiii, sepertinya enak, papa ngga diajak ya" ucap chiko yang baru tiba dan menyapa alesha


"kak, sudah makan?" tanya alesha


"sudah tadi, sama adik-adik saya" ucap chiko


"alesha saya harus kembali ke kota B saat ini, bisa titip dio. dia masih ingin bermain denganmu" ucap chiko


"tentu saja kak, saya senang ada temannya kalau ada dio" jawab alesha


"terima kasih ya, lain kali saya akan ajak kalian liburan bersama kalau saya sudah ada waktu libur" janji chiko


" hore!!!! benar ya pa!!" ucap dio


"iya sayang, jangan nakal ataupun merepotkan sus, tante dan oma ya" pesan chiko


"siap pa!" ucap dio

__ADS_1


"saya pamit ya, sekali lagi makasih ya sha saya sering merepotkan, lain kali kalau butuh bantuan akan saya usahakan buatmu" ucap chiko


"iya kak, hati-hati" ucap alesha


__ADS_2