
"mami, ravi berangkat sidang dulu, doakan ravi ya mi, pi!" pamit ravi
"assalamualaikum!" lanjutnya menyalami tangan kedua orang tuanya dan memeluk sebelum melangkahkan kakinya keluar rumah
"walaikumsalam, hati-hati nak. Semoga lancar dan sukses. Mami dan papi selalu mendoakanmu!" ucap mami nabila
Papi gala juga ikut serta menghantar anaknya hingga mobil meninggalkan pekarangan rumahnya
"anak kita sekarang berubah ya pi, semoga ravindra menjadi lebih baik lagi nanti!" iya mi
"papi berangkat ke kantor dulu ya, nanti kita ketemu dikampus ravi aja
papi ada rapat pagi ini!" ucap papi gala
"iya pi, hati-hati. Jangan lupa kita harus support ravi!" pesan mami nabila
"iya sayang!!" papi gala membuat mami nabila tersipu malu
Keduanya sudah berusia kepala lima namun masih sangat mesra
Dan romantis. Kadang membuat para pekerjannya merasa iri dengan tuannya
setelah anak dan suaminya pergi mami nabila kembali ke kamarnya.
"bik, nanti siang reva kesini bilang saya tunggu ravi sidang ya.
Dan tanyakan dia mau makan apa nanti biar saya beli diluar sekalian.
Hari ini tidak usah masak!" ucap mami nabila pada asisten rumah tangganya
"baik nyonya! Terima kasih!"
"iya, saya mau siap-siap dulu. Tolong kasih tau sopir panaskan mobil!" ucap mami nabila lalu melangkahkan kakinya untuk bersiap
*****
"rapat hari ini selesai. Untuk laporan yang harus direvisi segera kirimkan ke sekretaris saya. Yang lain boleh kembali ke ruangan.
Kecuali ibu alesha!" ucap pak gala setelah menyelesaikan rapatnya
"baik pak!" semua pegawai yang ikut dalam rapat meninggalkan ruangan seperti permintaan sang direktur
"bu alesha!" ucap pak gala memastikan wajah yang ada dihadapannya saat ini
"iya pak, saya alesha. Ada yang bisa saya bantu pak?"
Alesha tak tahu apa yang akan terjadi. Tak ada informasi sebelumnya ia akan diminta menghadap direktur
"sudah sembilan tahun kurang lebih anda bekerja diperusahaan saya! Apakah benar?" tanya pak gala
"iya pak, tiga bulan lagi genap sembilan tahun saya menjadi pegawai perusahaan bapak!" alesha makin penasaran
Apakah ia akan dipecat. Atau ada masalah yang tak iya selesaikan
"setelah saya pertimbangkan dengan beberapa kandidat anda menjadi yang terpilih untuk menjadi mentor anak saya.
Yang bulan depan baru akan menggantikan saya menjabat sebagai direktur.
Saya harap anda menjadi asisten untuk anak saya.
__ADS_1
Apakah anda berkenan?" tanya pak gala setelah menjelaskan pokok permasalahannya
Dan meminta alesha untuk pindah posisi jabatannya.
"maaf pak, saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Namun saya rasa kemampuan saya beluk sejauh itu!" alesha
Berjanji pada ibunya akan menikah ditahun ini atau akan dijodohkan.
Bagaimana bisa ia menjadi asisten yang pastinya akan lebih banyak menyita waktunya
"jadi anda menolak?" tanya pak gala
"apa saya akan dipecat jika menolak pak?" tanya alesha
Apapun resikonya ia siap. Begitu batinnya
"tentu tidak, saya tidak akan memaksa namun bisakah anda fikirkan lagi dan beritahu saya besok!" ucap pak gala memberikan waktu pada alesha
"baik pak, akan saya pertimbangkan. Dan saya berikan jawabannya esok hari pak. Sekali lagi terima kasih! Atas kesempatannya pak!" ucap alesha
"baiklah, saya masih ada keperluan saya harap besok ada kabar baik!" ucap pak gala lalu meninggalkan ruang rapat
Alesha melamundan berjalan tanpa melihat
Brugg...
"aaaa!!" teriak alesha lalu memegang kepalanya yang terbentur benda keras
"bu, ibu ngga apa-apa?" meri membantu alesha yang menabrak pintu kaca karena melamun
"bu duduk dulu!" meri menuntun alesha
"iya mer makasih. kenapa pintu pindah kesitu sih!" ucap alesha
Beberapa bulan ia bekerja bersama alesha belum pernah melihatnya ceroboh seperti saat ini
"alesha! Kenapa?" tanya chiko yang nampaknya baru tiba tentu saja dengan dio
Yang terus merengek ingin bertemu alesha
"tante kenapa merah!" tanya dio melihat jidadnya muncul memar
"ini tadi salah jalan jadi kepentok pintu kaca"jawab alesha pada bapak dan anaknya
"ayo ke klinik!" ajak chiko menarik tangan alesha
Dan cukup menjadi pusat perhatian
"kak, dilihat orang malu!" ucap alesha
Chiko memang meminta agar alesha tak lagi memanggilnya dengan sebutan pak, karena keduanya mulai akrab saat ini
"ahh iya maaf, saya panik tadi! Ayo diobati dulu!" ucap chiko
yang meninggalkan dio bersama pengasuhnya
"dio mana kak?" tanya alesha
"biarkan saja dengan susnya, dia terus merengek bertemu denganmu!" ucap chiko mengambilkan obat untuk alesha dengan penuh perhatian
__ADS_1
"gimana masih sakit?" tanya chiko
Lalu meniup luka memar pada kening alesha seolah akan menciumnya.
"sedikit berkurang! Makasih kak. Sebaiknya kita kembali nanti banyak orang yang curiga!" ucap alesha
"kenapa harus curiga, lagian kita juga sama-sama single kan. Ngga ada masalah!" jawab chiko dengan santainya
"lain kali hati-hati, kasian kan kacanya ngga salah apa-apa tapi ditabrak!" ledek chiko
Alesha reflek memukul lengan chiko karena merasa kesal.
"ini percobaan penganiyayaan! Saya laporkan ke atasnmu nanti!" ucap chiko
Alesha yang tadinya terdiam
"hehee! Jangan dong. Nanti saya jadi pengangguran kalau di pecat" alesha hanya tersenyum
"saya siap nafkahin kalau kamu dipecat!" jawab chiko
"ngga lucu!" sahut alesha
Berjalan meninggalkan ruanh klinik.
Keduanya kembali ke ruangan alesha.
"dio kemana?" tanya alesha pada meri
"tadi bilang mau ke kantin!" ucap meri
"ohh, ya sudah terima kasih pak. Nanti jam istirahat saya temui dio!" ucap alesha
"pegawai teladan, oke! Saya titip dio sebentar ya. Saya ada urusan sebentar! Maaf merepotkan" ucap chiko
Pada alesha
"tidak masalah pak, dio anak yang baik!" alesha tak berani memanggil kak saat ada pegawai lainnya
Chiko meninggalkan alesha dan menuju tempat pekerjaannya.
"bu, itu pak chiko mantan manajer HRD kan?" tanya meera
"iya kenapa?" tanya alesha
"baru kali ini lihat dari jarak dekat. Tampan juga ya!" ucap meera lagi
"dasar buaya betina, inget udah mau nikah!" ucap oki menimpali ucapan meera
"waah, kenapa saya baru tahu!! Kamu ngga mau undang saya meera?" ucap alesha berpura-pura cemberut
Semakin akrab alesha mulai berani menunjukan ekspresinya yang tak hanya galak. Dan tegas
Kini juga mulai becanda atau bahkan bergosip layaknya perkumpulan lainnya
"tentu saja ibu saya undang, masih tunggu tiga bulan lagi bu. Calon suami saya masih bekerja diluar negeri!" jawab meera
"jangan-jangan mau resign kalau udah nikah!" ucap toni
"eeeiitsss...tenang saja kawan. Kau tak akan kehilanganku!" sahut meera
__ADS_1
Alesha tertawa mendengar peebincangan yang tak jelas.
Kenapa ia baru merasakan hal ini sekarang. Ataukah karena ia akan memilih bertahan atau meninggalkan